KIM MYUNGSOO FANFICTION

[CHAPTERED] A WEIRDOS BOY CHAP 6

awb6

 

Author : Meongnamji  [@chanerds]| Length : Chaptered [TEASER] [CHAP 1] [CHAP 2] [CHAP 3] | [CHAP 4] [ CHAP 5 ] | Genre : School life romance, fiction, fantasy | Main Cast : Kim Myungsoo INFINITE, Lee Jieun [IU] | Minor Cast : Sungyeol, Sunggyu and the rest of INFINITE members, others. | Poster : GDesign (Meongnamji)

PART 6

Mereka tidak bisa mati. Mereka punya system kekebalan tubuh yang abnormal, luka mereka akan dengan cepat sekali menutup kembali, dan, entah bagaimana caranya, luka seberat apapun takkan bisa membunuh mereka, meskipun ya, itu akan membuat mereka tentu saja kesakitan.

Rupa mereka biasa, tidak ada yang aneh, semuanya kelihatan sama seperti manusia pada umumnya, dan meskipun mereka telah hidup lama dan tak pernah mati, tak ada satu kerutan pun di wajah mereka. Mereka malah berpuluh kali lipat lebih mengagumkan dari manusia biasa.

Mereka hidup seperti manusia, mereka tidak meminum darah ataupun memburu daging, mereka benar-benar hidup seperti manusia. Bersekolah, berorganisasi, bekerja, dan bahkan ikut pesta juga.

Entah apa yang membuat mereka menjadi seperti itu, tapi mereka memanglah benar-benar berbeda. Mereka punya kekuatan abnormal, mereka bisa berlari sangat cepat, berpindah dengan sangat gesit, melompat tinggi dengan sempurna, semua panca indra mereka tajam dan sensitive, dan lagi, mereka punya indra keenam yang unik dan berbahaya, mereka punya sensor dan mereka lebih mengerikan dari sekedar hewan buas. dan sekali lagi, mereka tidak bisa mati.

Itulah mengapa mereka menyebut mereka INFINITE.

Infinite, tanpa batas. Tiada akhir. Karena begitulah mereka. Tiada kematian, dan hidup teruslah berlanjut, tiada batas, tiada akhir…………….

Dan Jieun tak percaya bahwa Sungjong, sang maknae, telah hidup selama 500 tahun lebih.

Dan bagaimanapun memikirkannya, Jieun tak percaya bahwa semua itu masuk akal.

Tapi, itulah penjelasannya, penjelasan bagaimana Myungsoo bisa loncat tanpa kelihatan terluka sedikitpun, mengapa ia bisa mengiris urat nadinya sendiri dan masih hidup setelahnya, dan mengapa Myungsoo bisa tahu keberadaannya bahkan ketika ia bersembunyi dari jarak jauh.

Jieun melirik jam dan mendesah. Jam satu petang. Ia tidak bisa tidur, penjelasan Sungjong yang ceria soal INFINITE malah membuatnya ngeri dan tak habis pikir, bagaimana hal seperti itu bisa terjadi.

Jieun mencoba dengan keras – untuk kesekian kalinya – menyingkirkan soal Myungsoo dan INFINITE. Ia memejamkan matanya erat-erat dan diam-diam berdoa dalam kegelapan kamarnya, bahwa selama ia menjalani kontrak ini, tubuhnya masih tetap akan utuh.

**

Untuk pertama kalinya ia bersekolah disini, barulah pertama kali ia memedulikan sorak riuh para fangirl yang menunggu di depan gerbang.

Dan bagi Jieun, itu semacam alarm baginya. Ya, masalah hidup barunya  telah datang.

Jieun bersyukur ia tidak sekelas dengan Myungsoo, dan dengan begitu ia bisa menjalani ujiannya dengan serius. Ya, ia baru saja melupakan hal penting lain, bahwa dua minggu lagi ujian akan datang, dan itu menentukan kelas baru, dan apapun yang terjadi ia harus masuk kelas special, dengan begitu ia bisa masuk ke universitas favorit, seperti tujuannya semula semenjak menginjakkan kaki disini.

Jieun membuka bukunya. Mencoba bersikap ‘masa-bodoh-dengan-si-Myungsoo-itu’ dan focus pada pelajaran. Ya, ia harus belajar, dan itu tentunya lebih penting daripada mencari buku tua yang disuruhnya.

Dan tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat – begitu bagi Jieun. Ia yang satu-satunya mendesah berat ketika bel berdering sementara murid-murid lain berloncatan kesenangan, bahkan ada yang langsung berlari ke kantin.

Tapi Jieun tersenyum senang setelah berhasil menolak halus Jei pergi ke kantin dengan alas an ia harus belajar lagi karena sebentar lagi ujian. Dan tidak ada yang aneh bagi Jei jika Jieun belajar lebih giat dari siapapun, meski Jei tak tahu alasan sebenarnya.

Apakah Jieun tidak lapar? Tentu saja tidak!

Ia benar-benar lapar, belajar begitu serius. Tapi karena ia sudah memikirkan seribu hal untuk menghindari Myungsoo (meskipun sekarang ia sudah resmi menjadi ‘budak’nya) semalaman, ia membawa kotak makan dari rumah.

Ia membuka kotak makanannya dengan mata berbinar-binar. Perutnya benar-benar berbunyi minta diisi.

Ia menyuapkan bibimbap  buatannya dalam satu sendok penuh, dan memasukkan telur gulung juga kimchi dan bahkan kimbap ke dalam mulutnya. Ia mengunyah dengan bahagia.

“Sudah kuduga kau disini.”

Jieun menoleh ke ambang pintu dan tersedak, ia benar-benar tersedak, dengan susah payah ia menggapai botol minumnya dan meneguknya habis, menepuk-nepuk dadanya yang masih terasa sakit, setelah beberapa saat yang menyakitkan, ia bisa menarik nafas lega, dan menatap lagi ke ambang pintu, siapa tahu itu hanya ilusinya, tapi ia benar-benar ada disana.

Kim Myungsoo-lah yang ada disana, diambang pintu kelasnya, melipat kedua tangannya dan menatap Jieun dengan tatapan memergoki yang menyebalkan.

Jieun mendesah. “bisakah kau muncul secara normal?”Tanya Jieun, mengelap mulutnya dengan sebal.

“apanya yang tak normal?”Tanya Myungsoo sambil melangkah masuk dengan langkah arogannya yang biasa, dan duduk di bangku dihadapan Jieun.

“maksudku, kau bisa mengetuk pintunya, atau setidaknya, kau memberi tanda bahwa kau akan muncul, bukan tiba-tiba berdiri di ambang pintu seperti itu dengan wajah menyebalkan.”

“entah apa salahku, yang pasti kimbap dihadapanku sekarang ini bisa membuat orang yang memakannya tak bisa menyadari keadaan sekitar. Aku sudah menunggu disana selama tiga menit, pabo.”

“jinjja?!” Myungsoo hanya menatap datar ekspresi kaget Jieun. Jieun mencibirnya.

“apakah enak, Lee Jieun, membawa makanan sendiri di kelas dan mengasingkan diri seperti ini?”sindir Myungsoo.

“awalnya menyenangkan, sampai kau datang. Bisakah kau tidak menganggu jam istirahatku?”

“lalu kapan kau akan melayaniku, hah? Haruskah aku menganggu jam-jam pelajaranmu, menyeretmu keluar dan menyuruhmu membelikanku roti dan susu kotak untuk sarapan?”

Jieun mendesah – menyerah berdebat lagi. “ingatlah kau punya kontrak!”bentak Myungsoo melihat sikap pasrah Jieun.

“aku tahu aku tahu!”

“makanya, jangan harap kau bisa menghindar dariku selama istirahat. Ingat kau ini budakku, Lee Jieun.”

“bisakah kau punya istilah yang lebih elit?”Tanya Jieun risih. Myungsoo hanya nyengir tak peduli. “ah ya sudahlah lupakan!”seru Jieun kesal dan mengambil sumpitnya, menyuapkan satu kimbap ke mulutnya dan mengunyahnya dengan marah.

“ya ya ya!”Myungsoo tiba-tiba berseru dan merebut sumpit Jieun.”ini jadi milikku sekarang.”ujar Myungsoo dan membawa semua kotak makan itu ke mejanya.

“y – ya! apa-apaan kau ini?! Kembalikan!”

“salah kau sendiri harus bersembunyi disini, membuatku harus datang kesini dan melewatkan makan siangku dikantin dengan fansku. Jadi, sebagai budak yang baik kau harus membayarnya.”Myungsoo tersenyum licik dan mulai memakan semuanya.

“y – YA!”pekik Jieun, tapi Myungsoo sama sekali tak peduli dan terus makan.

“s… sial…….” Gumam Jieun dengan wajah naas. Dan ia hanya bisa melihat Myungsoo makan dengan lahap dengan menggigit bibirnya sendiri, membiarkan perutnya meronta-ronta minta diisi.

Ah, Sialan kau Kim Myungsoo!

**

Myungsoo benar-benar makan dengan lahap, menghabiskan semuanya, dan bahkan tanpa sisa. Semua kotak makan Jieun benar-benar disapu bersih.

“ah, mashitta.” Gumamnya senang. Jieun mencibir melihatnya. Ternyata Myungsoo yang sedang bahagia diatas penderitaan orang lain seribu kali lebih menyebalkan daripada biasanya.

“selesai? Sekarang pergilah. Aku sudah melakukan tugasku hari ini.”usir Jieun dingin.

“yup, kau melakukan tugasmu dengan baik hari ini. Ngomong-ngomong, ini masakan siapa?”

“masakanku! Kau mau apa, hah?!”balas Jieun sensi. Perutnya berbunyi lagi dan jam istirahat hampir habis. Tak ada gunanya lari ke kantin sekarang.

“m.. mwoya? Ini asli masakanmu? Woa..”

“apanya yang ‘woa’ ?”

“ani, hanya saja aku tidak mengira orang temperamen dan study-holic sepertimu bisa memasak juga.”

“y, ya! bisakah kau memuji dengan cara yang benar? Temperamen dan study-holic? Hah. Kau benar-benar sesuatu Kim Myungsoo.”

Myungsoo sekali lagi hanya memasang wajah tak peduli. Jieun merasa bahwa marah padanya sama sekali tak ada gunanya. Lihatlah wajah poker face nya! Urgh!

“kalau kau tak ingin punya masalah, cepat enyah dari sini.”suruh Jieun kasar, dan ia melihat arlojinya. “lihat, sisa waktu istirahat sepuluh menit lagi. Dalam lima menit, semua murid akan ada disini.”

“uurgh kenapa kau cerewet sekali sih?”

“Kim Myungsoo. Cepat – pergi – dari – sini.”Jieun menekankan setiap katanya, berharap Myungsoo menurut atau kalau tidak, kesabarannya benar-benar akan habis. Ia akan menyeretnya, memukulnya, apapun itu supaya Myungsoo bisa enyah secepatnya darisini. Tentu saja ia tak ingin dapat masalah lebih dari ini! Lagipula, bocah tengik ini bukan pembunuh! Dan ucapan yang kemarin hanyalah gertakan. Myungsoo takkan bisa menyakitinya. Dan Jieun menyeringai ketika gagasan itu muncul.

Disaat Jieun memikirkan berbagai cara kejam dan semacamnya, Myungsoo malah dengan ringan mengatakan sesuatu yang membuatnya bengong.

“besok dan seterusnya, masakkan aku masakan ini ya. lengkap seperti ini.”

“ap – apa?”

“bawakan aku makanan ini setiap hari. Bibimbap, kimbap, telur gulung, kimchi, dan ah tambahan, banana milk, yap? Aku tunggu dikelasku.”

“kau gila?”

“kau budakku.”jawab Myungsoo ringan.

“KAU GILA!”seru Jieun.”memasak untukmu setiap hari? Ya, yang benar saja!”

“kau ingat dengan kontrak kan?”

“tapi aku sebagai budakmu hanyalah untuk mencari buku aneh apalah itu! ini, ini tidak bisa! Ayolah!”

“bawakan aku masakan ini setiap hari, Lee Jieun. Setiap jam istirahat dikelasku, aku tunggu. Kalau kau tidak datang dengan masakan-masakan ini, aku akan melakukan sesuatu, dan pastinya tidak menyenangkan.”

“ya!”

“aku memang tidak bisa menyakitimu, ya memang kata Sungjong kemarin, kami bukan pembunuh. Tapi Lee Jieun, kau tak tahu diriku. Meskipun aku tak bisa menyakitimu, tapi bisa saja kan, aku buat hidupmu sedikit, em.. apa ya istilahnya…”

Jieun menatap marah namja di hadapannya ini, dengan pikiran gila dan wajah poker face nya yang super extra menyebalkan, namja aneh yang ingin sekali ia enyahkan, saat ini juga.

“ah ya, merana. Aku bisa membuat hidupmu merana, dan aku rasa akan mudah sekali melakukannya. Jadi, aku tunggu besok ya!”ujarnya sambil tersenyum (sok) manis dan melambaikan tangannya, berjalan santai keluar.

Apa-apaan ini? Jadi, sekarang, selain menjadi budaknya, ia juga jadi koki dan tukang antar untuknya?

Matilah kau, Lee Jieun.

**

Jieun menghabiskan seluruh jam pelajaran setelah istirahat dengan rasa benci agar bisa mengabaikan rasa lapar di perutnya. Ia bahkan menggambar Myungsoo dengan sangat jelek dan mencoretinya, menjudulinya dengan, ‘Bocah Tengik Tak Tahu Malu’ . Jieun tak akan menurutinya, enak saja!

Dan ketika bel berdering, ia merasa luar biasa bahagia. Dengan cepat ia membereskan bukunya dan berlari keluar, ke kantin lebih tepatnya.

“Akhirnya akhirnya akhirnya!”serunya tak sabar, berlari dengan sedikit memaksakan diri karena tubuhnya yang lemas tidak diisi seharian. Ia merogoh-rogoh sakunya, dan kaget ketika menemukan sejumlah uang yang hanya cukup untuk membayar bus sepulang nanti.

Jieun merogoh lagi saku jasnya, kali ini juga mengubek-ubek tasnya, tapi tak ada uang sepeserpun.

“apa-ap….” Tiba-tiba gerakan tangannya terhenti. Dan ia ingat ia menabungkan hampir seluruh uang jajannya hari ini, dan hanya membawa untuk perjalanan pergi dan pulang, dan sisanya ia tabungkan di celengan danbo nya.

Jieun yang lemas semakin lemas saja. Dengan lesu ia hanya berdiri mematung di koridor sekolah, dari mulai anak-anak yang ramai berhamburan hingga koridor itu kosong lagi.

“apa aku harus jalan pulang ke rumah? Ah, mana mungkin. Tapi…” Jieun menggigit bibirnya dan kejadian saat istirahat tadi kembali terulang di memorinya, membuatnya begitu marah.

Kalau saja Myungsoo tidak memakan makan siangnya…

Kalau saja bocah itu tidak mengambil semuanya…

“urgh sialan!”

“eh itu dia! Sudah kubilang kan dia disini.”

Jieun berbalik ke belakang dan mendapati dua sosok jangkung, berlari mendekatinya.

Jieun mendengus ketika mengenali mereka, terutama ketika mengenali namja dengan cara berjalan yang angkuh dan sikap sok dingin yang menyebalkan itu. ya, Myungsoo.

“Jieun-a!”seru Sungyeol tersenyum. Setelah Jieun mengetahui apa sebenarnya mereka, Sungyeol jadi lebih nyaman bicara dengannya, bahkan sekarang ia menggunakan kata informal. Dan Sungyeol lebih senang lagi karena Jieun masih tersenyum kepadanya setelah tahu asal-usulnya dan saudaranya, meskipun ia melempar death glare pada Myungsoo.

“Sungyeol-ssi. Annyeong.”ucap Jieun, masih tak enak menggunakan banmal alias informal.

“ah Jieun, pakai banmal saja! Lagipula kita satu angkatan.”

Jieun hanya tersenyum simpul. Bisakah ia pulang saja? Nafsu makan dan belajarnya benar-benar sudah musnah sekarang, ketika melihat Myungsoo berdiri dengan wajahnya yang datar seolah tak terjadi apapun tadi.

“ehm, oke, baiklah.”

“nah, begitu! Ngomong-ngomong, kau mau ikut dengan kami?”tawar Sungyeol.

“ha, kemana?”

“ke restoran favorit kami. Disana ada samkyetang yang sangat enak! Mau ikut? Ayolah!”

“s… samgyetang?”

“lihat, ekspresinya mendadak jadi lunak ketika ia mendengar kata ‘samgyetang’. Apa kau begitu suka makan, Lee Jieun? Ckck.”Myungsoo tiba-tiba bicara, membuat imajinasi Jieun tentang samgyetang yang hangat buyar.

“aku pasti akan biasa-biasa saja mendengarnya kalau seseorang tidak mencuri makan siangku.”

“seseorang mencuri makan siangmu? Nugu?”Tanya Sungyeol kaget.

“entahlah, seseorang yang tak tahu malu datang dan merebut kotak makan siangku, dan berlalu begitu saja setelahnya.” Sindir Jieun, menatap tajam ke arah Myungsoo. Myungsoo memberinya cibiran dan keduanya saling menatap dengan tatapan membunuh satu sama lain.

“aah, Myungsoo?”ujar Sungyeol, dan Jieun tersenyum dan seolah berkata ‘ternyata-kau-tahu-benar-siapa-orang-yang-tak-tahu-malu-itu’.

“okelah. Karena Myungsoo telah mencuri kotak makanmu, dia harus menggantinya bukan?  Jadi ayo ikut kami! Myungsoo yang bayar porsimu!”

“eh, apa-apaan kau ini hyung?!”

“berisik! Pokoknya kau yang bayar, sekalian yang aku juga!”

“hyung!”

“jadi, kau ikut kan Jieun?”Tanya Sungyeol, mengabaikan aksi protes Myungsoo.

“eh…”Jieun bergumam ragu, meski perutnya sudah mendemo berteriak agar ia menyetujuinya. Dan hatinya juga membujuknya, dengan embel-embel,’sudah, setujui saja, lagipula si Myungsoo itu yang akan bayar.’

“ayolah, kau tak kasian pada cacing diperutmu? Jangan menghabiskan waktu kami percuma disini menunggumu.”Myungsoo yang bicara, dan Jieun hampir saja memukulnya.

“jadi, setuju?”Tanya Sungyeol.

Perutnya sekarang memohon, bahkan mungkin meratap, agar Jieun menyetujuinya. Dan karena ia tak bisa mengalahkan demo ‘cacing-cacing’ di perutnya itu, ia mengangguk.

“oke! Let’s go!!!!!!!!”seru Sungyeol ceria, dan berjalan duluan. Myungsoo hanya mengedikkan bahu seolah berkata ‘aku-tahu-pasti-kau-akan-ikut’ dan Jieun hanya mengabaikannya. Oke, abaikan saja Myungsoo itu, dan kembali bayangkan samkyetang. Samkyetang gratis di saat kau sedang lapar-laparnya! Jieun menahan dirinya agar tidak berliur memikirkan semua itu.

Jieun berjalan dibelakang mengikuti Sungyeol yang kini berjalan sambil sesekali bersenandung. Berjalan dibelakang Myungsoo yang sesekali mengacak-acak rambutnya dan masih berjalan dalam gayanya yang sok. Ia berjalan dengan santai dan bahagia bahwa ia akan ditraktir di belakang salah seorang dari INFINITE, dan ia tak percaya dirinya bisa berjalan di belakang mereka dengan tenang dan biasa, seolah mereka adalah temannya (kecuali mungkin untuk Myungsoo).

Jieun tersenyum. Mungkin, mereka tidak seburuk apa yang dibayangkannya.

TBC

Advertisements

27 responses

  1. wah! ini ff udah aku tunggu-tunggu dari dulu lho.
    jadi, hubungannya iu-myungsoo membaik nih?
    wih, bener-bener gak sabar nunggu next chap nya. update soon ya 🙂 keep writing authornim ^^

    February 24, 2014 at 2:54 pm

    • iya membaik apalagi di next part hoho, thanks banget udah mau baca dan nunggu////bighugs{}

      April 15, 2014 at 1:54 pm

  2. Tania

    Next next >.<

    February 25, 2014 at 12:28 pm

    • next silahkan baca udah aku post hohohoho

      April 15, 2014 at 1:55 pm

  3. lily

    next… next thor…. jgn lama2 nee

    February 26, 2014 at 4:58 am

    • maaf banget lama T_T tapi udah aku update kok heheheheh

      April 15, 2014 at 1:56 pm

  4. Daebak thor.. :3 tambah penasaran. Cepet di lanjut ya thor :3 ^^

    March 4, 2014 at 12:19 pm

    • thanks banget udh mau baca ya:”) maaf lanjutannya lama, tapi udh aku post kok^_^

      April 15, 2014 at 1:56 pm

  5. OMO thorr~ aku nungguin ni ff sampe stress sendiri saking penasarannya.

    Kirain INFINITE itu semacem vampir atau makhluk penghisap darah lainnya, tapi ternyata enggak *mungkin saking mainstream nya kali ya haha*
    agak penasaran juga sih kenapa mereka bisa jadi kaya gitu?!

    Jadi laper kan malem malem baca ini sambil ngebayangi bibimbabnya sama samgyetang nya :9 tanggung jawab hayo XD~

    Sweet mommentnya ditunggu loh thor,

    Lanjut lanjut lanjut, next chap panjangin lagi ya thor kekeke

    Love MyungU~~

    March 10, 2014 at 4:01 pm

    • jangan stress aku ga pny biaya buat rumah sakit:( /apasi

      iyaa haha soalnya vampire etc udah terlalu mainstream jd aku buat beda. pasti di part tertentu ada penjelasannya kenapa mrk bisa sampe gitu hoho

      siap ntaran deh aku lemparin bibimbap sm samkyetang nya kesana /meskipun ga ada dan ga akan nyampe wkwk

      oke sabar aja pokoknya buat sweet moment ;~;

      next chap panjang banget tuh moga suka<3

      April 15, 2014 at 1:58 pm

  6. BaeLyrii

    AAA! Ya Ampuuun kakaaak… oke kesalahan pertama, commentku telaat banget ya? Sorry >oo< Tingkah mereka berdua itu lho kak lucu banget 😀
    Terus tadi pas baca ada kimbap dan telur gulung, jadi ikutan berkhayal gitu /eh?/
    Kakak semangat~! Ditunggu next chapter. Hwaiting 🙂

    March 12, 2014 at 12:24 pm

    • gpp lah dek santai haha. mari bayangkan bersama/? thanks banget udah baca, next chap aku udah update hehehehehe^_^

      April 15, 2014 at 2:05 pm

  7. Aq Ketinggalan…..
    kudet,kudet,kudet hahaha

    cpet di lanjut thor
    karna ff mu kereeen bgt hehe
    peliss,please,jebal
    jgn lama2 ya thor

    dan banyakin FF MyungU soalnya lg Krisis FF IU di indo
    kasihanilah Uaena kan FF myungzy,myungyeon and laennya mah bnyak
    #NgarepPakeBanget wekwekwek

    Hwaiting Thor Cant Wait For Next Chapter^^

    March 12, 2014 at 1:24 pm

    • next chap udh aku update hehe
      thanks banget ya udh baca maaaaf banget lamaTT

      hoho emang justru karena itu aku nulis myungu soalnya liat-liat ga ada satupun //kalo ga salah// yg nulis Myungu kecuali di aff:(
      kalo ff ini udh beres mungkin myungu lain nyusul kali ya hehehe
      thanks banget yaaa{}

      April 15, 2014 at 2:07 pm

      • Wahh…. Ma kasih and Hwaiting thor
        #terhura hehe

        April 15, 2014 at 11:31 pm

  8. fadillah

    next next dong.jngan lama lama

    March 13, 2014 at 4:53 am

    • faktanya aku update lama banget maaf yaaaT_T tp next chap udh aku update^_^

      April 15, 2014 at 2:07 pm

  9. lanjuuuuuttt … he

    March 13, 2014 at 3:29 pm

    • next chap nya udh aku update ^_^

      April 15, 2014 at 2:08 pm

  10. Reblogged this on w93iu's Blog.

    March 14, 2014 at 8:51 am

  11. Wah.wah.daebak.mkin penasran ja thor.klnjutnnya jgn lama2 ea.

    March 14, 2014 at 6:26 pm

    • maaf lama banget ya tp udh aku update kok silahkan di cek heheT_T

      April 15, 2014 at 2:09 pm

  12. sarie cang

    akt penasaran kelanjutannya. .
    kpn next episode?

    April 2, 2014 at 10:28 am

    • next chap nya udh aku update maaf lama banget yaaaT_T

      April 15, 2014 at 2:16 pm

  13. Pingback: [CHAPTERED] A WEIRDOS BOY CHAP 7 | Kimmy World

  14. Pingback: [CHAPTERED] A WEIRDOS BOY CHAP 8 | Kimmy World

  15. Pingback: [CHAPTERED] A WEIRDOS BOY CHAP 9 | Kimmy World

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s