KIM MYUNGSOO FANFICTION

Starlight

starlight2req

STARLIGHT

by Kim Hachan

cast : Kim Myungsoo, Son Naeun, Bae Sooji, dan kawan kawan

genre : friendship, romance

rated G

length : ficlet? oneshot? not sure

seluruhnya fiksi dan tidak ada hubungannya dengan kenyataan. terinspirasi dari sebuah komik Crescendo Kazune terbitan 2005. Maaf myungzy shipper! ini ff myungsoo sama naeun.

poster : ladyoong aka lee hwara

 

Hai!

Aku Son Naeun. Pelajar SMA biasa. Aku tidak punya banyak teman. Temanku hanya ada satu, Kim Myungsoo. Cowok itu punya kegemaran yang sama denganku, kami berdua sama sama suka mengoleksi majalah.

“Pagi Naeun!” Sapa seseorang dari belakang. Sudah pasti itu…

“Myungsoo-gun!” Balasku.

“Aku beli majalah CeCi Februari 2014 lho! Mau lihat?” Tanyanya sambil menepuk punggungku.

“Uwah! Mau! Malam nanti, ya. Sekalian belajar bareng,” Jawabku.

“Kok malam sih, ini kan musim dingin. Malamnya kedinginan lho!” Kata Myungsoo.

“Gak masalah. Nanti aku pakai rangkap lima,” Candaku.

“Yuk ke kelas,” Ajak Myungsoo. Aku mengangguk dan berlari kecil ke kelas.

“Met pagi Naeun, Myungsoo,” Sapa seseorang di depan pintu kelas. Itu Sooji, teman sekelas kami juga. Dia teman SDku dan juga tetangga Myungsoo. “Myungsoo, pulang sekolah mau belajar bareng, gak? Aku minta diajarin dong!” Pinta Sooji.

“Kebetulan! Nanti malam Naeun akan pergi ke rumahku. Kau mau belajar di rumahku?” Tanya Myungsoo.

“Ah, ya. Boleh.” Jawab Sooji. Reaksinya kenapa seperti itu…

“Selamat malam bu!” Sapaku setelah meletakkan kaki di lantai rumah Myungsoo.

“Wah, teman Myungsoo cewek semua ya?” Canda Nyoya Kim sambil tertawa. “Kamar Myungsoo ada di atas. Sooji sudah diatas. Silahkan saja naik,”

“Terima kasih, bu,” Aku pergi menaiki tangga dan mencari kamar Myungsoo. Kamarnya ada di bagian belakang rumah.

“Halo!” Aku membuka pintu kamar Myungsoo dan mendapati Myungsoo sedang bermain gitarnya dan Sooji yang sedang membaca buku pelajaran.

“Hai Naeun. Nih kalau mau lihat majalahnya!” Kata Myungsoo sambil menyodorkan majalah yang dia janjikan tadi pagi.

“Makasih,” Jawabku sambil membuka dan membaca majalah itu. “Jadi pingin beli…”  Gumamku sendiri.

“Nah, yuk belajar,” ajak Sooji sambil mengeluarkan buku notes tempat ia menulis catatan semua pelajaran.

“Tunggu dulu dong, aku sedang lihat majalah. Dibelakang masih banyak tulisan tulisan,” Kataku sambil membalik halaman majalah itu. Sooji memutar bola matanya, lalu membuka buku catatan kecilnya dengan kesal. Cih, dasar kutu buku.

“Yasudah, belajarnya berdua dulu, nanti kalau Naeun sudah selesai kita bisa belajar bertiga,” Tawar Myungsoo pada Sooji.

“Eh… Baiklah.” Jawab Sooji dengan muka memerah.

Jangan jangan Sooji suka Myungsoo?

“Sudah jam 11. Aku pulang dulu, sampai nanti, Myungsoo,” Kata Sooji sambil mengambil tasnya. “Naeun.” Panggilnya. Aku menoleh. “Mau pulang bareng?” Tanya Sooji. Aku mengangguk lalu mengambil tasku.

“Rumahmu jauh dari sini kan? Kuantar deh,” Tawarku pada Sooji. Dia menggeleng kecil. Sepertinya dia pemalu sekali. “Sudah malam, lebih baik berdua saja,”

“Rumahku hanya dua blok dari sini kok. Tenang saja,” Kata Sooji. Sambil menutup pagar rumah Myungsoo.

“Yasudah,” Kataku pasrah. Tapi ada suatu hal yang menggangguku. Jadi aku membuntutinya.

“Kenapa ikut ikut?” Tanyanya sambil menatapku.

“Begini, aku mau tanya…”

“Apa?”

“Sooji… Kau… suka Myungsoo ya?” Tanyaku penasaran.

Seketika keadaan menjadi hening. Kami berdua terdiam. Aku menunggu jawaban dari Sooji.

“Hmm… bisa dibilang… ya,” Jawab Sooji dengan muka merah. Lalu dia berbalik dan berjalan kearah rumahnya.

“Semangat ya Sooji! Aku mendukungmu lho!” Seruku yang berada sekitar 20 meter dibelakangnya.

Melihat kedua teman bersama itu membuatku senang.

Ini menurutku lho.

“Aku pulang…” Kataku sambil membuka pintu rumah.

“Hai ayah! Aku sudah pulang! Maaf aku pergi malam-malam,” Sapaku pada ayah yang sedang berbincang dengan ibu di ruang tengah.

“Ah, tidak apa-apa.” Jawab ayah dengan wajah sumringah.

“Ada apa ayah? Hari ini sepertinya senang sekali,” Tanyaku sambil duduk di sebelah ayah.

“Ayah naik pangkat, nak! Jadi ayah dipindahkan ke perusahaan cabang Busan!” Kata ayah. “Jadi Naeun, Seeun dan ibu bisa ikut tinggal di Busan!”

“Pi… pindah?” Tanyaku.

“Ya! Kita akan tinggal di Busan sampai ayah dipindahkan lagi!” Jawab ibu. “Kita berangkat hari Minggu pada minggu depan!” Tambah ayah.

“Se… senang untuk mendengarnya. Aku mau tidur dulu, sampai nanti,” Pamitku lalu pergi ke kamar.

Kalau aku pindah, Sooji bisa bersama Myungsoo. Tapi aku harus berpisah dengan mereka. Aku tidak ingin kehilangan mereka.

kriiing

Ponselku berbunyi. Aku mengangkatnya. Itu Myungsoo.

“Myungsoo? Ada apa?” Tanyaku.

“Ah, aku hanya ingin bertanya.” Jawabnya.

“Silahkan,”

Tadi… Sooji meneleponku. Dia bilang… suka padaku,

Deg. Aku terdiam. Kenapa aku tidak bisa menjawabnya?

Aku harus jawab apa?” Tanyanya.

“I… itu hakmu, tetapi apapun jawabanmu, kau tidak boleh membuat Sooji menangis,” Jawabku.

Oke. Terima kasih.

klik

Dia menutup telepon. Aku merasa aneh sekali.

Jika aku pergi, mereka bisa bersama. Walaupun aku pergi, Sooji tidak akan sendirian.

Kenapa… Bukankah bagus jika mereka bersama? Kenapa aku merasa tidak terima? Inikah yang namanya…

Cemburu?

paginya…

Semua orang berkumpul didepan kelas. membuatku terhalang untuk masuk ke kelas.

“Naeun… yang sabar ya,” Kata Soojung -teman sekelasku yang duduk didepanku. “Myungsoo dan Sooji jadian,” tambahnya.

“Lho? Bukannya itu bagus? Mereka… cocok bersama,” Kataku sambil tersenyum lesu.

“Naeun-ah! Pagi!” Sapa seseorang dari belakang. Aku yakin itu Myungsoo.

“Met pagi, Myungsoo!” Balasku sambil menoleh. Kulihat Myungsoo bersama Sooji bergandengan tangan. “Pa… pagi Sooji!”

Sooji tersenyum kecil sambil mengangguk pelan. “Selamat pagi,” Balasnya. Sooji melepaskan tangannya dari Myungsoo lalu bergegas masuk kelas.

“Hei, aku beli majalah 1st Look volume 60, lho. Kau sudah beli?” Tanya Myungsoo.

“Aku sudah beli, keren sekali ya! Aku suka photoshootnya,” Jawabku.

“Bagaimana dengan majalah SURE edisi Januari?” Tanya Myungsoo sambil merangkul pundakku.

“Belum tuh. Tapi kau belum punya majalah allure edisi Februari kan?” Tanyaku sambil melepaskan rangkulan Myungsoo. Tahu kan, aku takut dilihat Sooji.

“Jadi past perfect tense menggunakan ‘had’ diantara subject dan verb. Contohnya ‘I had heard’. Past perfect tense menggunakan past participle yang…”

Jo-ssaem menerangkan pelajaran bahasa Inggris dengan sangat cepat. Membuatku sangat bingung.

“Son Naeun, ada surat dari Sooji.” Bisik Subin -teman yang duduk disebelah bangkuku, sambil memberiku kertas kecil yang dilipat lipat.

“Makasih,” Balasku sambil mengambil kertas itu, lalu membacanya.

kumohon, tolong jauhi Myungsoo.

Aku menoleh ke Sooji. Dia terlihat seperti tidak peduli apa yang terjadi.

Aku menulis pesan untuk Sooju di sebuah kertas kecil, melipat lipatnya menjadi kecil dan meminta Subin untuk mengopernya sampai ke Sooji.

tenang saja, aku tidak akan menjadi perusak hubunganmu dengan Myungsoo. sebentar lagi aku pindah.

Aku melihat ke arah Sooji. Dia terlihat bingung. Lalu dia menoleh kearahku dengan tampang tak percaya. Aku mengangguk untuk meyakinkannya.

sehari sebelum pindah, hari Sabtu.

“Myungsoo, ayahku akan mengantarku pergi melihat pemotretan majalah denganku nanti pulang sekolah. Mau ikut?” Ajakku pada Myungsoo yang sedang makan siang denganku dan Sooji.

“Mau dong! Aku mau lihat!” Kata Myungsoo semangat.

“Ajak Sooji juga ya?” Bisikku pada Myungsoo.

“Ehm, boleh,” Jawab Myungsoo.

“Nanti pulang sekolah mampir ke rumahku ya! Kita langsung berangkat!” Kataku.

… sepulang sekolah

“Hai ayah! Sudah siap? Aku membawa temanku, mereka ingin ikut!” Sapaku.

“Baiklah, semakin ramai semakin seru! Ayo berangkat!” ajak ayah sambil menghidupkan mobil dan mengajak kami masuk ke dalam mobil.

“Wah, pemotretannya keren sekali!” Kataku kagum setelah meninggalkan studio foto.

“Iya, iya! Kau lihat baju-bajunya? Banyak sekali! Tapi dia hanya pakai delapan dari dua puluhan itu!” Kata Myungsoo.

“Ya kan Sooji? Studio pemotretan itu kecil tapi keren sekali ya?” Tanyaku pada Sooji yang dari tadi diam saja.

“Eum, aku tidak suka ruangan foto. Cahaya flash dimana-mana dan banyak sekali kabel yang mengganggu. Suaranya juga berisik,” Kata Sooji.

“Begitu menurutmu? Jadi sia-sia saja jika kau kesana. Bukankah itu membuang waktumu?” Tanya Myungsoo pada Sooji

“Yah, tapi aku hanya ingin…”

“Kalau tak suka bilang dari tadi dong! Masuknya kan pakai tiket! Buang buang uang orang lain saja!” Omel Myungsoo.

“Sudahlah, ini salahku mengajak Sooji…” Kataku. “Nah, aku pulang dulu,”

“Hei! Naeun!” Panggil Myungsoo dari belakang. Aku tidak menjawab.

“Myungsoo…” Kata Sooji pelan.

Kenapa… sekeras apapun aku menghindar…

Perasaanku pada Myungsoo menjadi lebih kuat.

Inikah yang mereka sebut cinta?

esoknya

Hari ini aku akan pindah. Artinya, hari ini aku akan berpisah dari Myungsoo dan Sooji.

Myungsoo tidak datang ke rumahku. Hanya Sooji sendiri yang datang.

“Bye bye Naeun…” Kata Sooji sambil memberiku buket bunga kecil.

“Terima kasih.” Jawabku sambil menerima buket bunga itu.

“Dan ini, dari Myungsoo…” Sooji merogoh sakunya, ada sebuah kotak kecil. “Katanya, kalau bosan kau bisa memainkan ini,” Tambahnya.

Sebuah barang dari Myungsoo. Aku senang sekali.

“Sampaikan terima kasihku untuk Myungsoo.” Pesanku. Sooji mengangguk.

“Nah, mobilku sudah siap. Sampai ketemu lagi. Aku akan merindukan kalian,” Kataku sambil masuk ke mobil. Sooji melambaikan tangannya. Aku juga melambaikan tanganku.

Mobil terasa sangat sepi. Lalu aku ingat sesuatu. Kotak kecil itu.

Aku membuka kotak kecil itu. Didalamnya ada kotak lagi. Wah, sangat keren. Itu sebuah iPod nano yang lengkap dengan earphone dan kabel datanya.

Aku membuka option ‘pictures’. Disana ada semua foto kami bertiga, foto teman teman sekelas dan foto diriku. Semua foto diambil oleh Myungsoo yang memang punya kamera.

Lalu aku membuka option ‘music’. Aku berharap ada lagu bagus yang bisa mengusir bosanku.

Hanya ada satu lagu, tapi aku tidak tahu itu lagu apa, jadi aku membukanya.

“test, apakah suaraku terrekam?”

Oh, itu rekaman suara Myungsoo, bukan sebuah lagu.

“Naeun pasti akan merindukanku, tentu saja aku juga akan merindukanmu,”

Ya, tentu saja.

“Kau akan pindah ke Busan kan? Jauh sekali dari Seoul. Jadi daripada kau bosan lebih baik aku menyanyikan lagu untukmu”

Dia bernyanyi dengan iringan gitarnya. Membuatku senang dan mengusir kebosananku. Aku sangat merindukan dia.

Dia hanya bernyanyi tiga lagu. Tentu saja itu melelahkan untuk dia yang jarang menyanyi.

“Nah, ini pesan terakhirku. Aku… aku putus dengan Sooji.”

Eh? Kenapa?

“Saat kau pergi kemarin, aku hendak mengejarmu, tapi Sooji menyuruhku untuk diam saja, tidak mengejarmu. Lalu aku meminta maaf berkali-kali padanya. Walau kamu menyuruhku untuk tidak membuat Sooji menangis, akhirnya aku membuatnya menangis.”

Myungsoo… kenapa…?

“Ini karena… aku suka padamu. Dari dulu… aku tidak berani bilang… jadi aku akan bilang sekarang. Aku… aku suka Naeun.”

Ini tidak adil. Sangat tidak adil.

“Eh… Sudah ya. Jika terjadi apa apa… ah tidak, walaupun tidak terjadi apapun. Telepon aku saja.”

Ah, benar! Aku harus telepon dia.

Aku mengambil ponselku, mencari kontak nama ‘Myungsoo’ lalu meneleponnya.

“Ha… halo? Myungsoo?” Tanyaku.

Naeun? A… ada apa?” Tanyanya malu.

“Aku mau memberitahumu sesuatu…” Jawabku. “Aku… juga suka kamu,”

-THE END-

author’s note : hai! FF 2014 pertama gue nih! h3h3h3. gimana? lumayan kan? /ditabok. maaf ngegantung. kalo mau kritik pake saran juga ye. gue punya 4 ff ngantri lagi nih. gue pertama kali bikin ff ini di warnet om gue tanggal 25 desember. gile lama banget yegak beru selesai sekarang. sebenernya ini gara gara poster ff ini keapus dan blog tempat si artworker ngepost poster lama ini dihapus. gue ulang, DIAPUS! dan gue kaga ngesave poster lama di laptop gue. udah dulu yo. leave a comment ya! plis plis plis. jan lupa follow twitter gue @sieuna

btw… poupee sama ugly cake… ada yang nungguin? maaf kaga bisa lanjutin. but gue sibuk.

Advertisements

15 responses

  1. FF Myungsoo sama naeun toh???
    Gak jadi baca deh cz aku MyungZy shipper. heheee
    Nunggu FF MYUNGZY aja kalau ada. 🙂

    January 19, 2014 at 2:16 pm

    • Kim Hachan

      Kamu jahadh -_-

      January 20, 2014 at 8:03 am

      • Hihiii… Aku kan myungzy n minzy shipper thor. Jadi gak ngefeel kalau baca ff myungsoo dipairing sama yeoja lain selain suzy. kkekekeee

        January 23, 2014 at 1:16 pm

  2. baca ini berasa baca komik ehehe=DD bahasanya beneran kaya komik. hey ini unik!♡

    January 21, 2014 at 3:32 pm

    • Kim Hachan

      ocidaaaaaaaaak aku menangis bahagia /nangis emas batangan/
      makasih pujiannya, aku akan buat fiksi berbahasa komik lagi~

      January 22, 2014 at 10:36 am

  3. Myungsu_

    Bagus ^^
    myungeun jjang!!

    January 28, 2014 at 6:37 am

    • Kim Hachan

      Makasih komennya :]

      January 28, 2014 at 1:56 pm

  4. akhirnya nemu ff myungeun lagi ><
    suka suka, keren! 🙂

    February 2, 2014 at 3:51 am

    • Kim Hachan

      makasih sayang ♡

      February 3, 2014 at 12:34 pm

  5. Myungeunie

    Huaaaa thor sequel hahaa >.<

    February 7, 2014 at 7:17 pm

    • Kim Hachan

      tak terpikir -_- nanti ya kapan kapan

      February 8, 2014 at 5:21 am

  6. Son Naeun

    Baru ketemu..kapan kapan bikin myungeun laginya..aku myungeun shipper..

    March 14, 2014 at 2:33 am

  7. Eunyoo

    Bagus, kasihan juga sih Sooji, tapi gapapa, selama MyungEun bersatu. MyungEun bersatu, kan? Iya, kan? Semoga saja, dan semoga kenyataannya juga gitu 😀

    April 11, 2014 at 1:25 pm

  8. eLement 929088

    huaaa need sequel nih thoor >3< keyeeen keyeeen

    December 12, 2014 at 7:00 pm

  9. siti nur hidayah

    Cerita nya bikin sedih huhuhu

    December 23, 2015 at 1:17 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s