KIM MYUNGSOO FANFICTION

[Vignette] Our Meeting

our meeting

Our Meeting

present by Joelle Park.

|| Length Vignette | Staring Soojung F(X), Myungsoo Infinite | Support cast Minho SHINEe | Genre AU, romance, surrealism | Rating for Teenger or PG-13 ||

Summary

Terima kasih untuk pertemuan pertama kita. Kuharap suatu hari nanti, kita dapat bertemu kembali dan menghabiskan waktu lebih lama.

.

.

Percayalah, jika cinta pada pertemuan pertama bukanlah hal yang mustahil, karena terkadang kamu pernah merasakannya. Meski kamu tidak meyakini hal itu.

.

Soojung menghela nafas panjang, membuat uap putih mengepul keluar dari bibirnya. Sesekali tangannya saling bergesekan, berusaha menimbulkan rasa hangat yang akan menjalar dari kedua tangannya. Dingin, udara malam ini terasa begitu menusuk tulang. Dengan gumpalan salju yang menutupi permukaan kota. Soojung kembali menatap langit. Mengingat kembali peristiwa yang dia alami beberapa jam yang lalu, dimana saat itu rencana  yang telah ia susun dengan baik, hancur seketika. Dan semua adalah salah Choi Minho, lelaki yang selama dua tahun terakhir ini  menghabiskan waktu bersama Soojung dalam status berpacaran. Kekasih yang selalu menemani hari-hari Soojung. Ingin sekali gadis itu menangis, tapi sepertinya sebuah sugesti membuat Soojung menahan airmatanya. Percuma saja ia menangis jika akhirnya semua tidak akan kembali seperti semula. Semua sudah berakhir. Minho sudah tidak mencintainya, dia telah memiliki gadis lain. Gadis yang lebih mampu membahagiakan dirinya melebihi dirinya.

“Oppa, kau selingkuh?”

“Maafkan aku, Soojung-a.”

“Tapi…Kenapa? Apa aku membuatmu merasa bosan? Atau kau hanya ingin mempermainkan aku?”

“Tidak, bukan begitu maksudku. Hanya saja, sepertinya kita tidak cocok, kita sama-sama bersifat dingin dan kaku. Aku bukanlah orang yang tepat untuk, begitu juga dengan kau. Kita membutuhkan seseorang yang dapat membuat kita selalu tertawa dan memberi warna dalam hidup kita. Aku harap kamu dapat mengerti, Soojung.”

“Apa yang harus aku mengerti dari semua ini? Kalau memang bosan denganku katakan saja, pabo,” Gumam Krystal lirih. Gadis itu terus meruntuk hingga sebuah suara mengusik ketenangannya. Membuat gadis itu menoleh ke arah sumber suara. Tepat di sampingnya, seorang lelaki bertubuh tinggi tengah berdiri dengan senyum ramah yang hiasi wajahnya. Menatap bersahabat ke arah Soojung yang hanya dibalas pandangan tak suka dari gadis itu.

Hey! Jika kau terus duduk disitu kau bisa mati karena kedinginan,” Ujar lelaki itu sembari menduduk tubuhnya di kursi yang digunakan oleh Soojung.

“Apa pedulimu ? Kita bahkan tidak saling mengenal,” Ketus Soojung tak suka.

“Kamu sinis sekali. Kalau begitu perkenalkan, namaku Kim Myungsoo. Jadi siapa namamu?”

“Krystal Jung.”

“Krystal Jung? Apakah itu nama aslimu?”

“Bukan.” Lagi-lagi Soojung menjawab pertanyaan Myungsoo dengan singkat. Membuat lelaki itu semakin merasa penasaran akan sosok dingin gadis itu.

“Lalu, apa nama Koreamu?”

“Jung Soo Jung. Jinjja…Kenapa kau cerewet sekali! Mengganggu saja,” Ujar Soojung sebal, sedangkan lelaki itu hanya menyengir tak bersalah.

.

.

Mereka memilih untuk bungkam selama beberapa menit. Membiarkan suara embusan angin meramaikan suasana yang terasa canggung. Myungsoo yang terbiasa dengan lingkungan ramai pun hanya dapat menggaruk tengkuknya dengan kikuk.

“Aku merasa bosan.”

“Bukan urusanku,” Ketus Soojung.

Myungsoo semakin kebinggungan dengan sikap Soojung yang dinginnya hampir menyerupai es yang sering ia sentuh.

“Mau cokelat hangat? Aku akan membelikannya di sana.”

“Tidak perlu, jangan merepotkan dirimu.”

Myungsoo tersenyum lebar sembari menggelengkan kepalanya. “Tak apa, tunggu di sini sebentar ya. Aku akan membelinya dulu,” Pamit Myungsoo sebelum lelaki itu melangkah pergi menuju sebuah stan cokelat hangat yang berada di seberang taman. Membiarkan Soojung yang kini sibuk memikirkan lelaki itu secara diam-diam. ‘Dia lelaki yang baik.’

.

.

Aku tidak pernah merasa selepas ini. Bercerita dengan seseorang yang baru saja kukenal bukanlah kebiasaanku. Tapi, entahlah aku merasa nyaman denganmu.

.

“Jadi kamu putus dengan pacarmu ? Pantas saja kau terlihat begitu sedih.” Myungsoo terlihat begitu antusias, setelah merayu –lebih tepatnya memaksa Soojung untuk menceritakan masalahnya. Akhirnya, gadis itu mengalah dan mengatakan semua peristiwa yang membuatnya begitu kacau malam ini. Dan anehnya, Soojung tidak terlalu mempermasalahkan tentang status mereka yang baru saja berkenalan beberapa saat yang lalu. Gadis itu tampak menikmati waktu berceritanya bersama Myungsoo.

“Lalu, kenapa si Minho itu memutuskanmu? Apa kamu berselingkuh?”

Soojung membelalakkan matanya. Kalau saja gadis itu tidak belajar tentang tata karma yang selalu kedua orangtuanya ajarkan, mungkin cokelat hangat miliknya sudah mendarat di wajah tampan milik Myungsoo, –mungkin.

“Kenapa kamu bisa mengira aku berselingkuh? Asal kau tahu saja, yang berselingkuh bukanlah aku. Tapi, si pria brengsek itu!” Ujar Soojung berapi-api, membuat Myungsoo terkekeh geli melihat sikap Soojung yang terkesan lebih melunak dari sebelumnya.

“Kamu sensitif sekali. Lagipula aku tidak menuduhmu. Hanya saja kamu sangat cantik, kamu bisa saja selingkuh, ‘kan?” Goda Myungsoo. Sedangkan Soojung hanya dapat menahan kesal dan juga malu. ‘Hanya saja kamu sangat cantik….

“Apa aku secantik itu?”

Hening kembali mengisi. Hanya suara ketukan jari Myungsoo yang terdengar jelas di telinga mereka. Lelaki itu terlihat kebinggungan untuk menjawab pertanyaan Soojung. Hingga akhirnya keduanya lebih memilih untuk terdiam. Di sisi lain, Soojung tengah meruntuk dalam hati, menyesal karena telah membuat keadaan menjadi canggung. Jujur saja, gadis itu mulai menyukai keberadaan Myungsoo saat ini. Saat ini.

“Entahlah, kurasa kamu cantik. Dengan rambut hitam lurus dan kulit seputih salju, kamu terlihat seperti seorang putri. Putri salju.” Pipi Soojung memerah mendengar jawaban yang terucap dari mulut seorang Kim Myungsoo. Sedangkan lelaki itu hanya menatap Soojung dengan senyum manis.

“Lihat! Bahkan kamu terlihat begitu imut dan manis saat tersipu,” Tambah Myungsoo, semakin membuat Soojung memerah bak kepiting rebus.

Merasa dijahili oleh Myungsoo. Soojung pun mengepalkan tangannya, lalu mendaratkan sebuah pukulan ringan di kepala Myungsoo. “Berhenti menggodaku! Kau ini usil sekali.”

“Hei sakit,” Keluh Myungsoo sembari mengusap kepalanya. “Asal kau tahu, kepalaku ini sangat berharga.”

“Hahahaha, aku tidak peduli wek,” Ujar Soojung dengan lidah yang sengaja ia leletkan –mengejek lelaki yag kini terdiam karena melihat tawa yang Soojung berikan. Sekilas, Myungsoo tersenyum lembut, lalu ikut tertawa bersama Soojung.

.

.

“Mau sampai kapan kamu mengikutiku? Apa kamu tidak mau pulang ke rumah?” Soojung bertanya dengan wajah kesal –merasa terganggu akan sikap Myungsoo yang terus-terusan mengikutinya.

“Sampai kamu tiba di rumah. Tidak baik seorang gadis cantik sepertimu berjalan sendirian di malam hari.”

“Aku baik-baik saja. Lagipula aku bisa menjaga diriku, sudah sana pergilah.” Usir Soojung sembari mengibaskan tangannya. Membuat Myungsoo mengerutkan dahi dan mencibir pelan.

“Asal kau tau saja, di kawasan ini banyak lelaki mabuk saat malam hari.” Myungsoo memasang mimic serius, telunjuknya sengaja ia menyentuh hidung Soojung yang memerah –tanda bahwa gadis itu kedinginan.

Soojung memutar bola matanya bosan. Dan kembali melanjutkan perjalanannya yang hanya diikuti oleh Myungsoo. Suara kaki mereka menemani seiring langkah yang mereka ambil. Myungsoo yang dilanda kesepian mulai bersenandung riang. Hingga Soojung berhenti di depan sebuah rumah yang dapat dikatakan cukup mewah. Gadis itu menatap Myungsoo sejenak, sebelum segaris lengkungan manis terlihat di wajahnya.

“Terima kasih sudah menghiburku. Maaf kalau aku sering memarahimu, jujur aku bukan tipikal gadis yang mudah bergaul.”

“Tidak apa-apa. Jadi ini rumahmu? Sebaiknya kamu segera masuk, di luar dingin sekali.”

“Mau mampir sebentar?” Tawar Soojung malu-malu. Untuk pertama kalinya, gadis itu mempersilakan seorang lelaki memasuki rumahnya –tentu saja selain ayah dan saudaranya, juga Minho; mantan kekasihnya.

“Kapan-kapan saja. Aku juga harus segera pulang.”

Okey, kalau begitu sampai jumpa.” Soojung baru akan membuka pagar rumahnya, namun Myungsoo menahan tangan gadis itu dan menariknya lembut.

“Mungkin ini terdengar lucu dan tidak serius, tapi….Aku mencintaimu,” Ujar Myungsoo sebelum mempertemukan bibirnya dengan bibir merah Soojung. Sungguh, mengejutkan. Gadis itu hanya terdiam dengan mata yang membulat.

“Hehehe, sampai jumpa.” Myungsoo melepaskan ciuman singkatnya. Membiarkan Soojung membeku bagaikan patung es. Gadis itu kini menunduk, menyembunyikan debaran jantungnya yang berdegup tak menentu.

“A–aku….” Soojung baru akan mengatakan sesuatu kepada Myungsoo, namun lelaki itu kini telah menghilang dari hadapannya. Bagaikan debu yang tersapu angin, tanpa bekas maupun jejak.

“ –Juga sepertinya menyukaimu.”

.

.

Aku akan menanti pertemuan kita yang selanjutnya. Semoga ini bukanlah pertemuan terakhir kita. Karena, aku mulai menyukai sosok hangatmu.

.

|| END ||

A/N : Hai semua. Aku -Joelle author baru di sini. Mohon kerjasamnya ya. So, ini adalah fanfict pertama aku di sini. Aku tahu kalau ini emang aneh dan absurd. Semoga feel-nya kerasa ya. Dan aku akan curhat sedikit tentang fanfict ini. Jadi sebenarnya, di cerita ini si Myungsoo itu sejenis arwah/ilusi. Awalnya, fanfict ini mau aku beri judul First and Last Meet dengan Myungsoo yang meninggal di ending cerita, tapi karena aku binggung alhasil ending-nya Myungsoo menghilang secara tiba-tiba. Mungkin emang engga kerasa sih kalau Myungsoo itu ilusi, tapi aku juga binggung mau menjelaskan seperti apa lagi. Semoga para reader tidak kecewa. Dan, boleh minta review-nya? Bye bye and see ya!

 

 

Advertisements

One response

  1. Kim Hachan

    harusnya terakhir terakhirnya meninggal aja. kan bakal sedih dan seru *peace
    welcome ya author (yangmungkin) baru. mohon kerjasama sesama author! ;;;;

    December 3, 2013 at 10:37 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s