KIM MYUNGSOO FANFICTION

[Chaptered] Love, Life Of Us (Part 1)

cover love life of us

Title: Love, Life of Us

Author: @Kikyindriyani

Main Cast:

Kim Myungsoo/L (Infinite) ‖ Son Naeun (Apink)

Other Cast:

Lee Howon/Hoya (Infinite) ‖ Jung Eunji (Apink) ‖ Kim Sunggyu (Infinite) ‖ Jung Soojung/Krystal (Fx)

Introduce New Cast:

Nam Woohyun (Infinite) ‖ Park Chorong (Apink) ‖ Park Jiyeon (T-Ara) ‖ Han Sanghyuk/Hyuk (VIXX)

Genre: Romance, Family, Angst, Marriage Life (Maybe)

Ratting: PG15-PG17

Length: Chaptered

Disclaimer: Semua cast adalah milik Tuhan dan agensi mereka masing-masing. But this story is MINE dan ide cerita pure dari hasil pemikiranku sendiri. Please don’t copas this story. Don’t be a silent reader. RCL please…

.

.

.

Sumarry:

Bagaimana perasaanmu jika melihat sosok yang jelas-jelas sudah meninggal, bahkan kau sendiri ikut ke acara pemakamannya dan menangis disamping nisannya. Tiba-tiba berada dihadapanmu, terkejut bukan? Inilah saat yang paling mengejutkan dimana ia berkata bahwa ia akan bertanggung jawab terhadapmu dan akan selalu melindungimu.

.

.

Annyeong…. setelah sekian lama aku menghilang dari sini. akhirnya bisa post kelanjutan FF ini kkk mian karena aku baru punya waktu luang untuk selesain part 1 dari ff ini. semoga masih inget sama jalan ceritanya. sekali lagi mianhae jeongmal mianhae 😥 Mian kalau banyak typo mian juga kalau makin ancur ceritanya. dan jangan lupa untuk kasih komentar setelah baca cerita ini 🙂 Happy Reading 😀

.

.

Before Story:

Love For A Year

Don’t You Remember Me?

Part 1, Part 2, Part 3, Part 4, Part 5, Part 6 (End)

Love, Life of Us

[Teaser]

.

.

.

Part 1

.

“Namaku L, senang bertemu denganmu…”

“Nona Son Naeun.” Naeun membeku sekaligus tak menyangka melihat sosok dihadapannya. Badannya lemas dan ia hampir jatuh pingsan jika L tak segera menahannya.

“Benarkah ini kau…?” Naeun menangkup pipi L dengan kedua tangannya. “Kau tidak akan meninggalkanku kan oppa…?” Naeun mulai berkaca-kaca. L langsung menggendong Naeun dengan gaya bridal style dan melangkah meninggalkan kompleks pemakaman.

“Kau Myungsoo oppa… aku yakin ia tidak meninggal…” L memilih untuk tak menjawab dan dengan segera menyetop taksi.

“Myungsoo oppa…” L dapat mendengar gadis yang duduk disampingnya mengigau. Ia tersenyum getir dan membelai lembut rambut bergelombang milik gadis itu.

“Meski aku bukan seorang yang kau sebutkan… setidaknya aku bisa menggantikan posisinya untukmu.” L mengecup pucuk kepala Naeun cukup lama.

“Ku mohon… kenal aku sebagai diriku sendiri… bukan Myungsoo…” ucap L sambil memeluk bahu gadis itu.

Akhirnya mereka tiba di rumah Naeun dan Myungsoo. L melihat Naeun sudah tertidur pulas di pundaknya. Karena tak tega ia pun kembali menggendong gadis itu di punggungnya dan mengantarnya ke dalam.

L membuka pintu kamar Naeun dan memasuki ruangan yang bernuansa hitam putih itu. Ia takjub karena ruangan itu sangat luas.  Lebih luas daripada kamarnya yang mungkin hanya sepertiga dari ruangan ini. L membaringkan tubuh Naeun di ranjang dan menyelimutinya.

“Maafkan aku…” gumamnya yang langsung meninggalkan tempat itu.

“Aku akan tetap menjaga janjiku untuk bertanggung jawab padamu…”

.

~~~~

.

Eonni…” ucap seorang anak kecil pada gadis muda berambut sebahu.

“Iya sayang? Ada apa eum?” tanyanya sambil berjongkok dihadapan anak itu.

“Kapan L oppa akan pulang?” gadis itu tak tahu harus menjawab apa.

“Mungkin sebentar lagi sayang… kau harus sabar menunggu. Ok?”  anak itu tersenyum. Tak lama berselang anak kecil lain datang menghampirinya.

Noona aku lapar.” Gadis itu tersenyum mendengarnya.

“Kau lapar Jaehwan-ah? Ayo kita memasak makanan untuk kakak dan adik-adikmu.” Anak lelaki itu tersenyum dan mereka pun menuju dapur.

.

L melangkah menuju rumahnya dan sebelum masuk ia menghentikan langkahnya. Perkataan Naeun masih terngiang di telinganya. Ia menghela nafas dan menghembuskannya perlahan.

“Mengapa kau memberikan tugas sesulit ini?” gumamnya dan langsung membuka pintu. Namun betapa terkejutnya ia melihat seorang gadis dengan rambut sebahu sedang membelai seorang balita yang terlelap dalam pangkuannya.

“Park Jiyeon?” yang dipanggil menoleh dan tersenyum melihat kedatangan L.

“L, kau sudah datang. Kau kemana saja?” L tak menjawab dan langsung memasuki kamarnya.

L mengunci pintu itu dan bersandar di belakangnya. Ia menutup matanya dan merenungkan semua masalah yang kini membelenggu kehidupannya. Ia tak bisa menjalani semua ini, terlalu mendadak dan juga sangat mendesak. Bayangan Myungsoo dalam mimpinya masih terekam dalam memory otaknya.

Tolong jaga anak itu… anak yang berada dalam rahimnya…

Perkataan Myungsoo membuat kepalanya pusing. Ia juga mengingat kejadian di pemakaman pagi tadi.

.

Kau Myungsoo oppa… aku yakin ia tidak meninggal…

L mengacak rambutnya frustasi dan langsung mengganti pakaiannya.

.

“Ada apa dengannya?” gumam Jiyeon. Tak lama kemudian ia pun melihat L keluar dari kamarnya.

“L!” lelaki itu menoleh ke arah sumber suara.

“Kau belum pulang?” gadis itu menggeleng.

“Kau belum makan apapun saat datang kemari. Kalau boleh aku tahu… kau kemana sejak tadi siang?” L duduk di sofa yang berada tak jauh dari sana.

“Sebenarnya ada satu hal yang tidak kau ketahui dariku Jiyeon…” gadis itu menaikan sebelah alisnya.

“Apa itu?” L menghela nafas dan menghembuskannya perlahan.

“Sebenarnya… aku memiliki saudara kembar.” Jiyeon melebarkan matanya tak percaya.

“Apa?! Kau memiliki saudara kembar?” L mengangguk lemah.

“Namun Tuhan sudah menjemputnya terlebih dahulu…” Jiyeon kembali dikejutkan oleh pernyataan L.

“Maksudmu… ia sudah… meninggal?” L kembali mengangguk.

“Ya, tadi pagi aku pergi ke pemakamannya. Namun aku belum berani menampakkan diri di hadapan keluargaku… keluarga yang sudah membuangku.” Jiyeon menepuk punggung L pelan.

“Jangan berkata seperti itu L… aku yakin saat itu keluargamu memiliki alasan untuk semua itu. Percayalah padaku.” L tersenyum getir.

“Setelah aku makan kau harus pulang. Aku akan mengantarmu.” Gadis itu tersenyum mendengarnya.

“Baiklah, cepat makan sana!”

.

~~~~

.

Oppa!!” Naeun terbangun dari tidurnya dan tanpa ia sadari ia kini berada di kamarnya.

“Siapa yang mengantarkanku kemari?” gumamnya sambil mengingat kejadian kemarin saat ia bertatap muka dengan L.

“Ah aku ingat. Myungsoo oppa yang mengantarkanku kemari, mungkin ia sedang memasak di dapur.” Dengan senyuman yang tak hilang dari wajahnya, ia melangkah keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur. Sesampainya disana, senyumnya perlahan menghilang karena sosok yang ia harapkan tidak ada.

Oppa!! Neo eodiga?!” seru Naeun di ruangan itu.

“Dia tidak ada…” Naeun terduduk lemas dan air mata mengalir di pipinya.

Oppa…” isaknya mengingat kembali pemakaman Myungsoo yang dilaksanakan kemarin.

“Benarkah kau pergi meninggalkanku secepat ini?” Naeun terduduk lemas di lantai. Dadanya sesak, ia masih belum bisa menerima kenyataan akan kepergian Myungsoo. Namun tak lama kemudian ia merasa ada yang aneh denga perutnya.

“Wuoo!” Naeun langsung berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi perutnya.

“Apakah ini yang dinamakan morning sick? Mengapa begitu sangat menyiksa…” Naeun terduduk disamping wastafel kamar mandinya. Perkataannya pada Myungsoo saat itu masih terngiang di kepalanya.

.

Apapun yang terjadi mari kita lewati bersama-sama.

.

Naeun memejamkan matanya butiran bening mulai terkumpul di pelupuk matanya dan terjatuh membasahi pipinya. Ia menyesal karena tergoda oleh ajakan Myungsoo saat itu. Dan kini, ia pun harus menanggungnya sendirian.

Oppa… mengapa kau meninggalkanku disaat seperti ini…”

.

~~~~

.

Incheon International Airport

.

Seorang namja melangkah di bandara dengan seorang gadis yang berada disampingnya. Ia tersenyum karena telah kembali ke kampung halamannya.

“Kau senang?” Tanya gadis itu.

“Tentu saja… Aku sangat bahagia bisa kembali kesini.” Gadis itu tersenyum mendengar jawaban lelaki itu.

“Sudah berapa lama ya kita meninggalkan negeri ini?” lelaki itu menoleh.

“Mungkin sekitar tiga tahun.” Jawabnya sekenannya.

“Woohyun… aku sangat merindukan kota Seoul, ayo kita segera pulang. Aku ingin bertemu dengan adikku.” Rengek gadis itu padanya.

“Tenanglah sayang, sebentar lagi kau akan berjumpa dengan adikmu. Kajja kita pulang ke rumahmu.” Ajak Woohyun membuat gadis yang tak lain adalah istrinya tersenyum senang.

Saranghae Nam Woohyun.” Ucap gadis itu mencium pipi Woohyun.

Nado saranghae Park Chorong.”

.

~~~~

.

Naeun terdiam di kamarnya. Ia terus menangis mengingat pemakaman Myungsoo hari itu. Ia tidak menyangka kekasihnya itu akan meninggalkannya secepat itu. Ia memeluk perutnya, dan kembali menangis.

“Maafkan eomma sayang…” gumamnya.

“Maafkan eomma jika tiba saatnya kau melihat dunia… kau takkan bisa menemui appa-mu…” Naeun kembali menangis.

.

Sebuah taksi berhenti di depan kediaman Naeun saat ini. Dari dalam sana keluarlah sosok lelaki yang membawa ransel berwarna hitam dengan jaket berwarna senada. Dialah L, saudara kembar Myungsoo yang datang untuk menjenguk Naeun. Gadis yang kini menjadi tanggung jawabnya.

L melangkahkan kakinya menuju pintu, ia merasa iba melihat keadaan rumah yang sudah lama tak terurus. Saat tiba di depan pintu, L mengetuk-ngetuk pintu itu namun tak ada jawaban dari dalam. Ia juga sudah menekan bel namun tetap tak ada respon. Akhirnya ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam yang kebetulan pintunya tak terkunci.

L memasuki rumah itu dan meniti tangga menuju lantai atas. Saat tiba disana, ia menghampiri kamar Naeun. L menghela nafas dan menghembuskannya perlahan, entah mengapa ia menjadi sangat gugup. Ia meraih kenop pintu dan membuka pintu itu perlahan. Ia bisa menemukan Naeun sedang tertidur lelap disana.

“Aku tak tahu siapa kau, tapi aku memenuhi keinginan kakakku untuk selalu menjagamu dan melindungimu.” L bergumam. Ia pun memasuki kamar Naeun dan duduk di tepi ranjang itu. L menyelipkan anak rambut Naeun ke belakang telinga gadis itu. Membuat wajah cantiknya semakin terlihat.

“Kau cantik… pantas Myungsoo begitu sangat mencintaimu.” Gumamnya kembali, namun kali ini Naeun mulai terusik. Perlahan gadis itu membuka kedua matanya, saat pandangannya mulai jelas ia terkejut melihat sosok L.

“Benarkah ini?” Naeun bangun dan menangkup wajah L di kedua tangannya. “Apakah ini mimpi? Jika iya, aku tak ingin bangun. Aku ingin disini bersamamu oppa.” Ucap Naeun kembali.

“Kau tidak bermimpi… ini dunia nyata. Aku ada disini… untukmu.” L menggenggam kedua tangan Naeun membuat gadis itu memeluknya dan kembali menangis.

“Aku tahu kau tidak pergi oppa… aku percaya kau takkan meninggalkanku sendirian.” L yang mendengarnya merasakan nyeri di hatinya. Entah mengapa ia kurang menyukai sikap Naeun yang masih menganggapnya sebagai Myungsoo, saudara kembarnya.

“Aku… bukan Kim Myungsoo.” Naeun terhenyak mendengarnya. “Ku mohon… anggap aku sebagai diriku sendiri Naeun. Aku L bukan Myungsoo.” Naeun melepaskan pelukannya.

“Apa yang kau bicarakan oppa? Tentu saja kau Myungsoo, Kim Myungsoo yang selama ini menjadi kekasihku.” L menggeleng.

“Tidak Naeun, aku bukan Myungsoo. Aku adalah L saudara kembar dari Myungsoo, tolong kenal aku sebagai diriku sendiri.” Jelas L.

“Tidak! Aku tidak percaya, kau Myungsoo oppa dan ia tidak memiliki saudara kembar!” Ucap Naeun tak terima.

“Tapi…”

“Aku tak mau mendengarnya lagi!!!” pekik Naeun sambil menutup kedua telinganya. Naeun kembali menumpahkan airmatanya.

“Dengarkan aku Son Naeun.” Ucap L sambil berusaha melepaskan kedua tangan Naeun yang menutup kedua telinganya.

“Aku tidak mau mendengarnya!!!”

.

Chu…

.

Naeun terdiam saat L mencium keningnya. Ia dapat merasakannya, ia dapat merasakan kasih sayang itu, walau tak sebesar kasih sayang Myungsoo padanya. Ia bisa merasakan ketulusan dari kecupan di keningnya. L melepaskan ciumannya dan menatap Naeun.

“Mungkin kali ini kau masih menganggapku sebagai Myungsoo, namun suatu hari akan tiba saatnya kau menyadari… bahwa aku bukanlah dia.” Naeun diam tak menjawab.

“Aku adalah L dan Myungsoo menyuruhku untuk bertanggung jawab terhadapmu. Aku akan memenuhi janji itu, dengan melindungi dan menjagamu.” Ucap L sambil bangkit berniat meninggalkan kamar Naeun.

“Tunggu!!” L menghentikan langkahnya saat Naeun memanggilnya. Ia berbalik menatap gadis itu.

“Katakan padaku… Apa yang Myungsoo oppa katakan sebelum ia mengalami kecelakaan.”

.

~~~~

.

Kring!!!

.

Bel tanda di mulainya pelajaran berbunyi. Di kelas 2-A terlihat banyak siswa sangat sibuk dengan tugas

“Hoamm…” seorang siswa menguap mendengar materi yang dijelaskan oleh guru pagi ini.

“Membosankan…” gumamnya yang mulai membenamkan wajahnya di kedua lengannya.

“Hyuk…” bisik teman sebangkunya. Namun lelaki itu tak bergeming dan malah mengacuhkannya.

“Han Sanghyuk!!!” bentak sang guru sontak membuatnya duduk tegak.

“Iya pak!” jawabnya.

“Pergi keluar kelas dan jangan masuk sampai pelajaranku berakhir!!!” bentak guru Song pada lelaki itu. Dengan berat hati ia pun meninggalkan kelasnya.

“Huft… padahal aku hanya tertidur sebentar.” Keluh lelaki itu. Ia pun berdiam diri di balkon sekolah dan menatap langit pagi itu.

“Cuacanya cerah… tapi tak secerah nasibku sekarang.” Keluhnya lagi. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang  gadis yang melangkah menuju ruang guru. Hyuk tak berkedip menatapnya.

“Woaah… cantik sekali dia.” Pujinya sambil tetap menatapnya. Saat sedang asyik menatap gadis itu tiba-tiba…

“Aaaw!!” ringisnya.

“Kau ini! Bukannya diam di depan kelas malah berdiam diri disini?!!” ucap sang guru sambil menjewer telinganya.

“Aaaa! Maafkan aku ssaem… aaa! Aku janji takkan melakukannya lagi!” ringisnya sambil memohon.

Geure… sekarang bersihkan kamar mandi sampai jam pelajaran berakhir!!!” bentak sang guru padanya.

“Baik ssaem!”

.

“Terimakasih atas pertimbangannya Pak.” Ucap seorang gadis sambil menjabat tangan Kepala Sekolah.

Ne. Baiklah, mulai besok kau bisa memulai pekerjaanmu sebagai guru ekstrakulikuler dance di sekolah kami nona Park Jiyeon.” Gadis itu tersenyum.

Ne. Saya akan bekerja keras dan bersungguh-sungguh. Gamsahamnida.” Jiyeon bangkit dan membungkuk memberi hormat. Setelah itu ia meninggalkan ruangan Kepala Sekolah.

“Akhirnya aku mendapat pekerjaan yang cocok untukku.” Gumam Jiyeon sambil memasukan map ke dalam tasnya. Saat melewati kamar mandi tiba-tiba…

.

Bruk!

.

Jiyeon menabrak salah seorang siswa yang sedang membersihkan kamar mandi. Membuatnya terjatuh dan pakaiannya menjadi basah karena air yang berada dalam ember itu tumpah. Siswa itu langsung membantunya berdiri.

Joesonghamnida.” Bungkuknya meminta maaf.

Gwenchana… hanya basah sedikit.” Siswa yang tidak lain adalah Hyuk langsung mendongkak dan terkejut melihat gadis yang berada di hadapannya.

“Kalau begitu saya permisi.” Jiyeon pamit dan melangkah meninggalkannya. Hyuk menepuk pipinya tak percaya.

“Benarkah dia berbicara padaku tadi?”

.

~~~~

.

Gomawo oppa… kau sudah merawatku hingga pulih.” Sunggyu tersenyum mendengarnya.

Cheonma. Ayo ku antar kau ke dalam.” Krystal mengangguk dan tersenyum melihat Sunggyu mendorong kursi rodanya.

Oppa… apa kau tidak lelah mendorongku kesana kemari? Aku merasa tidak enak padamu.” Tanya Krystal saat mereka keluar dari lift.

Aniyo… kau sama sekali tidak merepotkanku. Aku akan selalu membantu dan menjagamu.” Krystal terharu mendengarnya.

Akhirnya mereka pun tiba di apartement milik Krystal. Setelah memasukan kode kunci, mereka pun masuk ke dalam. Sunggyu membawa Krystal ke kamarnya, sesampainya disana ia langsung menggendong gadis itu dan membaringkannya di ranjang.

“Apa kau lapar?” Krystal menggeleng.

“Aku hanya ingin kau disini oppa…” Sunggyu tersenyum dan menggenggam tangan lentik milik Krystal.

“Krystal…”

Ne oppa?”

“Apa kau menyesal?” Krystal mengerutkan dahinya.

“Menyesal? Karena?” Sunggyu terdiam sejenak.

“Apa kau menyesal karena kehilangan bayimu?” Krystal terdiam dan menghela nafas.

“Ku akui… aku sangat kecewa akan hal itu. Tapi…” Sunggyu menunggu kelanjutan kalimat Krysral.

“Bukankah itu lebih baik? Tuhan menyayanginya… maka dari itu… ia mengambilnya lebih awal.” Krystal tersenyum getir, ia berusaha menahan air matanya. Sunggyu memeluknya berharap dapat mengurangi kesedihan gadis itu.

“Menangislah… Jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik.” Krystal langsung terisak dan tangisnya mulai pecah.

Gwenchana… aku ada disini.” Krystal semakin keras menangis.

OppaOppa…” ucap Krystal ditengah tangisnya. Sunggyu merasakan sesak di dadanya, entah mengapa ia tak bisa menerima jika Krystal masih mengingat Myungsoo. Tapi apa daya, ia tak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya.

Gwenchana… Aku selalu bersamamu. Geokjeong hajimauljima.”

.

~~~~

.

“Kau benar-benar akan membatalkan semuanya?” Howon mengangguk.

“Tentu saja…” Eunji melirik Howon. “Karena Naeun sendiri yang menginginkan semua ini batal.”

“Lalu bagaimana dengan keluargamu? Pasti mereka akan merasa malu karena pernikahanmu batal.”

“Tidak juga…” Eunji terkejut mendengarnya.

“Apa maksudmu?” Howon menatap Eunji dan tersenyum.

“Mungkin memang benar pernikahanku dan Naeun dibatalkan…” Eunji menunggu kelanjutan kalimat Howon.

“Tapi apa salahnya jika aku mengganti mempelai wanitanya.” Sontak gadis itu membulatkan matanya sempurna.

Mworago?!” Howon tertawa mendengarnya.

Aigoo… kau tak perlu terkejut seperti itu.” Eunji memukul lengannya.

“Kau ini! Bagaimana mungkin aku tak terkejut eoh!” Howon tersenyum dan menggenggam kedua tangan Eunji.

“Aku ingin bertanya padamu. Apa kau cemburu eum?” Eunji memalingkan wajahnya.

Aniyo… untuk apa aku cemburu?” jawab Eunji cuek.

“Jung Eunji…” Howon menangkup wajah gadis itu dengan kedua tangannya. “Kau tak bisa berbohong padaku.” Eunji menunduk tak berani menatap lelaki itu.

“Dengarkan aku Eunji. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Aku takkan pernah meninggalkanmu.” Ucapnya yang langsung mengecup pucuk kepala gadis itu.

“Lalu mengapa kau mengatakan akan mengganti mempelai wanitanya? Siapa gadis itu eoh? Apa ia orang kaya pilihan orangtuamu eoh?” Howon memeluk Eunji yang mulai menangis.

Aniya… ia bukan seperti itu. Ia gadis yang baik dan selalu menemaniku kapanpun ia memiliki waktu luang.” Eunji terdiam.

“Ia selalu membuatku tersenyum dan mencintaiku sepenuh hatinya.” Eunji melepaskan pelukannya.

“Maksudmu… ia…”

“Ya, gadis itu adalah kau Eunji. Hanya kau yang bisa membuatku tersenyum. Kaulah yang mewarnai hidupku sehingga terasa sangat sempurna. Hanya kaulah… gadis yang ku cintai” Eunji meneteskan air matanya.

UljimaMianhae… aku tak bermaksud membuatmu menangis.” Howon mencium bibir Eunji lembut.

“Jung Eunji…” ucap Howon setelah melepaskan ciumannya.

Ne?”

Will you marry me?”

.

~~~~

.

Hello!! Anybody here?!!” Jiyeon yang mendengar seruan di ruang tamu langsung menengok ke lantai bawah dan terkejut melihat sosok yang memasuki rumahnya.

“Chorong eonni!!!” pekiknya yang langsung menuruni tangga.

“Jiyeon sayang…” Chorong langsung memeluk adik kesayangannya yang sudah setahun ini tak ia temui. “Bagaimana kabarmu? Kau baik-baik saja bukan?” tanyanya sambil menangkup wajah gadis itu.

Ne eonni… aku baik-baik saja. Bagaimana kabarmu? Kau jahat tak memberitahuku tentang pernikahanmu.” Jiyeon mengerucutkan bibirnya.

Aigoomianhaeyo chagiya… aku tidak ingin mengganggu kuliahmu.” Jawab Chorong mencubit pipi Jiyeon gemas.

Yak! Appo…” ringisnya sambil memegang pipinya.

Yeobeo! Bisakah kau membantuku membawa tas ini?!” Jiyeon menoleh dan menemuka seorang namja membawa koper dan tas yang cukup berat.

“Woohyun oppa!!” Jiyeon berlari dan langsung memeluk Woohyun.

“Aigoo Jiyeon… kau merindukanku eoh?” Woohyun membelai rambut adik iparnya itu.

Ne, nan neomu bogoshippeo.” Jiyeon melepaskan pelukannya.

Eonni kau sudah makan?” Tanya Jiyeon pada kakak kandungnya. Chorong menggeleng.

Kajja kita makan bersama. Aku memasak makan malam yang enak.” Keduanya mengangguk dan mengikuti langkah Jiyeon menuju dapur.

.

~~~~

.

L menatap wajah tenang Naeun yang terlelap dalam tidurnya. Ia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan gadis itu saat kehilangan seorang yang sangat berarti dalam hidupnya. L masih tetap di tempatnya dan tak berhenti memandangi wajah gadis itu.

Mianhaejeongmal mianhae. Itulah kata terakhir yang Myungsoo ucapkan sebelum ia pergi dan terjun ke dalam jurang itu.” Naeun tetap tenang dalam tidurnya.

“Aku tak pernah menyangka ia akan pergi secepat ini dan memberikan tugas yang cukup berat untukku. Yaitu melindungimu…” L mulai berkaca-kaca.

.

Flashback

“Apa ini?”

“Itu ponselku. Kau boleh  memilikinya, aku sudah mengeluarkan sim card-ku dari sana.” L menyalakan ponsel Myungsoo dan terpampang foto Naeun yang ia gunakan sebagai wallpaper ponselnya. L tersenyum melihat foto gadis itu.

“Ia pasti yeojachingu-mu.” Myungsoo tersenyum mendengarnya.

“Bukankah ia sangat cantik?” tanpa sadar L menganggukkan kepalanya.

“Eoh. Neomu yeppeuda.” Myungsoo kembali tersenyum.

“Aku ingin kau menjaganya jika aku pergi.”

“Keunde… wae? Mengapa kau memintaku untuk menjaganya?”

“Karena kau adalah saudara kembarku. Jadi ia pasti akan menganggap bahwa kau adalah aku.”

Flashback End

.

“Kau benar Myungsoo, ia menganggap aku adalah kau. Kata-katamu memang benar.” L memalingkan wajahnya, namun tak lama kemudian ia kembali menatap Naeun.

“Semoga kau bisa mengenalku sebagai L bukan Kim Myungsoo.” L hendak meninggalkan kamar Naeun. Namun langkahnya terhenti saat mendengar…

KajimaKajima…” L berbalik dan menghampiri Naeun yang mengigau.

KajimaKajimayo…” L menggenggam tangan Naeun dan seketika gadis itu pun menjadi tenang dan kembali terlelap. Naeun menggenggam tangan L erat, seakan tak ingin lelaki itu pergi meninggalkannya.

Gokjeongma… aku disini. Aku akan menemanimu disini.”

.

~~~~

.

“L! Kau di dalam?” Jiyeon mengetuk pintu dan keluarlah Minhae.

Eonni… mengapa eonni datang malam-malam?” tanyanya polos.

“Minhae-ya… apa aku mengganggu tidurmu sayang?” Minhae mengangguk.

Mianhae sayang… eonni tidak bermaksud untuk mengganggumu.” Gadis kecil itu menggeleng.

Gwenchana eonni. Eonni mencari L oppa?” Jiyeon mengangguk.

“Apa dia ada di dalam?” Minhae menggeleng.

“Sejak pagi tadi ia sudah pergi namun sampai sekarang belum kembali.” Jiyeon berfikir sejenak.

“Yasudah kita masuk dulu ne? Eonni membawakan makanan. Kau sudah makan?” Minhae menggeleng.

Aigoo… yasudah sekarang kau ambil piring dan makan bersama eonni. Otte?” Minhae mengangguk dan pergi ke dapur.

“Kemana kau pergi L?”

.

****

.

Sinar matahari menyelinap masuk melalui celah jendela. L membuka matanya dan mengerjapkannya beberapa kali. Ia melihat Naeun masih erat menggenggam tangannya. Tanpa ia sadari kedua sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman. Perlahan L melepaskan tangannya, namun itu malah membuat Naeun terusik dan perlahan membuka matanya.

“Selamat pagi.” Naeun terkejut karena L masih berada di kamarnya.

“Mengapa… kau ada disini?” L menghela nafas dan  menatap gadis itu.

“Aku disini karena kau yang mencegahku untuk pergi.” Jawabnya tenang.

Jinjayo? Tapi aku merasa tak pernah mencegahmu.” L memejamkan matanya sejenak dan membukanya kembali.

“Kau mengigau semalam. Kau mengatakan ‘Kajima… kajimayo.’ mana mungkin aku meninggalkanmu dalam keadaan seperti itu.” Naeun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Mianhae… apa kau mau beristirahat sejenak? Akan ku buatkan sarapan untukmu ne?” Naeun bangkit dari tempat tidurnya. Namun ia merasakan nyeri di perutnya, membuatnya hampir terjatuh jika L tak sigap mengangkapnya.

“Son Naeun-ssi. Gwenchanayo?” Tanya L khawatir.

“Aaw perutku… perutku sakit sekali…” Naeun meringis kesakitan. Dengan cepat L menggendong Naeun dan membawanya ke rumah sakit.

Singkat cerita mereka tiba di rumah sakit dan para perawat mulai mendatangi mereka. L membaringkan Naeun diatas ranjang yang dibawakan oleh salah seorang perawat. Naeun terus menggenggam tangan L erat.

“Bertahanlah, ku mohon bertahanlah.” Ucap L sambil menenangkan Naeun. Saat tiba di depan ruang emergency. Dokter melarangnya untuk masuk dan dengan berat hati L melepaskan tangan Naeun dan pintu pun seketika di tutup.

“Apakah ini perasaanmu Myungsoo? Mengapa aku begitu sangat khawatir padanya?”

.

.

.

TBC

See you in next part 😉

7 responses

  1. jayanthi55jay

    Wouuuhh.. Udh update trnyata /? Ouuu kudett nihh :(( uuaa ceritanya daebakk.. Bnyk cast yg ikut nibrung yyya /? alurnya kecepetan nih .gg next chinguu,, hahaha hrus smpe end :** fighting ☆L(´▽`L )♪

    April 29, 2015 at 1:57 pm

  2. johaaaaa lanjut kan ya semangattt

    May 7, 2015 at 1:09 pm

  3. rinrinda

    annyeong authornim , aku reader baru disini , salam kenal yaa 🙂
    suka banget deh sama ff ini , aku udah baca dari yg pertamanya itu maaf bangt nggak sempet komen disetiap partnya , tapi aku bener2 suka sama jalan cerita ff ini
    gimana myungppa pertahanin naeun disatu sisi dy juga harus berkorban , apalagi muncul kembarannya myungppa
    ini ff keren banget thor
    kalo aku boleh request tolong dilanjutkan part berikutnya , jujur aku pengen liat gimana perjuangannya L oppa buat naeun jadi suka sama dy tanpa inget2 myungppa
    next part aku sangat sangat tunggu ya thor
    fighting 🙂

    May 18, 2015 at 10:49 am

  4. Fiaaa.

    lanjuttt thorr, penasaran banget
    mianhae baru komentar disini hehe

    June 3, 2015 at 6:12 am

  5. Next,Wooooaaaahhhhhhh Daebakkkkkkk………..Jangan Lama-Lama Lanjutannya,Jebal..!!!

    June 18, 2015 at 11:59 pm

  6. Naeun knp??

    July 12, 2015 at 1:22 am

  7. Mrs. Lee

    Ayo thor dilanjut. Udah gregetan pngen baca part seanjutnya. FIGHTING THOR!!!

    May 21, 2016 at 7:34 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s