KIM MYUNGSOO FANFICTION

Aposta [1]

aposta-by-peniadts

Park Nukyeon’s Present

Aposta

#myungzy version#

 staring

Kim Myungsoo and Bae Suzy

also

Infinite, Park Jiyeon and Son Naeun as supported cast

 PG15 // Chaptered // Romance and School Life

Thank you to ThatGirl{Quotev} and poster goes to peniadts@cafeposterart

All of the cast are belong to God – Also published in personal blog

[NOT FOR A SIDERS]

I’m not crying because of you ; you’re not worth it
I’m crying because my delusion of who you were was shattered by
the truth of who you are

 

CHAPTER 1

Kim Myungsoo atau lebih sering disapa sebagai Myungsoo adalah captain tim basket di sekolahnya. Ia sangat terkenal di sekolahnya. Apalagi wajahnya yang tampan dan ia termasuk dalam anggota INFINITE yang sangat terkenal di sekolahnya. Ohiya, selamat datang di Culture High School. Dimana jocks hang with jocks and losers hang with losers. Sungguh mengerikan bukan? Kembali lagi, INFINITE adalah sebuah kelompok di Culture High School yang berisi 7 lelaki-lelaki tampan. Yang diketuai oleh Sungkyu dan beranggotakan Myungsoo, Hoya, Dongwoo, Woohyun, Sungyeol dan Sungjong. Boyband? Bukan mereka bukan boyband. Mereka hanya sekelompok lelaki yang terkenal akan suka mempermainkan perasaan wanita. Terutama Myungsoo. Selain tampan dan seorang captain basket, ia juga menjabat sebagai ketua osis. Bagaimana seorang wanita tidak memujanya. Myungsoo adalah tipe seseorang yang suka mendekati seorang wanita hanya untuk kepuasannya tersendiri. Itulah sifat alaminya. Hingga, semuanya berubah karena terjadi sebuah taruhan dimana mempertaruhkan posisi nya sebagai captain basket yang telah disandangnya selama 2 tahun itu.

 [Aposta]

Sambil memeluk binder berwarna merah muda. Gadis itu berjalan di koridor dan menjadi pusat perhatian. Ia memasuki kelas dan duduk di meja kosong tepat di pojok kelas itu. Ya, gadis itu murid baru di Culture High School. Tentu saja ia sasaran yang sangat menarik untuk INFINITE. Apalagi Myungsoo. Bisa dibilang, jika detik itu diadakan angket kecantikan, gadis itu bisa dengan mudah mendapatkan gelar itu. Gadis itu cantik, sangat cantik. Ia mempunyai lekuk tubuh yang indah pula. Bagaimana INFINITE tidak tergoda untuk mendekatinya?

“Hey, gadis itu cantik sekali,” tunjuk Hoya.

“Ya, sangat cantik,” balas Dongwoo.

“Bagaimana kalau gadis itu untukku saja,” sela Woohyun dan tentu saja mendapatkan tatapan sinis dari anggota lainnya serta mendapatkan sebuah jitakan yang cukup keras dari pacarnya. Park Jiyeon. “Hanya bercanda, sakit tahu.”

“Yak Nam Woohyun. Macam-macam kubunuh kau,” sinis Jiyeon.

Woohyun tertawa melihat tingkah Jiyeon. Lalu ia kembali lagi terdiam akrena anggota yang lainnya terdiam. Mereka seibuk memerhatikan gadis itu. Seperti seekor singa yang sedang memantau mangsanya itu.

Myungsoo memecahkan keheningan dengan sesuatu yang mengejutkan, “Aku menginginkan gadis itu.”

“Sadarlah bung. Itu sangatlah mustahil walaupun dengan tampang diatas rata-rara sepertimu,” tawa Sungyeol meledak dan diikuti kawan-kawannya.

“Mau bertaruh?” tantang Myungsoo.

“Siapa yang tidak mau,” ucap Sungkyu.

“Boleh saja,” goda Sungjong.

“Aku bertaruh kau tidak bisa menyentuhnya. Apalagi menidurinya,” ujar Hoya.

“Sekarang aku bertanya. Sejak kapan aku gagal mendapatkan hati seorang wanita? Tidak pernah bukan,” senyum Myungsoo.

“Dengan gadis itu kau akan gagal,” ceplos Sungjong.

“Yak kawan-kawan. Jangan meremehkanku seperti itu,” geram Myungsoo.

“Baiklah kalau begitu. Kau punya waktu kurang lebih 1 bulan untuk meniduri gadis itu. Jika kau menang, kami akan melakukan semua yang kau inginkan. Tapi, jika kau kalah. Kau harus melakukan apa yang kami inginkan,” tantang Sungkyu.

“Kalian semua gila ya,” sela Jiyeon tapi tidak dihiraukan oleh sekumpulan lelaki itu.

“Termasuk memberikan jabatan ketua osismu padaku. Aku sudah bosan menajadi wakil terus,” lanjut Woohyun.

Myungsoo membalas mereka dengan smirk-nya, “Kalian membuat ini terlalu mudah.”

“Benarkah?” tanya Hoya.

“Tentu saja,” ucap Myungsoo.

“Kalau begitu, kau tidak boleh jatuh cinta padanya Kim Myungsoo. Tidak boleh jatuh cinta. Jika kau terlihat jatuh cinta padanya. Maka secara resmi kami sudah menang darimu.” Sungkyu menyeringai Myungsoo.

“Baiklah,” ujar Myungsoo.

“Kami bisa membedakannya Kim Myungsoo. Dimana kau berpura-pura dan dimana kau telah jatuh cinta. Ingat itu,” ucap Dongwoo.

Myungsoo hanya mengangguk pada kawan-kawan mereka lalu mempersiapkan diri untuk menghampiri gadis cantik itu.

Ya, Kim Myungsoo tidak akan jatuh cinta. Tidak akan dan tidak mungkin.

[Aposta]

Gadis itu sedang merapihkan meja barunya itu. Ia menggantungkan ransel kecilnya itu di kursinya. Tidak lupa, ia mempersiapkan semuanya diatas meja. Termasuk sebuah buku tulis. Buku tulis baru bersampul cokelat dan tertera jelas sebuah nama didepannya.

BAE SUZY.

Nama yang indah. Sangat balance dengan wajahnya yang sangat sejuk untuk dipandang. Bae Suzy atau yang biasa dipanggil Suzy ini adalah pindahan dari Oxford High School di Inggris. Suzypun sebenarnya orang asli Korea. Tetapi, kedua orang tuanya suka berkerja berpindah-pindah negara. Jadi mau tidak mau, niat tidak niat, Suzy harus mengikuti kedua orang tuanya itu. Karena, ia hanya anak tunggal dalam keluarganya. Sebenarnya, Suzy sudah tahu tentang sekolah ini. Sama persis seperti sekolah-sekolah sebelumnya. Jocks hang with jocks and losers hang with losers. Bagaimanapun, sedari dulu, Suzy tidak tahu ia termasuk golongan apa. Karena, Suzy ialah typical yang sangat easy going. Jadi mudah untuknya untuk mendapatkan seorang teman tentunya.

Srek.

Seorang lelaki duduk tepat diatas mejanya. Suzy sudah tahu persis. Ia sangat berpengalaman tentunya. Lelaki seperti hanya menginginkan tubuh Suzy saja. Suzy sangat paham akan itu. Terutama, karena ia besar di Amerika lalu pindah ke Inggris dan tentu saja budaya kedua negara itu jauh dan sangat jauh lebih para dari Korea.  Jika boleh dibilang, Suzy sebenarnya sudah tidak tahan tinggal di negara seperti itu dengan bully yang berkeliaran dimana-mana. Untung Suzy mempunyai paras yang cantik dan easy going jadi ia tidak pernah di bully. Tapi, tentu saja ia tidak tahan melihat teman-temannya disana mem-bully siswa lain walaupun Suzy tidak ikut-ikutan. Kembali lagi, Suzy sudah kebal. Sangat kebal dengan lelaki seperti ini.

“Hai?” sapa Suzy. Lelaki ini attractive sungguh sangat attractive. Suzy bersumpah siapapun yang diperlakukan seperti ini oleh lelaki ini pasti akan drooling di detik itu juga.

“Murid baru ya? Siapa namamu manis?” senyum lelaki itu.

Suzy baru ingin menjawab “Menurutmu?” tetapi, ia merasa itu kurang sopan, malah sebenarnya sangat tidak sopan. Karena bagaimanapun juga manners itu nomor 1 baginya, “Namaku Bae Suzy. Aku biasa dipanggil Suzy. Tapi, sebelumnya mohon maaf. Bisakah kau tidak duduk diatas mejaku? Aku baru saja merapihkannya.”

“Maafkan aku,” lelaki itu langsung berdiri dari meja Suzy. “Perkenalkan, aku Kim Myungsoo. Terserah kau ingin memanggilku apa. Tapi, penghuni sekolah ini biasa memanggilku Myungsoo. Aku captain tim basket dan ketua osis sekolah ini,” lanjut lelaki yang bernama Myungsoo itu sambil memberikan senyuman mautnya. Untung Suzy sudah paham. Jika tidak, mungkin ia akan berakhir seperti gadis lainnya. Pingsan ditempat itu, detik itu juga karena disebabkan oleh ketampanan lelaki yang bernama Kim Myungsoo ini.

“Oh,” jawab Suzy singkat.

“Hanya oh?” tawa lelaki itu. “Omong-omong, pacarmu tidak akan marahkan jika aku mengobrol seperti ini denganmu?”

“Aku tidak punya pacar,” umum Suzy.

“Bagaimana bisa wanita secantik aku tidak mempunyai pacar. Itu hal yang sangat mustahil,” senyum Mungsoo.

Suzy tertawa sebentar lalu kembali memasang muka datarnya, “Yak Kim Myungsoo. Sebelumnya, kau telah memberantaki mejaku. Lalu kau menggodaku dengan pickupline seperti itu? Lain kali, gunakanlah pickupline yang benar-benar tidak pernah mendarat di telingaku.” Suzy berdiri dari kursinya dan sontak membuat Myungsoo kaget dan hampir saja terjatuh. “Aku duluan.”

Myungsoo hanya mengangguk kaget dan menatap Suzy yang keluar dari kelas itu. Ia melirik INFINITE dan Jiyeon yang cekikikan melihatnya di tolak mentah-mentah seperti itu. Myungsoo mengacak-acak rambutnya dan menghampiri anggota INFINITE. Sampai tepat didepan anggota INFINITE, ia langsung saja melepas jasnya lalu mengeluarkan bajunya dan langsung mengambil ranselnya yang sedari tadi dipegang oleh Sungjong dan memakainya di bahu kiri.

Good job Kim Myungsoo,” tawa Hoya.

“Sepertinya kau akan kalah,” ucap Sungkyu.

“Sialan tidak akan,” geram Myungsoo. Lalu, ia meninggalkan INFINITE dan Jiyeon yang sedang menertawakan dirinya. Ia kesal. Bukan kesal pada Suzy. Tapi, kesal pada dirinya sendiri. Bagaimana bisa seorang Kim Myungsoo gagal mendapatkan seorang wanita. Seorang Kim Myungsoo tidak akan pernah mau kalah. Bahkan, kalah tidak ada dalam kamus hidupnya.

[Aposta]

Myungsoo berjalan di koridor sambil memikir Bae Suzy. Gadis itu, benar-benar membuat Myungsoo gila. Benar-benar mendapat perhatian penuh Myungsoo. Matanya, hidungnya sikapnya semuanya berbeda dari gadis-gadis yang biasa Myungsoo dekati. The way she didn’t want Myungsoo made Myungsoo crazy as hell. Myungsoo tidak pernah gagal mendapatkan seorang wanita, ia bisa membuat seorang wanita menyukainya hanya dalam waktu 5 menit. Setidaknya, tidak ada anggota INFINITE yang bisa mengalahkan waktu itu. Bahkan, Hoya saja 2 hari. Tapi Suzy, kasus ini berbeda. Myungsoo sadar kemungkinan ia kalah sangat besar. Tapi, ia tetap harus berjuang. Bagaimanapun juga, ia tidak mahu kehilangan gelar captain dan jabatan ketua osisnya itu.

“Hey lihat itu Myungsoo, tampan sekali ia,” bisik seorang gadis.

Siswa lain seharusnya berterima kasih pada gadis itu. Karena, jika gadis itu tidak berbisik keras seperti itu. Sekolah ini akan hancur terkena amukan Myungsoo. Gara-gara gadis itu, Myungsoo sadar sedari tadi ia sedang diperhatikan. Ia mendapatkan compliment-compliment yang tentu saja langsung menaikkan moodnya yang sempat down. Dengan sigap, ia langsung memberikan tampang cool-nya yang membuat semua gadis di sekolah itu kagum. Ia iseng melirik seorang gadis dan sontak gadis itu menjerit tak karuan dan lagi-lagi menaikkan mood Myungsoo. Hingga, ia padangannya menangkap seorang gadis sedang menulis di binder berwarna merah mudanya yang khas itu. Ya, itu Bae Suzy. Dengan cepat, Myungsoo menghampirinya.

Suzy meliriknya, “Ada apalagi Myungsoo?”

“Tidak, hanya saja tadi aku berencana ke kantin tapi aku baru sadar bahwa bel sebentar lagi berbunyi jadi aku kembali lagi dan menemukanmu disini,” jelas Myungsoo.

“Mengapa kau melepas jasmu dan mengeluarkan bajumu seperti itu?” tanya Suzy.

“Tidak apa-apa,” senyum Myungsoo.

“Apakah itu trend disini?” tanya Suzy lagi.

“Hmm, tidak,” gelagap Myungsoo.

“Baiklah,” balas Suzy datar. Lalu ia kembali memfokuskan dirinya pada binder merah mudanya itu. Mengambil kesempatan itu, Myungsoo duduk persis disampingnya.

“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Myungsoo.

“Bukan apa-apa” jawab Suzy yang bahkan tidak melirik Myungsoo.

“Hey, aku-kan bertanya baik-baik,” ucap Myungsoo lembut.

Baru saja Suzy ingin mebentaknya tapi ia matanya menangkap sekelilingnya. Sedari tadi, Suzy sedang diperhatikan oleh gadis-gadis sekolah itu. Sampai, mata Suzy menangkap seorang gadis cantik yang Suzy pikir walaupun tidak secantik Suzy. Tapi, gadis itu cantik sangat cantik. Gadis cantik itu menatap Suzy sinis lalu pergi meninggalkan kerumunan. Jika, detik itu Suzy membentak Myungsoo. Bisa habis ia oleh gadis-gadis di sekolah. Akhirnya, ia memutuskan mencari jalan aman.

Why are you talking to me?” tanya Suzy.

You seemed like a nice girl so i decided i would,” jawab Myungsoo sambil tersenyum.

Suzy menghela nafas panjang, “Baiklah. Ok, Kim Myungsoo. Aku—aku, aku tahu tentangmu dan kelompok kecilmu itu. Apalah itu namanya, Inisfree ah bukan ohiya INFINITE bukan? Sekali lagi, kuberitahu kau. Kau tidak bisa mengendalikanmu. Apalagi membawaku ke tempat tidurmu itu. Aku bukan tipe wanita yang akan menyerahkan semuanya ke lelaki hanya karena ia attractive. Aku buka tipikal wanita seperti itu Kim Myungsoo. Aku keras kepala dan menyusahkan, lebih baik kau menyerah sekarang.”

Myungsoo diam sejenak. Ia memikirkan sebuah jawaban yang tepat. “Huh, aku tidak seperti itu Bae Suzy. Kau mendengar yang tidak-tidak. Aku hanya ingin berteman denganmmu, may i?” senyumnya.

“Ugh, terserah kau saja,” hela Suzy.

“Mau kuantar ke kelas?” tawa Myungsoo lalu ia berdiri. “Sekolah ini sangat besar. Aku bersumpah kau akan nyasar jika tidak dibimbing oleh murid sini. Dan kutebak kau hanya asal jalan kesini,”lanjutnya. Suzy hanya mengangguk pasrah. Ia menutup binder pinknya itu dan berdiri tepat disamping Myungsoo. Myungsoo tersenyum padanya dan mereka berjalan. Berjalan dalam keheningan. Tidak juga sih, tapi dalam keheningan mereka berdua. Maksudnya, tidak ada dari mereka berdua yang membuka mulutnya. Tetapi, sekeliling mereka, riuh. Gadis-gadis riuh akan Myungsoo. Sedangkan, lelaki-lelaki riuh akan Suzy. Karena Suzy murid baru dan ia sangat cantik tentu saja.

Tidak lama kemudian, Suzy dan Myungsoo sampai tepat di depan kelas Suzy. Myungsoo tersenyum padanya dan ingin berbalik badan untuk pergi ke kelasnya. Tapi, Suzy memegang tangan Myungsoo seakan ia tidak boleh pergi. Suzy tidak perduli dengan sekelilingnya yang heboh melihatnya dengan Myungsoo. Suzy menarik Myungsoo dengan cepat. Mereka dekat, sangat dekat hampir seperti mereka sedang berpelukan. Sampai Myungsoo bisa merasakan nafas Suzy. Suzy mendekatkan bibirnya ke wajah Myungsoo. Bukan ke wajah, ia mendekatkan bibirnya ke telinga Myungsoo. Bukan untuk mencium atau bagaimana. Melainkan, ia mebisikkan sesuatu di telinga Myungsoo.

“Don’t fall in love with me,” bisiknya. Lalu, ia membuat jarak lagi dengan Myungsoo — mebalikkan badannya dan memasuki kelas tanpa menoleh ke Myungsoo. Sedangkan Myungsoo, ia membeku di depan pintu kelas Suzy. Ia benar-benar tidak terbiasa dengan situasi seperti ini. Situasi dimana player who got played.

[Aposta]

Myungsoo duduk di kursinya dengan geram.

“Ada perkembangan apa?” tanya Woohyun.

“Kau benar-benar peduli padaku atau menyindirku? Jika tujuanmu hanya menyindirku, aku tidak akan memberitahukanmu,” balas Myungsoo.

“Ah bung, tadi aku hanya bercanda. Aku benar-benar tidak menginginkan posisi ketua osis itu. Aku anti sebagai ketua osis. Menjadi wakil saja aku sudah muak. Ya, aku jujur. Aku sangat tidak setuju dengan taruhan itu,” ungkap Woohyun.

“Tidak ada perkembangan,” jujur Myungsoo.

“Bagaimana bisa? Serius, aku penasaran. Karena,biasanya, jika kau berdiam diri saja. Gadis-gadis akan suka padamu. Apalagi kau ajak bicara,” kaget Woohyun.

“Gadis itu berbeda sangat berbeda. Dont you dare tell the other members. To be honest, akulah yang dikendalikan olehnya. Bukan aku yang mengendalikannya,” jelas Myungsoo.

“Tidak mungkin,” geleng Woohyun. Ia langsung membuka hp-nya dan mengetik sesuatu dengan cepat. Myungsoo tebak itu sebuah pesan yang ia kirimkan.

“YAK NAM WOOHYUN BARU SAJA KUBILANG JANGAN BERITAHU SIAPA-SIAPA,” bentak Myungsoo.

“Hey pelan-pelan. Aku tadi memberi pesan pada Jiyeon untuk mendekati gadis itu untuk membantumu. Aku tidak memberi tahu siapapun,” jelas Woohyun.

Emosi Myungsoo mereda, “Kenapa Jiyeon?”

“Karena kesayangku itu sekelas dengan targetmu Kim Myungsoo. Aku tidak mau kau kalah taruhan ini,” jelas Woohyun.

Senyum Myungsoo merekah, “Kau memang yang terbaik.”

Tiba-tiba saja ada yang menepuk pundak Myungsoo dari belakang, “Hey piece of shit. Ada perkembangan apa saja?”

“kau mengangetkanku Dongwoo, sangat mengangetkanku,” kata Myungsoo. “Tentu saja berjalan lancar,” lanjut Myungsoo.

Shit,” ceplos Dongwoo. Myungsoo memberikan senyum evil-nya.

“Dia serius Dongwoo, tadi banyak gadis yang melihatnya berjalan berdua dengan Suzy. Dan ada rumor bahwa mereka berpelukan,” ujar Hoya. Hoya meminta penjelasan tentang rumor Suzy dan Myungsoo berpelukan. Tapi, Myungsoo hanya membalasnya dengan cengiran. Myungsoo tidak mau memberitahu tentang kebenarannya bahwa ia sedang kesusahan. “Tadi, kudengar, mantanmu yang bernama Naeun itu melihatmu berdua dengan Suzy dan itu mebuatnya naik darah tak karuan,” lanjut Hoya.

“Hey dia bukan mantan pacarku. Menidurinya saja aku tidak sudi,” jijik Myungsoo.

“Dia cantik tahu,” bela Hoya.

“Ambil saja, aku sangat ikhlas,” ucap Myungsoo.

Tiba-tiba saja, Sungyeol berlari memasuki kelas, “Naeun mengamuk.”

Myungsoo memutar bola matanya, “Kami semua sudah tahu itu.”

“Dan tadi ia bilang, ia akan melabrak Suzy hari ini juga,” ucap Sungyeol. Mata Myungsoo membulat. Ia tidak habis pikir. Punya hak apa Naeun padanya? Pacar bukan. Myungsoo langsung berdiri dari tempat duduknya dan bergegas keluar. Hingga ada seseorang yang menarik telinganya.

“YAK KIM MYUNGSOO. JAS TIDAK DIPAKAI – BAJU DIKELUARKAN DAN SEKARANG KAU MAU MENINGGALKAN PELAJARAN SAYA? KETUA OSIS MACAM APA KAMU INI,” bentak seorang wanita tua yang tadi menarik telinga Myungsoo.

“Tidak, tidak, saya hanya ingin ke toilet bu,” ringis Myungsoo sambil memegangi telinganya.

“Tidak ada toilet, kembali ke kelasmu sekarang,” ucap guru tua itu.

“Tapi saya-“

“SAYA BILANG MASUK SEKARANG JUGA,” teriakan guru itu meninggi dan langsung saja membuat Myungsoo berlari ke tempat duduknya dengan cemberut dan meringis kesakitan.

“Baiklah anak-anak. Buka buku Anthrophology kalian halaman 77,” umum guru itu.

TO BE CONTINUED

Aposta sendiri artinya taruhan

Halo hilu hulo helo holo. Kali ini aku membawa series baru. Mana Myungzy shipper teriakannya? Lol. Ini sebenernya another version of Aposta. Versi yang lainnya itu KaiSeul. Dan aku membuat versi baru dan sedikit perbedaan dengan versi yang KaiSeul. Selain perbedaan cast, perbedaan latar juga. Dan kayaknya ada sedikit perbedaan alur. Terus, semua anggota INFINITE tuh ga badboy juga ya. Misalnya kaya Woohyun, ia orangnya ga badboy. Makannya ia punya pacar dan Jiyeon mau sama dia. Yang lain mana punya pacar. Nah terus, yang sedikit perbedaan alur itu maksudnya, dimana yang KaiSeul bakal happy ending dan yang ini bakal nahloh gimana ya nyebutnya. HAHAHAHA. Pokoknya, satu comment bisa memberiku semangat untuk melanjutkan FF yang mungkin terkesan abal ini.

Advertisements

18 responses

  1. Leny

    Ceritanya menarik thor,suzy kenapa ngelarang myung jath cinta sama dia ya???
    ini hrus happy ending jga donk thor~~
    ditunggu kelanjutannya~~~

    December 6, 2014 at 2:10 am

  2. Annyeong 😀 Reader baru XD kkk~
    Ceritanya bikin penasaran, apes banget myungsoo gak bisa keluar gara2 ada guru :v terus kenapa suzy larang myung jatuh cinta sama dia? ;o NExt part, fighting!~

    December 6, 2014 at 3:11 am

  3. Ceritanya menarik… Bahasanya juga…..
    Suka karakter suzy disini
    You know what I mean!!! Hahahah

    Next sangat ditunggu

    December 6, 2014 at 4:01 am

  4. pujirahayuu

    Ini menarik! Kenapa myungsoo karakternya gajauh2 dari nappeun yahaha? Pokonya harus happy ending ya!
    Next chapter ditunggu, fighting!

    December 6, 2014 at 5:33 am

  5. Baiq Yulia Astriani

    sepertinya myung emang cocok bangetz meranin tokoh nappeun namja–entahlah–kalau ceritanya si myung ga nappeun berasa ga seru saja–

    ga sabar menunggu part yg berisi suzy tau dia sbg taruhan—

    emmmm–jgn sad ending dooong–ngegantung aja berasa ga rela apalagi sad ending–bisa uring2an seharian jadinya nti–jebal authornim–hepi end ya ya ya ya ya ya ya…

    moga sehat terus–byk wktu luang n luapan ide yg kreatif utk lanjutin cerita

    keep FIGHT!!!!

    December 6, 2014 at 9:32 am

  6. Ceritany menarik bnget thor… jdi penasaran sma part slnjutny

    December 6, 2014 at 10:38 am

  7. hahhahaha myung ohh noo….
    gemesss,,,,

    December 6, 2014 at 11:25 am

  8. Ninda13

    hai thor, ketemu lagi ~
    aku penasaran, apa suzy juga player?
    next nya ditunggu 😉 harus dilanjutin sampe ff nya kelar danhappy ending ya ~
    keep writing & fighting!

    December 6, 2014 at 3:25 pm

  9. K

    Ceritanya menarik banget lanjut lanjut

    December 6, 2014 at 3:46 pm

  10. daebak nih ff… pkoknya happy ending, tapi si myung harus dibuat sakit hati dulu biar dia bisa brubah kagak player lagi…

    December 7, 2014 at 9:41 am

  11. asri

    bikin happy ending juga dong thor, hehehe
    ditunggu ya next part nya 🙂

    December 8, 2014 at 2:19 am

  12. Dian

    Ffnya keren chingu ! 😉
    endingnya wajib happy ya chingu ! 🙂 # maksa

    December 8, 2014 at 11:14 pm

  13. Puji muslichatun

    Separah apa naeun ngamuk?apa sekolahnya bisa kebakaran?

    December 16, 2014 at 4:59 am

  14. dilla

    seruuu,lanjutt thorr
    semoga happy ending yg ini juga ya thorr 😉

    December 18, 2014 at 11:27 am

  15. lanjut thorrr 😀

    December 19, 2014 at 9:44 am

  16. thor kenapa gag dilanjut2 ff ini

    December 21, 2014 at 10:16 am

  17. kyaaa!!! beneran deh ini ff keren banget^^
    suka sama kalimat2 yan di pakai author,, santai tapi ngena banget(?)
    ahhhh mudah2an cepet dipost next part nya^^
    gak sabar nunggu saat2 dimana puncak dari ‘player who got played’ akan muncul ke permukaan xD hahaha
    ditunggu ya thor… fighting
    btw aku agkat 2kaki dann 2 tangan karna aku MyungZy shipper akut ><

    December 27, 2014 at 9:29 am

  18. next

    December 28, 2014 at 11:15 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s