KIM MYUNGSOO FANFICTION

[Chaptered] Remember Me – Part 16

Remember Me

REMEMBER ME

|Main cast: Kim Myungsoo (Infinite), Bae Sooji (Miss A)|Other cast: Jung Soojung (F(x)), Jang Wooyoung (2PM), Lee Jieun (IU), Lee Sungyeol (Infinite)|Genre: Drama, Angst/Sad, Romance, Fluff, Friendship, a little bit Comedy|Length: chaptered|Rating: General|

©Park Minrin

.

Ketika seseorang melupakan, sementara yang lain mengingat.

.

“Sooji, jika aku menyakitimu lagi, apa yang akan kau lakukan?”

PART 16 : Sweet then Bitter

Suara-suara bising dari ruang tengah berhasil membuat Sooji terjaga dari tidurnya pada pukul 8 pagi. Sebenarnya ia masih lelah. Bayangkan saja, ia pulang dari pesta malam natal kemarin pukul dua belas lewat sedikit, tepat setelah ia dan Myungsoo turun dari loteng klub tersebut. Mereka yang tak ingin berlama-lama dan tak mau repot-repot berpamitan lantas langsung keluar dari klub tersebut dan mengendarai mobil Myungsoo untuk melesat menuju Incheon. Dan mereka baru sampai Incheon 2 jam kemudian, setengah jam setelahnya, ia baru bertemu dengan tempat tidurnya ketika ia telah sampai di villa yang disewa keluarganya.

Dengan sedikit jengkel, gadis itu bangkit dari tempat tidurnya. Masih dengan mengenakan piyama pororo berwarna merah muda dan dengan rambut yang lebih terlihat seperti bola kusut, ia melangkah menuju pintu kamarnya.

Ketika pintu kamarnya terbuka, aroma roti panggang dan selai strawberry langsung menguar ke dalam indera penciumannya dan membuatnya keroncongan. Namun setelah perhatiannya dari aroma roti dan selai itu teralihkan kepada keluarganya yang sedang berkumpul di ruang tengah, ia terdiam. Kamarnya yang terhubung langsung dengan ruang tengah membuat posisinya kini terlihat jelas oleh setiap orang yang sedang berada di ruang tengah tersebut; orang tuanya, adiknya, dan Kim Myungsoo.

“Kau sudah bangun, Sooji?” sapa Myungsoo sambil menatap tepat ke arahnya dengan senyum di wajahnya.

Sooji merasa mukanya memerah. Ia buru-buru kembali masuk ke dalam kamar sembari menutup pintu kamarnya keras-keras. Ia mengutuk dalam hati.

Kenapa pria itu datang pagi-pagi sekali?!

 

-o0o-

 

Wajah Sooji terlihat masam ketika ia tengah melahap roti panggangnya bersama dengan keluarganya dan Myungsoo. Gadis itu tampak masih kesal akibat kejadian tadi pagi. Lebih tepatnya, ia merasa malu. Bagaimana mungkin ia membiarkan Myungsoo melihat wajah kacaunya saat baru bangun tidur?! Ah, gadis itu bahkan tak bisa menatap matanya kini.

Noona, sudahlah. Habiskan makananmu cepat! Kau tahu Myungsoo-hyung telah menunggumu sejak pagi-pagi sekali,” Sangmoon menyenggol lengannya menggunakan siku sementara Sooji hanya bisa berdecak membalas perkataan adiknya tersebut.

“Tidak apa, lagipula aku juga tidak terburu-buru. Menghabiskan hari natal bersama keluarga adalah yang terbaik, bukan?” ujar Myungsoo.

“Tidak, tidak, kami tidak keberatan sama sekali jika kau membawa Sooji kami pergi jalan-jalan. Lagipula ia juga pasti tidak keberatan, benar bukan, Sooji?” tanya ibunya.

Butuh beberapa saat sebelum akhirnya Sooji menjawab dengan kepala yang tertunduk malu. Myungsoo yang melihat tingkah laku Sooji hanya bisa tertawa.

Sarapan akhirnya selesai dua puluh menit kemudian setelah mereka puas mengobrol sambil melahap roti bakar dan kopi maupun susu yang dihidangkan oleh pelayan rumah tangga. Lima menit kemudian, Sooji sudah berada di luar rumahnya. Dengan menggunakan pakaian tebal, gadis itu mengikuti Myungsoo yang berjalan menuju mobilnya yang terparkir di depan villa.

Sepertinya pria ini hendak membawanya ke suatu tempat yang cukup jauh mengingat tidak mungkin alasannya membawa mobil hanya karena ia mengunjungi villa keluarganya sementara villa yang disewa keluarga Kim bersebelahan dengan villa keluarganya.

“Kita mau ke mana?” tanya Sooji sebelum masuk ke dalam mobil.

“Lihat saja nanti,” balas Myungsoo yang membukakan pintu untuk Sooji terlebih dahulu. Setelah memastikan Sooji duduk di kursinya, pria itu berjalan cepat memutari mobilnya kemudian duduk di kursi kemudi.

Ketika mobil sudah bergerak dan mulai berjalan menyusuri jalanan Incheon yang di pinggirnya terbentang lautan yang luas, Sooji tak dapat mengalihkan perhatiannya dari jendela di sampingnya.

“Tidurmu nyenyak? Kau… tidak sakit, kan?” tanya Myungsoo.

“Oh? Tidak, aku baik-baik saja,” jawab Sooji. Lagipula aku sudah meminum obatku sebelum sarapan tadi, tambahnya dalam hati.

Myungsoo mengangguk lega.

Sooji yang masih tak bisa mengalihkan perhatiannya dari laut, mendesah keras. “Ah… alangkah baiknya jika kita kembali ke sini saat musim panas nanti.”

Myungsoo sempat menoleh ke arah Sooji sesaat sebelum di sekon berikutnya kembali memusatkan fokusnya pada jalanan.

“Atau lebih baik lagi jika kita ke Jeju saat musim panas nanti. Aku ingin sekali berjalan-jalan dengan mobil terbuka atau motor dan merasakan angin musim panas di jalanan yang dekat laut seperti ini,” Sooji mulai meracau menceritakan keinginannya.

Butuh satu menit hingga Myungsoo merespon, “Hm, ayo kita ke Jeju kapan-kapan.”

Sooji tersenyum lebar dan menatap Myungsoo di sampingnya sambil mengangguk penuh semangat.

-o0o-

 

Myungsoo membawanya ke pusat kota Incheon yang tampak cukup sepi mengingat hari masih cukup dini, terlebih hari ini adalah hari natal dan kebanyakan toko atau pusat perbelanjaan tutup. Kemudian Myungsoo melalui beberapa belokan sehingga akhirnya berhenti di sebuah toko yang masih tutup. Awalnya, Sooji tak mengerti mengapa Myungsoo membawanya ke depan toko yang masih tutup tersebut. Lalu Myungsoo memintanya untuk menunggu sebentar lantas keluar dari mobilnya dan memasuki toko tersebut yang pintunya ternyata tak dikunci.

Beberapa saat kemudian, Myungsoo keluar dengan banyak sekali bingkisan kecil di tangannya dan ia tampak kesulitan membawanya sendirian. Melihat hal itu, Sooji bergegas turun dari mobil dan membantu Myungsoo memasukkan semua bingkisan tersebut ke garasi.

“Untuk apa kau membeli bingkisan sebanyak ini? Dan isinya… astaga!” Sooji terbelalak begitu melihat ke dalam salah satu bingkisan dan mendapatinya berisi pakaian anak kecil, mainan, dan alat tulis. Setelah ia meletakkan bingkisan itu di dalam bagasi mobil, gadis itu segera menatap Myungsoo tak percaya.

“Jangan bilang kau memberikannya untuk…,”

Myungsoo tersenyum dan mengangguk. “Masih ada beberapa lagi di dalam, akan kuambilkan dulu ya,” ujarnya seraya pergi kembali ke dalam toko tersebut dan membawa beberapa bingkis makanan ringan lalu memasukkan semuanya ke dalam bagasi sementara Sooji yang masih berdiri di depan bagasi mobil hanya mampu menatapnya takjub.

“Ayo kita masuk, mereka pasti sudah menunggu.”

Kata-kata Myungsoo membawa Sooji kembali ke dunia nyata dan gadis itu mengangguk lalu bersamaan dengan langkah Myungsoo, ia pun kembali masuk ke dalam mobil sang pria.

-o0o-

Sesuai dugaan Sooji, pria itu membawanya ke tempat mereka melakukan pekerjaan sebagai relawan untuk mengajari anak-anak kurang mampu semasa libur musim panas dan musim dingin dulu. Gadis itu tak mengerti ada angin apa yang membuat Myungsoo berlaku manis seperti ini. Ia bahkan membeli berbagai bingkisan untuk anak-anak tersebut yang hari ini barangkali tengah berkumpul di dalam rumah tersebut bersama orangtua mereka, untuk merayakan natal secara sederhana.

Ketika Sooji bertanya maksud Myungsoo membelikan berbagai bingkisan tersebut, pria itu hanya tersenyum sambil berkata bahwa ia membelikan barang-barang itu untuk sekedar berbagi kebahagiaan natal bersama orang-orang yang membutuhkan. Lagipula ini natal.

Sooji akhirnya membantu Myungsoo membawa barang-barang tersebut masuk ke dalam rumah lalu membagikannya kepada setiap anak dan pada setiap orangtua. Kemudian mereka pun mulai berbincang ria sembari menyantap hidangan seadanya yang telah disediakan.

Baru kali ini mereka merayakan natal bersama anak-anak ini. Natal yang sungguh menyenangkan meskipun hanya ditemani oleh kue seadanya dan tawa riang para anak-anak. Tapi itu sudah cukup. Tak ada yang lebih membahagiakan daripada ini.

“Sepertinya hubungan kalian telah bertambah baik, ya? Aku melihat banyak perubahan terjadi sejak terakhir kali ia ke sini bersamamu,” ujar Jung Ae ahjumma yang tiba-tiba saja telah berada di sebelah Sooji yang kala itu sedang duduk-duduk di teras sembari memperhatikan Myungsoo yang tengah asyik bermain dengan anak-anak.

Sooji tersenyum. “Ya, aku juga merasakannya. Rasanya semakin lama ia semakin menjadi Myungsoo yang kukenal.”

Jung Ae ahjumma sempat menatapnya sangsi karena tak mengerti apa yang gadis tersebut ucapkan, namun ia tak mengatakan apa pun tentang hal itu. Alih-alih, ia malah berkata,

“Semoga hubungan kalian selalu dilindungi oleh-Nya. Kalian adalah orang-orang yang baik,”

Sooji hanya bisa tersenyum sekali lagi mendengar pernyataan itu dan dalam hati mengamini setiap perkataan Jung Ae ahjumma. Maniknya kembali menangkap sosok Myungsoo yang kini sedang menggendong seorang anak di punggungnya sembari mengejar anak-anak yang lain.

Sesungguhnya, Sooji sangat penasaran dengan apa yang menyebabkan Myungsoo berubah drastis seperti ini sehingga dirinya berubah menjadi seseorang yang ia kenal dulu. Namun apa pun yang terjadi, ia hanya bisa berharap bahwa perubahan ini adalah perubahan yang baik.

-o0o-

Sisa dari hari natal itu, Myungsoo habiskan dengan keluarga Bae. Pria itu hampir tidak pulang sama sekali hari itu dan baru pulang ketika malam telah larut.

Namun di keesokan harinya, Sooji kembali bangun dan mendapati Myungsoo kembali berada di sana, tengah bercengkerama dengan keluarganya. Ayah dan ibunya libur hingga satu hari setelah natal sehingga mereka bisa menjauh dari urusan pekerjaan mereka dan menikmati liburan ini sebagai keluarga seutuhnya sebelum pada malam tahun baru nanti mereka mengurus pesta penandatanganan kontrak dengan perusahaan keluarga Kim.

Keluarga Bae yang memang terkenal hangat, tidak dapat menolak kehadiran Myungsoo sama sekali sehingga mereka membiarkan Myungsoo berada bersama mereka sepanjang hari. Namun Sooji bahkan tak keberatan. Ia tak tahu apa yang menyebabkan Myungsoo seolah melarikan diri dari villa keluarganya—karena ketika ditanya, pria itu hanya menjawab bahwa ia ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengannya.—tapi yang jelas ia tak bisa menolak kehadiran pria itu.

Mereka banyak berbincang mengenai banyak hal hari itu, dan hubungan Myungsoo dan keluarganya pun seolah menjadi lebih dekat.

-o0o-

 

Keesokan harinya, Myungsoo kembali menyambangi villa keluarga Bae dan mengajak Sooji untuk jalan-jalan keluar. Seolah mengajak gadis itu saja belum cukup, pria itu bahkan menautkan jemari mereka dan tak kunjung melepaskannya. Myungsoo mengajaknya melihat matahari terbit, lalu berhenti di sebuah restoran untuk sarapan, kemudian kembali menautkan jemari mereka untuk berjalan-jalan di sekitar pantai. Cuaca masih beku, namun sejak tangan mereka bertaut, Sooji tak lagi merasa dingin.

Setidaknya perasaan itu masih berlangsung hingga ketika mereka duduk bersisian di atas pasir dengan tangan masih bertaut, lalu Myungsoo mengajukan suatu pertanyaan,

“Sooji, jika aku menyakitimu lagi, apa yang akan kau lakukan?”

Sooji terdiam. Sedikit terkejut menerima pertanyaan seperti itu secara tiba-tiba. Ia bahkan tak bisa memikirkan satu jawaban pun di benaknya.

“Apa kau akan memaafkanku walau sedikit saja?”

Sooji menarik napas dan menghembuskannya bersamaan dengan uap putih dari dalam mulutnya, lalu menjawab,

“Itu tergantung dari seberapa besar kesalahanmu itu, Myung.”

Myungsoo bergeming seraya menahan atensinya pada Sooji yang tengah menatap luasnya laut atau langit—entahlah.

“Kau sudah terlalu banyak menyakitiku sebenarnya. Baik secara sadar atau pun tidak. Dan sudah setiap kali pula aku mencoba membencimu, mencoba untuk tidak lagi dan lagi memaafkanmu,” Sooji kemudian mendaratkan maniknya pada manik Myungsoo. “Namun aku tak bisa.”

“Aku mendapati diriku lagi-lagi memaafkan semua kesalahanmu. Dari kesalahan terkecil hingga terbesarmu meskipun hatiku telah teramat sakit dibuatnya, tapi aku selalu memaafkanmu. Aku juga tidak mengerti akan hal yang satu itu, tapi menurutku, aku akan memaafkanmu juga pada akhirnya, meskipun aku marah-marah hingga tenggorokanku sakit.”

Sooji mengakhiri jawabannya dengan kekehan. Lalu tanpa diduga, Myungsoo memajukan tubuhnya dan mengecup kening Sooji lama, membuat detak jantung gadis itu nyaris berhenti.

Sementara itu, Myungsoo nyaris menangis dalam diamnya. Menyembunyikan pilu itu dengan mengecup kening Sooji, membuktikan bahwa ia memang benar mengasihi gadis itu. Ia amat terharu mendengar uraian gadis itu tadi, namun ia masih merasa tak yakin.

Karena apa pun yang akan ia lakukan sekarang barangkali akan sangat menyakiti gadis itu, dan ia tak tahu apakah ia pantas mendapatkan maaf darinya.

-o0o-

 

Keesokan harinya, Myungsoo tidak datang ke villa keluarga Bae. Orangtuanya sudah mulai kembali bekerja dan mereka tampak sibuk mempersiapkan acara penandatanganan merger antara perusahaan keluarga mereka dan keluarga Kim yang sekaligus menandakan bahwa pernikahan Sooji dan Myungsoo benar-benar akan terjadi sehingga mereka berdualah yang akan menandatangani surat perjanjian tersebut.

Keabsenan Myungsoo kali ini tak begitu Sooji ambil pusing. Dalam pesannya, lelaki itu berkata bahwa ada sesuatu yang harus ia urus sehingga ia tak bisa datang hari itu. Sooji memakluminya, dan alhasil ia menghabiskan sepanjang hari dengan mendesain atau mengobrol dengan Sangmoon.

Kendati begitu, keesokan harinya Myungsoo kembali datang. Sooji hampir saja melonjak kaget ketika ia bangun dari tidur siangnya dan mendapati wajah Myungsoo berada dekat dengan wajahnya. Ketika ia menarik diri karena kaget, Myungsoo malah terlihat senang sambil tertawa.

Ya! Kenapa kau bisa ada di dalam kamarku?!” Sooji berteriak.

Myungsoo berdiri lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. “Apa kau tidak bisa menemukan kegiatan yang lebih bermanfaat daripada tidur siang?”

“Tidur siang juga bermanfaat asal kau tahu,” Sooji berdecih lalu beringsut bangkit dari tempat tidurnya. “Ada apa kau ke sini?”

“Memangnya aku tidak boleh ke sini?”

“Bukan begitu…,”

Myungsoo tertawa melihat Sooji tampak gelagapan. Ia pun berkata, “Ayo siap-siap dan gunakan pakaian yang layak. Aku akan membawamu ke suatu tempat.”

“Suatu tempat?” ulang Sooji.

Myungsoo mengangguk. Ia kemudian berjalan ke pintu kamar Sooji, hendak keluar. Namun sebelum keluar, pria itu sempat-sempatnya mengedipkan sebelah matanya pada Sooji yang membuat gadis itu membelalakkan mata.

Ada apa dengannya? Batin Sooji.

-o0o-

 

Hari sudah menjelang malam ketika Sooji keluar dari kamarnya dalam balutan dress hitam sebatas lutut yang pas membalut tubuhnya sehingga memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya. Tak lupa dengan stiletto merah setinggi tujuh sentimeter. Gadis itu terlihat menawan dan Myungsoo bahkan tak dapat menyembunyikan senyumnya tatkala maniknya jatuh pada bayang Sooji.

“Kau terlihat cantik,” ujar Myungsoo. “Kita pergi sekarang?”

Sooji mengangguk dan menerima uluran tangan Myungsoo lantas segera menautkan jemari mereka bersama. Ia baru saja mendengar pujian pertama Myungsoo setelah berbulan-bulan mereka bertemu lagi dan hal tersebut mampu membuatnya terbang hingga ke langit ke tujuh.

Myungsoo ternyata membawa Sooji ke sebuah restoran ternama di Incheon dan mengantar gadis itu menuju ke bagian atas restoran yang ternyata telah dipesan hanya untuk mereka berdua. Latar belakang dari tempat mereka adalah lautan luas dengan kerlap-kerlip lampu di pesisirnya. Indah, itulah yang pertama kali diucapkan benak Sooji kala ia menginjakkan kakinya untuk pertama kali ke dalam tempat tersebut.

Meja mereka yang dihiaskan lilin menambah kesan romantis untuk tempat itu. Setelah melahap menu yang telah Myungsoo pesan sebelumnya—yang merupakan kesukaan Sooji—mereka pun dibiarkan berdua di atas tempat teratas restoran tersebut dengan alunan music jazz dari pengeras suara.

“Dari mana kau mengetahui tempat ini, Myung?” Tanya Sooji.

Myungsoo hanya bisa tersenyum menjawabnya, tak ingin membocorkan bagaimana ia mengatur semua ini hanya untuk gadis itu.

Sooji kemudian bangkit dari duduknya dan bergerak mendekati pagar besi untuk dapat melihat pemandangan di luar dengan lebih jelas. Setelah sampai di sana, ia bergumam sendiri, mengatakan betapa indahnya ini, betapa indahnya itu, dan lain sebagainya seperti seorang anak kecil yang baru diajak pergi mendaki gunung dan melihat pemandangan indah dari atasnya.

Tiba-tiba saja sebuah lengan menelusup di antara pinggang gadis itu dari belakang dan Sooji merasakan sebuah dagu mendarat di bahu kanannya sementara telinganya bisa merasakan napas seseorang.

“Myung-Myungsoo…,” Sooji berujar lirih kepada sang pemeluknya.

“Hm?” Sooji bisa mendengar suara gumaman Myungsoo dengan lebih keras di telinga kanannya. Dan itu membuat jantungnya berdegup teramat sangat kencang.

“Banyak orang—“

“Tidak ada orang di sini. Hanya kita berdua,” potongnya.

Sooji menelan ludah. Ia berusaha menikmati dekapan Myungsoo. Untuk sesaat, mereka berdiam diri dengan Myungsoo mendekapnya dari belakang. Namun, lama kelamaan, Sooji dapat merasakan keganjilan pada diri Myungsoo. Bagaimana beberapa kali Sooji mendengar napasnya tercekat, bagaimana Sooji merasakan jantung Myungsoo berdegup sangat cepat melalui punggungnya, bagaimana ia merasa dekapan tersebut sebagai dekapan perpisahan.

“Myung, ada yang ingin kau katakan padaku?”

Myungsoo terdiam. Barangkali terkejut atau juga tidak. Sooji bisa merasakan Myungsoo setengah tersenyum.

“Terima kasih, Sooji. Atas segalanya. Terima kasih telah memaafkanku berulang kali dan menerimaku berulang kali pula meskipun aku tahu aku tak pantas mendapatkan hal itu.”

“Ayolah Myung, itu bukan masalah besar! Kau mengatakan hal-hal seperti itu seolah-olah kau mau pergi saja!” Sooji tertawa.

“Maaf, maaf karena telah terlalu banyak menyakiti hatimu. Seharusnya kau bisa lebih bahagia tanpaku, bukan? Maaf karena terus menerus membuatmu menderita dan terus menerus membuatmu memaafkanku,” lanjut Myungsoo.

Kali ini Sooji terdiam. Gadis itu bersumpah merasakan setetes air jatuh ke atas bahunya yang terbuka. Tunggu, apakah Myungsoo baru saja menangis?

“Myung, kau kenapa?” Tanya Sooji benar-benar khawatir.

Sebentar lagi aku akan menyakiti hatimu lagi, Sooji. Dan untuk kali ini saja, aku mengizinkanmu untuk tidak memaafkanku. Batin Myungsoo.

“Tidak apa-apa,” alhasil itulah yang keluar dari bibir Myungsoo.

Pria itu melepaskan pelukannya dan hal tersebut membuat Sooji berbalik. Sooji menatap Myungsoo lekat-lekat, namun matanya tampak kering kendati Sooji bersumpah ia merasa setetes air mata jatuh ke bahunya.

“Tapi lain kali, jika aku melakukan kesalahan yang benar-benar menyakitimu lagi, kau boleh untuk tidak memaafkanku, Sooji.”

Sooji mengernyitkan keningnya mendengar pernyataan yang Myungsoo katakana sambil tersenyum saat itu.

-o0o-

 

Esok hari adalah penghujung tahun sekaligus peresmian pertunangan mereka dan penandatanganan kontrak perjanjian merger dua perusahaan. Ini adalah hari penting. Akan ada banyak orang yang hadir, khususnya para pemegang saham. Beberapa media juga akan turut hadir karena tak mau melewatkan momen berharga bergabungnya dua buah perusahaan besar.

Tapi jauh sebelum pesta tersebut bergulir, kekacauan terjadi.

Myungsoo tak bisa ditemukan di mana pun.

Beberapa kali Moonsoo menelepon Sooji, menanyakan apakah Myungsoo sedang bersamanya atau tidak, namun Sooji menepisnya. Ia ingat sekali mereka berpisah di depan villa keluarganya tadi malam. Tidak mungkin tiba-tiba saja Myungsoo bermalam di rumahnya.

Ponsel pria itu tidak aktif, ketika Sooji menghubungi setiap orang yang merupakan teman dekat Myungsoo, semuanya tidak mengetahui keberadaan pria itu.

Myungsoo seolah menghilang. Tanpa bekas.

Sooji tak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi. Ia akhirnya teringat kata-kata pria itu semalam dan menyadari bahwa ini adalah ‘kesalahan lainnya’ yang pria itu katakan. Tapi kenapa pria itu menghilang di saat-saat penting hubungan mereka seperti ini? Apa ia tidak mencintainya? Apa selama ini ia hanya mengalami cinta yang bertepuk sebelah tangan?

Tidak. Tidak mungkin. Jika Myungsoo tidak mencintainya, pria itu tidak akan terus mendatangi rumahnya, tidak akan menggenggam tangannya, tidak akan memeluknya, dan tidak akan menciumnya.

Kepala Sooji mendadak pening. Ia pun memilih pergi ke dalam kamar lalu segera mengambil tasnya untuk mengeluarkan obat-obatannya dari sana. Namun ketika ia tengah memasukkan tangannya ke dalam tas, tangannya menemukan sesuatu yang aneh. Dan ia pun mendapatkan sebuah surat di dalam tasnya. Dalam keadaan pening dan hati yang mulai sedikit demi sedikit terluka, Sooji membuka surat tersebut.

Dari Myungsoo yang entah kapan dimasukkan ke dalam tasnya.

Sooji, aku tahu apa yang kulakukan adalah suatu kesalahan besar. Mungkin menurutmu begitu, tapi menurutku ini adalah hal yang benar. Jika kau menemukan surat ini, itu artinya aku telah menghilang secara mendadak dari kehidupanmu. Aku memiliki alasanku tersendiri tentang mengapa aku melakukan hal ini, tapi kau boleh memikirkan apa yang kau pikirkan.

Jangan memaafkanku, Sooji. Maka dengan itu kau akan lebih mudah melupakanku.

Sejujurnya mengetahui seseorang akan melupakanku agaknya sedikit menakutkan. Apakah dulu kau juga merasa seperti ini?

Mulai saat ini aku akan menghilang dari kehidupanmu. Entah sampai kapan. Jika saja takdir mengizinkan, aku pasti akan berani menampakkan keeksisanku di hadapanmu lagi. Dan jika takdir mengizinkanku untuk bertemu denganmu lagi, akan kupastikan bahwa akulah yang akan menemukanmu dan mengejarmu.

Lupakan aku, Sooji. Aku hanya ingin menyelamatkanmu dan keluargamu.

 

Meskipun aku tidak boleh mengatakan ‘aku mencintaimu’, tapi… aku mencintaimu. Sungguh.

-K.M.S

 

Tanpa sadar, air mata Sooji sudah mengalir. Hatinya terasa seperti ditusuk-tusuk oleh ribuan pedang, terlebih ketika ia menemukan sesuatu yang lain dari dalam amplop surat tersebut. Sebuah cincin. Cincin perak yang menjadi cincin bukti pertunangan mereka.

Kim Myungsoo memang benar-benar gila. Ia tahu benar bagaimana membuatnya seolah terbang ke langit lantas membiarkannya terjun bebas ke atas tanah. Membuatnya menggilainya, lalu sekarang menyuruhnya untuk melupakannya? Gila!

Kemudian, tangis Sooji benar-benar pecah dengan air mata yang membanjiri kedua matanya bak riak sungai.

TO BE CONTINUED

Halooo~ lama tidak berjumpa para reader sekalian! hehehe maaf karena aku ngepost SUPER telat 😦

Oke, cuma mau nyapa sekaligus ngingetin aja… Remember Me akan segera tamat huaaaaaaa!!!! Terima kasih bagi kalian yang udah ngikutin RM dari awal, yang udah ngasih masukan, kritik, komentar-komentar yang membangun dan terus menyemangatiku untuk ngelanjutin ff ini… thank you, really! :*

Makasih juga atas segala pujiannya padahal ini adalah proyek fanfiksi pertama aku dengan skill yang masih sangat newbie :’) i appreciate you, really!

Okelah, ucapan panjangnya nanti aja di chapter terakhir ya, di sana aku bakal balesin komen kalian satu-satu deh InsyaAllah, jadi tolong komen panjang-panjang ya /eh/ hehehe~ sekalian kalau ada yang mau kalian tanyakan atau protes, bilang aja! ^^

Bye, until next chapter! 🙂

Advertisements

28 responses

  1. aku sampe baca lagi part sebelumnya karna lupa ini cerita yg mana hahaha
    itu myung kenapa sih? di ancem apa gmn? baru mau happy ending eh dia pergi 💔
    trs suzy gak oprasi???? brp part lg tamatnya thor???
    ditungguuuuuu

    June 1, 2015 at 1:33 am

  2. loh loh???? Kenapa myung pegi thor????
    Huaaa ikut nangis bareng suzy,,,

    June 1, 2015 at 2:08 am

  3. Heol si myungsoo memang brengsek. Buat apa dia buat sooji melayang kayak gitu jika pada akhirnya dia tetap buat suzy jatuh lagi. Dan merasakan sakit yg berulang-ulang. Dibikin mati aja tuh myungsoo. Kesel gw…
    Sumpah!!! Benar2 gak rela kalau ntar Suzy tetap sama tuh namja. Masa suzy terus yg tersakiti di sini yah? Tapi kesel juga sama suzy. Dia juga pabbo banget mau-mau aja terus disakitin sama myungsoo. Heol…
    Myungsoo dan suzy sama-sama bikin kesel. Suzy nikah sama namja lain aja gih. Gak usah ngarepin orang yg tidak mencintaimu. :/

    June 1, 2015 at 4:47 am

  4. Ih myung kemana? Kenapa juga dia pergi? Perginya harus banget di hari pertunangan mereka? Sooji jadi kaya dipermainkan 😦

    June 1, 2015 at 7:30 am

  5. Dek, plis aku mohon lanjutnya jangan lama-lama. Udah banyak banget pertanyaan di pikiranku. Kenapa tiba-tiba Myungsoo pergi gitu aja? Apa karena Soojung atau ada alasan lain. Plis jangan buat aku mati penasaran dek *lebay

    June 1, 2015 at 8:01 am

  6. Eng aku lupa ceritanya Al hehe
    Entar baca lagi deh chap sebelumnya
    Aduh Sooji tahan banting banget, kalo melihat dari segi realitas aku sih milih nglupain myungsoo dan buka hati buat cowo lain
    Tapi, kesabaran juga bakal berbuah manis, suka sama karakter Sooji disini
    Mungkin aja myungsoo entar kembali kepelukan Sooji, yah meskipun udah ga ngasih harapan apa-apa lagi buat Sooji
    Bener yang dikatakan myungsoo, jika memang ditakdirkan bersama, pasti bakalan bersama kok, perjalanan hidup tak selamanya mulus, justru dengan cobaan seperti ini membuat mereka semakin kuat, toh myungsoo mencintai Sooji bukan? suka sama ide ceritamu Al
    Next jangan lama-lama ya, udah cukup lumutan nunggu chap ini soalnya kekee

    Thanks^^

    June 1, 2015 at 2:01 pm

  7. Kok kok kok soo oppa pergi??? Belum nyambung ama jalan pikiran soo oppa -.-
    Aigoooooo
    Fighting!

    June 1, 2015 at 4:50 pm

  8. noname

    Aduh itu myungsoo kenapa ???? Kok kayaknya ada hubungannya sma keluarga ya ??? Myungsoo pergi bukan gara2 dia emg ga cinta sma suzy kaaaaan ? Myungsoo parah banget pergi di hari pertunangan siapa yang engga ngenes coba -.- ditunggu next partnya ya thor jangan lama2 ya hehe

    June 2, 2015 at 1:37 am

  9. suzyholic

    Oh maaai..
    Sakitnyaa suzy digituin.. dibuat kaya terbangkelangit ketujuh terus ditinggaliin gitu ajaa..
    Myung ga ngasi alesan yg jelaas yaaa..
    Kenapa dia harus pergi di hari pertunangan mreka ? Kenapa dia blng cinta tapi ninggalin suzy ? *mewek*
    Apa dia tau penyakit suzy ? Apa dia bakal balik lagi ?
    Penasaraaan !

    June 2, 2015 at 6:14 pm

  10. irma

    Ini kok jadi rumit sihh pake myung ngikang sgal… ada ap sm myung ????ahhh bingunggggg

    June 3, 2015 at 2:41 pm

  11. Baiq Yulia Astriani

    cying out—-uuwwaaaa,,,,,, baru muncul trus bikin nangis…. aaaa—jajeungna…. uuwwaaaa……..

    June 4, 2015 at 4:59 am

  12. syf

    Aduhhh thor rada bngun bcanay soalnya dah lupa part sblumnya, tuhh myung knpa? Kok kjem bngt sma suzy?!! Slamatin suzy sma keluarganya? Mksud myung apa thor? Buat suzy jdi cwe strong thor biar myung nyesel ninggalin suzy lagi-_- nextnya thor jngn kelamaan pnasran bgt sma lnjutannya thorr

    June 7, 2015 at 7:47 am

  13. lina

    Q kira myungso sma suzy udh bner2 brstu tp di akhir mwek ;-( knpa si myung pergi lagy? Trus knpa alsannya buat nylametin kluarga suzy kan pertunangannya jga bwat prusahaan bersatu ah bngung mau kmentar gmn lagy ksian suzy udah sneng si myung tmbah perhatian eh ujung2nya duak di buang lagy hua hua hua

    June 10, 2015 at 4:38 am

  14. ny. kim

    yaaaaampooon alhamdulillah masih nyambung… nangis haru..
    kirain udah g dilanjutin lagi..

    June 10, 2015 at 3:48 pm

  15. asri

    loh loh, si myungsoo menghilang?
    setelah melakukan ini ke suzy???
    daebakkkk
    ditunggu chapter terakhirmya thorrr 🙂

    June 11, 2015 at 7:42 am

  16. Man Ri Ra

    Kasian sih Sooji nya.
    Aku paham knpa si Myung pergi.. soalnya aku masih inget tipis-tipis part sebelumnya^^. Kalo gak salah, msalah rencana busuk Tuan Kim yg pada perusahaan tuan Bae kan? kalo anak2nya resmi bersatu dan perjanjian perusahaan sdah ditanda tangani? *sumpah-aku-sok-tau!-tp-seingetku-gtu* bener kan??? ^^
    Aku jg gak nyalahin, kan itu demi sooji dan keluarga Bae.
    Harapannya moga Myung cpet kembali.
    Fighting Myungzy! Fighting author!!

    June 12, 2015 at 11:58 am

  17. astri

    kasihan banget suzynya di sakitin mulu , keren thor 🙂

    June 16, 2015 at 3:32 am

  18. aidilla

    hah, myungsoo may kemna sih? Dan APA maksudnya nyelametin Suzy sama keluarganya? bingung bangetzzz
    next ~

    June 17, 2015 at 3:51 pm

  19. aiggooo…
    myung kmn?? kenapa pergi meninggalkan sooji…. huaaa… kasian sooji…..

    June 18, 2015 at 3:38 am

  20. eonn… ditunggu kelanjutannyaaaa >.<

    June 21, 2015 at 6:34 am

  21. ayu candra

    Hahhhh ada apa ini sihh knp myung pergi ada apaa??? Menyelamatkan sooji dan keluarganya
    Dari siapa astaga emosi bacanyaa. Akkhhh gmna ini authorr galau malem2. Emosii. Aigoo. Huhff ditunggu lanjutannya

    June 27, 2015 at 3:07 pm

  22. Amirah Hilyatunnisa

    Oh god, sebenarnya ap yg trjdi dgn Myung why he was dissapeared?? Ksihan pan Suzy blum lma mrasakan sikap Myung yg kmbli sprti yg dlu, kini ditinggalin lgi oleh Myung

    June 30, 2015 at 1:45 pm

  23. Amirah Hilyatunnisa

    Oh god, sebenarnya ap yg trjdi dgn Myung why he was dissapeared?? Ksihan pan Suzy blum lma mrasakan sikap Myung yg kmbli sprti yg dlu, kini ditinggalin lgi oleh Myung huh

    June 30, 2015 at 1:47 pm

  24. part ini sukses bikin patah hatii 😥

    July 5, 2015 at 4:15 pm

  25. Sumpah smpet bngung ugh sama part ni mngkn krn udh lama gx baca,author klw boleh saran sbaiknya part slanjutnya ada cast cowo yg dakat sama suzy yg buat myungie brusaha ngerabut suzy

    July 8, 2015 at 7:52 pm

  26. And Ryuu Haa

    Aku lupa lupa inget cerita sebelumnya…hahahaha…apa sbnernya alasan myung..bkin pnasaran aja…aigo…

    July 20, 2015 at 1:47 pm

  27. Leny

    ahhhh…ga gerti knp myung harus pergi….ada apa dgn myyng???
    ahhh pensarann…lanjutt thorrr

    August 7, 2015 at 8:14 am

  28. uut

    Authornim,kpn ne dlnjutkan lg?sllu nunggu lho

    June 12, 2016 at 3:19 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s