KIM MYUNGSOO FANFICTION

Pocky Choco Choky (Part 2)

Cover Pocky

Author                  : Jeska

 

Title                       : Pocky Choco Choky Myungsoo-Jiyeon

 

Main Cast            : Kim Myungsoo (Infinite)

Park Jiyeon (T-ara)

 

Support Cast      : Bae Suzy (Miss A)

Im Jaebum (JJ Project)

Krystal Jung (Fx)

Choi Sulli (Fx)

Lee Jieun (IU)

Son Naeun (Apink)

And Others

 

Genre                   : Comedy, School Life

 

Rating                   : General

 

Length                  : Chaptered

 

Previous Part > preview – Part 1

 

Disclaimer           : The Cast(s) is not mine, but the plot is mine. Please don’t be a Plagiator and Re-   Post this fanfict without my permission. Happy reading, good readers ^^

 

Note                      : Nama kucing Jiyeon disini, sama sekali gak ada hubungannya dengan nama anjing Key shinee atau siapapun. Itu murni untuk kepentingan pemulisan. Dan juga untuk beberapa tokoh yang sedikit dinistakan(?), Author minta maaf bagi yang merasa mengidolakan. Mohon pengertiannya ^^ 

 

Part 2

 

Aku menatap kesal Kim Myungsoo yang tengah tertidur di sofa ruang tengah rumahku. Hah! Enak saja dia tidur-tiduran di sofa empuk kesayanganku itu!

Aku melihatnya mengerang dan ia nyaris terjatuh dari sofa kalau saja aku tidak menahan tubuhnya yang berat ini dengan kakiku. Ugh, tidur saja dia sudah sangat menyebalkan. Aku kembali menonton TV sambil menggerutu panjang pendek. Choco pasti sedang tertidur juga di dalam kamarku saat ini.

 

Mereka berdua sama saja.

 

Aku benar-benar bosan. Rumah ini sepi dan tak ada satupun suara selain suara TV yang lama-lama menjadi menyebalkan juga. Aku ingin tidur, tapi… aku tak bisa tidur siang-siang begini. Aku tak terbiasa…

 

Aku mendengar Myungsoo mengerang sekali lagi. Apa sebaiknya aku bangunkan saja dia, ya? Lagipula sepertinya dia tak bermimpi bagus kali ini. Aku akan jadi Ibu Peri(?) paling baik sedunia jika membengunkan si Myungsoo dari mimipi buruknya.

“Myungsoo…” aku bergumam sambil menggoyangkan tubuhnya. Dia tidak merespon apa-apa. Bergerak pun tidak. Aku mendengus pelan, merasakan kerongkongan ku tiba-tiba menjadi kering. Hari ini panas, sangat.

 

Kami pulang sekolah sekitar dua jam lalu. Menaiki bus yang lagi-lagi datang tidak tepat waktu. Semua kursi sudah penuh dan kami terpaksa berdiri seraya aku berpegangan pada tangan Myungsoo selama perjalanan. Sampai dirumah, berganti baju dan makan—Myungsoo yang memasak makanan, tentu saja—aku dan Myungsoo berebut remot TV. Aku berteriak padanya kencang sekali dan berkata ini adalah hari dimana aku ‘harus’ menonton drama favoritku. Ia memasang wajah datar dan naik ke atas sofa saat itu. Aku mengacuhkannya selama drama favoritku tayang. Tapi setelah selesai… aku melihatnya tertidur dan aku jadi merasa bosan sendirian seperti ini.

“Myungsoo, bangun,” ucapku lagi beberapa saat kemudian. Setelah meneguk habis segelas air putih dingin dari dalam kulkas. Kim Myungsoo tak menunjukkan adanya tanda-tanda ia akan segera bangun, aku mengguncang-guncangkan tubuhnya lebih keras lagi.

 

“Myungsoo~ ayo bangun~” aku merasa suaraku terdengar menjijikkan dan aku tak tau kenapa aku melakukannya.

 

Kim Myungsoo perlahan-lahan membuka matanya, menguap lebar sekali, dan menatapku aneh,

“Apa?” ucapnya, nyaris membuatku ingin menjambak rambutnya.

 

“Aku bosan,” gumamku.

 

“Bukan urusanku.” aku mendengarnya dengan sangat jelas. Sebegitu tak pedulinya kah kau pada sahabatmu yang cantik jelita(?) ini, Kim Myungsoo?

 

“Keluar yuk,” ajakku berusaha terlihat semanis mungkin. Mengabaikan rasa kesalku yang sudah hampir meledak keluar.

 

“Tidak ah, malas.”

 

Ia duduk dan aku terlonjak kaget dengan pergerakannya yang tiba-tiba. Aku mendengus lagi. Memasang wajah kesal—yang benar-benar kesal—sehingga maniak strawberry bodoh ini melihatku prihatin.

 

“Baiklah, kemana?” aku langsung menjadi semangat dan duduk disebelahnya. Aku memperhatikannya diam-diam. Rambut Myungsoo berantakan dan wajahnya terlihat masih mengantuk. Ia juga punya kantung mata.

 

Hei! Kenapa dia bisa punya kantung mata seperti itu?

 

“Kau keliatan lelah, lain kali saja perginya,” jawabku, sedikit merasa bersalah telah membangunkannya dan mengajak ia pergi. Bagaimanapun aku akan tinggal dengannya dalam beberapa minggu kedepan, kalau dia terlalu lelah dan nanti jatuh sakit, aku juga yang akan repot. Huft…

 

Tapi juga tak dapat pungkiri kalau aku sangat ingin pergi keluar rumah dan membeli es krim. Bersama Myungsoo, tentu saja.

 

“Aku tidak lelah,”

 

“Mana mungkin tidak lelah, lihat kantung matamu itu! Kau pasti bergadang tadi malam, ‘kan?” aku menunjuk kantung matanya dan ia terkesiap.

 

Tapi beberapa detik setelahnya, aku tau aku lebih baik tak terlalu peduli pada makhluk satu ini.

 

“Kau memperhatikan ku, ya?” katanya. Mendekatkan muka sok tampannya kepadaku. Aku memasang tampang sok galak.

“Jangan terlalu percaya diri, aku hanya tak ingin kau sakit dan—”

 

“Oh, benarkah? Kau tak ingin aku sakit? Kenapa kau jadi se-perduli ini padaku?” aku memukul wajahnya dengan bantal yang aku pegang. Ia meringis lalu menoyor kepalaku.

“YA!” bentakku yang membuatnya menutup telinga.

Ia tak membalas, hanya menatapku seolah aku adalah manusia paling aneh yang pernah ia temui.

 

Beberapa detik setelahnya, Myungsoo bergumam, “Kalau tidak mau pergi ya sudah, aku mau tidur di kamar” dan tanpa pikir panjang, aku langsung berlari mengikutinya ke dalam kamar. Setelah menekan asal tombol off di remot agar TV yang sama menyebalkannya dengan Myungsoo itu… Mati!

 

Aku terantuk pintu kamarnya—bukan, itu kamar tamu yang di alih fungsikan menjadi kamarnya selama ia tinggal disini.

Sial! Kepalaku jadi terasa pusing. Aku mendobrak pintu ini dengan kakiku.

 

 

“YA! Kau ini tidak sopan sekali. Aku mau tidur, tau!”

 

Aku tidak peduli.

 

Aku duduk di tepi kasurnya dan mengabaikan Myungsoo yang masih mengomel membelakangiku. Terserah.

“Aku mau tidur juga,” gumamku. Setelah cukup lama mengamati kamar ini. Ya, aku bermaksud mencari sesuatu yang mungkin bisa mengusir kebosananku. PSP atau… I-Pad gitu? Tapi aku tak menemukan apapun. Meja belajarnya masih tertata rapi.

 

Akhirnya aku merebahkan diri di samping Myungsoo yang sudah mendengkur—ugh, jorok!

 

Aku mungkin bisa tidur kali ini… hoaaam…

***

 

“YAA!! PARK JIYEON!! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI, HAH?!!” aku merasakan tubuhku terhempas jatuh setelah melayang ke langit ketujuh(?) bersama Robbert Pattinson. Rasanya sakiiit sekaliii. Kepalaku pusing dan tanganku memar-memar. Aku berteriak sambil mengacak-ngacak rambutku, frustasi melihat si Robbert tampan berjalan beriringan—menjauh dariku—sambil tersenyum kepada Kristen Stewart yang sexy itu. Aku meratapi nasib. Sekali lagi berteriak keras-keras, “TIDAAAAAKK!!”

 

Aku terbangun dan mendapati wajah pias plus kaget Myungsoo di depan mukaku. Aku mengerutkan kening, Myungsoo ada diatas tubuhku yang masih terbaring. Ia menarik napas panjang dan…

 

“APA YANG KAU LAKUKAN DI DALAM KAMARKU, PARK JIYEON??!!” ups, Kim Myungsoo yang tampan, jangan teriak-teriak dong, capslock authornya jebol tuh. (abaikan)

Aku menatapnya aneh. Kembali teringat drama korea yang tadi siang aku tonton. Dimana sang wanita berteriak sangat kencang—hingga membuatku menutup telinga. Oke, tidak penting—karena ia melihat seorang lelaki tampan tertidur disebelahnya. Tapi ini…

 

Aku bingung. Sebenarnya aku yang bodoh, penulis naskah film itu yang bodoh, atau Kim Myungsoo yang memang sudah bodoh ini yang bodoh?!

 

Kenapa jadi dia yang berteriak tidak karuan, sih? Aku perempuan, ‘kan?

 

Aku meraba tubuhku. Bodoh! Tentu saja aku perempuan.

 

“Apa sih yang kau lakukan? Berlebihan sekali,” ucapku sambil mengibaskan tangan. Menyuruh Myungsoo menjauhkan tubuhnya dari tubuhku. Ia menghela napas lagi. Kali ini lebih panjaaaaang.

 

“Apa yang kau lakukan disini?!”

 

“Tidur! Memangnya apa lagi? Kau pikir aku sedang berenang? Haissh, kau ini mengacau mimpiku saja!” aku berbalik dan bermaksud melanjutkan tidurku.

 

Wahai Robbert Pattinson yang tampan, bisakah muncul sekali lagi dalam mimpiku? Tinggalkan Kristen Stewart sebentar saja bersama Taylor Lautner, ya? Please~

“Kau tidak sopan! Park Jiyeon tidak sopan! Aku ini laki-laki dan kau seenaknya tidur disebelahku tanpa aku mengetahuinya! Dan sekarang kau malah… dan… dan… dan… blablablablabla” Kim Myungsoo mungkin sudah gila.

 

“Haissh! Kau memang benar-benar…” suaranya terdengar sangat menyeramkan. Aku menutup telingaku.

Memangnya apa yang salah? Aku hanya tertidur di atas kasurnya dan… yah tidak ada apa-apa lagi. Tak ada yang harus dipermasalahkan, kok! Myungsoo terlalu berlebihan…

 

“Dasar Jiyeon aneh! Untung saja aku tidak memelukmu tadi! Kupikir Kristen Stewart yang tidur disebelahku” aku membulatkan mata, wajahku memanas dengan sendirinya. Setengah merasa malu dan setengah lagi merasa kesal karena Myungsoo membawa-bawa nama Kristen Stewart yang jelas-jelas adalah pacar Robbert Pattinson yang aku idolakan!

 

Aah, aku mungkin akan ikutan gila bersama Kim Myungsoo.

 

“YA! Dasar Menyebalkaaannn!!”

***

18.30 KST

 

Meow~

 

Aku menoleh ke asal suara dan mendapati Choco tengah menatap mangkuk makanannya yang kosong tak berisi. Aku bergumam pelan, “kau menghabiskannya tadi pagi, Choco” dia mengeong sekali lagi, berjalan mendekatiku dan mengelus-ngeluskan kepalanya ke kakiku. Aku menghela napas sebentar.

“Baiklah, baiklah”

 

Kemudian aku melangkah masuk kedalam kamar. Berganti pakaian, menyisir rambut, bercermin, de el el. Setelah siap sekitar eum… dua puluh menit mungkin?

Aku kembali ke ruang tengah dan melihat Myungsoo sudah selesai mandi. Ia duduk di sofa dengan wajah tak berekspresi menatap layar televise. Choco terduduk di dekat kakinya.

Aku berjinjit pelan-pelan. Mendekati Myungsoo dan bermaksud mengagetkannya. Satu langkah.. dua langkah… tiga… empat… lima…

“DOORR!”

 

“YA!!”

 

Myungsoo melompat dari duduknya dan berbalik. Wajahnya panik dan ia melotot kepadaku. Aku tertawa terbahak-bahak.

 

“Aku terkejut, bodoh!” ucapnya yang membuatku semakin terbahak. Bahkan nyaris menumpahkan air mata jikalau ekor mataku yang cantik ini tak melirik Choco yang sudah tampak sangat menderita(?). Aku berhenti tertawa.

 

“A-”

 

“Mau kemana?” tanya Myungsoo sambil melipat tangan di depan dada.

 

“Mau ke supermarket, beli sereal Choco sama stock makanan di kulkas. Kayaknya udah pada habis,” jawabku seraya berjalan ke pintu depan.

 

“Dan kau tega meninggalkanku berdua dengan Kucing ini?” ucap Myungsoo yang masih bisa kudengar.

“Tentu saja. Kau harus menjaga Choco selama aku pergi. Bye bye Myungsoo sayang~ hahahahaha…”

 

Aku menutup pintu depan dan mendengar suara gedubrak-gedubruk dari dalam. Aku terkikik.

 

Terserahlah, asal Myungsoo tidak memakan Choco, apapun yang ingin dia lakukan, aku tak peduli.

***

Myungsoo POV

 

Sialan Jiyeon! Bisa-bisanya dia meninggalkan ku sendiri dengan Kucing aneh ini! Kucing sama pemiliknya sama-sama aneh! Mana banyak makan lagi!

 

Aku melirik Kucing itu dengan ujung mataku. Ia sekarang berbaring di atas karpet. Dan bagiku, wajahnya terlihat mengenaskan. Apa Jiyeon benar-benar tak memberinya makan? Kasian juga…eh, tidak tidak! Untuk apa aku merasa kasian dengan kucing ini? Mau mati kek, kelaparan kek, jadi kakek-kakek kek…

 

Satu kata: I Don’t Care!

 

Apa? Oh iya, itu tiga kata, hehehe (-_-“)

 

Author POV

 

10 menit kemudian

 

20 menit kemudian

 

25 menit ke—

 

“AARGGG!! Jangan mendekat! Dasar kucing!” Myungsoo berteriak, ia mengibas-ngibaskan tangannya kepada Choco yang mulai mendekat. Choco memang seperti itu kalau sedang kelaparan. Sebenarnya Myungsoo tidak takut kucing, hanya saja Choco benar-benar terlihat mengerikan sekarang. Kucing ini seperti Zombie yang sering Myungsoo lihat di televisi. Ada juga yang di dalam Video Musik group T-ara, 4minute, Shinee dan lain-lain. Dan semuanya mengerikan… sangat mengerikan.

 

Tenang saja, Myungsoo memang berlebihan. Kalau bahasa gaulnya sih, Lebay… jadi intinya Myungsoo itu…Lebay. (?)

 

Myungsoo berteriak lagi. Choco dengan santainya naik ke atas sofa dan berbaring disana. Sama sekali tak memperdulikan Myungsoo disampingnya.

“Jiyeon kenapa belum pulang??!”

 

Tiba-tiba…

 

Jiyeon muncul dari balik pintu. Wajahnya berseri-seri dan ia tersenyum sambil menunduk. Myungsoo menghampirinya dengan dua tangan berada di pinggang. Pemuda ini melihat ada sesuatu yang mencurigakan dari Jiyeon. Maka ia menahan kenop pintu yang hendak Jiyeon tutup kembali.

 

Kemudian melongokkan kepala keluar dan tanpa sengaja melihat…

Jae Bum?

 

Dan saat bersamaan, Jae Bum pun melihat Myungsoo dari dalam mobilnya. Ia sengaja menurunkan kaca untuk melihat Jiyeon masuk kedalam rumah. Myungsoo memicingkan mata dan menatap tajam pemuda itu.

 

JB hanya mencibir dan melajukan mobilnya begitu Jiyeon menarik tangan Myungsoo masuk.

“Kau diantar pulang dengan anak baru sok tampan itu?”

Jiyeon mengangguk. Wajahnya memerah.

 

“Apa?!” teriak Myungsoo berlebihan. Jiyeon menatapnya bingung.

“Kenapa memangnya?”

 

Myungsoo POV

 

“Kenapa memangnya?” ucap Jiyeon bodoh ini. Aku membuang muka. Setengah hati merasa gengsi menunjukkan ketidak sukaan-ku kepada anak baru sok tampan itu.

 

Berani-beraninya dia…

Cemburu? Tentu saja!

 

Eh, oh, tidak! Aku tidak cemburu! Siapa yang bilang? Tak ada!

 

“Di tanya malah melamun” suara Jiyeon bergema di telingaku. Aku kembali menoleh padanya. Menatapnya sebentar, kemudian membalikkan badan dan kembali duduk di sofa.

 

“Kau kenapa sih? Aneh sekali,” ucapnya lagi.

“Tak usah pedulikan aku. Urus saja kucingmu ini, dia sudah sekarat,” jawabku tanpa intonasi. Datar seperti biasanya.

Lalu aku mendengar Jiyeon berteriak histeris. Ia segera menuangkan sereal yang dibelinya tadi ke dalam mangkuk makanan kucing ini. Aku meliriknya sebentar. Jiyeon mengangkat Choco—benar kan?—dan langsung memberinya makan sereal itu.

 

Aku melirik lagi. Tercengang hebat(?) karena saat aku meliriknya untuk kedua kali, sereal yang ada di mangkuk cokelat itu sudah habis. Dan Jiyeon menuangkan sereal baru lagi.

 

Astaga… kucing ini benar-benar mengerikan!

 

Aku tak tau sudah berapa bungkus sereal yang dihabiskannya. Tapi aku tau ia sudah kembali segar dan melompat-lompat kesana kemari. Naik-turun sofa, duduk sebentar disebelahku, melompat dari satu sofa ke sofa lainnya, bahkan sampai berlari naik ke atas tangga kemudian meluncur turun kembali ke bawah. Aku menganga lebar. Seperti melihat atraksi kucing ‘Garfield’ di televisi.

 

 

“Myungsoo! Ayo makan!” aku tersentak kaget. Jiyeon sudah menyiapkan makan malam kami. Ia tersenyum kepadaku dan menunjuk hidangan yang tersedia di depannya.

“ayo cepat! Turun!” Jiyeon menarik tanganku dan aku terpaksa duduk dibawah—di atas karpet.

“makan disini saja yah? Aku mau nonton,” ucap Jiyeon. Mengambil remot TV di atas meja yang dijadikan tempat makanan.

 

Aku terdiam sampai Jiyeon berteriak di depan mukaku.

“Makan, Myungsoo!”

 

“Malas” ucapku kemudian beranjak. Tapi Jiyeon bodoh ini menarik tanganku.

 

“Kau marah karena aku pulang dengan JB?” tanyanya. Aku memasang wajah tak berekspresi.

 

“Baiklah, aku tak ‘kan melakukannya lagi” dan kali ini aku menoleh.

 

Kenapa dia jadi begini?

Membuatku terlihat bodoh saja.

 

“Kalau marah bilang saja. Dasar Myungsoo bodoh!” Jiyeon menjitak kepalaku. Aku meringis. Tau saja dia aku tak suka dengan anak baru itu.

 

Tapi siapa yang mau mengakuinya? Gengsi tau!

 

“YA! Kau ini! Seenaknya saja menjitakku,” balasku pura-pura kesal. Ia tertawa. Manis sekali.

“Salah kau sendiri kenapa tidak terus terang. Bilang saja apa susahnya sih? Nih ya, aku ajarkan. Ehem, “Aku tak suka kau pergi dengan anak baru sok tampan itu, Jiyeon. Aku cemburu, tau!” ‘kan begitu lebih enak” wajahku memerah mendengar perkataannya.

 

Cih. Aku benar-benar terlihat bodoh sekarang. Memalukan.

 

Jiyeon POV

 

Aku tertawa dalam hati. Muka si Myungsoo bodoh ini memerah. Lucu sekaliiiiii.

 

Eh? Tapi apa benar ia cemburu?

Kalau benar… ah! Kenapa jadi wajahku yang memanas?

 

“Sejak kapan kau bisa memasak?” aku mengedipkan mata beberapa kali. Mencoba terlihat normal di depan Myungsoo dengan perasaanku yang sudah tidak karuan.

“Ini nugget, Myungsoo,” balasku cepat. Buru-buru mengambil sepotong nugget berbentuk bintang dan memakannya sekaligus. Dalam satu suapan. Dan aku tau Myungsoo menatapku sambil menggelengkan kepala.

 

Wajahnya tidak merah lagi, tapi kenapa aku yang jadi malu, ya?

 

Setelah itu Myungsoo tak menjawab perkataanku lagi. Kami sama-sama terdiam. Aku meliriknya dengan ujung mataku, ia sedang memakan makanannya dan menunduk. Aku menghela napas pendek. Susah payah aku menekan tombol di remot TV untuk mengganti Channel.

 

Tak ada yang bagus di TV. Tidak ada yang menarik.

 

Aku mulai merasa kesal, piringku sudah kosong begitupun dengan Myungsoo. Ia hanya menatap datar Televisi didepannya. Aku ingin bicara lagi, tapi sesuatu menyangkut di tenggorokkan ku. Membuatku—tanpa sengaja—teringat kembali kata-kata ku tadi.

Ah, sial. Memalukan sekali akuuu… huuaaaa….

 

“Ehm, Jiyeon..”

 

Aku menoleh takut-takut. Malu cuy(?)

 

“Ya?”

 

“Aku… ingin mengatakan sesuatu,” ucap Myungsoo lagi. Jantungku berdegup kencang.

 

“A-apa?”

Ia terlihat ragu-ragu. Menggaruk kepalanya beberapa kali. Dan itu membuatku semakin gugup.

 

Myungsoo mau bilang apa yah?

.

.

.

 

 

“Ehm…” ia bergumam lagi. Aku menggigit bibir. Masih sabar menunggunya melanjutkan.

 

“Tugas pelajaran seni kemarin belum kita kerjakan sama sekali. Tiga hari lagi harus dikumpulkan”

 

GUBRAK

 

Aku merasakan rahangku jatuh sepuluh senti meter kebawah. Hatiku mencelos dan aku nyaris menendang wajah Myungsoo yang menyebalkan ini. Aku pikir dia akan bilang…….

 

Hah! Sudahlah.

 

Si Myungsoo bodoh mana mungkin menyukaiku.

 

Padahal aku suka…

Eh? No no no! Aku tidak suka! Myungsoo itu jelek, aneh, bodoh! Aaahhh!!

 

“Bagaimana kalau kita mulai mengerjakan malam ini saja?”

Aku berdiri dan berjalan cepat menuju kamar. Membanting pintunya keras-keras, lalu menghempaskan diri di atas kasur. Myungsoo berteriak memanggil namaku.

 

I Don’t Care!

32 responses

  1. myungyeon gokil, aneh, somvlak, kocak wkwkwk bikin ngakak,,
    haha secara gak langsung myung udh ngaku kalo dia cemburu ><
    udah lama bgt ini thor baru dilanjuttt,-
    ditunggu lanjutannya^^

    August 13, 2014 at 4:45 pm

  2. dyah babydino

    kasihan jiyeon udah serius menyimak apa yg bakal myung ungkapin ehhhh ternyata masalah tugas sekolah hahaha itu kucing rakus bgt next

    August 13, 2014 at 5:31 pm

  3. kenapa myungsoo gk ngomong ke jiyeon klo dia suka dan cemburu dg jb ? gengsi banget siiih myungsoo…
    eonni next part jangan lama” ne… i’ll wait for next part 😀

    August 14, 2014 at 12:18 am

  4. chacha

    Ahaha myung and ji lucu… tpi myung gengsi bgt sih. Aish!
    Memang apa benar tugas kesenian yg ingin myung bicarakan ???
    Update soon, please author-nim

    August 14, 2014 at 2:37 am

  5. lira hafidah*

    sama2 gengsian jiyeon ama myungsoo haha

    August 14, 2014 at 3:34 am

  6. Hahah myungsoo payah.
    sama kyk drama baru nya huhuhu, knp gk couplean sama jiyeon coba. Ah potek. Dontbash
    myungyeon jjang

    August 14, 2014 at 4:40 am

  7. ya allah… baru di update thor T-T aku nunggu lama banget..
    ff ini tuh sebenarnya ceritanya lucu. tapi karena cara penggambarannya aja yg kurang, jadi lucunya gak bs nampol. tata bahasanya jg yah gitu,, -_-v hehe. tetap ditunggu 🙂 fighting!

    August 14, 2014 at 4:58 am

  8. Haha… keren… ditunggu next partny^^

    August 14, 2014 at 5:16 am

  9. Riri J

    It kucing bkn sih??rakus bngt gile gk snggup buat kasih mkan tuh kucing…haha
    myung mnding jjur aj drpda nanti k’duluan JB…xixi

    August 14, 2014 at 6:31 am

  10. djeany

    orang tua myungyeon percaya aja ya ninggalin mereka berdua satu rumah lagi.dsini jiyeon nganggap tidur berduaa biasa aja tapi myung yg kelimpungan.ubdateny jangan lama2 kenapa jes???

    August 14, 2014 at 6:33 am

  11. miss rara panda0

    eiyyyy, myung ne ach, blang cmbru aj susah gtu.
    haduch.
    lucu dch nebayangin pas jiyi bner2 nyimak ap yg mw myung omonginch trnyata mzlh tugaz, haha.
    aihoo, choco rakuz sekalleeeee.hoho

    August 14, 2014 at 7:54 am

  12. sama sama kelihatn gengsinya. mengakui suka aja malu.hehehe.
    jiyeon bilang myungsoo jelek hahaha

    August 14, 2014 at 8:03 am

  13. sonya

    Wkwkwk poor jiyeon haha … Myung gensian banget jadi orng ntar di ambil mewek/? Next

    August 14, 2014 at 12:22 pm

  14. Wkwke kocakk q sukaaa disaat sedang heboh2 ny l yg bikin galau ff ini.lumayan lah ngobq

    August 14, 2014 at 2:52 pm

  15. Ngobatin sedikit hehehe part selanjutnya ditunggu pake bgt fighting

    August 14, 2014 at 2:57 pm

  16. myungyeon lucu ya..
    aigoo oppa knpa aku memandang choco seperti itu..
    choco khan lucu, knpa kamu menganggap dia mengerikan..

    August 14, 2014 at 3:20 pm

  17. pororo

    Hahahaha rada confused juga sma hubungan myungyeon itu sebenernya mrka udh saling suka apa gimana -_- lucu bgt ini ditunggu nextnya^^

    August 14, 2014 at 4:09 pm

  18. kriswulan

    Ya elah Myung,, bilang aja seneng klo beneran meluk Jiyi pas tidur 😛
    Myung gengsi amat buat ngaku klo dia itu ‘cemburu’ -_-
    Niatnya pengen nge’godain Myung tp jd salah tingkah sndri 😀 Jiyi Jiyi…
    Kirain mau bilang apa? Gx taunya..,
    Jiyi udh ngarep aja tuh 😆

    August 15, 2014 at 12:11 am

  19. windy_pjy

    hhahaahahaa lucu bgt si jiyeon.
    myubg cmburu nih liat jiyeon dket ama jb.
    jiyeon kepedean ngira myung mau nembak kli ya.
    pkoknya kren deh ffnya .
    update soon thor

    August 15, 2014 at 8:44 am

  20. mwihihi jiyeon kayaknya suka sama myung tuh :3 buktinya dia berharap banget myung bilang ily/? ke dia wkwk
    oke ditunggu part slnjtnya thor^^

    August 15, 2014 at 8:59 am

  21. elma ingga

    kasian jiueon .harapannya ga terwujud
    myungsoo..kenapa ga bilanh suka sama jiyeon
    next

    August 15, 2014 at 10:56 am

  22. wkwkwkwk kocak kocak
    myung lebay bgt dah. masa kucing aja takut gitu wkwkwk
    ditunggyu next nya 🙂

    August 15, 2014 at 2:15 pm

  23. BebyPanda

    , hahahahaha
    Lucu bngt.. Myungyeon Jjang.. qRa’n myung mau ngungkap’n perasaan’y.. next

    August 15, 2014 at 3:02 pm

  24. wew ini dilanjut juga…hehe. eiii myunh cemburu tuh ama JB. si jiyi nyantai bgt tidur sebelah myung. myung nya malah yg heboh hahah. lol jiyi kesel mpe banting pintu,,kecewa ya kirain myung mau ngomong sesuatu yg laen hahahay. lanjuuut~

    August 16, 2014 at 3:46 am

  25. Quessthy97

    jiyi kasian bnget ya nasib mu..klian itt saling suka tpiblum nyadar aja…
    hadehh.. bnr kat myung kucing jiyeon aneh..

    August 16, 2014 at 1:20 pm

  26. ksian jiyi dia udah berharap bnget taunya myungsoo cma nanyain gtu doang 😦
    ditunggu next partnya 🙂

    August 19, 2014 at 5:34 am

  27. kim dedeh

    ternyata jiyeon juga menyukai myungsoo..

    August 21, 2014 at 11:07 am

  28. kim dedeh

    jiyeon trnyata juga menyukai myungsoo.. kucing rakus bgt tuh

    August 21, 2014 at 11:09 am

  29. kim dedeh

    ternyata ..

    August 21, 2014 at 11:10 am

  30. Isti

    haha asli ih ini ngakak banget bacanya xD kelakuan mereka itu loh yg gokil bin gemesin bin cute bin ngakak!!!! xD hahaha
    iiih greget deh sama myung pas dia ngomong-ngomong gengsi! rasanya pen ngejitak/? 😀 wkwkwk

    September 14, 2014 at 11:27 am

  31. myungyeon shipper

    Huaaa daebakkk kerennn lucuuu , bilang aja myungsoo cemburu , dan jangan jangan mereka saling sukaaaa cieee lanjutt penasarannn

    March 20, 2015 at 6:26 pm

  32. jeska

    kunjungi wp baru aku yaa kindofberryfanfiction.wordpress.com gomawo~

    April 5, 2015 at 3:02 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s