KIM MYUNGSOO FANFICTION

Don’t You Remember Me? (Part 3)

Cover Dont You Remeber Me 3

Title: Don’t You Remember Me?

Author: Kikyindriyani

Main Cast:

Kim Myungsoo (Infinite)

Son Naeun (Apink)

Other Cast:

Lee Howon (Infinite)

Jung Eunji (Apink)

Jung Soojung/Krystal (Fx)

And Introducing new cast

Kim Sunggyu (Infinite)

Genre: Romance, Sad, Angst, Hurt

Ratting: PG 15-PG 17

Length: Chaptered

Disclaimer: Semua cast adalah milik Tuhan dan agensi mereka masing-masing. But this story is MINE dan ide cerita pure dari hasil pemikiranku sendiri. Please don’t copas this story. Don’t be a silent reader. RCL please…

.

.

Annyeong… 😀

Alhamdulillah sesuatu banget author bisa ngepost part 3 hari ini #waaks #lebayluthor

Sesuai dengan permintaan kemarin…

Author bawain kelanjutan FF ini dengan cerita yang lebih panjang dari sebelumnya.

Tapi gak begitu panjang juga sih #plakk

Sesuai dengan permintaan yang “Mana nih moment MyungEunnya?”

Author banyakin deh moment MyungEun’nya.

Tapi selain banyak moment MyungEun, author juga bikin TBC yang dramatis.

Itu juga menurut author sih. Gak tahu kalo menurut readers kkk

Author juga nambahin cast baru nih disini kkk

Yap Sunggyu Infinite xD

Penasaran jadi apa dia disini?

Langsung baca aja deh kkk

Mian kalo banyak typo bertebaran^^

.

.

Before Story: Love For A Year

Previous: Part 1, Part 2

.

.

.

Part 3

.

.

“Myungsoo-ya!” Naeun terbangun dari tidurnya. Terlihat butiran-butiran bening mengalir di pelipisnya. Ya, iya baru saja bermimpi buruk tentang Myungsoo.

“Mengapa aku begitu mengkhawatirkannya? Apa ada sesuatu yang terjadi padanya?” gumam Naeun sambil menyeka keringatnya. Naeun melirik nakas dekat tempat tidurnya. Ia meraih ponselnya dan berniat akan menghubungi Myungsoo. Namun ia terlihat ragu dan mengurungkan niatnya.

“Mungkin saja aku hanya bermimpi buruk. Dia pasti sedang tertidur lelap sekarang. Akan ku hubungi dia besok.” Naeun meletakan kembali ponselnya dan kembali tidur.

.

.

.

Keesokan Harinya…

.

.

.

Mentari menghangatkan udara pagi ini. Myungsoo mengerjap dan membuka matanya perlahan. Sinar mentari pagi menyilaukan pandangannya. Ia melirik ke sekitarnya dan menemukan Krystal terlelap di sampingnya yang memeluknya erat dengan hanya berbalut selimut.

Myungsoo bangkit dan merasakan pening di kepalanya. Mungkin karena efek dari cairan yang Krystal suntikkan ke dalam peredaran darahnya. Ia terkejut melihat keadaannya yang tak mengenakan sehelai benang pun. Myungsoo berusaha mengingat kejadian tadi malam. Namun nihil ia tak mengingat apapun.

Myungsoo kembali mengenakan pakaiannya dan keluar dari ruangan itu. Setelah terbebas dari apartement Krystal, ia melirik ponselnya. Tak ada satu pun pesan yang masuk, hanya ada satu panggilan tak terjawab dari Eunji sahabatnya.

Saat ia akan memasukan kembali ponselnya. Tiba-tiba benda tipis berbentuk persegi panjang itu berdering. Dengan cepat Myungsoo menggeser layar ponselnya dan menempelkannya di telinga kanannya.

Yeobuseyo?”

“Yeobuseyo. Myungsoo-ya…” Myungsoo tahu persis suara ini. Ini adalah suara Naeun, gadis yang paling ia cintai.

“Ah nde Naeun-ah?”

“Eodigayo?” Myungsoo melihat ke sekitarnya, ia tidak mungkin mengatakan keadaan yang sebenarnya pada Naeun.

“Aku… aku sedang di rumah. Waeyo?” jawab Myungsoo berusaha menghilangkan rasa gugupnya.

“Aniya…” Myungsoo bernafas lega. “Keunde… ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu Myungsoo-ya.” Myungsoo menelan salivanya.

“Tentang apa?” Tanya Myungsoo sambil mengatur nafasnya.

“Sebenarnya aku malu menceritakannya. Tapi aku sangat penasaran Myungsoo-ya.”

“Ah… nde… kau bisa menceritakan apapun padaku. Katakan saja.” Myungsoo melangkah menuju lift.

“Sebenarnya… tadi malam aku memimpikanmu Myungsoo-ya…” Myungsoo melebarkan matanya.

Jinjayo?”

“Eo.”

“Apa yang terjadi dalam mimpimu?” Tanya Myungsoo yang juga penasaran.

“Aku bermimpi kau sedang bersama seorang gadis. Gadis itu mendorongmu ke tembok dan membuka kancing kemejamu satu persatu.” Myungsoo kembali menelan salivanya.

“Dan aku melihat ia menciummu. Lalu aku juga melihat ia menyuntikkan cairan aneh di lenganmu. Setelah itu kau ambruk dan ia membawamu masuk ke dalam kamar. Aku langsung terbangun sambil memanggil namamu. Apa kau baik-baik saja Myungsoo-ya?” Myungsoo tertegun, ia tak percaya bahwa apa yang di mimpikan Naeun sama persis dengan kejadian yang ia alami tadi malam.

N… nde… a… aku… baik-baik saja. Kau tak perlu khawatir.” Jawab Myungsoo terbata-bata.

“Geure Myungsoo-ya… jika kau baik-baik saja aku merasa lega. Aku takut apa yang aku mimpikan benar-benar terjadi padamu Myungsoo-ya.” Myungsoo terdiam sejenak. Ia merasa bersalah telah membohongi Naeun untuk yang ke sekian kalinya.

“Aku baik-baik saja Naeun-ah. Geokjeonghaijma(tak usah khawatir)…

“Geure… kalau begitu aku tutup telponnya. Keuno.” Pip… panggilan pun terputus. Myungsoo menyandarkan punggungnya pada dinding lift. Ia merasa bingung dengan situasi ini.

“Apa yang harus ku lakukan?”

~~~~

Seperti biasa, Howon kembali menjemput Naeun ke rumahnya. Jika kemarin Naeun yang menunggunya, kini sebaliknya. Terlihat Howon menyandarkan punggungnya di mobil sport putih kesayangannya. Ia sesekali melirik arloji yang pernah ia beli di Paris beberapa bulan lalu. Tak lama kemudian gadis yang ia tunggu menampakkan wajahnya.

Annyeong Naeun-ah…” sapa Howon lembut.

“Ah nde, nado annyeong Howon-ah.” Jawab Naeun.

“Kau siap pergi sekarang?” Naeun mengangguk. Howon pun membukakan pintu mobilnya untuk Naeun. Setelah Naeun masuk Howon pun menyusulnya, dan mereka pun meninggalkan tempat itu. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang menatapnya dengan nanar. Seorang itu pun langsung berlari meninggalkan tempat itu dengan perasaan hancur.

“Apa kau tertarik dengan aquarium? Bagaimana jika kita pergi kesana” Naeun menoleh menatap Howon.

“Terserah kau saja.” Jawab Naeun malas. Howon menghela nafas, ia memang harus sabar menghadapi sikap gadis yang duduk di sampingnya kini.

Naeun menatap keluar jendela. Pikirannya melayang pada sosok seseorang, Kim Myungsoo. Entah mengapa Naeun begitu merindukan kehadiran namja itu. Namja yang baru ia kenal beberapa hari terakhir. Ia menopang dagunya dengan tangan kanannya.

‘Mengapa aku begitu merindukanmu Myungsoo-ya. Akankah kita bisa berjumpa lagi?’ batin Naeun sembari menatap pepohonan yang tumbuh di tepi jalan.

Akhirnya mereka pun tiba di sebuah gedung aquarium raksasa. Mereka turun dari mobil dan memasuki gedung itu. Seperti biasa Howon kembali menggenggam tangan Naeun. Namun Naeun merasa tidak nyaman dengan perlakuan Howon, ia pun perlahan melepaskan genggaman tangan Howon. Membuat namja itu merasa sedikit kecewa.

~~~~

Sementara itu di rumah impiannya Myungsoo kembali membaca catatan harian Naeun. Ia terlihat begitu rapuh. Myungsoo sungguh sangat menyesali kesalahannya. Jika ia tahu semua akan seperti ini, mungkin ia tidak akan pernah melakukan kesalahan itu. Tapi apa mau di kata, nasi sudah menjadi bubur. Penyesalan memang selalu datang di akhir cerita.

Myungsoo kembali menyimpan catatan itu di meja rias kamarnya. Ia begitu sangat merindukan sosok gadis itu. Ia berharap dapat melihat kembali paras cantik Naeun. Karena lelah, ia pun masuk ke dalam kamar mandi.

Myungsoo menyalakan shower, membiarkan air membasahi seluruh tubuhnya. Myungsoo menunduk, ia kembali menampakkan amarahnya mengingat kejadian itu. Myungsoo mengepalkan tangannya dan meninju tembok dengan cukup keras.

“Argh!!! Aku muak denganmu!” geram Myungsoo.

Setelah membersihkan badannya, Myungsoo mengenakan pakaian cassualnya dan turun ke lantai bawah, atau lebih tepatnya pergi ke dapur. Namun betapa terkejutnya ia melihat Eunji sedang menyiapkan sarapan untuknya.

“Eunji-ya? Bagaimana… bisa kau?” Eunji menoleh menatap Myungsoo

“Bagaimana cara aku bisa masuk?” Myungsoo mengangguk. “Tentu saja aku bisa masuk karena aku punya kunci cadangan dari rumah ini.” Myungsoo menepuk dahinya. Ia lupa bahwa Eunji adalah sahabat baik Naeun.

Aigoo aku lupa. Baiklah, karena kau sudah disini tolong buatkan sarapan yang enak nde?” ucap Myungsoo dengan aegyeonya.

Aish gampang sekali kau menyuruhku. Baiklah akan ku buatkan.” Jawab Eunji sedikit kesal. Myungsoo tersenyum dan mengambil air minum di dalam kulkas.

Eunji mengiris bawang merah. Sesekali pikirannya melayang pada seorang yang ia temui tadi pagi.  Ia merasakan kembali rasa sakit di hatinya. Dengan hatinya yang hancur, ia pun kembali mengiris bawang itu dengan air mata yang keluar dari kedua sudut matanya. Dengan bahu yang naik turun ia pun mengiris bawang sambil menangis.

Yah! Kau kenapa eoh?!” Tanya Myungsoo yang mendengar suara isakan Eunji.

“Aku sedang mengiris bawang. Mataku perih tau!” jawab Eunji berbohong.

Aish! Kalau matamu hanya perih. Mengapa kau menangis eoh?!” Tanya Myungsoo kembali membuat Eunji diam seribu bahasa.

“Ah aku tahu… kau pasti sedang patah hati bukan? Ayo mengaku saja…” tuduh Myungsoo membuat Eunji kembali terdiam.

“Aku lelah. Kau masak sendiri saja.” Ucap Eunji yang mengalihkan topik dan langsung melangkah meninggalkan dapur.

Aish! Yeoja memang selalu aneh.” Myungsoo menggelengkan kepalanya dan mengambil roti di lemari.

Eunji melangkah ke taman belakang rumah Myungsoo. Ia pun duduk di sebuah ayunan yang berada di dekat kolam renang. Eunji menatap kosong kolam yang berada di hadapannya. Ia mengayunkan ayunan itu perlahan. Pikirannya kembali mengingat Howon yang menggendongnya hingga ke kamarnya.

Flashback

 

Howon-ssi kau tak perlu mengantarku sampai ke atas. Aku tak ingin merepotkanmu.”  Ucap Eunji saat mereka sedang menaiki tangga.

 

Gwenchana… aku… senang membantu…” jawab Howon dengan nafas yang tersenggal. Eunji tersenyum mendengarnya. Tanpa sadar ia mengeratkan pelukan di leher namja itu, membuatnya sedikit terkejut.

 

Flashback End

 

Eunji kembali meneteskan air matanya. Ia tak tahu… mengapa ia merasa sakit saat melihat Howon membukakan pintu untuk Naeun? Kejadian tadi pagi benar-benar membuat perasaannya tak menentu. Disatu sisi ia ingin marah, tapi disisi lain ia sadar bahwa ia tak pantas untuk marah.

“Sedang apa kau disini?” Eunji mendongkak dan menemukan Myungsoo menghampirinya. Dengan cepat ia menghapus air matanya. Myungsoo pun duduk di samping gadis itu dan menyodorkan sepotong roti isi yang telah ia buat.

“Makanlah! Aku tahu kau belum mengisi perutmu.” Eunji mengambil roti itu.

Gomawo.” Myungsoo tersenyum menanggapinya. Eunji pun melahap roti itu perlahan.

“Sebenarnya apa yang membuatmu menangis?” Eunji menghentikan aktivitasnya. Dan menatap kolam itu kembali.

“Aku baik-baik saja Myungsoo-ya…”

Geotjimal.” Eunji diam seketika. “Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu.” Eunji kembali terdiam, perkataan Myungsoo memang benar.

“Apa yang kau rasakan jika melihat seorang wanita yang baru beberapa hari kau kenal berjalan bersama dengan pria lain.” Myungsoo berfikir sejenak.

“Eum… mungkin aku akan membiarkannya. Karena dia seorang  yang belum lama ku kenal. Memangnya kenapa?” Eunji menghela nafas panjang.

Aniya… aku hanya bertanya.” Myungsoo pun ber o ria. Eunji kembali menatap kolam, tak lama kemudian ponselnya berdering. Ia pun mengeluarkan ponselnya dan menggeser layar ponselnya.

Nde Naeun-ah?” jawab Eunji malas. Myungsoo langsung menguping pembicaraan mereka.

“Eonni… bisakah kau menolongku?” Eunji memutar kedua matanya.

“Ada apa lagi?”

“Begini… aku dan Howon sedang berada di gedung aquarium.”

“Lalu apa masalahnya?”

“Aku… merasa tidak nyaman berada di dekatnya eonni.”

“Jadi?”

“Tolong alihkan perhatiannya kembali. Aku mohon eonni… tolong bantu aku…” Eunji berfikir sejenak. Ia menghela nafas sejenak.

Geure… aku akan membantumu.”

“Aaa gomawo eonni!!! Baiklah cepatlah kemari. aku akan menunggumu. Keuno.” Telpon pun terputus.

“Ini kesempatan bagus untukku.” Ucap Myungsoo bersemangat.

Yah! Kau menguping eoh?!” pekik Eunji tak terima.

Aish! Sudahlah… sekarang ayo kita pergi ke gedung aquarium itu. Palli!!” Myungsoo menarik tangan Eunji dan bergegas menuju tempat itu.

Singkat cerita mereka telah tiba di gedung yang Naeun katakan di telpon. Myungsoo dan Eunji turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam sana. Eunji kembali menghubungi Naeun menanyakan keberadaannya.

“Naeun-ah… neo eodigayo?”

“Aku di toilet… palli eonni!” dengan cepat Eunji berlari ke toilet membuat Myungsoo tak bisa berbuat apa-apa.

Eonni!! Aku senang melihatmu!” Naeun langsung memeluk Eunji erat.

Yah! Kau bisa membunuhku jika memelukku seperti itu.” Naeun menampakkan deretan giginya yang putih bersih.

Mianhae eonni…

“Apa yang harus ku lakukan hari ini?” Naeun mendekat dan membisikan sesuatu pada Eunji.

Mwoya?!” pekik Eunji setelah mendengar bisikan Naeun.

Jebal eonni… aku merasa tak nyaman dengan namja itu. Aku tak ingin berpura-pura di depannya.” Eunji menghela nafas panjang.

“Aku tahu ini masalahmu. Tapi mengapa aku juga harus ikut terlibat Naeun-ah?” Naeun terdiam sejenak.

“Aku tahu eonni… maaf sudah banyak merepotkanmu.” Eunji terhenyak mendengarnya.

“Naeun-ah…” Naeun tersenyum hambar.

Geure… aku akan meminta eomma untuk mempercepat pernikahanku.”

Deg…

Eunji terkejut mendengarnya. Ia tak menyangka pertanyaan sepele seperti itu berpengaruh besar bagi Naeun.

“Naeun-ah…”

Gomawo untuk bantuanmu selama ini eonni…” Naeun menyeka air matanya dan melewati Eunji.

“Naeun-ah!!” seru Eunji membuat Naeun menoleh menatapnya. “Aku…” Eunji menggantungkan kalimatnya.

“Aku akan membantumu… aku… akan melakukannya untukmu.” Naeun kembali menghampiri Eunji dan memeluknya.

Gomawo eonni… jeongmal gomawoyo…” Eunji mengusap punggung Naeun.

Nde… cheonma… apa kau akan pergi sekarang?” Naeun mengangguk.

“Aku akan mengirim pesan pada Howon setelah berada di luar.” Eunji mengangguk.

Geure… semoga kau beruntung Naeun-ah.”

Nde. Tolong lakukan dengan baik eonni.” Eunji mengangguk mantap.

“Pergilah, sebelum ia mencarimu.” Naeun tersenyum dan keluar dari toilet. Eunji mengatur nafasnya. Ia memikirkan siasat ketika bertemu Howon kembali.

“Baiklah Jung Eunji… kau pasti bisa. Hwaiting!”

Naeun segera berlari keluar gedung, tanpa ia sadari Myungsoo mengikutinya dari belakang. setelah berada di luar gedung Naeun bernafas lega. Akhirnya ia bisa bebas dari Howon, Naeun melihat tempat parkir dan menyadari mobil Myungsoo berada diantara  deretan mobil-mobil itu.

Tak lama kemudian mobil itu pun berbunyi. Terlihat dari lampu yang berkedip. Naeun melihat ke sekitarnya. Namun tak menemukan sosok yang ia cari.

“Mencariku?” Tanya Myungsoo tepat di telinga Naeun.

Eoh!!” Naeun terkejut sekaligus malu saat Myungsoo berada di dekatnya seperti itu. “Aish! Myungsoo-ya! Kau mengagetkanku saja!” kesal Naeun pada Myungsoo.

“Haha mianhae Naeun-ah… kau serius sekali melihat mobilku.” Pipi Naeun berubah menjadi semu merah.

A… Aniya… aku… aku…” ucap Naeun terbata-bata.

“Merindukanku?” Naeun membulatkan matanya sempurna.

“Ba… bagaimana kau tahu?” Naeun langsung menutup mulut dengan kedua tangannya.

Jeongmalyo? Wah aku fikir hanya aku yang merasakannya. “ Naeun menatap Myungsoo intens.

“Apa kau…”

Eoh.” Naeun kembali dikejutkan oleh ucapan Myungsoo. “Bogoshippeoyeo Naeun-ah…”

.

Deg…

.

Naeun merasakan detak jantungnya berpacu lebih cepat. Ia tidak menyangka jika namja yang berada di hadapannya kini merasakan apa yang ia rasakan selama beberapa hari terakhir. Ia mendekat dan melingkarkan tangannya di leher namja itu. Naeun memeluknya erat, Myungsoo terkejut sekaligus bahagia mendapat pelukan dari Naeun.

Nado bogoshippeoyeo Myungsoo-ya…” Myungsoo tersenyum dan membalas pelukan Naeun.

Jinjayo?” Naeun mengangguk. Tak lama kemudian ia pun melepaskan pelukannya.

“Tolong bawa aku pergi dari sini.” Mata Myungsoo melebar mendengarnya.

Mwo?!”

Jebal Myungsoo-ya… aku tak ingin Howon melihatku pergi dari sini.” Myungsoo berfikir sejenak.

“Eumm… baiklah.” Naeun tersenyum mendengarnya. “Kau ingin kita pergi kemana?” Naeun berfikir sejenak dan kembali tersenyum menatap namja itu.

~~~~

“Dimana namja itu?” Eunji mencari sosok Howon di antara orang-orang yang berkunjung kesana. Ia berjalan mundur dan…

Bukk..

“Aww!” Eunji menabrak seseorang dan membuatnya terjatuh ke lantai.

Joesonghamnida… gwenchanayo?” Eunji mendongkak dan terkejut melihat sosok Howon yang menatapnya.

“Hoya-ya?”

“Eunji-ya? Sedang apa kau disini?” Howon membantu Eunji untuk berdiri.

“Aku sedang mencari temanku. Kau sendiri?”

“Aku sedang mencari Naeun. Tapi tadi ia menelpon jika dia ada urusan mendadak dan meminta maaf karena pulang terlebih dulu.” Eunji ber O ria mendengar penjelasan Howon.

“Huft… sepertinya temanku juga meninggalkanku. Aku sudah mencarinya kemana-mana tapi aku tidak menemukannya dimanapun.” Eunji menunduk.

“Eumm… bagaimana jika kau menemaniku melihat ikan-ikan disini?” tawar Howon membuat Eunji mendongkak dan tersenyum.

“Hmm… sepertinya menyenangkan. Baiklah, kajja!” Eunji menggandeng lengan Howon membuat namja itu merasakan perasaan aneh.

~~~~

“Huaa aku senang sekali bisa berjalan-jalan denganmu Myungsoo-ya.” Ucap Naeun yang sedang menikmati pemandangan Sungai Han siang ini. Myungsoo hanya tersenyum menanggapinya.

“Bukankah pemandangannya sangat bagus?” Tanya Naeun lagi.

Eoh.” Jawab Myungsoo dengan senyuman yang tak pernah lepas dari wajahnya.

“Eumm… aku lapar Myungsoo-ya… bisakah kita mencari sesuatu untuk di makan?” Myungsoo berfikir sejenak.

“Eumm… baiklah… kajja kita ke kedai es krim!”

Jinjayo? Wah aku sangat suka es krim. Kajja!” Naeun menggandeng lengan Myungsoo, membuat namja itu semakin bahagia.

Ringkas cerita, mereka kin berada di sebuah kedai es krim. Myungsoo dan Naeun sedang menikmati es krim mereka. Myungsoo menyodorkan sesendok es krim pada Naeun. Naeun membuka mulutnya dan melahap es krim itu. Dan begitu pun sebaliknya.

“Ah iya Naeun-ah.”

Nde?”

“Mengapa kau ingin pergi meninggalkan Howon?” Naeun menghentikan aktivitasnya dan menatap manik mata Myungsoo.

“Sejujurnya… aku merasa tidak nyaman dengannya.” Myungsoo mengangguk mengerti.

“Jika kau merasa tidak nyaman. Mengapa kau masih bersamanya?” Naeun menunduk. Ia terlihat ragu untuk menceritankannya.

“Sebenarnya… ini bukanlah keinginanku Myungsoo-ya…” Myungsoo terbelalak mendengarnya.

Mworago?” Naeun mengangguk perlahan menanggapinya. “Tapi… mengapa?” Naeun menggigit bibir bawahnya.

“Sebenarnya…” Myungsoo menatapnya intens.

“Aku di jodohkan.” Myungsoo terhenyak mendengarnya.

Mwo?” Naeun mengangguk. Myungsoo langsung terdiam. Ia tidak menyangka jika orangtua Naeun begitu membencinya.

“Aku sudah menolak perjodohan ini. Tapi mereka terus memaksaku dengan alasan tak ingin kejadian dulu kembali terulang.” Myungsoo tersentak mendengarnya. Firasatnya benar, orangtua Naeun sangat membencinya.

“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?” Naeun menunduk lalu menggeleng.

“Entahlah Myungsoo-ya… aku juga tidak tahu.” Myungsoo menghela nafas panjang. “Seandainya aku bisa lari dari semua ini. Sungguh aku benar-benar tak ingin perjodohan ini terjadi.” Myungsoo berfikir sejenak.

“Aku akan memikirkan jalan keluar untuk masalahmu Naeun-ah.” Naeun menatap wajah Myungsoo.

“Kau… benar-benar akan membantuku?” Myungso mengangguk.

“Aku akan selalu membantumu Naeun-ah.” Naeun tersenyum mendengarnya.

Gomawoyo Myungsoo-ya.”

Nde… Cheonma.

.

.

.

Satu Bulan Kemudian…

.

.

.

Naeun dan Myungsoo semakin dekat dan akrab. Mereka lebih sering menghabiskan waktu bersama. Entah itu menonton film, makan sampai berjalan-jalan di Sungai Han. Seperti saat ini, mereka sedang memandangi indahnya Sungai Han pada malam ini. Naeun terlihat sangat bahagia dengan Myungsoo yang berada di sampingnya. Myungsoo menatap Naeun intens.

“Naeun-ah…”

Nde Myungsoo-ya.”

“Ada hal yang ingin aku sampaikan padamu.” Naeun menaikan sebelah alisnya.

“Tentang apa?” Myungsoo tak langsung menjawab tapi langsung menggenggam kedua tangan Naeun.

“Setelah cukup lama mengenalmu, aku merasa ada perasaan yang akhir-akhir ini sering menggangguku.” Naeun belum begitu paham dengan perkataan Myungsoo.

“Baiklah aku langsung katakan saja padamu.” Myungsoo menghela nafas dan membuangnya perlahan.

Saranghae Son Naeun.” Naeun terkejut mendengarnya.

“K… Kau…”

Eoh.” Naeun tak percaya jika namja yang berdiri di sampingnya kini mengungkapkan isi hatinya. “Aku mencintaimu… lebih dari apa yang kau bayangkan.”

Deg…

Naeun merasa tidak asing dengan kalimat itu. Ia memegangi kepalanya yang sedikit pusing.

“Naeun-ah gwenchanayo?” ucap Myungsoo khawatir melihat keadaan Naeun. Naeun hanya mengangguk perlahan.

“Jadi apa jawabanmu?” Tanya Myungsoo kembali. Naeun berfikir sejenak, ia memantapkan hatinya dan akhirnya menganggukan kepalanya.

Nado saranghae Myungsoo-ya.” Myungsoo tersenyum dan langsung memeluk Naeun erat.

Gomawo Naeun-ah…”

Cheonma.” Myungsoo melepaskan pelukannya dan mengecup kening gadis itu cukup lama. Menandakan ia tak ingin kehilangan gadis itu.

“Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu dan menjagamu sepenuh hatiku Naeun-ah. Kau percaya padaku bukan?” Naeun mengangguk.

“Aku akan memegang kata-katamu Myungsoo-ya.” Myungsoo kembali menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

Saranghae Son Naeun…”

Nado Saranghae Kim Myungsoo.”

.

.

.

Satu Bulan Kemudian…

.

.

.

Naeun dan Myungsoo sudah kembali bersama. Meskipun terkadang Myungsoo merasa sedih harus mengulangnya dari awal, namun ia tetap bahagia karena Naeun kini telah kembali padanya. Mereka selalu pergi bersama-sama. Sepert saat ini, mereka sedang menonton film di bioskop.

Naeun terus memeluk erat lengan Myungsoo karena takut melihat film yang bergenre horror itu. Myungsoo tersenyum melihat tingkah yeoja di sampingnya itu masih sama seperti dulu. Takut terhadap hal yang berbau mistis dan horror.

“Myungsoo-ya… ayo kita pulang.” Ucap Naeun pada Myungsoo dengan sedikit memohon.

“Tunggu sebentar Naeun-ah, filmnya masih seru.” Jawab Myungsoo yang sebenarnya ingin melihat Naeun ketakutan. Naeun menghela nafas dan terkejut melihat adegan film yang cukup mengerikan.

“Ah omona!” Naeun langsung menutup matanya dan semakin erat memeluk lengan namja itu. Dan…

Chu…

Myungsoo mencium bibir gadis itu tiba-tiba. Naeun yang merasakannya menjadi lebih tenang dan melupakan adegan itu. Tak lama kemudian Myungsoo pun melepaskan ciumannya.

“Baiklah. Ayo kita pulang.” Naeun tersenyum mendengarnya dan mengikuti langkah Myungsoo keluar dari ruangan gelap itu.

“Apa kau lapar?” Tanya Myungsoo setelah di luar gedung. Naeun mengangguk perlahan. “Haha… baiklah kajja kita cari makanan yang enak!” Naeun tersenyum dan tak pernah melepaskan gandengannya di lengan Myungsoo.

“Bagaimana jika kita makan bibimbap. Sepertinya enak.” Naeun tersenyum mengiyakan perkataan Myungsoo. Mereka pun masuk ke kedai bibimbap dan memesannya. Tak lama kemudian pesanan mereka pun tiba.

“Wah… sepertinya enak sekali.” Ucap Naeun sambil menghirup uap panas yang mengepul diatasnya.

“Makanlah! Kalau sudah dingin tidak enak.” Naeun mengangguk dan mengambil sumpit.

“Selamat makan!” Mereka pun melahap bibimbap itu bersama-sama. Myungsoo tersenyum melihat Naeun yang makan dengan lahap. Sepertinya gadis itu cukup kelaparan.

“Hei… pelan-pelan makannya!” ujar Myungsoo pada Naeun.

“Aku lapar sekali Myungsoo-ya.” Naeun kembali melahap makanan itu. Myungsoo memutar kedua matanya dan kembali melahap makanannya.

“Wah aku kenyang sekali.” Ucap Naeun setelah menghabiskan bibimbapnya. Tak lama kemudian Myungsoo pun selesai. Myungsoo menatap Naeun dan menemukan ada saus bibimbap yang tertinggal di atas bibir gadis itu.

Aish… kau belepotan sekali.” Myungsoo mengelap saus itu dengan ibu jarinya, membuat Naeun membeku mendapatkan sentuhan itu.

“Ah… Mi… Mianhae…” jawab Naeun terbata-bata. Myungsoo tersenyum mendengarnya.

“Kau memang sangat lucu Naeun-ah.”

~~~~

Sementara itu Howon dan Eunji menjadi semakin dekat. Sejenak Howon bisa melupakan Naeun yang pernah membuatnya kecewa. Dan ia merasakan perasaan aneh saat Eunji berada di dekatnya. Seperti saat ini, mereka tengah duduk bersama di sebuah bangku taman. Dan suasana diantara mereka hening.

“Eumm…” ucap mereka bersamaan.

“Kau duluan.” Ucap Howon.

“Tidak, kau yang terlebih dulu. Jadi kau saja dulu.” Howon menghela nafas dan menghembuskannya perlahan.

“Eunji-ya…”

Nde?”

“Semenjak aku mengenalmu, ku akui aku merasa nyaman berada di dekatmu.” Eunji menatap Howon.

“Sejujurnya jika ditanya soal Naeun, aku merasa sedikit kecewa padanya.”

Waeyo?” Howon kembali menghembuskan nafasnya.

“Aku merasa dia tidak pernah menyukaiku.”

‘Naeun memang tidak menyukaimu Howon-ah.’ Batin Eunji

“Tapi saat kau datang. Sejenak, aku bisa melupakannya. Ini bukan berarti aku menjadikanmu pelarian Eunji-ya. Tapi…”

“Tapi?”

“Tapi sepertinya…” Howon menggantungkan kalimatnya. “Aku mulai menyukaimu Eunji-ya.”

Deg…

Detak jantung Eunji berdetak lebih cepat mendengar pernyataan Howon.

‘Benarkah Howon menyukaiku?’ batinnya berkata.

“Jung Eunji… aku menyukaimu.” Ucap Howon sambil menggenggam kedua tangan Eunji. “Will you be my girl?” Eunji masih belum mempercayai semua ini.

“Kau… serius?” Howon mengangguk mantap.

“Setelah semua yang ku rasakan. Aku pikir aku benar-benar menyukaimu.” Eunji terdiam mendengarnya.

“Lalu… bagaimana dengan Naeun?” Tanya Eunji kembali membuat Howon terdiam sejenak.

“Sebenarnya… aku dijodohkan dengannya.” Eunji berpura-pura terkejut. Sebenarnya ia memang sudah mengetahuinya dari awal. “Tapi Naeun tidak menyukaiku. Dan semua akan sia-sia bukan jika kami tidak saling mencintai?” Eunji mengangguk mengiyakan perkataan Howon.

“Kau benar Howon-ah. Bagaimana mungkin kita menikahi seorang yang tidak kita cintai dan orang itu pun terlihat tidak menyukai kita.”

“Tepat sekali. Jadi… apa keputusanmu?” Eunji berpikir sejenak. Tak lama kemudian ia mengangguk.

“Aku menerimamu Howon-ah.” Howon tersenyum dan langsung memeluk gadis itu.

Gomawo Eunji-ya… aku berjanji tidak akan pernah mengecewakanmu. Saranghae Jung Eunji.” Eunji tersenyum mendengarnya.

Nado saranghae Lee Howon…”

.

.

.

Satu Bulan Kemudian…

.

.

.

Krystal meraih ponselnya dan mencari sebuah kontak. Setelah menemukannya, ia langsung menghubungi nomor itu. Tak lama kemudian terdengar suara namja yang menjawab.

Yeobuseyo oppa. Ini aku Krystal.”

“Krystal? Ada apa kau menghubungiku? Belum puaskah kau menghancurkan kehidupan dongsaengku eoh?!!” Bentak namja itu membuat Krystal menjauhkan ponselnya.

“Aku tahu oppa. Aku salah, tapi bukankah salah dongsaengmu sendiri yang menjadikanku selingkuhannya. Aku tidak tahu menahu bagaimana kehidupannya, karena dia sendiri tidak menceritakannya.” Jelas Krystal panjang lebar.

“Mworago? Haish! Anak itu memang harus ku beri pelajaran.” Krystal tersenyum mendengarnya.

Keunde oppa…”

“Apa lagi?” Jawab namja itu dingin.

Dongsaengmu… membuat sedikit masalah.”

“Masalah apa lagi?!”

“Dia… tidak bertanggung jawab dan malah bersama yeoja lain.”

“Mworago?! Dia tidak bertanggung jawab? Yah! Apa dia menghamilimu eoh?!”

Nde... Dan aku meminta bantuanmu untuk meluruskan semuanya.”

“Huh! Aku tahu akal jahatmu Jung Krystal. Aku tahu kau hanya memanfaatkanku agar Myungsoo bisa kembali padamu bukan. Aku sudah tahu itu.”

“Jika kau tak percaya, kau dapat melihatnya sendiri. Tapi jika aku benar. Kau harus meluruskan semuanya.”

“Geure! Aku akan datang padamu dan melihatnya sendiri. Jika kau berbohong… jangan pernah mengganggu kehidupan Myungsoo untuk selamanya.”

Geure. Aku akan melakukannya jika aku berbohong.” Pip. Telpon pun terputus. Krystal tersenyum mendengarnya.

“Kim Myungsoo… kita lihat apa yang bisa kau lakukan jika hyungmu sendiri mendatangimu.”

.

.

.

Keesokan Harinya…

.

.

.

Seorang namja turun dari mobil sedannya. Dengan ransel yang menempel di punggungnya. Ia melihat gedung apartemen mewah di depannya. Tanpa pikir panjang, namja itu pun masuk dan mencari alamat yang di tuju.

Singkat cerita, kini ia sudah berada di depan pintu bernomor 2098. Ia memastikan alamat yang di berikan Krystal lewat sms. Setelah meyakinkan dirinya, ia pun meneka tombol bel. Tak lama kemudian muncullah sosok yang ia cari.

Eoh Sunggyu oppa kau sudah datang.” Namja yang tak lain adalah Sunggyu itu menatapnya dingin.

“Kau tak perlu berbasa-basi. Bukti apa yang kau miliki huh?!” Krystal menarik tangan Sunggyu agar masuk ke dalam terlebih dahulu.

“Kau ingin bukti. Inilah buktinya.” Krystal menyentuh perutnya yang sedikit membesar.

“Aku tidak percaya. Kau pasti menyembunyikan kain atau sejenisnya bukan?” Krystal yang kebetulan mengenakan kaos menaikan sedikit kaosnya dan menunjukkan perutnya yang terlihat gemuk.

“Kau masih tidak mempercayaiku?” Sunggyu menyelidiki perubahan pada Krystal.

“Ah aku tahu. Kau pasti sengaja makan banyak agar terlihat lebih gemuk bukan? Sudahlah kau tak perlu membohongiku.” Krystal mendengus dan pergi mengambil sesuatu di kamarnya. Tak lama kemudian ia pun datang kembali dengan membawa sebuah map.

“Setelah kau melihat ini kau pasti akan percaya padaku.” Krystal menyerahkan map itu pada Sunggyu. Sunggyu melihat isi map itu yang ternyata adalah surat pernyataan dokter yang menyatakan bahwa Krystal sedang mengandung. Sunggyu terkejut melihatnya.

“Tidak… tidak mungkin. Myungsoo tidak mungkin melakukannya. Dia sudah berkata bahwa ia sudah berpisah denganmu dan ingin menyelesaikan masalahnya dengan Naeun.”

“Jika ia sudah berpisah denganku mengapa ia bisa melakukan hal ini padaku? Tidak mungkin bukan ia melakukannya dalam keadaan tidak sadar?” Sunggyu mengepalkan tangannya.

“Anak itu benar-benar…” gumam Sunggyu membuat Krystal tersenyum. “Baik! Aku akan meluruskan semuanya. Kau puas?!” Sunggyu menyerahkan surat itu dengan kasar dan berlalu meninggalkan apartemen Krystal.

“It’s show time. Pasti akan sangat menarik melihat kakak adik bertengkar.”

~~~~

Myungsoo tengah membaca buku di rumahnya. Ia duduk bersantai di kursi santai yang terdapat di tepi kolam. Halaman demi halaman telah dibacanya. Saat akan membaca halaman terakhir tiba-tiba…

“Kim Myungsoo!!” Myungsoo bangkit dan menoleh kearah pintu yang berada tepat di belakangnya. Ia terkejut melihat sosok hyungnya memasuki halaman belakang rumahnya.

“Sunggyu hyung? Mengapa kau kemari?” Sunggyu yang emosi langsung menghampiri Myungsoo dan menarik kerah bajunya.

Neo… apalagi masalah yang akan kau timbulkan kali ini eoh?!” bentak Sunggyu pada Myungsoo.

“Tunggu dulu. Hyung sebenarnya masalah apa yang kau maksud.” Sunggyu melepaskan cengkramannya dan…

.

Plakk

.

Sunggyu menampar Myungsoo cukup keras. Myungsoo menyentuh pipinya yang memerah.

“Kau tahu apa masalahmu?” Myungsoo menunduk. “Tadi malam Krystal menelponku dan mengatakan bahwa kau kembali membuat masalah. Kau tahu apa yang ia inginkan? Ia menginginkan pertanggung jawabanmu.” Myungsoo mendongkak dan menatap hyungnya.

“Pertanggung jawaban? Pertanggung jawaban untuk apa hyung? Aku tidak pernah melakukan apapun padanya!” jawab Myungsoo dengan nada yang cukup tinggi.

“Jika kau tidak melakukan apapun padanya. Mengapa ia bisa mengandung anakmu?!!” bentak Sunggyu membuat Myungsoo membeku.

M… Mwo? Kau bilang… anakku…?” Tanya Myungsoo tak percaya.

Eoh! Dan aku sudah melihatnya sendiri. Aku harus meluruskan semua ini. Dan kau… harus bertanggung jawab dengan perbuatanmu!” ucap Sunggyu yang langsung berlalu meninggalkan Myungsoo.

“Argh!! Mengapa ia selalu menyusahkanku?!” geram Myungsoo. Lalu ia ingat kejadian beberapa bulan lalu.

.

Flashback

Saat Krystal membaringkan tubuhnya, Myungsoo yang tidak sadar bermimpi tentang Naeun. Di dalam mimpinya ia melihat gadis itu tertidur di sampingnya. Tanpa pikir panjang ia mencium bibir gadis itu. Tapi dalam kenyataannya ia malah mencium bibir Krystal yang tertidur di sampingnya.

.

Flashback end

.

Myungsoo mengacak rambutnya frustasi. Ia tidak menyangka jika mimpinya membawanya ke dalam masalah yang cukup besar. Myungsoo duduk di kursi itu dan memikirkan perasaan Naeun bila mengetahui semua ini.

“Apa yang harus ku lakukan Naeun-ah? Aku sudah berjanji tak akan mengecewakanmu lagi. Tapi kini… aku sudah melanggarnya.”

.

.

.

Keesokan Harinya…

.

.

.

Myungsoo membawa Naeun ke suatu tempat. Sesampainya disana mata Naeun melebar karena tempat itu adalah taman hiburan. Myungsoo tersenyum melihat keceriaan Naeun. Mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam.

Setelah membeli tiket, mereka pun menaiki banyak wahana yang menyenangkan. Dan kini mereka tengah menaiki perahu berdua. Myungsoo mendayung perahu itu dan Naeun terlihat sangat menikmati udara sore hari ini. Myungsoo menghentikan perahunya di tengah danau.

“Kau senang hari ini?” Naeun mengangguk.

“Sangat, sangat senang.” Myungsoo tersenyum mendengarnya.

“Ah iya, aku memiliki sesuatu untukmu.” Naeun menaikan sebelah alisnya.

“Apa itu?”

“Tutup matamu.”

Nde?”

“Sudah tutup saja matamu.” Naeun menurut dan mulai menutup matanya. Myungsoo mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.

“Setelah ku hitung sampai tiga. Kau boleh membuka matamu. Arasseo?” Naeun mengangguk.

Hana… Dul… Set… buka matamu.” Perlahan Naeun membuka matanya dan terkejut melihat hadiah Myungsoo yang ternyata sebuah kalung liontin berbentuk hati.

“Myungsoo-ya… ini… indah sekali…” Myungsoo kembali tersenyum.

“Biar ku pasangkan.” Naeun mengangguk dan membiarkan Myungsoo memasangkan kalung itu di leher jenjangnya.

Gomawoyo Myungsoo-ya…” Naeun langsung memeluk Myungsoo setelah namja itu selesai memasangkan kalung itu di lehernya.

‘Mianhae Naeun-ah… aku belum bisa memberitahumu tentang kenyataan yang sebenarnya.’ Batin Myungsoo berkata.

‘Aku tak ingin kehilanganmu lagi Naeun-ah… aku cukup bahagia mendapatkanmu kembali walaupun aku harus mengulangnya dari awal.’ Batin Myungsoo kembali.

Setelah cukup lama Naeun pun melepaskan pelukannya.

“Naeun-ah…”

Nde?”

“Aku ingin kau berjanji satu hal padaku.” Naeun kembali menaikan sebelah alisnya.

“Janji apa?” Myungsoo menghela nafas dan menghembuskannya perlahan.

“Berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkanku. Seburuk apapun keadaanku, aku ingin kau tetap bisa menerimaku apapun keadaanku.” Naeun mengangguk.

Nde, aku berjanji akan selalu menerimamu apapun kekurangan dan keburukan yang kau miliki Myungsoo-ya.” Myungsoo tersenyum dan kembali menarik Naeun ke dalam dekapannya.

Gomawo Naeun-ah.”

Cheonma.” Myungsoo terus mendekap gadis itu erat.

‘Mianhae Naeun-ah… aku harap kau bisa tetap menerimaku walaupun suatu hari nanti… kau akan mengetahui kenyataan. Bahwa aku… telah memiliki seorang anak dari gadis lain.’

.

.

.

TBC

.

.

.

Well…

Akhirnya tugas author ngepost part 3 selese juga kk

Gimana nih ceritanya?

Pasti pada kesel ya arena Krystal? #peace -_-V

Gomawo udah nyempetin baca FF gaje plus absurd ini wkwk

Jangan gebukin author kalo part selanjutnya bakalan agak telat di post. xD

Gamsahamnida *bow #tring #ngilang

Advertisements

30 responses

  1. Pas baca Author note terakhirnya…IYAAA AKU KESEL SAMA KRYSTAL!!!
    Tapi, terobati karena MyungEun momentnya banyak wkwkwk…

    Tapi, tetep aja kesel karena Myungsoo sampai me(ehem-ehem)in Krystal, kep writing

    September 28, 2014 at 10:46 am

    • hehe mian… kalau kesel sama Krystal.
      tapi gak kesel sama authornya kan? kkk
      gomawo saeng untuk komennya 🙂
      di next part kayanya bakal ada kejutan hehe
      di tunggu aja di next chapter 🙂

      September 28, 2014 at 12:35 pm

  2. kana

    andwe..
    smg itu bkn anakx myungsoo..
    kshan naeun,klw itu bnran terjdi
    dia hrs mrskan skt yg kedua kalix..
    krystal bnr2, sna gangguin kai aj jgn myungsoo
    next part ditunggu yach cingu

    September 28, 2014 at 11:33 am

    • hehe jawabannya mungkin ada di part 4 atau part 5 hehe.
      authornya kejem ya? #peace kkk xD
      gomawo untuk komennya chingu 🙂
      di tunggu aja next part’nya nde?^^

      September 28, 2014 at 12:37 pm

  3. nalina

    kok nyesek sih -____- thor tolong pls banget itu krystal hamil beneran anak L ?? pls jangan sampe bener -___- ditunggu next partnya thor good luck :))

    September 28, 2014 at 11:56 am

    • iya chingu aku juga yang nulisnya agak nyesek baca akhirnya -_-
      hmmm… jawabannya ada di part 4 atau part 5 hehe
      tapi tenang. endingnya tetep sama Naeun ko 🙂
      cuma sebelum ending pasti harus ngelewatin dulu cobaan dan rintangan. xD
      gomawo untuk komennya chingu 🙂
      di tunggu aja next part’nya nde ^_^

      September 28, 2014 at 12:42 pm

  4. Han DeeZha

    OMG hello Eonni >< . Ini ff Bikin Gereget sumpah . apalagi ame Krystal ntu -_- . Semoga aje deh ntu bukan anakx myungsoo . kan kasian naeunnya 😥 . hohoho Semoga Eunji ame Howon langgeng ye ^^ . Ditunggu Next chapternya Eon ^^ .

    September 28, 2014 at 12:38 pm

    • hello juga saeng xD
      hehe mian saeng di bikin greget biar pada penasaran sama kelanjutannya wkwk
      tenang saeng. endingnya tetep sama Naeun ko hehe
      cuma disini Naeun harus ngalamin dulu cobaan yang cukup berat. 🙂
      buat Hoya sama Eunji. kayanya hubungan mereka di next part bakal di uji deh kkk
      gomawo buat komennya saeng kkk
      di tunggu aja next part’nya nde? ^_^

      September 28, 2014 at 12:45 pm

  5. jayanthi

    Aaaaaa…. Akhirrr updatee… Ahahayy,, dongg panjangg niihh,, keekekeke ayoo thorr lnjutkan lgi 😀 duhh.. Omoo ituu krital bneran hamil.. Aaa gmna ntar sma myungeunnya hikss 😦 doohh tlong thorr jgnn biar kan itu trjdii smga ajaa ituu sii kristal cma akting 😦 , yoyoyo fighting ^^)b

    September 28, 2014 at 10:42 pm

    • Hehe gomawo untuk komennya chingu 🙂
      Hehe iya dong panjang buat muasin reader kkk
      Hmmm jawabannya ada di part 4 atau part 5 😀
      Di tunggu aja nde? ^_^

      September 29, 2014 at 3:54 am

  6. Awww…Itu beneran anaknya Myungsoo?Atau si Krystal cuma boongan?Ceritanya makin seru aja, moment MyungEunnya juga banyak, keep writing! 😀

    September 29, 2014 at 8:37 am

    • Hehe jawabannya ada di part selanjutnya atau part 5 😀
      Gomawo untuk komennya chingu 🙂
      Di tunggu aja next part’nya nde? ^_^

      September 29, 2014 at 8:46 am

  7. KRYSTAL NYEBELIN! itu anaknya Myungsoo beneran apa bukan? berharapnya itu bukan anaknya Myungsoo dan anaknya Krystal tapi sama namja lain.
    ngga rela kalo Naeun harus pisah lagi sama Myungsoo huhu
    moment Myungeunnya.. ahihihi 😀
    ditunggu part selanjutnya thor 😀

    October 1, 2014 at 12:50 pm

    • Hehe… gomawo untuk komennya chingu 🙂
      Di tunggu aja nde nextnya kkk 😀

      October 1, 2014 at 10:54 pm

  8. tiara MyungEun

    Holla author ^^ new reader neehh/?
    Keren thor ceritanya. Semoga itu bujan anak L oppa… hwaiting thor 🙂 ditunggu next chapter nya 😀

    October 2, 2014 at 3:21 pm

    • Hallo juga Tiara 🙂
      Selamat bergabung nde? 😀
      Gomawo untuk komennya 🙂
      Di tunggu aja nde next part’nya? 😀

      October 2, 2014 at 3:25 pm

  9. jjeon

    sakitnya tuh disini

    October 5, 2014 at 5:13 am

  10. faramelia

    Aduuuh…nyesek bingit..bacanya…
    Ksel sama sih krystal..pngen deh rsanya ngejitak kplanya si krys-onnie..
    next part-nya udah ada belom cinggu?
    pnasaran nih…

    October 9, 2014 at 7:39 pm

    • Gomawo untuk komennya 🙂
      wis sabar chingu kkk
      belum ada chingu. 😦
      aku masih sibuk UTS sekarang.
      jadi belum mikirin kelanjutan FF ini 😥
      di tunggu aja nde next’nya 😀
      sekali lagi gomawo^^

      October 14, 2014 at 2:55 pm

  11. Pingback: Don’t You Remember Me? (Part 4) | Kimmy World

  12. gie

    ih anjryd jd kesel bgt sm jsj huhu u,u ak tunggu next chapternya thor jangan lamalama,,,,jangan gantungin w/g

    November 8, 2014 at 7:28 am

    • Hehe gomawo udah ninggalin jejak chingu^^
      Next chapnya udah aku post ko. Tinggal dibaca aja ^_^
      Happy reading^^
      Jangan lupa komennya nde 😀

      November 8, 2014 at 7:58 am

  13. Pingback: Don’t You Remember Me? (Part 5) | Kimmy World

  14. Pingback: Don’t You Remember Me? (Part 6) [END] | Kimmy World

  15. wulan

    Beneran itu hamil..wahhh parahh ini..masa naeun skt hati lg….wahh mkn complicated adja…

    January 5, 2015 at 11:58 am

  16. Pingback: Love, Life Of Us [Teaser] | Kimmy World

  17. Pingback: [Chaptered] Love, Life Of Us (Part 1) | Kimmy World

  18. Very nice post. I definitely appreciate this site. Stick with it!

    August 24, 2015 at 11:09 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s