KIM MYUNGSOO FANFICTION

Pocky Choco Choky (Part 1)

Cover Pocky

Author             : Jeska (@JesskaFeruni)

 

Title                 : Pocky Choco Choky Myungsoo-Jiyeon

 

Main Cast        : Kim Myungsoo (Infinite)

Park Jiyeon (T-ara)

 

Support Cast    : Bae Suzy (Miss A)

Im Jaebum (JJ Project)

Krystal Jung (Fx)

Choi Sulli (Fx)

Lee Jieun (IU)

Son Naeun (Apink)

And Others

 

Genre              : Comedy, School Life

 

Rating              : General

 

Length             : Chaptered

 

Previous Part > preview

 

Disclaimer       : The Cast(s) is not mine, but the plot is mine. Please don’t be a Plagiator and Re-   Post this fanfict without my permission. Happy reading, good readers ^^

 

Note                : Nama kucing Jiyeon disini, sama sekali gak ada hubungannya dengan nama anjing Key shinee atau siapapun. Itu murni untuk kepentingan pemulisan. Dan juga untuk beberapa tokoh yang sedikit dinistakan(?), Author minta maaf bagi yang merasa mengidolakan. Mohon pengertiannya ^^

Part 1

 

Jiyeon POV

 

“BANGUN!!!! Kim Myungsoo, bangun!!”

 

Bertambah lagi satu hari menyebalkan yang pernah aku lalui bersama seorang pria bernama Kim Myungsoo.

 

Haruskah?

 

Ini hari Jumat. Hari yang cerah di bulan Juni. Hari dimana orang-orang yang tinggal dalam satu rumah –seperti kami— saling melempar senyum dan berbincang tentang hal-hal yang menarik. Menjadi awal dari hari baru yang mengesankan.

Tapi tidak jika kau bertemu dengan pemuda ini. Pemuda paling menyebalkan sedunia. Pemuda yang bahkan sama sekali tak punya ekspresi di wajahnya.

 

Aku berulang kali bertanya kepada diri sendiri.

 

Tuhan, kenapa aku bisa bersahabat dengan orang ini?

 

Dan tak ada satupun yang dapat menjawab pertanyaan itu.

 

Oh!

 

Orang tua ku dan Myungsoo pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis. Awalnya aku hanya mengangguk saat mereka membicarakannya, tapi langsung menggeleng kuat kuat ketika kalimat itu meluncur dari bibir eomma—oh, enteng sekali eomma berbicara.

 

“Orang tua Myungsoo juga pergi, jadi Myungsoo akan tinggal disini selama kami tak ada. Kami harap kalian bisa akur dan tidak membuat masalah” aku merasakan tubuhku melemas dan rahangku jatuh beberapa senti kebawah.

 

Ini gila! Bagaimana mungkin aku bisa akur dengan si maniak Starwberry itu? Bagaimana mungkin…?

.

.

.

 

Dan disinilah aku sekarang. Berdiri dengan tangan terlipat di dada dan berteriak kepada Myungsoo yang masih tertidur pulas.

“Kim Myungsoo pabo!! Pabo, pabo, pabo! Ya! Ireona!!!” Myungsoo mengerang dengan mata masih tertutup dan mengibaskan tangannya beberapa kali. Bergumam pelan, “pergi kau, aku mau mandi”

 

“Apa?! Seenaknya saja kau! Dasar!” aku melempar bantal guling digenggamanku—yang tadi di peluk si es batu ini—ke wajahnya.

 

Kim Myungsoo berdiri di atas kasur dengan dua tangan di pinggang.

 

“Aneh! Pergi kau! Mengganggu saja!”

 

Aku menggeram dan merasakan wajahku memerah menahan marah.

 

“Sudah kubangunkan bukan-nya terimakasih malah marah-marah! Kau pikir aku pembantumu, hah?! Ka—” Myungsoo tersenyum jumawa begitu berhasil melemparkan satu bantal dengan sarung biru tua tepat ke mukaku. Hah, dia mau membalas dendam rupanya!

 

“YA! Kim Myungsoo!!”

 

Myungsoo mehrong dan melemparkan satu lagi bantalnya.

 

“KIM MYUNGSOO!!! Aaaaaa! Eommaaaaa!”

****

 

Meow…

 

Aku bersungut-sungut menuangkan sebungkus penuh sereal rasa cokelat ke dalam mangkuk makan Choco. Kucing ini langsung menyeburnya dan melahapnya sampai habis. Aku menganga tak percaya dan meneguk ludah. Lupa kalau Choco punya selera makan yang besar. Harusnya aku tak menuangkan sereal itu sekaligus.

 

“Kau harus diet, Choco! Lihat badanmu sudah sebesar apa,” dengusku sambil mencibir. Choco hanya mengeong dan berjalan santai menuju ruang tengah seraya menggoyang-goyangkan ekornya. Seolah mengejekku yang kini tengah berdiri dengan dua tangan berada dipinggang.

 

“Aisshh! Berani-beraninya dia mengejekku seperti itu,”

Choco mengeong sekali lagi, dan itu terdengar seperti seseorang yang tengah mehrong.

 

Hei, Dasar kucing tidak sopan!

 

Aku menghentakkan kaki sekali dan melengos ke dapur, melihat-lihat apa yang sekiranya bisa dijadikan menu sarapan pagi untuk aku dan Myungsoo hari ini.

 

Myungsoo? Tidak!

 

“Siapa yang peduli dengan Myungsoo? Terserah dia mau makan apa!” aku membuka salah satu lemari yang biasanya dijadikan tempat menyimpan Ramen oleh eomma.

 

“Apa? Tidak ada?!”

Kakiku melemas tiba-tiba dan aku jatuh terduduk di lantai dapur begitu melihat lemari itu kosong tanpa ada satupun Ramen yang tersisa. Wajahku pasti sudah sangat berantakan sekarang. Aku mengacak rambutku hingga tak berbentuk.

 

Bertengkar dengan Myungsoo tadi saja sudah membuat mood ku menjadi buruk!

 

Bibi Han?

Tidak, tidak. Ia sudah mengambil cuti sehari sebelum eomma dan appa berangkat. Dan sejak saat itu, otakku yang jernih ini mulai berpikir jikalau semuanya sudah direncanakan. Menyebalkan!

 

“Apa yang kau lakukan disitu?” aku melihat sepasang sepatu hitam mengkilap tepat di depan mataku. Aku menengadah untuk melihat wajah Myungsoo yang menatapku tanpa ekspresi. Satu tangan memegang tas hitamnya dan aku melihat beberapa kerutan samar dikeningnya.

Aku bangkir berdiri.

 

“Tidak ada Ramen. Kita sarapan disekolah saja” jawabku asal.

 

“Wae? Aku bisa memanggang roti,” ucap Myungsoo sambil tersenyum aneh. Aku memicingkan mata melihatnya.

 

Dia mengejekku? Ck.

 

Aku memalingkan wajah. Kim Myungsoo pabo ini tahu saja aku tidak bisa memasak. Dia sengaja mempermainkanku. Dasar.

 

“Masak saja sendiri. Aku tak berminat memakan masakanmu,” ucapku sambil mencibir. Myungsoo tertawa.

 

“Benarkah?”

 

“Tentu saja.”

 

Aku merasakan perutku keroncongan sejak tadi. Aku tau harusnya sekarang aku makan dan pergi ke sekolah secepatnya. Tapi siapa yang mau memakan masakan Myungsoo? Aku tak ingin menjilat ludahku sendiri.

 

“Baiklah kalau begitu”

 

***

 

Aku memegang perutku yang tak henti-hentinya bermain orchestra sejak tadi. Aku meringis sedikit dan melirik Myungsoo yang dengan santainya memakan roti panggang yang dia buat tanpa memperdulikanku sedikitpun. Tega sekali dia…

“Lapar, Jiyeonnie?” suara Myungsoo yang menyebalkan itu menggema di telingaku. Aku diam saja. Sebulir keringat mengalir di pelipisku.

 

Aku benci. Benci. Benci!

 

“Jiyeonnie sayang, lapar tidak?” aku nyaris memuntahkan isi perutku ketika mendengarnya berkata seperti itu. Memuakkan. Dari mana dia dapat kata-kata semenggelikan itu?

Aku semakin membenamkan wajahku di bantal sofa. Meringkuk dengan ekspresi mengenaskan sambil menggigiti kuku.

 

“Kau ini gengsi sekali. ckckck, bilang lapar saja tidak mau. Dasar maniak strawberry,” Myungsoo menarik tanganku dan mendudukkanku begitu saja di atas kursi meja makan. Aku menoleh kepadanya. Wajah Myungsoo sangat mengerikan dan aku bersumpah melihatnya menghembuskan napas panas dari hidung mancung kebanggaannya itu.

“A-a…” aku tak sanggup mengucapkan apa-apa. Dia kini duduk di hadapanku dengan tangan terlipat kaku di atas meja.

 

“Cepat makan, bodoh! Aku tak mau terlambat ke sekolah hanya karena ini,” Myungsoo berteriak lagi. Kali ini lebih dan lebih nyaring dari sebelumnya. Aku berusaha keras tak menutup telinga.

 

Ragu, aku mengambil perlahan-lahan sebuah Roti panggang diatas piring putih yang dibuat Myungsoo. Aku mengoleskan—masih pelan-pelan—selai cokelat kesukaanku diatasnya. Melirik sedikit Kim Myungsoo yang masih tak beranjak se-senti pun dari tadi.

 

Dia mengerikan. Sangat.

***

 

“Sampai kapan kita harus seperti ini?”

 

“Sampai orang tua kita pulang,” jawab Myungsoo sambil menoleh kepadaku yang berada disamping kirinya. Kami sedang duduk di Halte menunggu bus tujuan sekolah datang. Jam enam lewat empat puluh lima menit, aku mendengus. Bus tak kunjung datang setelah lebih dari sepuluh menit kami menunggunya disini. Hanya duduk terdiam, seolah tak ada satupun dari kami yang dapat berbicara. Mood baikku semakin menipis dan nyaris hilang.

 

“Harus berapa lama lagi menunggu?” aku mengusap peluh yang mengalir di keningku. Eh, tidak ada apa-apa sih di keningku. Hanya ingin mendramatisir saja, hehehe.

 

“Mana aku tau” dan itu adalah kesekian kalinya Kim Myungsoo menjawab dengan intonasi datar, tanpa penekanan, tanpa emosi. Membuatku kesal setengah mati dan berpikir untuk melempar sepatuku ke kepala pemuda ini.

“Ah! Itu dia!” aku tersenyum lebar kala ekor mataku yang cantik ini melihat sebuah Bus berwarna oranye berhenti tepat di depan kami. Aku berjalan duluan memasuki Bus. Ada dua bangku di pojok kanan yang tersisa. Aku menduduki salah satunya. Dan Myungsoo duduk di sebelahku. Tepat di sebelahku.

 

Sepanjang perjalanan menuju sekolah. Kala Bus yang membawa aku dan Myungsoo membelah jalanan kota yang mulai ramai dengan kendaraan-kendaraan lainnya, matahari mulai bersinar lebih terang dari sebelumnya. Awan putih yang terlihat lembut berarak pelan ke segala arah. Aku….—yang entah kemasukan setan apa—tak bisa mengalihkan pandanganku barang sedikitpun dari wajah Myungsoo. Meski aku kerap kali merasa kesal saat bersamanya, tapi tetap saja, ia pemuda yang tampan.

 

Banyak gadis di sekolah yang mengidolakannya. Mengikuti setiap gerak-gerik Kim Myungsoo kemanapun dia pergi. Dari masuk sampai pulang sekolah.

 

“Aku tau aku tampan. Tak perlu berlebihan begitu,” ucap Myungsoo, menutup matanya kembali setelah aku tersadar dari tingkah konyolku. Aku mengalihkan pandangan dengan wajah pias. Mukaku memanas karena malu dan aku bersumpah mendengar kekehan kecil keluar dari bibir Myungsoo.

“Menyebalkan.” Aku mendengus.

***

 

Pelajaran olahraga adalah pelajaran paling menyebalkan di dunia ini—eh, tidak juga sih. Aku hanya tak suka olahraga. Aku lebih baik menghabiskan waktu dengan makan daripada berlari kesana-kemari dan membuat seluruh tubuhku berkeringat.

 

“Hei! Ayo cepat!” aku tersentak dan menyeringai lebar-lebar. Suzy berdiri dengan wajah kesal di hadapanku.

 

“Iya, iya. Cerewet sekali,” dia mendengus dan menarik tanganku untuk berlari menuju lapangan basket indoor di lantai dua.

 

Aku hanya pasrah sambil menghela napas. Kami melesat cepat melewati deretan kelas XII dan beberapa murid berlalu lalang sambil membawa banyak buku. Ada seseorang yang dapat menyita perhatianku selama beberapa detik. Ia berjalan pelan dengan tangan penuh berisi buku-buku tebal dan wajahnya terlihat sangat lelah. Ehm, entahlah, itu hanya menurutku. Dia laki-laki. Rambutnya berwarna cokelat keemasan. Hidungnya mancung, bibirnya tipis… Tampan sekalii…

Aku tersenyum sendiri sampai-sampai Suzy melihatiku dengan pandangan aneh dan menggelengkan kepalanya; seolah aku adalah manusia paling tidak waras yang pernah ia temui.

Well, aku tidak peduli. Sama sekali tak peduli. Pemuda tampan tadi membuat moodku sedikit menjadi lebih baik setelah menghabiskan(?) banyak tenaga untuk bertengkar dengan si es batu tadi pagi.

“Aww!”

 

Aissh. Sakit! Siapa yang berjalan tidak pakai mata dan menubrukku dari belakang seperti ini?!

 

Aku membalikkan badan dan mendapati Kim Myungsoo berdiri disana dengan ekspresi datarnya, seperti biasa.

 

“YA!” aku berteriak. Dia menutup kupingnya.

 

“Apa yang ka—”

 

“Halo, Suzy. Kau makin cantik saja hari ini,” itu suara Kim Myungsoo! Itu Kim Myungsoo! Demi Tuhan! Anak ini, bisa-bisanya dia merayu Suzy dan mengabaikan ku yang jelas-jelas sudah ditabraknya dengan sengaja. Aku meninju perutnya.

 

“Kasar! Gadis macam apa kau ini?” aku menjulurkan lidah dan mencibir. Membalikkan badan sambil mengibaskan rambut. Dan aku pastikan rambut indahku ini—yang aku cuci dua hari sekali menggunakan shampoo keluaran terbaru—mengenai wajah Kim Myungsoo yang menyebalkan itu. Rasakan pembalasanku.

 

Aku berjalan memasuki lapangan basket indoor ini dan duduk disalah satu bangku yang tersedia tanpa ada seorang pun yang mengijinkanku melakukannya. Tangan di depan dada, bibir yang mengerucut kedepan, serta raut wajah yang tak sedap aku perlihatkan kepada semua siswa-siswi yang masuk secara berbondong-bondong(?). Aku tau tak sepantasnya aku terkekeh ketika melihat Jinyoung—dengan wajah tololnya—tersandung kaki Jieun yang berada di depannya. Itu menggelikan! Ekspresinya benar-benar…

“Park Jiyeon! Apa yang kau lakukan disitu?” suara seosangnim. Astagaa. Aku buru-buru berdiri dan masuk kedalam barisan. Setengah menyesal telah mentertawakan Jinyoung yang jelas-jelas merasakan sakit di kakinya. Baiklah, Aku. Memang. (sedikit). Keterlaluan.

 

Aku tak tau apa yang dibicarakan Lee seosangnim tadi, tapi aku dapat merasakan mataku membulat dan senyumku mengembang ketika melihat… pemuda itu ada disini. Pemuda yang aku temua di lorong tadi…. Sekarang sedang berada disini! Di-si-ni! Di lapangan basket indoor ini!

 

“Namaku Jaebum. Kalian bisa memanggilku JB. Aku murid pindahan dari USA. Dan aku…” pemuda tampan. Dari USA? Waah, hebat sekali, aku bahkan tak pernah berlibur kesana. Eomma selalu menyuruhku pergi ke tempat Harabeoji hampir setiap liburan sekolah. Menyebalkan, ‘kan?

 

“Aku tak mengerti ini memang peraturan dari sekolah atau hanya para guru itu saja yang merekayasa(?)…” Pemuda tampan ini berhenti berbicara lagi. Ia melirik—entah yang keberapa kali—Lee seosangnim yang berdiri di sebelahnya.

 

“Aku lelah karena membawakan buku-buku itu dan sekarang aku butuh istirahat. Seosangnim, tak apa ‘kan kalau aku tak ikut pelajaranmu hari ini?” Lee seonsangnim hanya bisa mengangguk dan JB segera berlalu menuju bangku penonton. Ia tersenyum dan melambaikan tangan kepada siswi-siswi kelasku yang berebut-rebut memasang wajah sok cantik didepannya. Aku mencibir.

 

“Sok cantik. Masih cantikkan juga aku,” gumamku. Dan aku nyaris berteriak ketika seseorang mencubit lengan kananku. Siapa sih?

“dasar kepede-an(?).”

 

Oh God. Myungsoo again? Kenapa dia ada dimana-mana dan membuatku kesal setengah mampus?

“Berisik. Kau juga begitu. Dasar sok tampan,” ucapku sambil lalu. Dia terkekeh dan menarik rambutku.

 

“YA! Kau pikir rambutku ini murah, hah? Aku merawatnya setiap hari dan kau tak tau berapa biaya yang aku butuhkan untuk itu! Seenaknya sa-”

 

“PARK JIYEON!”

***

 

“Aku sayang padamu, Sulli-ya”

 

“Aku juga sayang padamu, Myungsso-ah”

 

Aku berlagak seperti ingin muntah dan terbatuk beberapa kali. Menggelikan!

Myungsoo bodoh! Kenapa dia bisa menjadi seperti itu? Jangankan mengucap kata-kata romantis, tersenyum saja jarang kepadaku!

 

Eh, hehe. Tidak ah!

 

Lagian siapa yang peduli pada Kim Myungsoo aneh ini! Tak ada. Bukan aku. Oke, Fine!

 

Tiba-tiba aku mendengar suara tepuk tangan yang kencang sekali, bahkan sampai membuat gendang telingaku sakit dan aku hampir tak bisa mendengar lagi. Berlebihan? Okesip, memang.

 

“Bagus sekali. Kim Myungsoo dan Choi Sulli, akting kalian sangat mengagumkan” aku melihat muka Sulli yang memerah dan Myungsoo yang tersenyum di depan Park seosangnim. Aku memasang tampang datar.

 

“Gomawo seosangnim,” ucap Sulli dan kemudian melirik Myungsoo melalui ekor matanya. Myungsoo pun mengucapkan hal yang sama.

Ya, ya, akting mereka memang bagus. Aku…akui (sedikit). Tapi tentu kemampuan aktingku yang lebih bagus. Kim Tae Hee pun lewat olehku. Hehe, lewat saja sih…

 

Setelah dua orang menyebalkan itu duduk di tempatnya masing-masing. Dan setelah aku menunjukkan tinjuku kepada Myungsoo yang mengejekku, aku dipanggil oleh seosangnim dan betapa terkejutnya jantungku ini ketika…

“Im Jae Bum, silahkan maju kedepan”

 

Semangatku menggebu-gebu dan aku tersenyum sangat lebar selagi kakiku berjalan kedepan kelas. Myungsoo melirikku aneh, aku mehrong kepadanya.

Im Jae Bum maju dengan wajah sumringah dan aku tau pasti dia sedang tebar pesona. Tapi tak masalah, tidak masalah selama dia adalah Justin Bieber versi korea. (abaikan)

 

Untuk waktu yang sangat singkat—kurasa—kami membaca konsep cerita yang akan kami perankan dalam drama kali ini. Aku mengerti peranku dengan sangat baik. Aku tersenyum jumawa dan melirik JB. Akting adalah salah satu keahlianku. Itulah kenapa aku sangat menyukai pelajaran seni di hari Jumat ini.

 

Sehabis gelap timbul-lah terang.

Aku tak tau dapat kata-kata itu dari mana, yang pasti itu memang benar adanya.

Setelah pelajaran olahraga yang membosankan, kini timbullah(?) pelajaran seni yang menjadi favoritku.

 

Hehe, tak penting yah? Fine, aku tak kan mengatakan peribahasa itu lagi.

 

“Silahkan dimulai,” ucap seosangnim kepada kami berdua. Aku mengangguk begitupun JB.

 

Kisah ini bercerita tentang seorang pemuda tampan yang pintar bin kaya, bertemu dengan sesosok(?) gadis sombong di tengah jalan raya (okesip, ini sedikit memalukan) yang ingin melakukan percobaan bunuh diri.

 

What? Hei! Itu peran yang bagus. Lihat saja aktingku sesaat lagi!

***

 

Prok prok prok prok

 

Aku membungkuk beberapa kali dan melirik kembali Myungsoo. Dia memalingkan wajahnya dan itu membuatku terkikik.

 

“Bagus sekali. Dua jempol untuk kalian!” Park seosangnim mengacungkan dua jempolnya di depan mukaku. Aku mundur satu langkah dan melengos. JB tersenyum maniiis sekali; semua orang bersorak tidak karuan.

 

Aku kembali ke tempat dudukku begitupun dengan JB.

 

Hari yang menyenangkan~

 

Sepuluh menit lagi pelajaran akan usai. Aku baru saja melihat jam ditanganku. Park seosangnim memanggil satu pasangan lagi untuk maju kedepan dan berakting. Kali ini adalah Suzy dan Ricky. Aku menguap.

 

Akting Suzy memang bagus—tentu saja—semua orang disekolah ini mengetahuinya. Tapi Ricky… oh yeah, dia seperti tikus terjepit pintu dengan ekspresi seperti itu.

 

Aku menguap lebih lebar.

 

Dan tibalah saatnya…

 

Kring Kring!

 

“Baiklah anak-anak, kita lanjutkan lagi minggu depan. Selamat siang…”

 

“Siang seosangnim!”

 

Aku menatap Suzy yang sudah kembali duduk disebelahku, menarik tangannya dan bermaksud menuju kantin. Mood baikku bertambah lima puluh persen!!

“Belikan aku kimbap yah…” suara itu lagi. Ck.

“Tidak mau,” jawabku tak memperdulikannya.

Myungsoo menarik tanganku dari belakang—aku nyaris terjungkang jika saja dia tidak menahannya.

 

“Aku pinjam Jiyeon sebentar yah, Suzy. Nanti aku kembalikan, tenang saja, utuh kok,” kata Myungsoo kepada Suzy sambil mengedipkan sebelah matanya. Dasar Genit.

Suzy hanya mengangkat bahu dan berlalu begitu saja tanpa memperhatikan ekspresi wajah tersiksaku. Sial.

 

“Jadi… kau merasa sangat hebat sekarang?”aku membalikkan badan, melipat tangan di depan dada dan mengangguk angkuh.

 

“Tentu saja,” jawabku.

“Aku jauh lebih baik dari pada anak baru sok keren itu.”

“Dia memang keren!” ucapku tak mau kalah. Myungsoo meniup poninya dan memasukkan tangan kedalam saku celana.

 

“Ohya? Kalau begitu, Sulli jauh jauh jauh lebih baik darimu,”

Aku kesal setengah mati, setengah hidup(?).

“Apa? No way! Aku yang lebih baik,” Myungsoo menggelengkan kepalanya sambil mendekatkan wajah anehnya ke wajahku. Satu tangannya terulur dan mendarat di…

 

(aku menutup mata, gugup. Apa…apa…dia akan merapikan rambutku? Atau.., kira-kira apa ya? Kok aku jadi rempong(?) gini sih?)

 

PLETAK!

 

“Aww! YA!! Kim Myungsoo! Sakit, bodoh!”

“Ahahahahaaha…. Mukamu merah. Dasar aneh.”

 

“YA!! Tutup mulutmu!!”

***

Hai Readers! Ini dia chapter 1 nya, apa terlalu kependekan yah? Huhu u,u

Dan ini sama sekali gak ada aku ubah, kaget pas ngecek wp ini, kirain FF nya belum dipost haha. Makanya aku buru-buru ngirim kelanjutannya ^^ Don’t forget to leave your comment, oke?

Advertisements

43 responses

  1. chacha

    Jiyeon sama myungsoo sahabatan ? Tpi kok kayak kucing dan tikus ya ?
    Next partnya ditunggu segera…

    July 9, 2014 at 12:35 pm

    • tau tuh haha XD
      oke, keep waiting

      July 21, 2014 at 12:40 pm

  2. dyah babydino

    nyungyeon ky tom and jerry aja next thor

    July 9, 2014 at 12:39 pm

    • siapa yg jadi tom siapa yg jadi jerry nya tuh? haha xD
      oke, thanks ya

      July 21, 2014 at 12:42 pm

  3. hahahaha Jiyeon Rempong ~
    tapi Gokill (y)
    myungsoo hobi bgt gangguin Jiyeon nihh.. nanti suka lohhh :p
    Ditunggu lanjutannya thor(y)
    FFnya seerruuu!!

    July 9, 2014 at 12:52 pm

    • nah iya, nanti sukaa lohh haha xD
      thanks readment nya yaa ^^

      July 21, 2014 at 12:43 pm

  4. Sari

    Keren thor:-D

    July 9, 2014 at 1:12 pm

  5. lira hafidah*

    hahaha sebenarnya status jiyeon ama myungsoo apa?

    July 9, 2014 at 2:13 pm

  6. myungie

    Huaha myung caper nih ke jiyeon kkkk bilang aja cemburu ga suka liat jiyeon muja muja jb hoho mereka sahabat yg unik sering berantem tapi saling peduli. Keren keren, ditunggu kelanjutannyaa 😀

    July 9, 2014 at 2:21 pm

    • nee, gomawo readment nya ya ^^
      keep waiting~

      July 21, 2014 at 12:45 pm

  7. keliatan yah kalau myungsoo it cemburu???
    Katanya sahabat,kok malah berantem melulu hehehe 😀

    July 9, 2014 at 3:34 pm

  8. Keren…
    Ditunggu next partny^^

    July 9, 2014 at 7:13 pm

  9. Nira

    Hahaha ini myung oppa sm jiyi eonni kelahi mulu entar lama2 suka loh *ehm* 😀 ciye JB muncul kira2 jiyi eonni bakal dkt nggk ya sm JB, trs myung oppa cemburu kkkk~ nah loh… 🙂 ffnya bagus thor seru kelahi mulu jiyi eonni sm myung oppa haha (y) semoga cpt akur ye, next jgn lama2 ya thor, fighting! ^^

    July 10, 2014 at 1:23 am

  10. vellani junanda

    seolah kaya lagi baca komik, i like it 🙂
    next part.

    July 10, 2014 at 2:38 am

  11. akhrx d post jg part 1nya thor…,,seru bgt ceritanya..
    Aigoo knp jyi unn mlah trtarik ma jb..,,myungpa jg knp genit amat..,,hufft-_-
    D tunggu next nya segera mungkin thor…^^

    July 10, 2014 at 3:22 am

  12. myungyeon ❤
    kaya tom and jerry ribut melulu 😀
    kayanya myungsoo cemburu jiyi suka sma jb 😀
    di tunggu next partnya thor 🙂

    July 10, 2014 at 4:48 am

  13. Ceritanya ringan.
    Tapi menarik.
    So update soon

    July 10, 2014 at 5:21 am

  14. myungsoo suka banget jailin jiyeon nih~ awas tar suka hlo :3
    tapi gpp sih aku dukung wkwk :V
    ditunggu part slnjtnya~ update soon ya thor ^^

    July 10, 2014 at 6:03 am

  15. shasaa

    hahhaha lucu.. crjtanx seru*
    next thorr

    July 10, 2014 at 12:12 pm

  16. Hahah gokil, myungsoo jiyeon berantem mulu
    tp dri sering brntem nnti jd suka, ciye haha

    July 10, 2014 at 1:28 pm

  17. Quessthy97

    mereka sahabatan tapi berklahi mulu bawaannya.. tapi ittt lah aku suka..
    juga myung suka bnget gangguin jiyi.
    Next nya thorrr…

    July 10, 2014 at 2:39 pm

  18. Sonya

    Alurnya kayanya cepet gitu kaya lagi balapan . Myungyeon vers tom and jerry haha

    July 10, 2014 at 2:53 pm

  19. iya authir kependekan.. scene myungyeonnya juga dikit…
    next part update soon nee….

    July 11, 2014 at 5:14 am

  20. hmmm kurang panjang thor hehe. tp seru sh myungyein sahabatan tp ribut terus hahah trus dr segi mana sahabatannya tuh?? myung ga trima nh jiyi bilang jb keren 😛 lanjut yaaah~

    July 11, 2014 at 9:03 am

  21. lilianprastisa1

    Kyaknya Myung ada rasa ni ama Jiyeon 😀 buktinya dia jeles tu Jiyeon yg kagum liat JB

    July 11, 2014 at 1:26 pm

  22. resiapyo

    q suka smw edisi myungyeon d wp ini.. manisnya bner2 abg bgt.. kkikiikii..nex chapnya bwt myungsoo side yoo..dtggu..

    July 11, 2014 at 2:14 pm

  23. lauve

    Wahhh keren ini sudut pandang jiyi myung di chap 2 y? Pokonkna di tunggu klanjutannya^^

    July 12, 2014 at 7:43 am

  24. kriswulan

    Jiyi kq heri (heboh sndri) 😀
    MyungYeon sahabatan tp lebih terlihat musuhan
    Myung dingin & demen banget bikin Jiyi naik darah
    Jiyi terpesona ma JB & hal itu bikin Myung jealous sbenernya 😀
    Next

    July 12, 2014 at 8:36 am

  25. miss deer

    mereka kocak bgt!! keren! lanjutin dooong

    July 14, 2014 at 2:58 pm

  26. wkss.. mereka lebih cocok disebut partner musuh daripada sahabat.. wkwk
    itu myung niatnya caper ke jiyeon gak??

    July 15, 2014 at 1:07 pm

  27. Aaaaaaaaaaah kurang panjang thor.
    TBC g bilang”.
    Lg asyik melihat perdebatan tom and jerry ah salah,mksutq myungyeon.Jd kpotong perdebatan mereka.Baiklah q tuggu part 2nya ya thor?

    July 18, 2014 at 12:48 am

  28. sondang brigita

    lanjutin donk aku suka banget ama ne ff

    July 20, 2014 at 1:31 pm

  29. mending tanya dulu deh sama Myungsoo nya hehe xD
    thanks readmentnya nya

    July 21, 2014 at 12:46 pm

  30. upileu

    Huahaaha ngakak :v. Little bit deg”an sih :v /g lanjut thor jan lama” /g

    July 23, 2014 at 2:15 am

  31. myungyeon

    seru ceritanya.. suka dg karakter myung dan jiyeon,,
    sahabat tp seperti musuh soalnya bertengkar trz si.. (?)
    smoga aja sahabat jd cinta
    owh ya, krg panjang thor ..hehe
    next part ditunggu..

    August 9, 2014 at 11:40 am

  32. Pingback: Pocky Choco Choky (Part 2) | Kimmy World

  33. djeany

    ubdatenya kok lama jes,haha komedinya dapet banget.myungyeon seperti tom n jerry.q geregetan liat mereka berantem tapi kesannya mesra haha.oh pribahasanya habis gelap terbitlah terang.tapi kayaknya jes sengaja dipelesetin jdi timbullah.

    August 14, 2014 at 6:05 am

  34. Riri J

    Seru thor,,,sie myung kthuan bngt suka ama jiyi,,,xixi

    August 14, 2014 at 6:15 am

  35. wiwin

    sedikit gj sih thor tp aku suka kok.
    di ff ini jiyeon ma myungsoo itu punya hubungan apa thor ?
    next chapternya ya ?

    August 14, 2014 at 3:56 pm

  36. pororo

    Hahahaa lucu nih myungyeon aduh tapi aku rada binggung katanya sahabatan tapi lebih mirip tikus ama kucing ah yg menting ditunggu nextnya yah:))

    August 14, 2014 at 3:59 pm

  37. Isti

    kyaaa mereka cute banget kalo lagi berantem^^ sukaaa 😀 haha ciyeee saling cemburu ciyeeee 😀 haha
    ngakak banget bacanya xD wkwk

    September 14, 2014 at 10:56 am

  38. lisa sasmitha

    Myungso jiyeon sahabatan tapi kelakuannya kaya tom and jerry…
    Myungsoo gangguin jiyi terus, myung hati” loh nanti lama” bisa jadi suka Kkkkk 😀

    October 6, 2014 at 9:14 am

  39. yetci

    Myungyeon couple
    Keren

    December 7, 2014 at 2:17 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s