KIM MYUNGSOO FANFICTION

The Palm of Your Hand

poyh

THE PALM OF YOUR HAND

BY KIM HACHAN

Casts : Son Naeun, Kim Myungsoo, dan kawan kawan

Genre : fantasy, romance, fluff

Length : Ficlet >1400 word

Rated PG?

cast bukan milik saya, ff ini tidak ada hubungannya dengan kenyataan.

terinspirasi/remake dari sebuah manga juga, a oneshot story dari komik 2005, the palm of your hand / magic mirror.

×××

grek

Gadis itu membuka pintu kelas perlahan. Dengan mimik wajah sedih, gadis itu menutup kembali pintu geser itu.

Dia melihat kekasihnya mencium gadis lain.

BRAK!!!

Dia memukul cermin yang ada di kamarnya. Melampiaskan kemarahannya.

“Aku tahu, dia memang punya pacar lain,” Kata gadis itu yang masih marah.

Dia melihat ke cermin. Sama sekali tidak ada refleksi dirinya. Putih bersih.

“Ah, apa aku memukulnya terlalu keras? Cermin ini rusak?” Tanyanya monolog. Dia mengusap-usap cerminnya dengan lengannya yang putih. “Hei cermin! Ada apa denganmu!” Dia memukul cerminnya dengan kedua telapak tangannya.

“Hah!”Katanya terkejut. Yang ia lihat hanya seorang lelaki tinggi yang sedang berada di posisi yang sama dengannya, memukul cermin.

“Hantu cermin!” Serunya sambil menjauh dari cermin itu. “Hantu! Hantu! Menjauh!”

“Tenang dulu!” Kata lelaki yang ada di cerminnya itu.

“Tidak! Aku tidak akan tenang! Siapa kamu?!” Tanya gadis itu merinding.

“Myungsoo… Kim Myungsoo…” Jawab Myungsoo -lelaki yang ada di cerminnya itu.

“Hantu?” Tanya gadis itu yang mulai diam.

“Tidak, aku… bisa melihatmu dari cerminku. Ini aneh sekali,” jawab Myungsoo.

Gadis itu mulai mendekat ke cerminnya. Wajahnya penuh kebingungan. “Bagaimana ini bisa terjadi?”

“Ugh, aku tidak tahu. Baiklah, aku akan memperkenalkan diriku,” Kata Myungsoo. “Aku Kim Myungsoo, aku tinggal di Jeolla Utara, Jeongeup-si. Kalau kamu?”

“Aku… Son Naeun. Tinggal di Seoul.” Kata Naeun malu.

“Apa? Seoul? Jauh sekali! Keren! Cerminku bisa menyambungkan anak Jeolla dan anak Seoul!” Seru Myungsoo senang.

“Uh! Kenapa kamu senang! Lakukan sesuatu agar cerminku bisa kembali!” Omel Naeun.

“Aku tidak tahu harus berbuat apa,” Kata Myungsoo.

Naeun menutup cermin dengan sehelai kain putih.

“Hei! Kenapa gelap sekali?”

“Aku tidak akan melepas kain itu sampai semuanya kembali normal! Jangan dekati cermin ini lagi!” Kata Naeun sambil menghempaskan tubuhnya ke kasurnya. “Ini aneh sekali. Semoga semuanya bisa normal kembali…”

esoknya, di atap sekolah Naeun

“Ada apa Naeun?” Tanya Taemin -pacar Naeun.

“Kemarin… aku lihat kau mencium seseorang.” kata Naeun datar. “Kenapa kau lakukan itu?”

Taemin menghindar dari tatapan Naeun. Serasa tidak peduli. Ia memilih untuk diam.

plaaakk

Naeun memukul pipi Taemin yang mulus. Naeun paling tidak suka orang yang tidak jujur. “Kurang ajar.” Cerca Naeun sambil berlalu.

“hiks…” isak Naeun yang sedang duduk di ranjangnya, yang berada tepat di depan cerminnya.

“Son Naeun? Ada apa?” Sebuah suara terdengar dari arah cermin yang masih ditutupi kain putih. Itu Myungsoo.

“Kau tidak tahu apa apa! Tinggalkan aku sendiri!” Bentak Naeun sambil menangis.

“Maaf,” kata Myungsoo sambil tetap memandangi cerminnya yang hanya menunjukkan kain putih.

“Tidak, aku yang salah…” Naeun mulai berdiri dari ranjangnya, mendekat ke cerminnya yang masih ditutupi kain putih, lalu duduk membelakanginya.

“Ini tentang pacarku,” kata Naeun memulai pembicaraan. “Dia punya selingkuhan… sejak sebulan lalu, atau mungkin lebih,” lanjutnya.

“Dia jahat sekali…” kata Myungsoo.

“Tidak, aku yang bodoh.” Sela Naeun. “Semua orang menyukainya, walaupun dia hanya bicara satu-dua kata kepadaku… aku merasa aku menyukainya. Lalu saat kami mulai jadian, walaupun kami berpegangan tangan… aku sama sekali tidak merasa apa-apa. Aku… tidak cocok dengannya,” Cerita Naeun. Myungsoo terdiam.

“Aku sudah mengerti…” kata Myungsoo.

“Maaf, aku jadi cerita…” kata Naeun sambil mulai menangis lagi.

“Berapa lama kau jadian?” Tanya Myungsoo penasaran.

Naeun menghentikan tangisannya. “Dua bulan,” jawabnya terlambat.

“Heh? Sebentar sekali!” Kata Myungsoo.

“Dia hanya satu dari seribu cowok. Kamu harus melupakannya,” kata Myungsoo. “Karena kau kan cantik,” tambahnya.

“Heh? Kau tidak melihat wajahku kok!” Omel Naeun.

“Tidak, maksudku, sikapmu. Kau cantik dari sikapmu,” puji Myungsoo. “Aku pikir wajahmu juga cantik. Cantik sekali” lanjutnya.

Naeun terdiam, tidak terasa, wajahnya memerah.

“Aku tahu itu hanya dengan caramu berbicara,” kata Myungsoo.

Naeun mulai berbalik, kini ia duduk menghadap cermin. Ia membuka kain putih yang menutupi cerminnya dan mendapati sosok Myungsoo yang membelakangi cerminnya juga.

“Kim Myungsoo-gun!” Panggil Naeun. “Lihat sini…”

Myungsoo berbalik. Ia melihat sosok Naeun menatapnya.

“Lihat aku baik-baik. Apa benar aku cantik?” Tanya Naeun.

“Ukh, aku tidak bisa bilang ketika kau melihat ke wajahku!” Kata Myungsoo malu sambil berbalik membelakangi cermin lagi,”

“Aku hanya ingin… mendengar ucapanmu itu sekali lagi.” aku Naeun. Tangannya menempel di cermin. “Kumohon,” pintanya.

“Kamu… cantik,” puji Myungsoo malu. “Makanya, kau harus punya percaya diri!” tambahnya.

“Terima kasih,” ujar Naeun. “Kau membuatku merasa lebih baik,” katanya sambil tersenyum.

“Myungsoo-gun,” Panggil Naeun yang sedang siap-siap untuk tidur. “Kau punya pacar?”

“Tidak,” jawab Myungsoo sambil masuk ke selimutnya.

“Tidak pernah?” Tanya Naeun lagi.

“Aku punya satu mantan. Kami putus minggu lalu,” jawab Myungsoo sambil menghadap ke cermin. ”Aku hanya merasa kami tidak cocok,” lanjutnya.

“Apa dia cantik?” Tanya naeun mendadak.

“Dia cantik abis,” jawab Myungsoo sambil tertawa kecil.

“Heh? ‘cantik abis’? Apa itu sebuah bahasa gaul?” Tanya Naeun.

“Yah, maksudnya ‘cantik banget’. Ibuku sering memakai bahasa itu,” jawab Myungsoo.

“Jadi seperti ‘mantan pacar Myungsoo-gun cantik banget abis’?” Tanya Naeun sambil tertawa.

“Tidak usah pakai ‘banget’ lagi,” koreksi Myungsoo.

“Oh, jadi ‘pacar Myungsoo cantik abis’?” Tanya Naeun.

“Nah, iya, seperti itu. Kamu mulai pintar,” puji Myungsoo sambil tersenyum.

Saat aku putus dengan kekasihku… aku pikir cowok di cerminku itu lebih baik darinya. Rasa sakit itu menjadi hilang karena cowok di cermin itu. Rasa sakit itu menjauh.

esoknya, sepulang sekolah

“Naeun,” Panggil Taemin. Ia mengajaknya ke atap sekolah lagi.

“Kau pikir… maukah kau menjadi pacarku lagi? Maksudku… cewek itu… bukan siapa siapa. Kamu lebih baik dari siapapun,” aku Taemin.

“Tidak,” tolak Naeun. “Aku yang kau pikirkan beda dengan diriku, lagipula, aku sudah menemukan pasanganku. Sekarang, kau bukan apa apa bagiku,”

“Na…”

“Kita berdua itu gak cocok abis!” Canda Naeun. Sementara Taemin hanya diam karena tidak mengerti.

“Eh? Naeun?”

“Aku pulang!” Seru Naeun lalu langsung pergi ke kamarnya. Dia membuka kain putih yang menutupi cerminnya. Kosong. Sepertinya Myungsoo belum pulang.

Naeun menghela nafasnya. Lalu suara pintu terdengar dari cermin.

“Oy! Naeun!” Panggil Myungsoo.

“Hei!” Balas Naeun.

“Apa kau tinggal dekat Incheon?” Tanya Myungsoo.

“Yeah, dekat bandara,” jawab Naeun.

“Aku sering dengar suara pesawat dari sini karena terhubung dengan kamarmu,” kata Myungsoo.

“Kau pernah naik pesawat?”Tanya Naeun.

“Tidak. Kalau kamu?”

“Aku juga belum pernah,”

“Mungkin kita terhubung karena sama sama belum pernah naik pesawat,” Kata Myungsoo sok tahu. Telapak tangannya menempel di cermin.

“Tidak tahu,” kata Naeun polos. Dia terdiam, lalu berbalik membelakangi cermin.

“Umm, apakah tidak apa apa kalau kita saling sentuh tangan?” Tanya Myungsoo malu.

“Eh, ah, baiklah,” kata Naeun mengiyakan. Dia menempelkan tangannya pada cermin. Tepat menyentuh telapak tangan Myungsoo.

“Ah, hangat,” kata Naeun.

“Ini sangat ajaib. Cermin ini membuat kita makin mendekat.” Kata Myungsoo kagum. ”Mendekatlah,” pinta Myungsoo.

Naeun mendekatkan dirinya pada cermin, dahi mereka bersentuhan sekarang.

“Ah, aku harus kerja, sampai nanti,” kata Myungsoo.

“Ya, hati-hati…” kata Naeun.

“Ah, aku juga harus belajar untuk besok,” Naeun keluar dari kamarnya.

Sementara keduanya tidak tahu, cermin mereka bertingkah aneh.

21.45

Naeun duduk didepan cermin, menunggu Myungsoo pulang dari kerja.

“Masih kosong ya,” Kata Naeun tidak sabar. Dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari cermin itu.

“Apa…” Naeun melihat garis garis kasar dari cerminnya, ruangan Myungsoo terlihat tidak jelas.

“Naeun! Ada apa dengan cerminnya?” Tanya Myungsoo yang baru sampai ke kamarnya. “Apa cerminnya akan kembali normal?!”

“A-apa? Tidak mau!” Seru Naeun.

“Kau punya ponsel? Berapa nomor ponselmu?!” Tanya Myungsoo.

“Apa? Tidak kedengaran!”

“Nomor teleponku 010-xxx-xxxx!” Kata Myungsoo.

“Apa?! Aku tidak bisa mendengarmu!” Isak Naeun.

“Alamatmu?! Berapa alamatmu?! Sial, harusnya aku harus tanya kamu lebih dulu!”

“Seoul, di…”

pastt!

“Myung… soo?” Naeun melihat ke cermin. Hanya ada refleksi dirinya. Tidak ada ruangan Myungsoo. Tidak ada meja belajar Myungsoo. Tidak ada ranjang Myungsoo. Yang ia lihat hanyalah dirinya.

“Myungsoo? Kau mendengarku?!” Tanya Naeun monolog.”Tidak! Kenapa ini harus terjadi padaku?” Kata Naeun mulai menangis. “Aku tahu ini akan terjadi… tapi… kenapa secepat ini?”

“hiks…”

“Aku tidak beritahu dia alamatku… aku tidak beritahu dia kalau…” perkataannya terhenti. “Aku suka padanya…”

“Myungsoo…”

2 minggu kemudian

“Unni? Mau kemana?” Tanya Seeun -adik Naeun, yang mendapati Naeun sedang memakai sepatunya.

“Aku mau ke bandara, bilang ke ibu aku ada urusan dengan teman,” Jawab Naeun sambil menutup pintu.

“Teman? Atau pacar? Mau kuantar?” Tanya Seeun bertubi-tubi.

“Aku bisa sendiri kok,” kata Naeun. Dia berlari keluar rumah.

“Aku akan menemukan Myungsoo!”

Sesampainya di bandara, Naeun terdiam, bukan karena bingung, ia terdiam karena bandara sangat ramai.

“Ukh, Myungsoo naik pesawat apa ya? Aku lihat di blog pribadinya dia akan ke Seoul…”

“Ah, ternyata bandara Incheon ramai abis,” Terdengar suara seseorang yang dikenal Naeun.

“Ah, itu kan…” Naeun menoleh sekeliling, mencari sumber suara itu. ”Myung… soo…” Naeun menoleh ke kiri, melihat seseorang yang familiar.

“Na… Naeun!?”

“Myungsoo!” Seru Naeun sambil berlari ke arah Myungsoo.

“Hei! Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Myungsoo.

“Aku mencarimu!” Jawab Naeun.

“Bodoh! Kenapa kamu kesini! Kami tidak punya pikiran!”

“I… itu karena…” Kata Naeun terbata-bata. “Karena aku suka… aku suka Myungsoo! Sa… saranghae!”

Myungsoo mendekat ke arah Naeun yang terlihat malu. Ia memeluk Naeun dengan erat.

“Aku… aku juga,” ujar Myungsoo sambil menggenggam tangan Naeun.

“Aku pindah ke Seoul…” kata Myungsoo.

“Benarkah? Kita akan sering bertemu,” kata Naeun senang. “Oh ya, telapak tanganmu… lebih hangat dari sentuhan di cermin…”

Kami bertemu lewat sebuah kecelakaan aneh, lalu bertemu kembali lewat sebuah kecelakaan kecil. Ini sudah takdir. Semua orang pasti akan menyebutnya ‘takdir’.

-END-

author’s note : oh tidaak aku ketagihan sama yang namanya komik~hobi satu ini emang kaga bisa dilepasin. pertama kali baca komik itu kelas 1 SD coba, gimana bisa lupa? Sekarang komik gue numpuk. Nanti deh kapan kapan gue kaga bikin ff hasil remake.

oke don’t forget to leave a comment yak. ^^

Advertisements

11 responses

  1. DheeZhaa

    huaaaa FFnya Keren Abiss *Myungsoo wannabe *

    Bikin FF myungsoo & Naeun Lgi Ya Thor .

    Faighting Buat FFnya .

    January 25, 2014 at 11:47 am

    • Kim Hachan

      Astaga TT /nangis emas batangan/ makasih pujiannyaaaa ff myungeun ku masih banyak kok. Baca yang lain coba /maksa/ makasih udah baca yaa

      January 25, 2014 at 12:48 pm

  2. Myungeunie

    Akuu terharu thor ><

    February 7, 2014 at 7:05 pm

    • Myungeunie

      Aku terharuu >< lanjut myungrun lagi ya thor ♡ krrennnnn … ceritanya yang tadi ke kirim duluan(?)

      February 7, 2014 at 7:06 pm

      • Kim Hachan

        makasih udah baca 🙂

        February 8, 2014 at 5:23 am

  3. bagus banget lho >.<
    belum pernah aku baca ff myungeun yg ngga bagus 🙂
    keep writing!

    February 15, 2014 at 2:11 pm

    • Kim Hachan

      Bikin ngefly nih comment — makasih yo :{D

      February 16, 2014 at 4:31 am

      • sama-sama^^

        February 16, 2014 at 1:23 pm

  4. ueetta

    astogeh (?) ceritanya manis banget kaia gula kkk. aku suka ceritanya apalagi castnya myungeun. so sweet temenannya dari cermin /brb ngaca (?)/ kali aja bisa kejadian kaia myungeun itu haha. ditunggu cerita-cerita myungeun selanjutnya thor

    June 3, 2014 at 10:58 am

  5. wah unik alurnya ❤ myungeun 🙂

    June 19, 2014 at 11:35 am

  6. eLement 929088

    Fresh banget plotnyaaa. keren! B))

    December 12, 2014 at 6:45 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s