KIM MYUNGSOO FANFICTION

[Freelance] It’s Hurt, Here

IHH, myungyoon copy

A fiction by springgirl08

It’s Hurt, Here

.

Main Cast : Kim Myungsoo | Im Yoon Ah || Length : Ficlet || Rating : PG || Genre : Family, Sad, Angst and Other || Disclaimer : This story belongs to springgirl08. It’s pure fiction only, inspired by another story (Drama, movie etc). so if there’s any similarities to other stories it’s purely coincidental || Sebelumnya FF ini sudah di publish di Im Yoona Fiction (Dengan cast Kim Myungsoo & Im Yoon Ah) dan di WP pribadi springgirl08 (Dengan Cast Kim Jongin & Im Yoon Ah)

Note: Halloo! Readers :D. Aku author freelance newbie disini dan ini juga FF pertama yang aku kirim ke Kim Myungsoo Fanfiction. Cast yang aku pake sebagai pasangan Myungsoo disini adalah Im Yoona mungkin keliatannya agak aneh dan rare banget. gak apa-apa kan readers?

Please… don’t think too much about the cast, Just enjoy the story and happy reading!! 😀

.

————————-

.

Wherever I go, Wherever I look

I see you

I tried to catch you but I couldn’t touch you

So, it hurt more

 

*4men – Couldn’t do it

 

Tangannya sibuk mengoleskan selai strawberry diatas roti sedangkan matanya sesekali melirik sepasang insan manusia didepannya yang tengah larut dalam tawa namun tak ada sedikitpun niatnya untuk masuk dalam kesenangan mereka.

“Myungsoo-ya, apa kau suka suasana rumah ini?,” tanya seorang pria yang berumur akhir 40 tahun didepannya. Jongin hanya melirik lelaki dihadapannya itu sekilas kemudian tersenyum tipis. “Aku senang, sepertinya kau menyukainya” lanjut lelaki tadi.

“Tentu saja dia menyukainya, cagi. Rumah ini sangat indah,” ucap seorang wanita yang umurnya tak berbeda jauh dengan lelaki tadi. “Benarkan, Myungie?” tanya wanita itu pada Myungsoo.

Merasa namanya kembali di sebut, Myungsoo menghentikan kegiatan mengoleskan selai strawberry-nya tadi kemudian kembali menatap pasangan didepannya sebelum akhirnya menjawab pertanyaan dari wanita tadi “Tentu saja, Eomma”.

Sudah satu minggu Myungsoo tinggal bersama keluarga barunya karena satu bulan yang lalu ibunya kembali menikah dengan lelaki baik pilihannya yang tak lain adalah lelaki sama yang tengah duduk dihadapannya kini sehingga hal itu pula yang memaksanya untuk tinggal di rumah ini. Tak bisa dipungkiri rumah ini memang sangat indah seperti apa yang ibunya katakan namun Myungsoo tak pernah ingin berlama-lama ditempat ini, baginya rumah ini adalah neraka dunia.

“Selamat pagi!” seru seseorang sehingga berhasil mengembalikan kesadaran Myungsoo dari lamunannya. Matanya mengerjap memandang gadis yang duduk tepat disampingnya kini. Dadanya bergetar karena detak jantungnya meningkat saat gadis itu mengalihkan pandangannya sehingga kini Myungsoo dapat menatap jelas mata indah kecoklatan gadis itu, ia senang karena perasaannya tak pernah berubah saat berada didekat gadis itu, sebuah senyuman terukir di wajah tampannya namun seketika senyuman itu memudar saat gadis itu memalingkan wajahnya tak sedikitpun membalasnya. Saat itu juga ingin rasanya ia menarik gadis itu kedalam pelukan dan memaksa untuk tetap menatapnya, seperti dulu.

Itulah neraka dunia bagi Jongin, dimanapun ia berada selama di rumah ini dengan mudah ia bisa melihat dan berada dekat secara fisik dengan seseorang yang ia cintai namun hanya sekedar untuk membuat gadis itu menatapnya atau menyentuhnya saja tidak bisa ia lakukan.

Ibu Myungsoo yang kini menyandang status sebagai nyonya Im menyadari perubahan ekspresi wajah Yoona maupun anaknya Myungsoo, namun ia hanya menatap mereka berdua heran tak tahu apa yang tengah terjadi diantara keduannya. Yang ia tahu sebelumnya mereka adalah teman dekat di kampus dimana Yoona dua tingkat lebih senior dibanding Myungsoo. Selebihnya, ia tidak tahu apa yang tengah terjadi diantara mereka jika melihat sikap mereka yang sangat canggung satu sama lainnya seperti saat ini.

“Appa~, bisakah kau mengantarku ke studio tari hari ini dan menjemputku nanti sore?” tanya gadis yang duduk disebelah Myungsoo seraya tersenyum.

“Tentu saja, tapi mungkin untuk nanti sore appa tidak bisa menjemputmu, Yoong” Yoona –gadis itu- hanya mengangguk pelan mendengar jawaban dari ayahnya, namun wajahnya tiba-tiba merengut mengingat daerah studio tarinya yang sangat sepi di waktu sore menjelang malam saat ia pulang nanti. Khawatir?, tentu saja selama ini ia tidak pernah latihan sampai sore hari namun karena beberapa hari lagi merupakan pertunjukan besar baginya maka ia dituntut untuk berlatih lebih keras dan menghabiskan waktunya untuk latihan agar penampilannya dapat memuaskan.

“Tenanglah, Yoong. Biar nanti Eomma yang menjemputmu” ucap Nyonya Im tiba-tiba, sedangkan Yoona yang mendengar hal itu hanya tersenyum simpul.

“Terimakasih, E—Eom-ma” balasnya terbata karena canggung, kini semua mata memandang kearah gadis itu kecuali Myungsoo yang duduk di sebelahnya.

“Tenanglah Yoong. Hanya memanggilku Eomma tidak akan membuatmu kehilangan kekasih, kan?” Nyonya Im tertawa atas perkataannya sendiri begitupun Tuan Im. Namun berbeda halnya dengan mereka, Myungsoo dan Yoona membulatkan matanya sempurna terkejut dengan perkataan yang terlontar sempurna dari wanita paruh baya dihadapan mereka itu.

Myungsoo meletakan roti yang baru setengah jalan ia makan kemudian berdeham pelan sebelum mengeluarkan kata-kata, “Sepertinya aku sudah terlambat, aku pergi dulu”.

Myungsoo melenggang meninggalkan meja makan diikuti oleh tatapan nanar Yoona yang melihat punggung lelaki itu semakin menjauh kemudian hilang di balik pintu.

.

.

Suara musik menggema keseluruh ruangan yang setiap sisinya di tutupi oleh sebuah cermin raksasa. Beberapa orang tengah sibuk mengikuti alunan musik yang masih mengalun termasuk Yoona, yang merupakan salah satu dari mereka.

And STOP!!” musik berhenti kemudian seorang pria tinggi berambut gelap berseru menghentikan gerakan setiap orang yang tengah sibuk menari tadi. “untuk hari ini cukup, latihan akan kita lanjutkan lusa, semangat karena hari pertunjukan semakin dekat, Aku harap semua dapat berlatih dengan keras, okay!!. Terima kasih!! ”

“Dae!!, Songsaengnim!!”

Semua orang sibuk membereskan peralatannya dan bersiap untuk meninggalkan Studio yang tadi di penuhi oleh beberapa orang yang sibuk menari, kecuali Yoona. Gadis itu hanya duduk termenung di pojok ruangan bersama tas ransel yang berada di sampingnya dan sebuah earphone yang menempel di kedua telinganya hingga ia merasa seseorang menepuk pundaknya, ia menolehkan kepalanya dan melihat seorang pria manis berambut gelap tengah tersenyum lebar dihadapannya. “Yoong, kau tidak akan pulang?” tanyanya

“Baekhyun?,” Yoona tersenyum setelah melepaskan kedua earphone-nya tadi. “Aku sedang menunggu seseorang menjemputku” lanjutnya.

Baekhyun -Pria itu- tersenyum tipis seraya menganggukan kepalanya singkat. “Baiklah, kalau begitu aku pulang duluan, eoh”. Baekhyun berdiri dari duduknya dan melenggang pergi meninggalkan Yoona.

.

.

Yoona kembali termenung, matanya memandang sesuatu yang tak kasat mata di hadapannya. Sesekali ia menghempaskan nafasnya kasar. Sepi, sendiri, hanya itulah yang dirasakan Yoona saat ini hanya sebuah alunan musik di earphone-nya yang setia menemaninya.

~

The one who let me know my heart is beating
The one who fills my heart when i breathe
I try to push
I try to empty
But i get to miss you more and more

.
I cry my heart out i call your name

*4men – Only You

Pandangannya mulai mengabur karena saat ini airmata mulai menggenang di atas pelupuk matanya, untuk kesekian kalinya ia menghempaskan nafasnya kasar kemudian menutup rapat-rapat matanya. Dalam hati ia berharap semoga apa yang ia alami saat ini hanyalah sebuah mimpi dan saat ia membuka mata nanti semuanya akan kembali pada keadaan semula.

Seseorang duduk tepat disampingnya kemudian mengambil salah satu earphone yang terpasang telinganya namun tak ada niatan gadis itu hanya untuk sekedar melihat siapa yang tiba-tiba datang dan mengganggu keheningan yang sedari tadi meliputinya.

“Eomma tidak bisa menjemputmu, kau pulang bersamaku kali ini”

.

.

Waktu terus berjalan dan tak ada sedikitpun suara yang kembali keluar dari kedua insan manusia yang kini hanya duduk terdiam. Yoona semakin merapatkan matanya dan menggigit bibirnya kasar. Sakit? Memang, tapi rasanya tak sebanding dengan apa yang kini tengah hatinya rasakan. Lebih menyakitkan.

“Myungie~” lirih Yoona pelan.

“Pabbo!,” hanya itu kata yang berhasil keluar dari bibir Myungsoo. Tanpa pikir panjang lelaki itu menarik tubuh Yoona ke dalam pelukannya sedangkan Yoona hanya diam tak mengeluarkan sepatah katapun, ia semakin keras menggigit bibirnya dan tangannya mencengkram kuat lengan kemeja yang dipakai Myungsoo.

“Jika ini sangat menyakitkan, menangislah!. Jangan berpura-pura lagi,” Myungsoo semakin mengeratkan pelukannya saat ia merasakan tubuh yoona yang mulai bergetar “Aku tahu apa yang kau rasakan. Karena aku juga merasakan hal itu…” lirihnya kemudian menenggelamkan wajahnya di leher jenjang gadis itu.

Yoona mulai terisak, semakin lama tangisannya semakin keras. Ia melepaskan cengkraman tangannya dari Myungsoo dan memegang dadanya sendiri.

“Myungie~,” Yoona berulang kali memanggil lelaki yang kini tengah memeluknya, aimatanya tak mau berhenti bagaimanapun ia menahannya saat ini, dadanya sakit dan semakin sakit karena isakan yang membuatnya sangat sulit walaupun hanya untuk sekedar bernafas saja. “ini menyakitkan. Benar-benar menyakitkan”

Perlahan Myungsoo melepaskan pelukannya, keadaan lelaki itu tak berbeda jauh dengan Yoona, saat ini matanya memerah karena air mata yang mati-matian ia tahan. Yoona mengulurkan tangannya untuk menghapus sebuah airmata yang kini mulai meluncur di pipi lelaki dihadapannya itu.

“Maafkan aku, aku tak bisa berbuat apa-apa” lirih Yoona, Myungsoo menangkup wajah Yoona dengan kedua tangannya matanya bergerak gusar hingga ia menemukan manik mata milik gadis itu.

Ditatapnya lekat-lekat gadis dihadapannya itu. “Tidak ada yang perlu meminta maaf” ucapnya sebelum akhirnya bibirnya melumat kasar bibir gadis itu seakan-akan ia ingin menyalurkan semua perasaan yang kini tengah berkecamuk di dalam dadanya. Frustasi, kesedihan, kesepian dan kehilangan.

Mereka berdua saling menginginkan satu sama lain, mereka berdua saling membutuhkan satu sama lain dan mereka berdua sama-sama terluka, namun apa yang harus dilakukan? Jika memang semua ini adalah permainan sebuah takdir.

.

 ‘Tidak ada. Karena inilah cara kerja sebuah takdir

tidak ada yang bisa menolaknya

—————

Advertisements

One response

  1. hyunnoona

    Iya sih thor ini pasangannya rare banget Yoona – Myungsoo. FF bagus kok tapi kasian mereka gak bisa bersama & harus berkorban demi orang tuanya masing-masing…T_T
    dd(^_^)

    November 5, 2013 at 1:27 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s