KIM MYUNGSOO FANFICTION

[CHAPTERED] A WEIRDOS BOY CHAP 5

awb5

Author : Meongnamji  [@chanerds]| Length : Chaptered [TEASER] [CHAP 1] [CHAP 2] [CHAP 3] | [CHAP 4] Genre : School life romance, fiction, fantasy | Main Cast : Kim Myungsoo INFINITE, Lee Jieun [IU] | Minor Cast : Sungyeol, Sunggyu and the rest of INFINITE members, others. | Poster : GDesign (Meongnamji)

A/N : here an update for all of ya! ((maaf ngilang beberapa bulan ide aku buat nulis gatau kemanaaaa jongmal mianhae /cries ugly))

Buat yg udah nunggu makasih banget banget banget<3333 there’s no word to describe how grateful i am. Hope you like it TT_TT

PART 5

“akhirnya, sampai!”

akhirnya, aku mati, mati! tambah Jieun dalam hati.

Sungyeol terkekeh melihat sikap kekanakan Myungsoo. Ia tidak yakin membawanya kesini adalah keputusan yang tepat, meski ia sudah memberitahu semuanya bahwa mereka harus bersikap seram.

“ayo masuk. Dan ah, bawakan ini.” Myungsoo melempar tasnya ke arah Jieun dan untung saja Jieun bisa menangkapnya. Ia mendesah berat, berharap ia bisa melewatkan hari ini dengan sangat cepat dan dalam keadaan masih selamat.

Myungsoo melangkah dengan langkah ringan. Semoga Sunggyu hyung menyiapkan sesuatu yang hebat…. yang bisa membuat si Jieun ini kapok.

“annyeonghaseyo, kami pulang.”Sungyeol melepas sepatunya dan masuk berbarengan dengan Myungsoo, tapi Jieun, ia masih mematung di teras.

“ya, kau, cepat masuk!”seru Myungsoo. Jieun meneguk ludahnya. Ia menatap pintu masuk itu, ia terlalu takut untuk masuk ke dalamnya, dan mendadak hawa dingin menyelimuti dirinya. Benarkah tidak ada cara lain? Tapi ia memang tidak bisa lari. Dan apapun yang ada di dalam sana, ia harus menghadapinya.

Jieun melangkah, berusaha keras agar langkahnya kelihatan mantap. Ia tidak mau terlihat takut, meski wajahnya jelas sekali pucat.

“cepat sedikit.”suruh Myungsoo tak sabaran. Jieun hanya mencibirnya ketika melewatinya dan disinilah ia, masuk ke dalam rumah ini, dan Myungsoo menutup pintunya dengan rasa puas yang jelas terpancar.

“tunggu disini.” Ucap Myungsoo. Jieun ditinggalkan di lorong gelap itu sendirian dengan imajinasinya yang berputar liar.

“ya Sungyeol. Dimana Sunggyu hyung?”

“aku tak tahu.”ucap Sungyeol malas, sebenarnya ia tidak ingin ikut-ikutan rencana Myungsoo ini yang menurut feelingnya, akan berjalan sangat konyol.

“ya. Kau memberitahunya, iya kan? Iya?”

“aku menjalankan semuanya sesuai perintahmu bawel!”

Ditengah percakapan mereka, muncul Sunggyu dari lantai dua. Begitu melihat Myungsoo, ia langsung turun ke bawah dengan wajah geram.

Begitu melihat Sunggyu Myungsoo tersenyum lebar tapi melihat ekspresi hyungnya yang sangat tidak menyenangkan membuat senyumnya kecut.

“ya!”tanpa sepatah katapun Sunggyu memukuli Myungsoo beberapa kali.

“ah geumanhae hyung, geumanhae!”

Jieun menggigit bibirnya. Ia mendengar seseorang turun dari tangga dan bunyi berisik lainnya, membuat hatinya tak tenang dan semakin bertanya-tanya apa yang akan mereka lakukan padanya.

“neon micheosseo, micheosseo?!?”bentak Sunggyu sangar.

“ya hyung sst!”Myungsoo mencoba membekap mulut hyung nya itu tapi Sunggyu dengan kasar menghadangnya.

“apa kau gila, membawanya kemari?! Kau sudah membeberkan identitasmu, dan sekarang kau membawanya kemari? Neon jugullae?!”

Jieun merasa merinding. Meski ia tak tahu apa yang mereka bicarakan tapi Jieun tahu ada seseorang yang sedang marah di sudut ruangan sana. Jieun berjalan kesana kemari, dan begitu melihat pintu secercah harapan muncul. Ia bisa lari, ia yakin ia bisa lari cukup cepat dan bersembunyi. Dengan mengambil nafas panjang Jieun melangkah tanpa suara ke arah pintu, tapi ia malah mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arah pintu.

“mana dia, dimana dia?!?!” Myungsoo berusaha menghentikan hyungnya ini tapi ia tak bisa. Sunggyu bergegas pergi ke lorong dan menangkap basah Jieun yang tengah melongo di depan pintu – di hadapan beberapa namja yang melihat Jieun kebingungan.

Jieun bergidik ketika pintu terbuka dan muncullah satu sampai empat orang namja yang melihatnya kaget dan bingung. Jieun kemudian berbalik dan ia mendapati Myungsoo dengan seseorang yang berwajah – jelas, sangat marah.

Sial. ia terjebak. Dan Jieun berusaha berdiri tegak mati-matian. Sial!

“ouh sial…” gumam Myungsoo, mengacak-acak rambutnya. Sungyeol pastilah hanya memberitahu Sunggyu dan Sunggyu – ia tahu ia pasti tidak akan merepotkan dirinya sendiri memberitahu yang lainnya tentang rencana ini.

“ya, dia siapa?”salah seorang dari empat namja yang baru datang tadi memecah keheningan.

“Myungsoo. Dia yang membawanya kemari.”Sungyeol menjawab dengan santai.

Jieun ingin menghilang saja, ia tak tahan berada di tengah-tengah mereka, dan Jieun bahkan tak bisa bernafas dengan leluasa. Udara disekitarnya seperti habis tak bersisa.

“Ouh, temanmu? Euh, maksudku, pacarmu?”tanya Hoya – orang yang membuka pintu tadi.

“Oooh, pacarmu! Wah, dia cantik juga. Ah salam kenal! Aku Dongwoo, Jang Dongwoo! Ngomong-ngomong sejak kapan kau mengenal Myungsoo?” orang yang mengaku Dongwoo tadi tiba-tiba maju ke depan mendekati Jieun dan menyodorkan tangannya untuk berjabat, tapi Jieun malah mundur beberapa langkah – dan tak mau memperlihatkan wajahnya. Jieun tak tahu apa yang harus dilakukannya, Jieun bahkan tak tahu siapa mereka semua.

“ah aku Sungjong, maknae, maknae! Waah, tak kusangka..”

“ya ya ya! Dia bukan pacarku, yang benar saja!”sangkal Myungsoo di sudut ruangan sana, wajahnya kesal sekaligus tak percaya mereka mengira ‘budaknya’ adalah ‘pacarnya’

“tapi hyung..”

“DIAM DIAM DIAM!!”Sunggyu mengacak-acak rambutnya kesal. “kalian semua, cepat ke atas dan kau, ya Sungyeol! Bawa dia ke ruang tamu!”Sunggyu berteriak mengomando dan ia sendiri pergi ke atas duluan. Myungsoo yang masih berniat ingin menjalankan rencananya malah diseret Sunggyu dan menghilanglah mereka ditikungan. Mereka semua bisa mendengar bunyi kaki Sunggyu yang dihentak-hentakkan ketika menaiki tangga. Meski tak tahu alasannya, mereka tahu jelas bahwa Sunggyu sangat marah.

Keempat namja yang baru datang tadi menatap Sungyeol dengan tatapan bertanya-tanya. Sungyeol hanya mengedikkan bahunya dan mendekati Jieun. “ayo, kuantar kau ke ruang tamu.”ucap Sungyeol dan tanpa sepatah katapun Jieun mengikuti Sungyeol.

“kau tunggulah disini.” Suruh Sungyeol, meski ia tak yakin Jieun akan tetap disini dan bukannya kabur. Kalau ia jadi Jieun, ia sendiri akan kabur, mungkin pindah sekolah juga.

Tapi Jieun mengangguk dan duduk, memeluk tasnya erat. Dan tanpa bisa Jieun tahan, ia melontarkan pertanyaan yang berbahaya,”apakah… apakah kau sama seperti Myungsoo?” Myungsoo mengatakan mereka adalah hyungnya. Tapi Jieun benar-benar ingin memastikannya sendiri.

Sungyeol terdiam sejenak. Ia melihat wajah Jieun yang menunggu jawaban dengan harap-harap cemas. Sungyeol tersenyum simpul, “ya. Aku, Myungsoo, dan semua namja yang kau lihat tadi, kami semua sama.

Jieun merinding. Untung saja Sungyeol keluar dari ruangan sana dan pergi, membiarkan Jieun bernafas leluasa untuk sejenak.

Jieun mencoba menarik nafas banyak-banyak tapi ia tak bisa. Rasanya sesak sekali. Ia bisa mendengar sayup-sayup pertengkaran mereka di lantai dua, dan kakinya lemas sekali. Ia tak bisa lari. Kalaupun bisa, entah sekarang atau besok, hidupnya pasti berakhir.

Jieun tak tahu apa yang mereka pertengkarkan. Mungkin bagaimana cara terbaik untuk membunuhnya? Atau bahkan mungkin memakannya? Menghisap darahnya? Atau mungkin… hal yang lebih buruk dari itu! Imajinasi liar Jieun berlarian kesana kemari tanpa bisa Jieun cegah.

Terlalu tersibukkan oleh pikiran-pikiran buruk yang memenuhi kepalanya, Jieun tak sadar bahwa mereka sudah selesai berunding dan derap langkah mereka yang menuruni tangga mulai bisa terdengar.

Jantung Jieun berdegup kencang. Ia seharusnya lari daritadi tapi, itu benar-benar bukan gayanya. Dan lagipula bagaimana bisa ia mengharapkan kakinya akan berlari cepat dalam keadaan seperti ini? jieun menarik nafas – mungkin untuk terakhir kalinya dan mencoba menanamkan pikiran positif dalam kepalanya sebisa mungkin.

Mungkin mereka akan menunda membunuhku.

Mungkin Myungsoo memang membutuhkan seorang budak.

Mungkin salah satu dari mereka ada yang berhati mulia.

Jieun terus mengucapkan kata-kata itu didalam pikirannya.

“Whoa Hyung! Lihat, kubilang apa, dia masih ada disini!” namja yang tadi mengaku sebagai maknae, muncul dan tersenyum lebar ketika melihat Jieun.

“kau serius?”yang lainnya datang dan berdesakan di pintu, ingin melihat ke dalam. Dan memang, Jieun masih duduk disana, dan Sungyeol pikir gadis itu bahkan tak bergerak sesenti pun.

“Whoaaa. Ini tak bisa dipercaya!”

“aku harus minta maaf padanya karena telah merendahkannya, hahaha…”

“oke sekarang kemarikan uang kalian. Janji tetaplah janji.” Dengan rela tak rela mereka memberikan separuh uang mereka pada Sungjong. Jieun yang tak mengerti hanyalah bengong. Melihat ekspresi itu Sungjong buru-buru masuk dan duduk di kursi dihadapan Jieun, dan tersenyum.

“kau tahu nuna, tadi kami semua bertaruh. Aku bilang, kau tak takut pada kami dan menganggap kami teman jadinya, kau takkan lari. Dan ternyata, aku memang benar!! Hyung yang meragukan itu memberiku uang mereka!” serunya ceria.

Jieun tak tahu harus bereaksi bagaimana. tak takut? Menganggap teman? Yang benar saja, ia ketakutan setengah mati! Dan menganggap sekumpulan aneh ini teman? Tidak, Jei seorang sudah cukup baginya.

“ya, aku minta maaf. Aku sengaja membuka pintu depan, kukira kau memang benar-benar akan kabur. Wah, aku merendahkanmu Lee Jieun.”Sungyeol yang berkata, meskipun ia meminta maaf, ekspresinya sama sekali bukan ekspresi menyesal.

“oh, jadi namamu Lee Jieun? wah, nama yang cantik……. Ya, itu sebanding dengan wajahmu…”

“Woohyun, hentikan, kau tak mau membuatnya muntah kan?”Dongwoo memotongnya berkata-kata manis dan bersikap genit, satu kebiasaan Woohyun dari dulu sampai sekarang begitu melihat gadis cantik dimanapun dan kapanpun.

“bisakah kalian berhenti bermain-main?!”bentakan Myungsoo membuat semuanya melirik padanya – bahkan Jieun – dengan tatapan tak senang.

“Sudah kubilang Myungsoo. Aku tak setuju dengan idemu. Membawanya kemari dan berharap ia ketakutan? Menunjukkan kami seolah pembunuh? Kami sudah cukup aneh dan berbeda, dan rasanya tak harus juga kami menambahkan kesan pembunuh.”Hoya yang sedari tadi diam kini angkat bicara, disambut dengan anggukan setuju.

“Dan bahkan aku tak setuju dengan menjadikannya budak.”Sungjong angkat bicara,”bukankah kita bisa berteman? Dia salah satu orang yang tak lari ketika tahu bagaimana identitas kita sebenarnya.”

“tidak, dia tetap budakku. Itu urusanku dengannya, kau tak usah ikut campur!”seru Myungsoo marah. Sungjong merengut ketika dibentak seperti itu. Jieun yang sudah berharap tugasnya sebagai budak dicopot ikut merengut.

“oke sekarang, kita harus membuat beberapa kesepakatan.”Sunggyu bicara juga, memasuki ruangan dan dengan isyarat matanya menyuruh Sungjong menyingkir. Dengan ogah-ogahan, Sungjong menyingkir dari kursi itu dan digantikan dengan Sunggyu yang duduk, dengan wajah serius.

“jadi, bagaimana kau tahu identitas kami?”

Jieun menarik nafas. Suasana yang sempat mencair tadi kini beku kembali, membuat bulu kuduknya meremang.

“Myungsoo yang menunjukkannya padaku.”ucap Jieun, berusaha bersikap sebiasa mungkin, sama sekali tak ingin kelihatan takut maupun gentar. Tapi meskipun begitu, Jieun masih belum bisa menatap langsung ke mata Sunggyu.”awalnya aku melihatnya loncat dari atap tertinggi sekolah. Tapi setelahnya ia malah berlari tanpa luka. Lalu .. lalu Myungsoo mengiris sendiri urat nadinya. Aku melihat darah mengalir dengan deras, tapi Myungsoo tak mati. Ia memberitahuku bahwa ia tak bisa mati.”

“hyung! Kukira itu lelucon! Jadi kau benar-benar mengiris urat nadimu sendiri?”Woohyun tampak kaget. Myungsoo dan Sunggyu sama-sama memberinya death glare dan itu membuat Woohyun otomatis diam.

“lalu, kau memberitahu orang tentang itu?”

Jieun benar-benar tak ingin menjawab pertanyaan ini. tapi bagaimanapun ia tak bisa berbohong ataupun menghindar.”aku memberitahunya pada temanku. Lalu dia memberitahunya pada teman-temannya yang lain. Tapi, mereka semua malah menertawakanku. Mereka bilang aku gila.”

“aku minta maaf atas itu noona!”Sungjong tampak merasa sangat bersalah. Jieun heran, apakah Sungjong benar-benar termasuk dari mereka? Rasanya mustahil.

“baguslah. Jadi kita tak perlu mengurusi hal itu.”Sunggyu menghela nafas lega.

“dan sekarang, masalahnya adalah dirimu.” Jieun menggigit bibirnya.”kita harus membuat beberapa perjanjian. Kau harus menyutujuinya, dan mematuhinya dalam keadaan apapun. Kau mengerti?” Jieun mengangguk saja daripada cari masalah lain.

“oke. Aku telah menulis ini, kau tanda tangani.”

Sunggyu menyodorkan secarik kertas. Jieun membawanya dan membacanya dengan hati-hati, juga dengan jantung berdegup kencang, khawatir ada perjanjian yang membuatnya harus melakukan sesuatu yang gila, maupun merugikannya.

‘PERJANJIAN ― INFINITE & LEE JIEUN’

Jieun tak tahu apa itu Infinite, namun ia terus membaca.

  1. Tidak membocorkan identitas kami, apapun alasannya. Kalau kau melanggar ini, kami terpaksa melakukan sesuatu, yang pastinya takkan menyenangkan.

    Jieun bergidik, membayangkan apa yang akan mereka lakukan. Tapi Jieun cepat-cepat mengingatkan dirinya sendiri bahwa ia harus mematuhi peraturan no 1 ini bagaimanapun jika ingin hidupnya selamat.

  2. Tidak memberitahu tempat tinggal kami, nomor telepon kami, pada siapapun kecuali dengan persetujuan INFINITE

  3. Tidak mencampuri urusan INFINITE dan tidak bertanya apapun tentang kami setelah yang kau ketahui.

  4.  Kau harus menjadi teman kami!

    Jieun tertawa kecil. Tulisan yang dicoret ini pastilah tulisan Sungjong.


  5. Kau harus menjadi budakku sampai kau menemukan buku itu!

  6. Kau harus patuh saat aku menyuruhmu apapun, kau mengerti?! Tidak ada bantahan!

    Jieun mencibir. Ia yakin dua nomor ini pasti ditulis oleh Myungsoo.

  7. Kau harus mencari buku yang seperti diperintahkan Myungsoo. Dan itu satu-satunya cara kau terlepas dengan kami. Harap segera menemukan buku itu, dan semakin cepat pula kau terbebas.

INFINITE                                                                                                                                    LEE JIEUN

AGREE

Jieun mendesah. Ia bagaimanapun harus mematuhinya. Jieun membubuhkan tanda tangannya dengan asal dan menyodorkan kembali kertas itu.

“tidak, tidak. kau yang harus memegangnya. Dengan itu, jika kau melanggar, aku takkan mendengar alasan ‘lupa’ . kau mengerti?”

“baiklah baiklah.” Jieun menurut dengan ogah-ogahan.” Tapi bolehkah aku tahu apa INFINITE itu?”

“hyung, bolehkah aku memberitahunya??ayolah, ayolah!!”Sungjong memelas.

“tidak ada gunanya menyembunyikan hal ini. lagipula, menurutku dia berhak tahu apa kita sebenarnya.”Sungyeol tersenyum simple pada Jieun, yang malah membuat Jieun sedikit takut untuk mengetahui apa itu INFINITE.

Jieun baru saja akan menarik perkataannya kembali, tapi Sungjong dengan ekspresi semangatnya sudah memotong niatnya itu di tengah jalan.

“jadi, INFINITE itu……….”

Dan mengalirlah sebuah cerita dari mulut sang maknae……………………………………

TBC

16 responses

  1. Waaa! Ini dia yg ditunggu-ditunggu! Kalo baca ff yg ada sungjongnya, pasti karakternya dia ramah dan lucu, sukaa ><
    Myungsoo nya kok gitu banget sih?! Hehe maaf, overacting
    Nggak sabar deh nunggu next chap nya. Lanjut terus yaa, keep writing authornim! ^^

    January 13, 2014 at 1:42 pm

    • wkwk, sungjong kalo peran garang soalnya bakal super ga mantes/? wkwk. iya myungsoo nya disini bakal nyebelin banget/? wkwk diusahain next chap nya ga seabad kyk chap 5 ini, thanks a lot yaaaaa ❤

      January 13, 2014 at 1:48 pm

  2. Kim Hachan

    Hai kawan sesama author, punya personal blog ga? Minta linknya dong

    January 15, 2014 at 12:05 pm

    • punya dong hehe kunjungi aja milkieshake48.wordpress.com ^_^

      February 19, 2014 at 10:53 am

  3. 🎵BaeLyrii 🎵

    Waaa… ya ampun, kakaaak *lebay*
    Haha.. aku suka part yang ini. Lucu^^ Aku suka tingkah Myungsoo dan Sungjong. Soal perjanjiannya itu, aku suka banget>o< Myungsoo-nya kejem dan sadis menurutku, tapi masih kelihatan cool *abaikan*
    Kakak, semangat nulisnya, ya! Ditunggu next story. Fighting!

    January 15, 2014 at 12:32 pm

    • kenapaaa wkwk.
      makasih ya, kelakuan si myungsoo emang agak-agak idiot dan cool gitu/? wkwk.
      iya makasih bangeeeeeeeeeeet yaaa aaa hug sini{}

      February 19, 2014 at 10:55 am

  4. lily

    jadi penasaran dengan cerita sungjong… apaan tuh… lanjut thor… jgn lama2 ya…

    January 16, 2014 at 9:22 am

    • haha next part dijelasin kok semuanya wkwk. aduh soal itu gabisa janji;-;

      February 19, 2014 at 10:55 am

  5. waa seru lanjuuutt thor ditunggu

    January 17, 2014 at 7:48 am

    • oke tunggu aja pokoknya ya><

      February 19, 2014 at 10:56 am

  6. Annyeong reader baru nih thor :3

    Keren bgt, aku myungu shipper nih kekeke no kritik deh keren pokoknya!
    Semoga happy ending dan gak gantung ya u,u

    Dan…
    Woaaaaahhhhh buruan lanjut thor. sumpah itu pas tbc nya bikin penasaran banget thor!!!
    Pokoknya lanjut thor buruan hehe
    Kisseu author yg udh bikin ff MyungU :3 :3

    January 31, 2014 at 8:07 pm

    • huaaa halo sesama myungu shipper><
      kisseu balik buat myungu shipper yg udah mau baca ff absurd ku c; //g

      February 19, 2014 at 10:58 am

  7. so,interesting

    March 17, 2014 at 8:13 am

  8. Pingback: [CHAPTERED] A WEIRDOS BOY CHAP 7 | Kimmy World

  9. Pingback: [CHAPTERED] A WEIRDOS BOY CHAP 8 | Kimmy World

  10. Pingback: [CHAPTERED] A WEIRDOS BOY CHAP 9 | Kimmy World

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s