KIM MYUNGSOO FANFICTION

Don’t You Remember Me? (Part 2)

Cover Dont You Remember Me

Title: Don’t You Remember Me?

Author: Kikyindriyani

Main Cast:

Kim Myungsoo (Infinite)

Son Naeun (Apink)

Other Cast:

Lee Howon (Infinite)

Jung Eunji (Apink)

Jung Soojung/Krystal (Fx)

Genre: Romance, Sad, Angst, Hurt

Ratting: PG 15

Length: Chaptered

Disclaimer: Semua cast adalah milik Tuhan dan agensi mereka masing-masing. But this story is MINE dan ide cerita pure dari hasil pemikiranku sendiri. Please don’t copas this story. Don’t be a silent reader. RCL please…

.

.

Annyeong…. 😀

Hari ini author bawain kelanjutan dari FF ini kkk

Ada yang penasaran sama kelanjutannya?

Gak ada? Yaudah pulang. Eh?

Mian eoh kalo ceritanya makin gaje atau ngelantur kemana aja.

Mian juga kalo banyak typo bertebaran wkwk

.

.

Happy Reading^^

.

.

Before Story: Love For A Year

Previous: Part 1

.

.

.

Part 2

Langit gelap yang di hiasi oleh bulan sabit dan bintang-bintang, menambah indah pemandangan kota Seoul malam ini. Myungsoo dan Naeun sedang dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Son.  Myungsoo yang menyetir mobil sesekali melirik ke arah sampingnya dan menemukan Naeun sudah tertidur lelap. Myungsoo tersenyum dan kembali fokus pada  jalan.

.

.

Sementara itu di alam mimpinya Naeun melihat banyak bunga mawar merah di sekelilingnya. Lalu ia pun bebaring di atas padang rumput yang hijau. Naeun mencium aroma bunga mawar yang sudah ia petik sebelumnya. Ia terlihat sangat bahagia.

Namun tiba-tiba seorang namja ikut berbaring di sampingnya. Naeun menoleh dan terkejut melihat sosok itu. Lelaki itu hanya tersenyum menanggapinya.

“M… Myungsoo-ya?” Lelaki yang tak lain adalah Myungsoo itu kembali tersenyum. “Ba… Bagaimana bisa? Kau…” Perkataan Naeun terhenti karena namja itu meletakan jari telunjuknya di bibirnya.

“Tenanglah…” Naeun menatapnya. “Aku merindukanmu Naeun-ah…” Naeun merasakan detak jantungnya berdetak lebih cepat.

N… Nde?” Naeun masih belum bisa mencerna perkataan Myungsoo.

“Kau tidak merindukanku?” Tanya Myungsoo kembali sambil menangkap wajah gadis itu.

“Te… Tentu saja…” jawab Naeun gugup. “Mana mungkin aku tidak merindukanmu Myungsoo-ya.” Myungsoo tersenyum mendengarnya.

Perlahan Myungsoo mendekatkan wajahnya membuat jarak diantara mereka semakin sempit. Seakan takut melihat hal buruk yang akan terjadi, perlahan Naeun menutup kedua matanya. Dapat ia rasakan hembusan nafas Myungsoo di wajahnya. Myungsoo terus mendekat dan…

Chu…

Naeun dapat merasakan bibir Myungsoo menempel di bibirnya. Myungsoo mencium Naeun lembut, membuat gadis itu dapat merasakan kasih sayang tulus darinya. Naeun begitu menikmati kecupan di bibirnya. Ia terlihat tak ingin bangun dari mimpinya.

.

.

Myungsoo melepaskan ciumannya, perlahan air mata keluar dari kedua sudut matanya. Ia begitu sangat merindukan gadis yang duduk di sampingnya kini. Miris, ia hanya dapat mencium gadis itu ketika terlelap. Myungsoo menyeka air matanya. Tak lama kemudian Naeun terbangun dari tidurnya.

“Kita sudah sampai.” Ucap Myungsoo ketika gadis itu masih setengah sadar. Naeun melihat ke sekelilingnya. Dan sadar bahwa ia telah sampai di depan gerbang rumahnya.

Aigoo… berapa lama aku tertidur disini? Mianhae Myungsoo-ya… aku sudah merepotkanmu.”

Gwenchana… sebaiknya kau segera masuk. Orangtuamu pasti khawatir.” Naeun mengangguk dan keluar dari mobil Myungsoo. Saat akan memasuki gerbang, Naeun melambaikan tangannya. Myungsoo membalas lambaian tangan Naeun melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.

Naeun membuka pintu gerbangnya. Di depan rumah Tuan dan Nyonya Son sudah menantinya dengan perasaan khawatir. Nyonya Son langsung memeluk putri semata wayangnya itu dengan erat, seakan takut terjadi sesuatu padanya sehingga ia pulang larut.

“Naeun-ah… kau tidak apa-apa bukan? Mana yang sakit nak?” Naeun melepaskan pelukannya dan menatap sang Ibu.

“Aku baik-baik saja eomma…” jawab gadis itu dengan senyum khasnya. “Geokjeongma…” lanjut gadis itu dan langsung melangkah memasuki rumahnya.

.

.

.

Keesokan Harinya…

.

.

.

Myungsoo sedang menikmati sepiring pancake yang diguyur madu dengan topping strawberry. Di temani secangkir hot cappucinno, dan suasana café yang belum begitu ramai oleh pengunjung. Sesaat Myungso kembali teringat kejadian malam tadi, saat mencium Naeun ketika gadis itu sedang terlelap.

Flashback

 

Myungsoo menepikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah Naeun. Namun saat melirik ke arah sampingnya, ia menemukan Naeun masih terlelap dalam tidurnya. Saat akan membangunkan Naeun, Myungsoo menatap cukup lama wajah gadis itu. Hingga tanpa sadar perlahan Myungsoo mendekatkan wajahnya dan mendaratkan bibirnya diatas bibir Naeun.

 

Myungsoo mengecup bibir itu lembut, namun begitu terkejutnya ia ketika Naeun membalas ciumannya. Myungsoo takut Naeun sudah bangun dari tidurnya. Namun saat ia membuka matanya, ia mendapatkan Naeun masih memejamkan matanya. Setelah cukup lama ia pun melepaskan ciumannya.

 

Flashback End

 

Tanpa terasa ia meneteskan air matanya. Myungsoo tak kuasa menahan kerinduannya terhadap Naeun, gadis yang dulu pernah ia tinggalkan. Ia sangat menyesali kebodohannya, belum lagi kini Naeun tidak mengingatnya sama sekali. Ia begitu penasaran dengan apa yang terjadi pada gadis itu.

Saat ia bangkit dan hendak meninggalkan tempat itu, tiba-tiba ponselnya berdering. Myungsoo mengeluarkan benda tipis berbentuk persegi panjang itu dari saku celananya. Ia mendengus kesal melihat nama sang pemanggil. Tanpa pikir panjang ia menggeser layar ponselnya dan menempelkannya di telinga sebelah kanannya.

Eoh?” jawab Myungsoo dingin

“Eodigayo?” Jawab seorang gadis dari seberang sana.

“Untuk apa kau menanyakan itu?” Tanyanya lagi dengan nada yang sama.

“Jebal oppa… biarkan aku menemuimu. Sekali… saja.” Myungsoo mendengus mendengarnya.

“Ada urusan apa kau ingin menemuiku? Aku tidak punya banyak waktu untuk mendengar hal yang tidak penting.”

“Chakkaman oppa!” cegah gadis itu saat Myungsoo akan mengakhiri panggilannya.

“Ada apa lagi?!” Tanya Myungsoo dengan nada yang kesal.

“Aku tahu kau sedang berada di sebuah café.” Myungsoo melirik ke sekitarnya.

“Bagaimana kau tahu?”

“Aku tahu…” Myungsoo masih menunggu kelanjutan kalimat dari gadis itu. “…karena aku berada di tak jauh dari sana.” Myungsoo kembali melihat ke sekitarnya dan tak menemukannya.

“Tengoklah jendela sebelah kananmu.” Myungsoo memalingkan pandangannya menuju tempat yang di tunjukkan gadis itu. Ia terkejut melihat sosok gadis yang menelponnya berada di seberang jalan dan mulai melangkahkan kakinya menuju padanya.

Gadis yang tak lain adalah Krystal itu masuk ke dalam café dan menghampiri meja tempat dimana Myungsoo duduk. Lelaki itu memutar kedua matanya dan menatap tajam gadis yang berada di hadapannya kini.

Mwoya?” Krystal duduk di kursi yang berada di hadapan Myungsoo.

“Aku butuh penjelasnmu oppa!”

“Tentang?” Krystal menghela nafas dan menghembuskannya perlahan.

“Tentang kehidupanmu sebelumnya.” Myungsoo menaikan sebelah alisnya.

“Kehidupanku sebelumnya? Maksudmu?” Krystal kembali menghela nafasnya.

“Apa benar sebelum kau bersamaku kau…” Krystal mengantungkan kalimatnya. “…Sudah bertunangan dengan gadis lain?” Myungsoo sedikit terkejut mendengarnya. Namun ia memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya.

Eoh.” Kini giliran Krystal yang terkejut mendengarnya. “Mianhae… telah membohongimu sebelumnya.” Lanjut Myungsoo santai. Krystal berusaha menahan butiran-butiran bening yang berada di sudut matanya.

Gwenchana…” Myungsoo terbelalak mendengar jawaban Krystal yang jauh dari prediksinya. “… nan gwenchanta…” Myungsoo menatapnya tajam. “Karena sampai kapanpun… aku tidak akan pernah melepaskanmu oppa…” Myungsoo mendengus dan memalingkan wajahnya.

Yah! Neon micheosseo?” Tanya Myungsoo sakratis.

Eoh!” jawab Krystal dengan nada yang cukup tinggi. “Aku gila karenamu Kim Myungsoo!” Myungsoo bangkit dari tempat duduknya.

Yah! Aku sudah mengatakan padamu Jung Krystal! AKU… menyesal telah mengenalmu!” Myungsoo meraih tas jinjing berwarna cokelat muda yang awalnya ia bawa dan melangkah meninggalkan tempat itu.

Krystal menghapus air mata yang terjatuh dari kedua sudut matanya. Ia tidak menyangka Myungsoo semudah itu meninggalkannya. Ia menatap punggung lelaki itu yang sudah keluar dari café. Lalu ia melihat ponsel Myungsoo yang tergeletak di meja. Ia tersenyum dan meraih ponsel berwarna hitam itu.

“Kau mungkin akan terus menghindariku. Tapi bagaimana jika benda ini berada di tanganku? Apa kau akan kembali padaku… Kim Myungsoo?”

~~~~

Myungsoo mengunjungi rumah Eunji. Ia menekan bel dan terdengar suara khas gadis itu. Setelah memberitahu namanya, pintu terbuka dan Myungsoo pun masuk ke dalam. Di dalam rumah ia di sambut oleh Tuan dan Nyonya Jung dan juga putri mereka Eunji.

“Wah, wah, wah… tumben sekali kau berkunjung sepagi ini. Ada apa?” Tanya Eunji to the point. Myungsoo pun tersenyum dan memberikan tas jinjing yang ia bawa pada Eunji.

Cha…” Eunji menatap heran tas itu. Ia pun membuka dan melihat isi dari tas itu. Matanya melebar setelah melihatnya.

“Woah! Kau tahu saja aku suka dengan cupcake. Gomawoyo.” Myungsoo tersenyum mendengarnya.

Cheonma.” Jawabnya “Sebenarnya maksud kedatanganku kemari. Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.” Eunji menaikan sebelah alisnya.

Mwoya?

“Aish! Bisakah kita mengobrol berdua saja?!” protes Myungsoo pada Eunji.

Ah… arasso, arasso. Mari kita bicarakan dilantai atas.” Eunji berbalik dan melangkah menuju tangga. Myungsoo pun membuntutinya menuju lantai atas.

“Sekarang apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Eunji saat mereka tiba di lantai atas.

“Sebenarnya… aku penasaran dengan Naeun.” Eunji masih menatap namja itu. “Aku ingin bertanya padamu… sebenarnya apa yang terjadi pada Naeun?”

Deg…

Eunji terkejut mendengar kalimat yang dilontarkan Myungsoo. Ia tahu cepat atau lambat Myungsoo pasti akan menanyakan hal itu padanya. Eunji ragu untuk menceritakannya, namun ia memutuskan untuk menceritakan semuanya. Eunji menghela nafas dan menghembuskannya perlahan.

“Sebenarnya…” Myungsoo menatapnya intens. “Naeun mengalami amnesia.”

Deg…

M… Mwo…?” jawab Myungsoo terbata-bata. Eunji mengangguk lemah. “Wae? Apa penyebab ia mengalami amnesia?” Eunji kembali menghela nafasnya.

“Beberapa bulan lalu… Naeun mengalami kecelakaan tabrak lari.” Myungsoo kembali dikagetkan oleh pernyataan Eunji.

M…Mwo?

“Seminggu setelah batalnya acara pernikahan kalian. Naeun memutuskan untuk meninggalkan rumah impian kalian, rumah yang telah kalian bangun dua tahun lalu.” Myungsoo masih menatap Eunji.

“Setelah batalnya pernikahan itu. Naeun menjadi seorang penyendiri. Ia tak pernah berbaur dengan teman-temannya. Hanya aku satu-satunya sahabat yang masih setia menemaninya.” Myungsoo menunduk mendengar semuanya.

“Setiap pagi bila ku berkunjung ke rumah kalian. Aku selalu menemukan matanya sembab pertanda ia menangis sepanjang malam. Badannya juga terlihat lebih kurus. Terkadang aku menemukan lilin-lilin kecil yang terbaris di lantai. Ia juga sering terlihat murung dan melamun.” Myungsoo semakin merasa bersalah.

“Saat ia sudah tak sanggup bertahan disana. Ia memutuskan untuk pergi dan kembali ke rumah orangtuanya. Namun saat akan menyebrang jalan… sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi dan menerobos lampu merah. Aku yang kebetulan baru saja pulang dari supermarket melihat kejadian itu secara detail. Masih ku ingat darah segar yang mengalir dari kepalanya. Aku segera menghubungi ambulance dan membawanya ke rumah sakit.” Jelas Eunji panjang lebar.

“Aku begitu terkejut mendengar Naeun mengalami amnesia. Aku juga sempat mengalami kesulitan untuk mengembalikan ingatan Naeun tentangku. Aku merasa tidak yakin ia akan cepat mengingatmu Myungsoo-ya.” Myungsoo menatapnya tak percaya.

“Mengingat aku yang hanya sahabatnya saja ia membutuhkan waktu tiga minggu. Bagaimana denganmu yang tidak lain adalah tunangannya. Butuh waktu yang cukup lama baginya untuk mengingatmu kembali Myungsoo-ya.” Myungsoo menunduk meratapi semuanya.

“Ini memang salahku yang dulu meninggalkannya. Aku memang namja bodoh meninggalkan Naeun karena yeoja lain.” Myungsoo kembali menyesali semuanya. Eunji yang merasa simpati menghampiri lelaki itu dan menepuk bahunya pelan.

“Sudahlah… Aku tahu kesalahanmu sangat besar. Tapi… Cobalah untuk mendekatinya kembali. Aku yakin cepat atau lambat Naeun pasti akan segera mengingatmu.” Ucap gadis itu memberi semangat.

Gomawoyo Eunji-ya…”

Cheonma. Oh ya. Mengapa kau tidak menelponku sebelum datang kemari?” Myungsoo menepuk dahinya.

Aigoo aku lupa. Aku terlalu memikirkan Naeun sampai tak memikirkan apa kau ada di rumah atau tidak hehe.” Jawabnya sambil terkekeh.

Arasso. Beruntung aku sedang di rumah hari ini. Bagaimana jika aku tak ada saat kau kemari?”

“Hehe, nde Eunji-ya… mianhada.” Jawab Myungsoo sambil merogoh saku celananya. Namun ia terkejut ketika benda persegi panjang itu tak berada di tempatnya.

“Apa yang kau cari?”

“Ponselku. Sepertinya tadi aku meninggalkannya di café.”

Aish! Bagaimana bisa kau melupakan hal sekecil itu?”

“Ceritanya panjang Eunji-ya. Kita tidak punya banyak waktu. Ayo pergi ke café yang ku datangi tadi pagi, sebelum ada orang yang mengambilnya.” Eunji memutar kedua matanya ia pun mengambil tasnya dan mengikuti Myungsoo turun ke lantai bawah.

Setelah berpamitan Myungsoo dan Eunji melaju ke café yang Myungsoo kunjungi tadi pagi. Sesampainya disana Myungsoo segera menghampiri meja yang ia duduki sebelumnya dan tak menemukan apapun disana. Myungsoo memijat keningnya memikirkan hilangnya ponsel itu.

“Apa mungkin ada seseorang yang mencurinya?” Myungsoo menggeleng.

Molla…” Myungsoo berfikir sejenak. Lalu ia teringat pada Krystal. “Hoksi…

Hoksi?

Aigoo… aku yakin dia yang mengambil ponselku.”

Mwo? Nugu?

“Krystal.”

Mworago?! Tapi… bagaimana bisa?”

“Aku juga tidak yakin. Tapi dialah orang yang ku temui disini sebelum aku menemuimu.” Myungsoo mendengus kesal.

“Tunggu dulu… bagaimana bisa kau bertemu dengan Krystal?” Myungsoo menghela nafas. Akhirnya ia pun menceritakan semuanya. Eunji hanya bisa menutup mulut dengan kedua tangannya.

Aigoo… aku yakin jika kejadiannya seperti itu. Dialah pelakunya.” Myungsoo mengangguk setuju.

Nde… kalau begitu mari kita pergi ke apartementnya.”

Shireo!!

Wae?!” Eunji terdiam sesaat.

“Aku… aku…” ucap Eunji terbata-bata.

Wae?” desak Myungsoo.

“Sebenarnya… sebenarnya…” Myungsoo menatap heran sahabatnya itu.

“Sebenarnya… kemarin aku sudah membentaknya…” ungkap Eunji lirih.

Mworago?!” pekik Myungsoo terkejut.

Mianhae Myungsoo-ya… tapi aku benar-benar kesal padanya. Karenanya kau jadi meninggalkan Naeun dan membuatnya seperti saat ini.” Myungsoo memijat keningnya yang berdenyut.

“Apa yang harus ku lakukan?” gumam Myungsoo putus asa. Eunji pun hanya menunduk merasa bersalah.

Geure… aku akan mengunjunginya sendiri.” Putus Myungsoo mantap.

“Kau yakin ia akan semudah itu memberikan ponselmu?” raut wajah Myungsoo berangsur berubah.

“Aku tidak yakin…” jawab Myungsoo lirih. “Tapi aku harus mendapatkan kembali ponselku jika ingin mendekati Naeun.” Myungsoo pun berbalik meninggalkan café itu.

“Semoga kau bisa menghadapinya Myungsoo-ya…” gumam Eunji menatap punggung sahabatnya yang memasuki mobilnya.

“Eh? Lalu dengan siapa aku pulang?”  Eunji tersadar saat mobil Myungsoo sudah melesat meninggalkan tempat parkir. Eunji berlari keluar café dan tak sempat mencegah Myungsoo.

Aish! Kalau seperti ini bagaimana caraku pulang ke rumah?” gumam Eunji.

Tak lama kemudian, sebuah mobil sport berwarna putih tanpa atap berhenti tepat di depannya. Seorang namja yang awalnya mengenakan kacamata hitam melepas kacamata itu dan memperlihatkan sosok aslinya. Eunji terkejut melihat sosok itu.

“Howon-ssi?” Howon hanya tersenyum menanggapinya. “Sedang apa kau disini?”

“Aku berniat akan menjemput Naeun. Tapi aku melihatmu disini. Jadi ku putuskan untuk menepi terlebih dahulu.” Eunji ber o ria. “Kau sendiri sedang apa disini?” Eunji menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Eumm… Sebenarnya aku berniat akan pulang. Namun sahabatku meninggalkanku karena ada keperluan mendadak.” Howon mengangguk mengerti.

“Kalau begitu kajja! Akan ku antar kau pulang.” Eunji melebarkan matanya tak percaya.

“Benar tidak apa-apa jika aku ikut bersamamu?”

“Sudahlah santai saja. Aku senang bisa membantu.” Eunji tersenyum dan masuk ke dalam mobil Howon.

Gomawo Howon-ssi…”

“Hei… tak usah terlalu formal. Kau bisa memanggilku Howon atau Hoya.” Senyum Eunji kembali merekah.

Gomawo Hoya-ya.”

~~~~

Myungsoo menatap datar pintu bernomor 2098 itu. Ia terlihat ragu untuk mengetuk atau menekan tombol bel yang terletak di kusen pintu tersebut. Terlihat ia menghela nafas untuk menghilangkan perasaan takutnya. Dengan perlahan Myungsoo mengangkat tangannya menuju tombol bel. Ia pun menekan tombol itu pada akhirnya.

Tak lama kemudian muncullah seorang gadis dengan pakaian yang cukup minim. Myungsoo memalingkan wajahnya melihat gadis itu.

“Akhirnya kau datang juga oppa… sudah lama aku menantimu.” Gadis yang tak lain adalah Krystal itu langsung menarik tangan Myungsoo masuk ke dalam apartementnya. Myungsoo meraih baju kimono yang tergantung di samping pintu. Ia pun menyangkutkannya di bahu Krystal.

“Tutupi itu. Aku tak ingin melihatnya.” Ucap Myungsoo dingin. Krystal pun mengenakan kimono itu dan menghampiri Myungsoo.

“Kau ingin minum apa oppa? Jus, teh, kopi atau…”

“Aku tak ingin apapun! Aku hanya ingin ponselku kembali!” ucap Myungsoo memotong perkataan Krystal. Krystal mendengus kesal.

“Baiklah, baik… aku akan memberikan ponselmu.” Myungsoo menatap Krystal tajam. “Tapi dengan satu syarat.” Myungsoo terbelalak mendengarnya.

Mworago?!” pekik Myungsoo tak terima

“Kau ingin ponselmu kembali bukan?” Myungsoo berdecak kesal.

“Apa maumu?” Krystal tersenyum mendengarnya.

“Kau harus menemaniku malam ini.” Myungsoo kembali menatap tajam Krystal.

“Huh! Kau fikir dengan aku tidur bersamamu. Aku akan kembali jatuh cinta padamu. Tidak akan pernah.” Jawab Myungsoo sakratis.

“Jika kau menolak, kau tidak akan pernah mendapatkan kembali ponselmu.” Myungsoo memalingkan wajahnya menahan kesal. “Bagaimana?”

“Ok, fine! Kau menang sekarang.” Krystal tersenyum dan langsung mencium bibir Myungsoo sekilas.

Gomawo oppa…

“Terserah kau saja!” Myungsoo beranjak pergi menuju kamar mandi.

“Huh! Kau fikir semudah itu kau mendapatkannya kembali. Jangan harap kau bisa keluar setelah masuk perangkapku.”

~~~~

Naeun menunggu Howon di depan gerbang rumahnya. Ia terus melirik arloji berwarna merah muda yang terpasang di pergelangan tangan kirinya. Ia juga menghentakan kakinya untuk membunuh waktu. Tak lama kemudian Howon pun tiba dengan mobil sport putih miliknya.

Mianhae Naeun-ah aku terlambat menjemputmu.” Naeun mendengus kesal.

“Darimana saja kau?! Aku sudah hampir setengah jam menunggumu disini.” Kesal Naeun pada Howon.

Mianhae… di tengah perjalanan aku bertemu sahabatmu Eunji. Aku tidak tega melihatnya berdiri sendirian di tepi jalan. Jadi, ku putuskan untuk mengantarkannya terlebih dulu.” Raut wajah Naeun berubah menjadi ceria ketika mendengar nama Eunji dari mulut Howon.

“Ah… gwenchana… aku senang kau membantu Eunji eonni. Kajja kita pergi!” Naeun pun masuk ke dalam dan Howon pun mengabaikan perasaan herannya.

“Tunggu apa lagi ayo cepat jalan!” ucap Naeun membuyarkan lamunan Howon.

“Ah… nde… mian aku sedikit melamun tadi.” Howon pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah Naeun.

“Naeun-ah…” ucap Howon di tengah perjalanan.

“Hmm…” jawab gadis itu singkat.

“Kau ingin kemana sekarang?” Naeun menoleh menatap Howon.

“Terserah kau saja!” Howon mengangguk dan kembali fokus pada jalanan.

Howon menepikan mobilnya di sebuah coffee shop. Naeun menatap heran tempat itu.

“Mengapa kita ke coffee shop?” Tanya Naeun heran.

“Aku ingin lebih jauh mengenalmu. Mari kita mengobrol sambil minum kopi.” Naeun mengangguk mengerti. Mereka pun turun dari mobil dan memasuki coffee shop itu. Howon menggenggam tangan Naeun, seakan tak ingin kehilangan gadis itu.

Keadaan di dalam tidak begitu ramai. Mungkin karena hari ini adalah hari kerja. Jadi tak banyak pengunjung yang datang. Howon dan Naeun duduk di meja nomor 8. Tak lama kemudian seorang pelayan wanita datang menghampiri mereka.

“Selamat datang. Silahkan memesan terlebih dahulu.” Pelayan itu memberi Naeun dan Howon masing-masing satu daftar menu. Mereka memilih menu yang terdapat dalam menu.

“Aku ingin hot vanilla latte.” Jawab Howon akhirnya.

“Aku ingin hot cappucinno.” Pesan Naeun pada pelayan.

“Baiklah pesanan kalian akan segera kami antarkan.” Pelayan itu mengambil kembali daftar menu, meninggalkan Naeun dan Howon. Setelah beberapa menit menunggu pesananan mereka akhirnya tiba.

“Selamat menikmati.” Ucap pelayan pria ramah.

Gamsahamnida.” Jawab Howon pada pelayan itu.

“Jadi… kita akan memulainya dari mana?” Naeun menaikkan sebelah alisnya.

“Maksudmu?”

“Aku ingin mengenalmu lebih jauh.” Naeun mengangguk mengerti.

“Baiklah aku akan menceritakan sekilas dari kehidupanku.” Naeun pun mulai menceritakan semuanya, mulai dari nama, kegemaran, pendidikan, dan keluarganya. Howon mengangguk mengiyakan perkataan Naeun.

“Geure Naeun-ah. Sekarang aku sudah cukup tahu tentang dirimu. Baiklah aku akan menceritakan kehidupanku.” Howon pun juga menceritkan kehidupannya. Terkadang Naeun tertawa mendengar cerita masa kecil Howon yang lucu.

“Wah… ternyata kau lucu juga saat kecil.” Howon tersenyum mendengarnya.

“Oh ya Naeun-ah.”

“Hmm?”

“Aku belum mendengar kisahmu dalam percintaan. Berapa lama kau berkencan dengan seseorang?” Naeun mencoba mengingatnya, namun nihil ia tak menemukan ingatan itu.

“Entahlah Howon-ah… aku tidak ingat dengan hal itu.” Howon merasa ada yang janggal.

“Kau benar-benar… tidak mengingatnya?” Naeun menggeleng.

“Tidak…” Howon berfikir sejenak.

“Apa yang terjadi sehingga kau tak mengingatnya?” Naeun ingin menceritakan keadaannya. Namun ia ingat pesan orangtuanya untuk tidak menjawab apapun jika Howon menanyakan kisah percintaannya. Naeun juga tidak mengerti mengapa orangtuanya sangat menutupi hal itu.

“Hmm… aniya… ingatanku memang sedikit bermasalah. Jadi aku gampang melupakan sesuatu.” Jawab Naeun seadanya. Ia berharap Howon berhenti menanyakan masa lalunya.

“Hmm geure Naeun-ah.” Naeun bernafas lega mendengarnya. Ia pun melirik arlojinya.

Eoh! Sudah malam. Tak terasa kita mengobrol cukup lama. “ Howon tersenyum menanggapinya.

“Kalau begitu kajja kita pulang!” Naeun mengangguk dan mereka pun meninggalkan coffee shop itu.

~~~~

Myungsoo berbaring diatas ranjang dengan Krystal yang berada di sampingnya. Ia masih terjaga, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 KST. Myungsoo memikirkan Naeun, ia ingin mengetahui kabar gadis itu hari ini. Lalu ia mendengar ponselnya berdering.

Myungsoo mencari keberadaan ponselnya dengan hati-hati. Akhirnya ia menemukan ponsel itu di laci meja rias Krystal. Myungsoo menyimpan ponsel itu di saku celananya dan berjalan perlahan keluar dari kamar.

Setelah keluar darisana Myungsoo berniat untuk meninggalkan apartement Krystal. Namun saat akan keluar dari sana ia di kejutkan dengan lampu yang tiba-tiba menyala. Myungsoo menoleh ke belakang dan menemukan Krystal sudah berdiri diambang pintu kamarnya.

Eodiga?” Myungsoo menatap tajam gadis itu.

“Aku akan pulang. Tugasku disini sudah selesai.” Jawab Myungsoo dingin. Krystal berdecak dan menghampiri namja itu.

“Tidak semudah itu kau dapat meninggalkan tempat ini oppa.” Jawab Krystal sambil menarik kerah kemeja lelaki itu. “Mari kita bermain sebentar.” Lanjut Krystal sambil membuka satu per satu kancing itu. Myungsoo menggagalkan rencana gadis itu dengan menghempaskan tangannya.

“Cukup Jung Krystal!! Hubungan kita sudah berakhir!” pekik Myungsoo sambil mengancingkan kembali kemejanya. Krystal mendorong tubuh Myungsoo dan merapatkannya ke tembok.

“Mungkin bagimu hubungan kita sudah berakhir oppa…” ucap gadis itu sambil menatap manik mata nan tajam milik Myungsoo.

“Tapi bagiku… semua belum berakhir.” Krystal mencium bibir Myungsoo. Saat akan mendorong Krystal, Myungsoo merasakan sesuatu menusuk permukaan kulitnya. Ia terkejut melihat Krystal menyuntikkan sesuatu ke peredaran darahnya. Krystal melepaskan ciumannya dan tersenyum sinis.

“Kau… apa yang kau…” Myungsoo  ambruk dan dengan cepat Krystal menahan tubuh namja itu.

“Sudah ku bilang bukan. Jangan harap kau bisa kembali setelah masuk ke dalam perangkapku. Kim Myungsoo.”

.

.

.

TBC

.

.

Yaps part 2 selesai di post 😀
Gimana nih kelanjutannya?

Makin seru, makin gaje atau gak kedua-duanya?

Huee mian kalo ceritanya kependekan 😥

Abis tangan author lagi sakit

Jadi gak bisa ngetik banyak-banyak 😥 #gaknanya

Gomawo udah nyempetin baca FF dari author yang juga rada gaje #lol

Do’ain aja semoga seminggu ke depan author gak banyak tugas kkk

Biar bisa ngepost part 3 lebih cepat xD

Gamsahamnida 😀 *bow

Advertisements

27 responses

  1. Kakak…akhirnya Part 2nya muncul udah kutunggu-tunggu nih wkwkwk…
    Aduh, itu Krystal jahat banget, tapi Eunji sama Howon making sweet, kalau Naeun aku bingung ngejelasinnya gimana#MirtwaDigebuk.

    Ya udah deh, pokoknya tetap lanjut ya kakak 🙂

    September 20, 2014 at 11:28 am

    • nde… 🙂
      gomawo udah baca 🙂
      mian kalo nunggu lama.
      habis tiap hari tugas banyak terus 😥
      jadilah cuma bisa post pas weekend doang 😦

      di part selanjutnya bakal dibanyakin lagi deh konfliknya hehe
      mungkin juga bisa nambah cast kalau di perlukan hehe
      gomawo untuk komennya saeng 🙂
      di tunggu aja nde kelanjutannya 😀

      September 20, 2014 at 11:33 am

  2. yah, kenapa myungsoo lemah amar ya jadi cowok, agaj ngga suka sama sifatnya myungsoo disini.. diajak tidur bareng sama krystal masa mau..
    mana moment myungeunnya ??? hewhew..
    ditunggu lanjutannya thor 😀

    September 20, 2014 at 1:57 pm

    • hehe mian…
      idenya sepintas gitu aja kkk
      next part di banyakin deh MyungEun moment’nya kkk
      biar Myung gak terlalu galau xD
      gomawo untuk komentarnya 😀
      di tunggu aja nde next’nya 🙂

      September 20, 2014 at 2:13 pm

  3. kana

    yeah part 2x dah ad..
    krg pnjg cingu..
    krystal kok jht banget sih,ap ia menyuntikkan obat bius ke myungsoo..
    mdh2an g terjdi ap2 N myungsoo sgr kmli ke sisi naeun
    part 3 ditunggu

    September 20, 2014 at 2:00 pm

    • hehe nde chingu emang kurang panjang kkk
      orang cuma 11 halaman xD
      nanti di tambahin deh ceritanya kkk
      gomawo untuk komennya chingu 😀
      di tunggu aja nde next’nya 🙂

      September 20, 2014 at 2:15 pm

  4. jayanthi

    Uuaaa,, pendek 😦 tpii kristal jhat msak mkek obt bius,, goh gmna sma myungsooo.. Omoo aduhh mkiinn pnsaran jdi gmna sma myungeun,, kyaaa… Ayoo thorrr lnjtkann,, fighting ^^)b

    September 21, 2014 at 1:46 am

    • Hehe mian chingu…
      Abis aku bingung mau buat TBC dimana kkk
      Akhirnya jadi pas myungstal moment deh 😥
      Tapi tenang…
      Di part selanjutnya di banyakin deh MyungEun momentnya 🙂
      Gomawo untuk komennya 🙂
      Di tunggu aja nde kelanjutannya 😀

      September 21, 2014 at 3:33 am

  5. christina

    golok mana golok serasa aku pengen ngegolok tuh cewe -_-
    eonni kenapa tbcnya ga tepat banget u.u

    September 21, 2014 at 7:55 am

    • Mian saeng 😥
      Eon salah buat TBC 😥
      Di next part gak akan kaya gini lagi deh 😦
      Gomawo untuk komennya saeng 🙂

      September 21, 2014 at 10:55 am

  6. nalina

    krystal apa-apaan -____- murahan banget dia disini — ff nya makin greget aja thor perpanjang dong kependekan mah part MyungEun nya juga dibanyakin dong ditunggu next partnya good luck ^^v

    September 22, 2014 at 6:03 pm

    • gomawo untuk komennya chingu 🙂
      part 3 udah di post ko
      tinggal di baca aja 🙂
      sesuai permintaan di banyakin moment MyungEunnya kkk
      gamsahamnida^^

      September 28, 2014 at 8:23 am

  7. Ya ampun…Krystal apa-apaan tuh sampe ngebius Myungsoo.
    Tapi MyumgEun momentnya kurang, TBCnya ganggu. Keep writing Thor, Fighting!

    September 24, 2014 at 11:10 am

    • gomawo untuk komennya 🙂
      mian late reply hehe
      part 3 udah di post ko.
      kalo makin greget atau kesel mian eoh? kkk
      gomawo chingu 🙂

      September 28, 2014 at 8:22 am

  8. Pingback: Don’t You Remember Me? (Part 3) | Kimmy World

  9. windblue

    wah plot sepertinya dibangun dengan baik 🙂 semoga semakin menegangkan di chapter selanjutnya!

    October 7, 2014 at 9:17 am

    • Gomawo chingu untuk komennya ^_^
      Hehe iya…
      Nanti aku tambahin konfliknya 🙂

      October 7, 2014 at 11:38 am

  10. Pingback: Don’t You Remember Me? (Part 4) | Kimmy World

  11. Pingback: Don’t You Remember Me? (Part 5) | Kimmy World

  12. Wah.. Kok disini soo jungnya jahat.??

    December 10, 2014 at 11:42 am

    • Mian chingu.
      Kan ini cuma ff.
      Aslinya kan engga 🙂
      Gomawo udah komen 🙂

      December 17, 2014 at 12:29 am

  13. Pingback: Don’t You Remember Me? (Part 6) [END] | Kimmy World

  14. wulan

    Wahh msk jebakan dech myungsoo y..jahat jg soojung y..hmmmm ayoo d tunggu lanjutan y…

    January 5, 2015 at 11:07 am

  15. Pingback: Love, Life Of Us [Teaser] | Kimmy World

  16. woro dwi khodriati

    bagus banget jadi penasaran cerita selanjutnya

    January 20, 2015 at 2:51 pm

  17. Pingback: [Chaptered] Love, Life Of Us (Part 1) | Kimmy World

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s