KIM MYUNGSOO FANFICTION

Love For A Year

Cover Love For A Year

 

Title: Love For A Year
Author: Kikyindriyani
Cast:
– Kim Myungsoo (Infinite)
– Son Naeun (A Pink)
Genre: Hurt, Angst, Sad
Ratting: PG 17
Lenght: Ficlet (2704 words)

Disclaimer: Semua cast adalah milik Tuhan dan agensi mereka masing-masing. But this story is MINE dan ide cerita pure dari hasil pemikiranku sendiri. Please don’t copas this story. Don’t be a silent reader. RCL please…

Annyeong… 😀

Aku author baru disini dan FF ini adalah FF yang pertama kali aku publish disini

Mian kalau jalan ceritanya tidak sesuai dengan judul

Dan mian juga kalau banyak typo atau kesalahan lainnya.

Komentar kalian akan aku terima apapun itu.

Karena aku sadar aku bukan penulis yang handal.

So… coment please 🙂

Happy Reading….

Satu tahun terdiri dari 12 bulan, 48 minggu, 336 hari, 8.064 jam, 483.840 menit, 29.030.400 detik. Selama itulah kau pernah singgah di hatiku dan menghiasi hari-hariku. Namun… semua berakhir saat…

Seoul, August 23, 2014

 

Setahun telah berlalu. Rumah impian yang akan ku tempati seumur hidupku bersamanya, kini hanya menjadi harapan yang tidak akan pernah terwujud. Rumah yang telah kami bangun sejak dulu, kini telah sepi dan sunyi. Hanya meninggalkan kenangan yang takkan pernah bisa terlupakan. 

Apa alasan semua ini harus berakhir? Mengapa kau berubah menjadi dingin padaku? Dimana sifat hangatmu yang dulu? Kau tahu, aku sangat merindukan semua itu. Perhatianmu, sentuhan lembutmu, kecupan sayangmu, aroma parfummu yang bisa membuatku mabuk karenamu dan semua kenangan indah yang pernah kita buat.

Dalam kertas putih ini… Ku tulis beberapa patah kata. Berharap dapat mengurangi beban yang terus menimpaku. Aku tak pernah tahu apa alasan kau pergi meninggalkan rumah ini. Selama satu minggu aku menghabiskan waktuku disini. Sendirian, hanya di temani bayangan dan barang-barang yang terus mengingatkanku padamu.

Setiap malam air mata selalu membasahi pipiku. Aku menangis, ya aku menangis mengingatmu. Setiap kali mata ini terpejam, aku selalu melihatmu tersenyum padaku. Aku dapat merasakan kau seperti berada di sampingku. Namun saat ku membuka mata, kau hilang. Aku kembali menangis mengingatmu yang telah pergi meninggalkanku.

Kemana kau pergi? Aku seperti orang gila bila terus mengingatmu. Seperti saat ini. Aku kembali meneteskan air mataku karena kau kembali hadir di pikiranku. Jika di beri satu permintaan. Satu hal yang sangat aku inginkan… Melihatmu kembali…

Myungsoo meneteskan air mata setelah membaca catatan harian Naeun, gadis yang dulu pernah mengisi hatinya. Ia menemukan catatan harian gadis itu tertinggal di laci meja rias. Setelah beberapa bulan lalu ia memutuskan untuk meninggalkan Naeun dan rumah impian mereka.

Ia menangis tersedu menemukan rumahnya yang kini telah kosong. Semua perabotan rumah telah tertutup kain berwarna putih. Myungsoo menyesal, sangat menyesal telah meninggalkan Naeun dan rumah mereka. Godaan gadis lain yang tak bisa ia tahan, memaksanya untuk meninggalkan gadis yang sangat ia cintai.

 

Myungsoo melirik ranjang yang dulu pernah ia tiduri bersama gadis itu. Pikirannya kembali melayang ke masa lalu saat ia masih menempati rumah ini.

 

****

 

“Ayo kejar aku! wee” Naeun menjulurkan lidahnya meledek namja yang berada di ambang pintu. Namja itu menghembus nafas kasar.

“Baik. Awas kau ya!!” Myungsoo mengejar gadis itu memasuki kamar mereka.

“Ayo tangkap aku!!” Naeun kembali meledek namja itu. Myungsoo pun terus mengejar gadis itu. Setelah cukup lama kejar-kejaran. Myungsoo memeluk pinggang ramping yeoja itu dan menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.

“Tertangkap juga kau akhirnya.” ucap Myungsoo yang tak melepaskan pelukannya.

“Haha akhirnya kau bisa menangkapku.” Myungsoo pun bangkit dan membalikkan tubuh gadis itu hingga ia berada di atasnya.

“Karena kau sudah meledekku kau akan ku beri hukuman.”

“Jinja? Apa hukuman yang akan kau berikan Mr.Kim?!” Myungsoo tak menjawab. Perlahan ia mendekatkan wajahnya. Naeun menutup matanya dan merasakan bibir Myungsoo di bibirnya.

Myungsoo mencium bibir Naeun lembut. Tangannya memeluk pinggang ramping gadis itu dan berpindah posisi menjadi berada di sampingnya. Myungsoo tak melepaskan ciumannya dan terus mencium gadis itu hingga ia lelah.

 

~~~~

 

Myungsoo tersenyum mengingatnya. Ia membuka kain putih yang menutupi ranjang itu dan berbaring di atasnya. Ia masih bisa mencium aroma parfum gadis itu, aroma yang sangat ia sukai dan selalu bisa membuat mencintai seorang Son Naeun.

“Chagiya… Neo eodigayo?” gumamnya sambil mencium kain seprei beraroma bunga lily.

“Aku selalu mengingat aroma parfummu setiap kali kita berbaring disini. Aku sangat merindukanmu Naeun-ah.” gumamnya kembali sambil membenamkan wajahnya pada bantal.

Myungsoo bangkit dan melangkah menuju kamar mandi. Ia membuka pintu berwarna cokelat itu dan memasuki ruangan berukuran 3×4 meter dengan nuansa hitam putih itu. Myungsoo melihat tak ada yang berubah disana. Lalu ia menatap bathtub dengan tirai polkadot yang juga berwarna berwarna senada dengan nuansa ruangan itu.

 

****

 

“Naeun-ah!!! Mengapa kau lama sekali eoh?!!” seru Myungsoo dari luar kamar mandi.

“Aku sedang mandi!!!” terdengar balasan Naeun dari dari dalam sana.

Myungsoo mendengus dan ia melihat gagang pintu. Pikiran jahil mulai mendatangi otaknya. Ia menekan kenop pintu dan ternyata pintu itu tidak terkunci. Myungsoo masuk ke dalam membuat Naeun terkejut bukan main.

“Aaaaa!!!” pekiknya melihat Myungsoo yang masuk ke dalam. Dengan cepat Naeun menutup tirai dan menutupi tubuhnya.

“Ba… Bagaimana… Kau…” ucap gadis itu terbata-bata

“Siapa suruh kau tak mengunci pintu.”

“Aish! Lalu mau apa kau kemari?” tanya Naeun kesal. Myungsoo berfikir sejenak.

“Aku ingin mandi.”

“Baiklah aku akan memakai handuk dulu dan kau bisa mandi disini.” jawab Naeun sambil bersiap mengambil handuk. Namun sebelum Naeun melakukannya, dengan sigap Myungsoo menahannya.

“Aish mengapa kau sudah selesai?” Dengan cepat Myungsoo membuka tirai, masuk ke dalam bathtub dan menutup kembali tirai itu.

“Yah Kim Myungsoo!!!” terdengar pekikkan Naeun dari dalam sana.

“Wae? Mengapa kau terkejut eoh?” Mereka pun terus berdebat tentang Myungsoo yang masuk ke dalam kamar mandi dan masuk ke dalam bathtub.

 

Setelah cukup lama berdebat akhirnya Naeun menyerah dan memutuskan untuk mengikuti keinginan Myungsoo. Seperti saat ini, mereka berendam bersama di bathtub yang penuh dengan busa menutupi tubuh mulus mereka.

 

“Oppa…” ucap Naeun memecah keheningan.

“Waeyo?” jawabnya sambil mengeratkan pelukannya.

“Seberapa besar rasa cintamu padaku?” Myungsoo berfikir sejenak.

“Lebih besar daripada yang kau bayangkan.”

“Jinjayo?” Myungsoo menempatkan dagunya di bahu gadis itu.

“Tentu saja. Kau segalanya untukku.” bisik lelaki itu di telinga Naeun. Naeun tersenyun dan menoleh mencium pipi namja itu.

“Saranghae Mr.Kim.”

“Nado Saranghae Mrs.Kim.”

 

~~~~

 

Myungsoo membuka matanya dan menyadari dirinya tertidur di dalam bathtub. Ia kembali meneteskan air matanya mengingat janji yang ia ucapkan pada Naeun waktu itu. Myungsoo memeluk kedua lututnya. Ia menunduk merindukan semuanya.

“Lelaki macam apa aku ini!” sesalnya sambil memukul tepian bathtub

“Aku sangat jahat telah mengingkari janjiku pada Naeun…” Myungsoo menangis tersedu menyesali perbuatannya.

Tak lama kemudian ia pun bangkit dan keluar dari kamar mandi. Myungsoo berjalan keluar dari ruangan itu dan memasuki ruang makan dan dapur. Ia menyentuh meja makan yang selalu mereka tempati pada waktu makan. Ia juga melirik dapur yang selalu Naeun gunakan untuk memasak.

 

****

 

“Omona! Aish oppa! Kau selalu mengagetkanku!” ucap Naeun kesal pada Myungsoo yang mengejutkannya.

“Haha kau lucu jika sedang marah.” tawa Myungsoo membuat Naeun semakin geram. Ia memotong sayuran asal dan tiba-tiba…

“Aww!!!” pekik Naeun menahan perih di jarinya yang teriris pisau.

“Gwenchanayo?” dengan cepat Myungsoo meraih tangan Naeun dan mendudukkan gadis itu di kursi.

“Aish tanganmu berdarah!” dengan sigap Myungsoo menghisap darah yang mengalir keluar. Naeun menatap namja itu intens. Naeun dapat merasakan kasih sayang tulus namja itu saat ia mengobati lukanya

“Lain kali kau harus berhati-hati.” Naeun mengedipkan matanya tersadar dari lamunannya.

“Nde?” Myungsoo mengehembuskan nafasnya kesal.

“Apa yang kau lamunkan hingga tak mendengarkan perkataanku?” Naeun terdiam, ia bingung harus menjawab apa.

“Eum… Itu… Itu…”

“Itu apa?” Myungsoo menatap tajam Naeun.

“Ah sudah lupakan saja.” Naeun mencoba mengalihkan pembicaraan. Ia bangkit dari tempat duduknya dan berniat meninggalkan tempat itu. Namun dengan cepat Myungsoo menarik tangannya dan merapatkannya ke tembok.

“Apa yang kau lakukan?” Myungsoo tak menjawab dan terus menatapnya sambil mendekatkan wajahnya.

“Apa yang kau fikirkan Kim Naeun…” Naeun memalingkan wajahnya. Mencoba menghindari tatapan mata elang itu. Myungsoo menarik dagu gadis itu membuatnya mau tak mau harus menatap mata itu.

“Katakan atau aku akan…” Myungsoo menggantungkan kalimatnya.

“Akan apa?” Myungsoo tak menjawab dan terus mendekatkan wajahnya. Sampai jarak diantara mereka semakin sempit.

“Aku akan memberimu hukuman.” Myungsoo menarik dagu Naeun dan menciumnya tepat di bibir cherry itu. Naeun terbelalak menerima ciuman tiba-tiba dari Myungsoo. Namun ia tetap menikmati ciuman itu. Beberapa menit kemudian Myungsoo melepaskan ciumannya.

“Jangan membohongiku Naeun-ah. Aku tahu kau pasti memikirkanku tadi.” bisik Myungsoo membuat pipi Naeun bersemu merah. Myungsoo pun meninggalkan Naeun yang masih melamun.

“Yah Kim Myungsoo!!!”

 

~~~~

 

Myungsoo tersenyum mengingat semuanya. Ia pun mengeliling rumah itu, tanpa sadar ia memasuki kolam renang yang airnya sudah penuh dengan daun berguguran dan terlihat tak terurus. Ia melirik tepi kolam yang mengingatkannya kembali pada Naeun.

 

****

 

“Hajima oppa!! Aish kau membuat pakaianku menjadi basah!” kesal Naeun pada Myungsoo.

“Haha… ayolah masuk ke dalam kolam Naeun-ah. Bajumu sudah terlanjur basah ini.” Ucap Myungsoo sambil menarik tangan gadis itu membuatnya terjatuh ke dalam kolam. Naeun naik ke permukaan dan mengambil nafas.

“Aigoo… Oppa!!!” kesal Naeun kembali dan memukul punggung namja itu.

“Yah, yah! Hentikan!” Myungsoo mengunci kedua tangan Naeun membuat gadis itu tak bisa berontak.

Naeun menatap mata itu, mata elang yang tajam namun terasa teduh saat kau melihatnya. Perlahan Myungsoo kembali mendekatkan wajahnya, saat jarak diantara mereka semakin sempit Naeun memalingkan wajahnya membuat Myungsoo merasa heran.

“Waeyo?” tanya Myungsoo yang perlahan mengendorkan pegangan tangannya.

“Aniyo… Keunde…”

“Keunde?”

“Aku… Aku hanya penasaran oppa…”

“Penasaran? Tentang apa?” Naeun menggigit bibir bawahnya. Ia ingin menanyakan satu hal pada namja yang berada di hadapannya kini, namun ia terlihat masih ragu untuk mengungkapkannya.

“Aniya…” Naeun mengurungkan niatnya dan berjalan menuju tepi kolam. Sesampainya disana ia naik ke atas keluar dari kolam.

“Naeun-ah!!!”

 

~~~~

 

Myungsoo kembali tersadar dari lamunannya saat merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya. Ia pun kembali teringat pada pertanyaan Naeun waktu itu. Dengan cepat Myungsoo berlari menuju kamarnya

Sesampainya disana ia membuka kembali catatan harian gadis itu dan membuka lembaran demi lembaran kertas dari buku itu. Setelah menemukan apa yang ia cari ia pun duduk di ranjang berukuran king size itu dan mulai membaca.

 

Seoul, 14th May 2014

Tepat pukul 23.00 aku masih terjaga dan berkutat dengan pikiran negatif tentang namja yang kini tengah tertidur lelap di ranjang itu. Aku tak tahu kepada siapa aku harus mencurahkan semua ini, semua yang memenuhi otakku ini. Menceritakannya pada orangtuaku? Itu hanya akan membuat mereka membenci Myungsoo oppa. Pada sahabatku? Sepertinya itu bukan hal yang bagus. Tidak ada selain buku catatan ini.

Aku tidak tahu harus memulainya dari mana. Tapi aku merasa Myungsoo oppa mulai membohongiku. Saat mencuci kemejanya, aku tak sengaja melihat noda lipstick berwarna merah muda di dekat sakunya. Aku terkejut melihatnya, mungkinkah ia berselingkuh? Tapi bagaimana jika itu adalah unsur ketidak sengajaan? Entahlah aku juga tidak tahu.

Tapi aku merasa itu bukanlah unsur ketidaksengajaan. Karena dapat ku cium pula wangi parfum yang hanya dimiliki seorang wanita. Apakah Myungsoo oppa setega itu? Tapi tadi siang ia masih bersikap seperti biasa. Mungkinkah ia berusaha menyembunyikannya?

Jika itu benar… apa yang bisa ku lakukan? Aku tidak mungkin meninggalkannya tanpa sebab. Dan juga aku belum tahu pasti apakah itu benar atau tidak. Saat di kolam pun aku ragu untuk menanyakannya. Aku takut ia akan tersinggung, lebih baik aku menyimpan rasa curigaku sampai aku tahu kebenarannya.

 

Myungsoo kembali membuka lembaran selanjutnya, dan ia terkejut melihat isinya.

 

Seoul, 10th July 2014

Ternyata dugaanku benar. Ia memang bermain api di belakangku. Aku tidak menyangka Myungsoo oppa tega berbuat seperti itu padaku. Sikap hangat yang dulu selalu ia berikan kini berubah menjadi sikap dingin dan kasar. Sering ku dengar cacian yang terucap dari mulutnya. Ia juga sering pulang larut bahkan hingga pagi menjelang pun ia belum kunjung pulang.

Oppa… kembalilah… dimana sikap hangatmu yang dulu? Dimana kasih sayangmu yang selalu kau tujukan padaku? Dimana sikap manja yang selalu kau tunjukkan jika aku sedang marah? Dimana janjimu yang mengatakan bahwa hanya aku wanita yang kau cintai? Aku sangat merindukan semua itu.

Ku mohon kembalilah oppa… kau tidak lupa bukan bahwa bulan depan adalah hari yang paling aku tunggu seumur hidupku. Ku mohon kembalilah…

 

Myungsoo meneteskan air matanya. Ia merasa bahwa ia adalah lelaki yang paling jahat. Ia melirik lemari pakaian yang berada di sebelah meja rias. Myungsoo membuka lemari pakaian yang telah kosong melompong itu. Air mata kembali membasahi pipinya. Sesak… Itulah yang ia rasakan saat ini. Namun ia menemukan sepucuk surat yang sudah sedikit berdebu. Dengan cepat Myungsoo mengambil surat itu dan membukanya.

Dear My Lovely Kim Myungsoo

Annyeong hasseyo
Bagaimana kabarmu? Ku harap kau selalu dalam keadaan sehat tak kurang sedikitpun.
Jika kau membaca surat ini berarti kau sudah kembali ke rumah kita. Mianhae… Aku tak ada saat kau kembali. Aku senang kau sudah kembali.

Kemana kau pergi? Kau tahu aku sangat menantikan kehadiranmu, namun kau tak kunjung datang. Siang dan malam ku lalui sendiri, hanya sunyi dan sepi yang dapat aku rasakan disini. Dinginnya malam terasa menusuk tulang saat kau tak ada di sampingku. Aku tak tahu berapa lama aku sanggup bertahan dengan situasi seperti ini.

Setiap pagi aku selalu memandang kosong kursi yang berada di meja makan. Dulu, kau selalu tersenyum menyambutku dengan menu sarapan yang telah tersaji disana. Aku tersenyum bila mengingat hal itu, namun tak lama kemudian air mata kembali menetes membentuk aliran sungai kecil di pipiku.

Sesak, perih dan sakit bercampur menjadi satu jika aku mengingatmu. Sebelum tidur, aku selalu menyalakan lilin-lilin kecil di lantai. Setelah itu ku pejamkan mataku dan berdoa kau akan kembali seperti dulu. Sekilas dapat ku lihat bayanganmu tersenyum padaku. Namun saat ku membuka mata, ku sadari bahwa semua itu hanya perasaanku saja yang terlalu merindukanmu.

Rasa sakit yang terasa menusuk jantungku adalah ketika kau berubah menjadi dingin padaku. Setiap aku akan mencuci pakaian, sering ku temukan noda lipstick di beberapa kemejamu. Aku juga sering mencium aroma parfum khas seorang wanita setiap kali kau pulang ke rumah.

Aku tahu kita memang belum terikat oleh sebuah ikatan pernikahan. Tapi tidakkah kau ingat bahwa kita telah bertunangan? Aku tahu kau mengkhianatiku, tapi walaupun kau menyakitiku, entah mengapa terasa sulit bagiku untuk membencimu.

Mianhae… Karena aku telah mengambil keputusan untuk meninggalkan rumah kita. Aku benar-benar tak sanggup bertahan disini dan terus mengingatmu. Setelah sekian banyak rasa sakit yang kau berikan padaku, aku memutuskan untuk menyerah dan meninggalkan semuanya.

Jika kau ingin menemuiku, datanglah ke rumah orangtuaku. Aku tidak yakin mereka akan menerimamu kembali setelah melihat aku kembali ke sana. Tapi aku akan tetap menemuimu walau orangtuaku melarangku untuk menemuimu. Ku mohon datanglah… Aku benar-benar sangat merindukanmu.

Yang mencintaimu

Son Naeun

Myungsoo tak kuasa menahan tangisnya. Ia adalah lelaki paling bodoh karena telah mengacuhkan dan meninggalkan Naeun, tunangannya sendiri. Bahkan saat ia sudah mengkhianatinya pun gadis itu masih mengharapkan kedatangannya. Myungsoo terduduk lemas dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia terlihat sangat rapuh sekarang.

Myungsoo menghapus air matanya dan menoleh ke arah meja rias. Di bawah kursi ia melihat sebuah kotak yang berukuran cukup besar. Dengan cepat ia menghampiri meja itu dan mengambil kotak tersebut. Myungsoo membersihkan debu yang menempel disana. Ia pun perlahan membuka kotak itu dan terkejut melihat isinya.

“I… Ini…” Myungsoo mengeluarkan isi kotak itu yang ternyata satu stel tuxedo berwarna hitam.

“Ba… Bagaimana bisa pakaian ini sudah jadi?” gumamnya ia pun melihat secarik kertas di dalam kotak itu. Dengan cepat Myungsoo membaca isinya.

 

Ini dia tuxedo yang akan kau pakai untuk resepsi pernikahan kita nanti. Bagus bukan? 🙂

 

Myungsoo menatap nanar kertas itu dan kembali menunduk. Ia lupa bahwa tanggal 23 bulan kemarin ia seharusnya sudah melangsungkan pernikahannya dengan Naeun. Namun karenanya, semua tidak dapat di laksanakan. Myungsoo tak sanggup membayangkan bagaimana kesulitan yang di dapatkan keluarganya dan keluarga Naeun. Mereka tentu sangat malu harus membatalkan semuanya.

Dengan cepat Myungsoo bangkit, ia memasukan kembali tuxedo itu ke dalam kotak. Tanpa pikir panjang Myungsoo berlari keluar sambil membawa kotak itu. Ia masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya meninggalkan tempat itu.

“Mianhae Naeun-ah…” gumamnya sambil melajukan mobilnya.

“Mianhae aku telah merepotkanmu dan keluargamu. Aku memang tidak pantas untuk di maafkan.” Myungsoo menyeka air matanya dan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

 

Saat melewati taman tempat biasa ia menghabiskan waktunya bersama Naeun, Myungsoo mengurangi kecepatan mobilnya. Ia teringat kembali beberapa kenangan yang pernah mereka buat disana. Tiba-tiba Myungsoo menghentikan mobilnya. Ia melihat sosok yang sangat ia kenal sedang duduk di sebuah bangku sambil memberi makan burung merpati yang hinggap disana.

Myungsoo turun dari mobilnya, perlahan ia melangkahkan kakinya menuju gadis itu. Gadis yang mengenakan mantel berwarna hitam dengan rambut bergelombang. Sesampainya disana ia melihat gadis itu bangkit dari tempat duduknya.

“Naeun-ah!” gadis itu menoleh dan menatap Myungsoo. Dengan cepat Myungsoo mendekap gadis itu erat.

“Naeun-ah… Mianhae…” Myungsoo kembali meneteskan air matanya.

“Mianhae aku telah meninggalkanmu. Aku memang namja bodoh yang meninggalkanmu begitu saja. Aku benar- benar sangat menyesal Naeun-ah…”

“…”

“Kau mau memaafkanku bukan? Aku tahu aku memang tidak pantas untuk kau maafkan. Tapi ku mohon maafkanlah aku Naeun-ah…” Myungsoo melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan Naeun.

“Joesonghamnida…” Naeun akhirnya membuka suara. Myungsoo menatapnya heran.

“Nuguseyo?”

 

 

The End

 

Yee akhirnya beres juga bawain ff yang gaje hehe

Ngegantung ya endingnya? wkwk

Kalau respon kalian bagus bakal aku buat sequelnya kkk

Sekian FF dariku

See you in next FF 🙂

Gamsahamnida  *bow

 

RCL Please….

24 responses

  1. Anjalilisulangi

    Keren thor…

    Tpi ending.y kok ngegantung begitu sih…;-(

    Bikin sequel.y yah…

    #0mg naeun hilang ingatan…?

    September 7, 2014 at 2:30 am

    • gomawo udah komen 🙂
      hehe iya lagi pengen narik penasaran readers kkk
      nde nanti kalau responnya bagus aku bakal buat sequelnya 🙂
      rasa penasaran tentang Naeun yang hilang ingatan bakal terungkap di sequelnya kkk

      September 7, 2014 at 2:42 am

  2. jayanthi

    Uueehhh.. Lnjutt dongg,, pnsarann sma myungeunnya :((

    September 7, 2014 at 7:29 am

    • hehe nde chingu…
      nanti kalau responnya bagus aku buat sequelnya kkk
      mudah-mudahan minggu depan bisa beres 🙂
      gomawo udah komen chingu 🙂

      September 7, 2014 at 7:33 am

  3. Sequel!Sequel!Ya ampun, itu Naeun hilang ingatan atau gimana?yah gakpapa deh*Loh?*Yang penting buat Sequel ya hehehe…Nice story, endingnya sih gantung cuman gakpapa lah (?), terus feelnya itu kerasa banget 😀

    September 8, 2014 at 7:21 am

  4. Hehe nde chingu 🙂
    nanti aku buat sequelnya 🙂
    Aku udah ketik setengah dari kelanjutannya ko 🙂
    Iya Naeun hilang ingatan disini kkk
    Kalau pengen tau penyebabnya tunggu aja sequelnya kkk
    Gomawo udah komen chingu 🙂

    September 8, 2014 at 9:51 am

  5. minaaa

    Sequel puleaaaseee authornim ♥

    September 8, 2014 at 12:37 pm

    • Di tunggu aja nde 🙂
      Udah di ketik setengahnya ko 🙂
      Gomawo udah ninggalin jejak 😀

      September 8, 2014 at 12:44 pm

  6. nalina

    aaaaa bagu banget ff nya >< bikin sequel pls seque sequel thor !!!!!

    September 9, 2014 at 6:11 am

    • Kyaaa gomawo chingu…. 🙂
      Udah di buat ko chingu sequelnya kkk
      Kalau gak ada halangan mudah-mudahan sabtu bisa di post kelanjutannya kkk
      Di tunggu aja nde? 😀

      September 9, 2014 at 3:21 pm

  7. faramelia

    sequel nya dong..
    bagus banget ceritanya..
    sampe nangus bacanya…

    September 13, 2014 at 3:27 pm

    • Gomawo udah ninggalin jejak kkk
      Udah di buat ko chingu.
      Lagi nyari moment pas buat TBC hehe
      Di tunggu aja nde? 🙂

      September 13, 2014 at 4:07 pm

  8. Pingback: Don’t You Remember Me? (Part 1) | Kimmy World

  9. aku ngebayangin sebuah MV XDv

    September 19, 2014 at 7:30 am

    • Hehe…
      Kalo beneran ada MV yang sama dengan cerita.
      Pasti seneng lah hehe
      Tapi bukan plagiat nde? Kkk
      Gomawo udah nyempetin baca ^_^

      September 19, 2014 at 7:55 am

  10. Pingback: Don’t You Remember Me? (Part 2) | Kimmy World

  11. Pingback: Don’t You Remember Me? (Part 3) | Kimmy World

  12. Pingback: Don’t You Remember Me? (Part 4) | Kimmy World

  13. Pingback: Don’t You Remember Me? (Part 5) | Kimmy World

  14. Pingback: Don’t You Remember Me? (Part 6) [END] | Kimmy World

  15. wulan

    Ini awal crt y yachhh…uuhhh myungsoo jahat…

    January 5, 2015 at 7:53 am

  16. Pingback: Love, Life Of Us [Teaser] | Kimmy World

  17. Pingback: [Chaptered] Love, Life Of Us (Part 1) | Kimmy World

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s