KIM MYUNGSOO FANFICTION

When You Discovered

2b

Author : Ksy

Genre  : sad, romance

Length: Oneshoot

Rating : PG-13

Cast(s): Kwon Shiyoo, Kim Myungsoo/L, other cast.

 

“…Aku hanya bisa diam dan merasakan dadaku mulai sesak. Jika aku tahu dari awal, aku tidak akan sesesak ini”

“Ne, arasseo” aku mulai mencari barang yang ditinggalkan Hana eonni di dorm. Tak butuh waktu lama untuk mendapatkannya. Karena aku sudah hapal dengan kebiasaan Hana eonni yang sering lupa meletakkan barangnya.

Aku keluar dari dorm, sebelum itu aku mengambil kunci motor. Yah, seperti itulah. Aku memakai motor sebagai transportasiku selama menjadi trainee baru-baru ini. Aku tahu, aku belum mendapatkan sim untuk motor, tapi mau bagaimana lagi? Di saat sempit seperti ini, motor sangatlah mutifungsi.

Aku membawa motorku dengan gesit tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Tak lama kemudian, aku sampai di tempat shooting Hana eonni.

Aku melambaikan tanganku ke Hana eonni yang sedang beristirahat. Fiuh~ syukur aku datang di waktu yang tepat, waktu istirahat.

“Eonni, ini barangmu! Aish, lain kali jangan seperti ini lagi” omelku.

“Ne, mian.”

“Hana-ssi, aku ingin mencoba berlatih adega–“ terdengar suara namja dari belakangku. Kalau aku mendengarkan baik-baik, suara ini tidak asing di telingaku. Kalimat namja itu juga tidak selesai saat aku dan Hana eonni membalikkan badan bersama-sama.

“Oh, L-ssi” ucap Hana eonni. Aku terus memandang namja tampan itu –terpesona.

“Hana-ssi, dia siapa?” tanya L.

“Ah, kenalkan, dia Kwon Shiyoo, rekan kerjaku. Tapi sekarang dia ini masih trainee” jelas Hana eonni. Aku hanya bisa diam dan terus memandang ke arahnya.

“Annyeong, Kim Myungsoo-imnida, tapi kau bisa memanggilku L” ia mengulurkan tangannya.

Selama berapa detik, aku tidak merespon uluran tangannya dan untuk menambah kebodohanku, aku melihat tangannya yang terulur padaku dengan memasang wajah bodoh yang kupunya.

Tapi, aku sempat mendengar tawa lirih dari Hana eonni. Bukan rahasia lagi –di dorm kami– kalau aku merupakan fans dari idol tampan di depanku ini.

“L-ssi, maafkan kebodohan maknaeku ini. Mungkin dia terpesona dengan ketampananmu” goda Hana eonni.

Aku bisa melihat, dia, Kim Myungsoo, hanya tersenyum, memperlihatkan lesung pipinya itu. Astaga, rasanya aku ingin berteriak, namun aku masih bisa mengendalikan diriku agar tidak tampak lebih bodoh –atau gila.

“AH! Eonni, aku harus pergi sekarang! Dan–––” tanpa sengaja mataku bertatapan dengan L dan menjadi salah tingkah.

“I-ini barangmu, annyeong!”

Sungguh, selepas pergi dari tempat shooting Hana eonni aku merasa pipiku merah dan menghirup oksigen sebesar-besarnya. Aku merasakan hal seperti ini baru dua kali. Pertama, saat aku tampil di lapangan sekolah dengan teman sekelasku –menari seperti orang gila– dan kedua, saat ini.

“Ah! Aku lapaar” sungutku memegang perutku.

Sekarang ini aku sendirian di dorm, tanpa ada satu orang pun. Dan sekarang nasibku seperti ini. Kelaparan.

Drrt Drrt

Aku melihat layar telepon genggamku menyala menunjukkan satu nama, Saeryung eonni.

“Yoboseyo,”

“Yoboseyo, Shiyoo-ya. Kau sendirian di dorm?” tanya Saeryung eonni.

“O. Dan sekarang aku kelaparan eon” ucapku dengan suara seperti orang menderita.

“Ara, kau ke sini saja. Aku ada di Restaurant ****”

“Nee” semangatku.

Segera saja aku mengambil jaket dan kunci motorku dan menuju ke restaurant yang diberitahu Saeryung eonni.

Saat aku masuk ke dalam restaurant, aku bisa mencium bau daging yang dimasak. Ah, rasanya cacing-cacing di perut semakin memberontak saja. Aku masuk ke ruangan sesuai dengan perintah dari Saeryung eonni.

“Oh, Shiyoo-ya. Sini duduk di sebelahku” panggil Hyeju, salah satu sahabatku.

Aku duduk di antara Hyeju dan Jungah, kedua sahabatku. Aku melihat daging yang dimasak sudah memanggil-manggil untuk kulahap.

“Sepertinya Shiyoo-ssi tidak sabar” aku mendengar suara namja. Bahkan aku baru sadar kalau di sini ada beberapa namja yang kukenali mereka sebagai idol.

“Sejak kapan kalian semua di sini?” tanyaku. Yah, walau kedengarannya sedikit kurang sopan karena memanggil namja-namja di sini dengan sebutan mereka. Padahal mereka lebih tua dariku. Tentu saja, aku mendapatkan kode rahasia dari Hana eonni –tatapan mautnya.

“Kau sangat lucu. Kau tidak menyadari kami tapi kau muncul dengan hebohnya tadi” jawab seorang namja tinggi, Lee Seungyeol, meniru kehebohanku tadi.

Yah, memang aku tadi masuk dengan sedikit ‘heboh’. Aku membuka pintu ruangan ini dengan cukup keras dan menyapa eonnideul yang ternyata ada di sini dengan sedikit umm.. berteriak –mungkin?

Karena gerakan meniru Seungyeol yang sedikit dilebihkan, semua orang di sini tertawa. Aku menatap sebal kepada namja tinggi itu. Aku mengalihkan mataku dari namja kurus itu ke depan. Dan itu lebih membuatku tidak percaya.

Yap. Di depanku saat ini ada Kim Myungsoo yang tengah ikut tertawa. Oh, jangan lewatkan saat lesung pipinya terbentuk. Astaga, ya Tuhan, aku tidak tahu harus bagaimana aku berterima kasih kepadamu karena pemandangan indah ini.

Tak lama, makanan sudah siap disantap. Entah, mengapa walau aku masih gugup karena L ada di depanku tapi aku sudah tidak mengingat apa-apa saat melihat daging di hadapanku. Rasanya air liur seperti akan menetes.

Aku melahap makananku tanpa ada merasa susah-susah menjaga tingkah lakuku di depan L. Aku makan dengan apa adanya. Kelaparan.

“Shiyoo, pelan-pelan” ingat Saeryung eonni. Aku hanya membalasnya dengan senyum innocentku.

“Kau seperti beruang yang kelaparan, Shiyoo-ya” goda Jung ah. Sial.

“Biarkan saja, setidaknya aku tidak seperti serigala yang menahan laparnya dengan memakan-makanan seperti kau tadi” balasku. Dan pasti kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya, bukan?

“Cukup. Shiyoo, Jungah, dan Hyeju sebaiknya kalian pulang. Besok kalian sekolah bukan?” nasihat Saeryung eonni. Aih, eonniku yang ini sangat baik sekali.

“Ne, ara” ujar kami bertiga kompak.

Aku keluar dengan memakai jaketku. Di luar restaurant yang sudha sepi ini, aku bisa melihat L ada di luar –dan aku baru meyadarinya.

Dia tengah memutuskan sambungan teleponnya. Aku buru-buru mengambil motorku dan pergi. Dan yang paling menyebalkan adalah kalau kau memiliki teman yang menyebalkan juga. Jungah.

“Wae?” tanyaku, ketus.

“Shiyoo-ya, bagaimana kalau aku bersamamu” katanya denga wajah memohon.

“Shireo!”

“Aish, Ya! Shiyoo-ya, apa kau tega melihat sahabat cantikmu ini tidak pulang dan bersama dengan ahjumma dan ahjussi di ruangan itu?”

“Aku sangat tega, baby Jung” balasku dengan senyum terikhlas yang kupunya.

“Lagipula, aku tidak mau membonceng orang tanpa helm dengan motorku” dan segera saja aku menggas motorku, meninggalkan Jungah.

Aku melihat ke spion tanpa melihat ke depan. Saat aku melihat ke depan, segera saja aku mengerem motorku. Dan melihat korbanku. Kim Myungsoo. Matilah aku.

“L-ssi, gwaenchana?” aku khawatir, sungguh. Ini tidak lucu, aku menabrak seorang idol.

“Gwaenchana” ada jeda sejenak, karena dia melihat aku dan motorku bergantian.

“Apa kau yang membawa motor itu? Apa tidak berbahaya?” tanyanya.

Aku menggelengkan kepalaku, “Ani.”

“O, karena kau tidak apa-apa. Aku pergi. Annyeong L-ssi”

“Kukira kau idol yang tidak mendendam, ternyata selama ini aku salah, tsk” ucapku.

Bagaimana tidak? Saat tadi aku ingin pulang, dia –Kim Myungsoo mengahalangi jalanku. Dan memintaku ganti rugi karena aku menabraknya tadi

“Kau tidak mengenalku, jadi jangan melihat sesuatu dari kulitnya” ucapnya, tsk, sok bijak.

“Lebih baik aku tidak mengenalmu lebih lanjut” tidaak! Aku bohong. Bagaimana mungkin aku tidak ingin mengenal idolaku sendiri? Aish, pabo. Kerja otakku lebih lambat daripada kerja mulutku. Aish~

“Tapi, beberapa minggu yang lalu. Hana-ssi mengatakan kalau kau adalah fansku”

1 detik. 2 detik. 3 detik.

Aku tidak merespon perkataannya selama semenit –kurasa. Sungguh, aku butuh memikirkan kalimat yang kudengar tadi lebih lama. Takut jika aku salah dengar kalau nama Hana eonni tercantum di kalimat itu.

“Ne?”

“Setelah kamu mengantar barang ketinggalan milik Hana-ssi dan pulang, ia bilang kalau kau adalah fansku” aku bisa mendengar dengan jelas namja ini berkata dengan begitu percaya dirinya.

Tapi yang terpenting sekarang ini adalah Hana eonni. Apa dia tidak tahu? Bagaimana mungkin ia membocorkan hal itu kepada L dan memiliki akibat fatal seperti ini?

“Jadi, seharusnya kau bangga karena idolmu ini meluangkan waktunya untukmu” mendengarnya berbicara seperti itu membuat pipiku panas.

Aku tertunduk, tidak berani melihat wajahnya. Aku hanya bisa mendengar ia meminum minuman yang ia minta belikan dariku. Sampai aku melihat ada luka kecil seperti goresan di kulit tangannya.

Aku merogoh kantong di jaketku, mengambil handsaplast untuk menutup goresan kecil di tangannya itu. Aku memberikannya handsaplast itu. Aku bisa merasakan tatapannya seolah-olah untuk apa benda ini.

Aku tidak berucap tapi menunjuk ke arah goresan di tangannya itu. Ia mengikuti arah tanganku dan baru menyadarinya juga.

“Gwaenchana” tolak L.

“Tapi––”

“Gwaenchana, ini hanya luka kecil dan juga aku tidak mau memakai handsaplas seperti anak kecil ini. Apa ini bergambar beruang?”

“Aish, sudahlah. Sekarang sudah malam, aku harus pulang. Kau bisa kan kembali ke restaurant itu sendiri?” tanpa menunggu jawabannya, aku pergi menuju motorku.

Sudah beberapa bulan ini aku dekat dengan L.. oppa? Sungguh, aku tidak nyaman memanggilnya dengan sebutan oppa. Bahkan setiap bias yang kupunya aku tidak pernah –atau jarang sekali memanggil mereka dengan sebutin oppa.

Pasti kalian tahu bagaimana rasanya bukan? Tiba-tiba saja kau menjadi dekat dengan biasmu sekarang ini.

Buruknya, Myungsoo selalu menggodaku karena aku seorang fangirlnya. Dan pas sekarang, ia menggunakan title idolnya untuk menggodaku via line.

Kim Myungsool –begitu nama kontaknya di lineku

“Yaa, idol tampanmu ini sedang lelah.

Bisakah, kau beri semangat?”

Me

“Mwoya? Tampan? Kau terlalu percaya

                                                                                   diri Myungsoo-ssi.”

 “Call. Semangat Kim MyungsooL!”

“Shiyoo-ya, kau tidak usah malu

mengakuinya. Hana cerita, kau sering

histeris melihatku dan mengatakanku

tampan”

“Kim MyungsooL? Nugu?”

“Aish, kau jangan percaya Hana eonni.

                                                                                   Ne. Kim MyungsooL. Itu namamu.

Eotte? Bagus bukan?”

“Aku punya buktinya. Kau tidak akan

bisa mengelaknya, Shiyo-ya.

Itu nama paling buruk yang pernah

diberikan fans padaku”

“Sayang sekali, MyungsooL-ssi. Aku

berbeda dengan definisi fans seperti

yang kauharapkan. Mian. Hahaha”

Aneh, kali ini dia tidak membalas chatku secepat biasanya. Ah, mungkin dia sibuk. Aku mengalihkan pandanganku dari benda berbentuk kotak di tanganku itu. Tapi, ujung mataku atas terus memperhatikan layar telepon genggam itu.

Tidak. Tidak, Kwon Shiyoo. Kau jangan menunggu balasannya. Lebih baik kau mencari kesibukkan lain.

Aku melihat kanan kiriku, mencoba mencari sesuatu yang bisa menyibukkanku. Dan di sana, di atas meja belajarku. Di sana sudah tersedia banyak sekali tugas-tugas yang menunggu untuk kukerjakan. Tapi, aku sangat malas untuk menyentuh tugas-tugas itu.

Aku memutuskan untuk membuka akun social media yang kumiliki dan melihat-lihat isi timeline milikku melalui laptop. Aku sudah tidak memperhatikan hpku lagi karena aku sibuk meretweet atau sekedar membalas mention dari temanku.

Malam harinya, barulah aku membukan lineku. Di sana aku melihat 3 pesan dari si MyungsooL itu. Aku membukanya.

Kim Myungsool

“Mian. Aku tadi tidak sempat membalas

pesanmu.”

“Ya, apa kau marah?”

“Kau harusnya memaklumi idolmu ini.

Idolmu yang populer ini sedang sibuk”

Lihat! Bahkan dia mulai lagi menggunakan hubungan ‘idol-fans’ kepadaku. Tsk! Kalau begini caranya lebih baik kau ditelan bumi saja, Kim Myungsool-ssi.

Me

“Ani. Buat apa aku marah? Aku juga

sibuk dengan urusanku yang lain.

Bukan hanya kamu saja yang sibuk”

Kim Myungsool

“Kkk, ne ne ne.”

“Urusan apa?”

“Lihat! Kau penasaran sekali dengan

apa yang dilakukan fansmu ini. ;3”

“Aku yakin, 3 hari 2 malam ke depan

                                                                                       kau akan merindukanku”

“Tsk, tidak akan”

“Eodiga?”

“Rahasia”

“Selamat merindukanku untuk 3 hari

2 malam ke depan, Myungsool-ssi”

“Jaljaa”

“Ya, kau sudah mau tidur?”

“Zzzzz”

“Geurom, have a nice dream, Kwon-ssi”

Akhirnya, aku tiba juga di dorm. Sungguh, aku sangat lelah setelah 3 hari 2 malam aku melakukan kegiatan sekolah. Aku membaringkan tubuhku di atas kasur yang empuk –menggoda. Aku bahkan terlalu malas untuk menyalakan handphoneku.

Yah, 3 hari 2 malam ini aku mematikan handphone agar kegiatanku berjalan dengan lancar. Aku malas untuk diganggu. Terlebih lagi, aku ingin tahu bagaimana reaksi dari Myungsoo saat dia tidak bisa mengontakku sama sekali. Kkk, pasti sangat lucu.

Tapi, lama-kelamaan aku jatuh tertidur.

Malam harinya, aku menyalakan laptopku dan menuju ke ruang santai di dorm. Dimana semua member berkumpul. Aku membuka suatu website yang berisikan info-info selebriti korea terkini.

Aku menangkap sebuah headline berita tersebut yang memuat nama L infinite.

Kim Do Yeon says she and INFINITE’s L did date + woollim rep admits it’s true”

Ulzzang Kim Do Yeon, who previously received quite a bit backlash after the dating rumors with L, has finally spoken up to say she and the INFINITE member did indeed date, and opened up about the matter as well as warn of legal action against hate comments and actions.

 

SEE ALSO: Is INFINITE’s L dating ulzzang choco-holic Kim Do Yeon?

 

Kim Do Yeon tweeted today, “After the dating rumors, I didn’t explain myself due to Woollim’s request, but now it has come to this point because I can no longer keep silent with rhe amount of physical and mental damage I’ve received. I’ll be filing lawsuits against hate comments”, along with an image file of the full statement she has written to express her thoughs about her situation.

 

In the image file of her full statement, Kim Do Yeon mentions the immense backlash she’s received from INFINITE fans, why she kept silent until now, as well as why she can no longer keep her silence.

 

She starts off, “I couldn’t sit around any longer watching the damage so I kept patient and patient and belatedly uploaded a post. Starting from when the dating scandal came out up until now, his agency asked me to stay quiet for Myung Soo’s sake so I kept silent. I though that was best for him and that I would be able to hold it in well. After the……..

…..

A rep from Woollim told Newsen, “It’s true that L and Kim Do Yeon dated.”

 

Cr: Allkpop

Aku tertegun selama beberapa saat. Aku menemukan bahwa hubungan mereka sudah berjalan sekitar 4 bulan lamanya. Aku merasa dadaku mulai sesak, entah kenapa. Rasanya aku ingin menangis –meluapkan perasaanku, tapi entah kenapa, tidak ada satu air mata pun yang keluar dari pelupuk mataku.

Aku pun membuka artikel lain yang terkait dengan mereka. Melihat foto-foto itu –yang memperkuat rumor-rumor tersebut–  aku seperti ditampar.

Bodohnya aku, mereka sudah menjadi sepasang kekasih selama 4 bulan. Berarti selama aku mengenal Kim Myungsoo selama 2 bulan ini, ia sudah menjadi milik orang ini. Bodohnya aku.

Aku merasa dibohongi selama 2 bulan ini. Tapi, tunggu.. kenapa aku harus merasa dibohongi? Tsk, bahkan kau bukan siapa-siapanya Kwon Shiyoo. Sadarlah!

Aku hanya bisa diam dan merasakan dadaku mulai sesak. Jika aku tahu dari awal, aku tidak akan sesesak ini –mungkin.

Aku menutup semua artikel tentang mereka dan mematikan laptopku. Sungguh, aku merasa sangat tidak bersemangat saat ini. Bahkan untuk tersenyum dan mengatakan aku baik-baik saja itu sangat susah.

Aku bisa melihat semua eonni bakan Jungah dan Hyeju melihat ke arahku. Entah tatapan apa yang mereka berikan tapi bagiku mereka merasa kasihan denganku.

Aku masuk ke kamarku dan mengambil hp ku. Aku melihat chat yang kukirim ke Myungsoo –sebelum aku membaca artikel itu.

Me

“Helloooo!!”

“I’m back. Did you miss me? ;3”

Kim Myungsool

“Tsk, siapa yang merindukanmu?

Sebaiknya kau jangan percaya diri

seperti itu”

“Bahkan aku sangat bahagia dengan

3 hari 2 malamku ini, tidak ada yang

menggangguku lagi”

“Kau darimana?”

Aku tersenyum pahit membaca balasannya. Benar, siapa dia dan kenapa dia harus merindukanku. Kau sangat bodoh, Shiyoo-ya.

Aku mengetik balasan untuknya. Setelah menunggu pesan itu terkirim, aku m

Me

“Tsk, benar. Mana mungkin kau merindukanku bukan? Baiklah, kita tidak perlu saling menghubungi dan bertemu lagi supaya kau lebih bahagia. Eotte? Ah, satu lagi. Chukkaee!! Semoga kau bahagia dengan Kim Do Yeon”

THE END

 

Makasih buat kalian-kalian yang sudah bacaa. Don’t forget leave a comment about my ff. Komentar bisa membantu banget buat aku membuat ff ke depannya. Maaf juga kalau ada typo yaa

Advertisements

2 responses

  1. EnoLiani

    Jd sakit juga ini hati saya ketika nama Doyeon di sebut lg -,-

    Td kata nya skrang udh putus tuhh 😀

    Entahlah~

    February 19, 2014 at 2:37 pm

  2. Julee_wife

    Wow..daebak!!ini tbc kan yah…ditnggu next chapternya ya cos keren,aq suka ide critanya..hati q lngsung brdebar2 wkt kwon shiyoo dpt line dr L trs ikutan nyesek bca artikel ttng L..ugh…dtnggu ya..hwaiting!!

    February 22, 2014 at 12:41 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s