KIM MYUNGSOO FANFICTION

My Stranger Nampyeon part 6

Image

My Stranger Nampyeon

Author : elship

Main Cast :

Kim MyungSoo (L)

Bae Suzy

Other Cast : Find yourself

Genre : romance, mariedlife

Rating : PG-17

Type : Chaptered

Disclaimer : Tokoh utama dan tokoh lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Namun untuk semua cerita, karakter, setting, alur, adalah milik author sepenuhnya.


___

_6_

“Suzy-ah..” Seorang yeoja berambut lurus dengan tubuh yang ramping baru saja memasuki kantor agensi Suzy, LJ.Ent.

“eoh, Soojung-ah, kau sudah datang?”

“ne, ruanganmu di mana? Aku ingin seruangan denganmu”

“aju juga mau Soojung-ah, ayo kita ke lantai 2”

“baiklah”

Selang beberapa menit Soojung dan Suzy meninggalkan lobi gedung itu, seorang pria memasuki gedung tersebut dengan wajah yang ditekuk.

“aishh, Hyunwoo hyung…gara-gara kau aku jadi telat dihari pertamaku ini” Gerutu namja itu.

“eoh, kau sudah datang?” Seorang staff menegur namja itu saat melihatnya sedang bergerutu ria.

“ah ne. Aku harus ke mana?”

“kau langsung ke ruanganmu saja yang berada di lantai 2. Managermu akan segera menyusul”

“ne, kamsahamnida” Ucap namja itu menundukkan badannya, kemudian melesat menuju ke lantai dua.

“sial, lantai 2 sih lantai 2. Tapi ruangannya yang mana? Banyak sekali pintu disini” Namja yang sedari tadi membuka satu-satu pintu di lantai tersebut menggerutu ria menyesalkan kebodohannya yang tidak menanyakan ruangannya yang mana.

“haisshh, hari ini aku sungguh sial. Ini pintu yang ke 7, kalau masih bukan juga aku akan pergi dari sini” Ucap namja itu pada dirinya sendiri sambil menatap tajam sebuah pintu didepannya.

CKLEK~

Suara pintu yang terbuka terdengar oleh orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut, dua orang wanita cantik yang sedang bernostalgia itu tiba-tiba mengarahkan pandangannya ke arah pintu yang terbuka. Terlihat ekspresi keduanya sangat berbeda, berbeda pula dengan orang yang membuka pintu tadi.

“Su..suzy-ah”

“Soojung-ah…”

“Ki…Kim..”

Suzy pov

“Suzy-ah, kau tau selama ini aku tinggal di jepang seorang diri” Jelas Soojung.

“jinjja? Aigoo, kau pasti kesepian kan?” Aku tau Soojung pasti sangat kesepian, aku saja yang hanya setahun sangat merasakannya apalagi di yang selama itu.

“ne aku kesepian di sana, aku sangat merindukan kalian. 7 tahun itu sangat melelahkan untukku tanpa kalian” Lirih Soojung.

“mianhae, aku tidak pernah mencari tau tentang dirimu” Ah, betul. Betapa bodohnya kau Bae Suzy, selama 7 tahun tak ada niat sedikitpun untuk mencari tau kabar sahabatmu ini.

“gwenchana, kalau aku jadi kau aku juga pasti tidak ingin mencari tau tentangku” Aku mendengar perkataan Soojung, seolah-olah membuka lagi masa laluku bersamanya. Dia mungkin salah paham, tapi semua itu tidak ada hubungannya dengan ini.

“ani, bukan itu maksudku Soojung-ah..kau…”

“aniyo, aku mengerti Suzy-ah. Kau memang pantas melakukannya, mengingat posisiku yang selalu menyakitimu”

“hajima, aku sudah mengatakan untuk melupakannya. Jangan katakan apa-apa tentang itu lagi” Aku sudah memutuskan untuk melupakannya Soojung-ah, jangan membuatku mengingatnya lagi.

“ne, oh ya, aku ingin bertemu dengan Myungsoo”

“waeyo?”

“aku dengar dari menagerku bahwa Myungsoo adalah orang yang sangat terkenal di Seoul, jadi aku ingin bertemu dengannya” Ck, dasar, yoksi uri Jung Soojung setelah mendengar orang yang terkenal dia pasti menggebu-gebu ingin menemuinya. Kenapa? Aku tidak tau kenapa, yang jelas sejak kecil dia sudah seperti itu.

“aishh, sindrom orang terkenalmu muncul eoh”

“hahahha…eoh..” tiba-tiba saja tawa kami terhenti mendengar suara decitan pintu ruangan kami terbuka, sontak aku dan Soojungpun menoleh ke arah pintu.

DEG~

“Suzy-ah…” Aku mendengar lirihan suara Soojung, aku yakin dia mengetahui perasaanku saat ini. “Soojung-ah…” Dia memanggil Soojung, bukan Suzy? Dia…

“Ki…Kim Jongin” Dia kembali? Ya Kim Jongin kembali, kenapa? Apa yang kau lakukan Jongin-ah? Di saat aku akan melupakanmu, kau malah di sini.

Author pov

 

 “su..sunbae…kau menerimaku? Jinjja?” Seorang yeoja yang kini berada dihadapan namja tinggi itu memekik kegirangan, pasalnya pernyataan cintanya barusan diterima begitu saja dengan namja yang sudah mencuri hatinya itu sejak petama kali masuk ke SMA.

 

“hmm, sekarang kau yeojachinguku Suzy-ah” Namja itu mengangguk pasti dan melempar senyum manisnya ke arah Suzy.

 

“gomawo Jongin oppa” Pekik Suzy lagi kemudian memeluk namja dihadapannya itu yang sekarang sudah berganti status dari sunbae menjadi oppanya.

 

“eoh ya ya, kalian lihatlah….Suzy bersama Jongin sunbae? Apa dia benar-benar melakukannya?” Jiyeon menyenggol lengan Seungho dan Soojung yang berada disamping kiri dan kanannya. Seketika Seungho dan Soojung menghentikan acara makan meraka dan mengikuti arah telunjuk Jiyeon yang bebas.

 

“omo! Jongin? Dia benar-benar menerima Suzy?” Pekik Seungho kaget.

 

“ya oppa! Tentu saja dia akan menerima Suzy, siapa yang bisa menolak pesona Suzy eoh” Jiyeon malah menjitak kepala Seungho.

 

“ara, tapi kemarin dia bilang kepadaku kalau dia tidak menyukai Suzy”

 

“oppa! Kau merusak suasana, kka….” Bentak Jiyeon kesal dengan perkataan kekasihnya itu.

 

“wae? Aku salah?” Seungho yang tidak mengerti hanya melirik ke Soojung meminta penjelasan namun Soojung hanya mengedikkan bahunya tanda tidak tahu menau.

 

“Jiyeon-ah, Soojung-ah, Seungho oppa” Sahut Suzy saat telah berada di depan meja sahabat-sahabatnya itu.

 

“cih, saat lagi bahagia saja kau memanggilku oppa” Gerutu Seungho yang dibuahi cubitan kecil di perutnya oleh Jiyeon.

 

“hehe, kau tau saja oppa. Oh ya ini Jongin oppa, dia mengatakan ingin berkenalan dengan kalian” Ucap Suzy, kemudian Jongin mengulurkan tangannya ke arah Soojung.

 

“annyeong, Kim Jongin imnida” Ucap Jongin dengan senyumnya.

 

“hmm, Soojung” Soojung hanya bergumam tak berniat membalas uluran tangan Jongin.

 

“Jiyeon, naneun Park Jiyeon imnida. Anyyeong sunbae” Pekik Jiyeon mengambil uluran tangan Jongin yang sedari tadi nganggur. Jongin hanya tersenyum kikuk. Dia kemudian duduk mengikuti Suzy di meja tersebut.

 

“oppa, kita pulang bersama?” Seru Suzy melihat Jongin berdiri di depan mobilnya seolah sedang menunggunya.

 

“eoh, kau tak bersama Soojung?” Tanya Jongin.

 

“aniyo, dia akan pulang bersama Jiyeon. Waeyo?”

 

“Jiyeon? Kenapa dia tak pulang bersama Seungho saja? Dan Soojung bisa pulang bersama kita”

 

“ah Seungho oppa? Dia sedang ada pelajaran tambahan jadi Jiyeon pulangnya bersama Soojung”

 

“ah, geure? Baik, masuklah kita pulang sekarang”

 

“ne, arasso” Suzy menganggukkan kepalanya mengerti kemudian berjalan memutari mobil Jongin untuk duduk di bangku penumpang.

 

“mungkin aku bisa pulang bersamanya besok” Gumam Jongin pelan.

 

“ne?” Suzy membalikkan badannya, dia seperti mendengar Jongin tadi berbicara.

 

“aniyo” Jongin lalu mengelak dan menggelengkan kepalanya.

“Suzy…Suzy-ah” Teriakan Soojung membuyarkan semua lamunan Suzy, sudah sekitar 20 menit yang lalu semenjak Jongin, namja yang membuat Suzy melamun itu bergabung dengan mereka.

“ah, Soojung-ah wae?” Soojung hanya melirikkan matanya ke arah Jongin yang sedang duduk manis dihadapan mereka, sontak Suzy menoleh dan melihat Jongin tersenyum kepadanya.

“anyyeong Suzy-ah, lama tak berjumpa” Sapa Jongin dengan ceria.

“an….anyyeong..hehe” Suzy membalas sapaan Jongin dengan gugup.

“Suzy-ah, gwenchana?” Bisik Soojung.

“hmm, gwenchana Soojung-ah. Geokjongma” Suzy kemudian melempar senyumnya ke arah Soojung.

“Su…sunbae… apa yang kau lakukan di sini?” Suzy dengan susah payah mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya.

“aku? Mollaso? Aku model baru di agensi ini. Ah, jangan panggil aku sunbae, panggil aku oppa saja, seperti waktu dulu ne” Ucap Jongin santai, tanpa menyadari raut wajah Suzy yang berubah.

“Kim Jongin! Nappeun!” Pekik Soojung, dia kemudian menarik Jongin agar keluar dari ruangan itu.

“ya ya Soojung-ah, wae? Aku masih ingin bersama kalian. Waeire?” Pekik Jongin dari luar ruangan itu.

“heisshh”

“Su..Suzy-ah…gwenchana?”

“Suzy”

“emm?”

“gwenchana?”

“ah ne..gwenchana..”

___

“Suzy-ah, waeire?” Sahut Myungsoo melihat Suzy yang sedari tadi hanya diam saja.

“eoh? Aniyo” Elak Suzy secepatnya.

“aniyo? Jinjja? Sedari tadi kau melamun terus. Apa terjadi sesuatu? Perutmu sakit lagi eoh?” Tanya Myungsoo lagi.

“aniyo oppa…keunyang” Suzy menggelengkan kepalanya.

“geure, arasso. Tapi ini sudah jam makan malam dan aku lapar. Apa kau mau membuatku mati kelaparan?” Ucap Myungsoo dengan wajah memelas sambil mengusap-usap perutnya yang kosong.

“ah, mian oppa. Aku akan siapkan. Kau tunggu sebentar ne” Suzy kemudian beranjak dari sofa lalu melesat ke dapur.

“arasso!” Pekik Myungsoo, Suzy yang mendengar itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Ting Tong~

“nugu?” Myungsoo mendengar bel apartemennya berbunyi, dia kemudian berjalan menuju pintu tanpa melihat ke intercom lebih dulu.

“nugu? Eoh….kalian?”

“oppa! Keke” Pekik Naeun yang bertengger manis di depan pintu apartemen Myungsoo.

“eoh Myungsoo” Seungho yang disebelah Myungsoo hanya menyapa Myungsoo malas.

“wae? Kalian ke sini?” Myungsoo heran dengan kedatangan kedua orang ini kerumahnya, kalau Naeun sih wajar tapi kali ini dia bersama Seungho. Ada apa memangnya?

“heh, kau tau anak ini, memaksaku untuk mengantarnya ke sini. Aku sudah menyuruhnya untuk naik taksi tapi dia tetap saja merengek minta diantar, cih jinjja…” Dumel Seungho mengetahui tatapan penasaran Myungsoo kepadanya seolah meminta penjelasan atas kehadirannya malam ini.

“ya oppa! Ini kan sudah malam, bagaimana kalau aku diculik eoh? Kau mau bertanggung jawab apa..” Sekarang giliran Naeun yang berdumel kepada Seungho.

“aisshh, siapa juga yang mau menculikmu. Tidak ada untungnya tau” Balas Seungho malas.

“oppa!” Pekik Naeun.

“ya ya, sudahlah, kalian mau bertengkar terus di depan rumah orang eoh? Masuklah” Seru Myungsoo menhentikan pertengkaran dua orang di depannya ini.

“oppa, makanannya sud…omo!” Suzy yang hendak memanggil Myungsoo untuk makan sontak kaget melihat dua orang tamu yang datang tiba-tiba dirumahnya.

“Suzy? Kau kesini lagi?” Pekik Naeun menghampiri Suzy.

“ne ne, aku membuatkan makan malam untuk Myungsoo oppa” Jawab Suzy.

“jinjja? Eissh, kalau aku tau memasak aku yang akan memasak untuknya. Tapi tidak apa-apa, kau saja yang memasak untuknya, kalaupun aku tau memasak pasti masakanmu yang lebih enak, haha” Ucap Naeun diakhiri dengan tawanya.

“ne, kau ikut makan malam di sini saja yah. Oppa, ayo makan” Sahut Suzy memanggil Myungsoo dan Seungho untuk makan.

“kau membuat ini Suzy-ah?” Seungho sedari tadi hanya bisa membulatkan matanya melihat makanan di depannya yang terlihat menggiurkan ini.

“gaerom. Siapa lagi kalau bukan aku Seungho-ssi” Balas Suzy.

“jinjja? Eyyy mana mungkin aku percaya. Terakhir kau masuk ke dapurku untuk memasak, bukan makanan yang jadi tapi kau malah hampir membakar rumahku. Kau ingat?” Kata Seungho mengingat kejadian 2 tahun lalu dirumahnya saat Suzy mencoba eksperimennya untuk memasak.

“ya! Itukan masa lalu, sekarang beda. Aku sudah tau memasak” Pekik Suzy dengan mempoutkan bibirnya.

“eyyy….gotjimmal”

“oppa, majayo. Suzy sangat pandai memasak. Aku saja sudah jatuh cinta dengan masakannya” Sahut Naeun membela Suzy.

“jinjja? Geure aku akan mencobanya” Ucap Seungho tidak percaya, dia kemudian memasukkan sesendok makanan kemulutnya, dikunyahnya sebentar. Mata seungho yang tadinya tertutup rapat sekarang malah membulat dan menatap Suzy tak percaya.

“aigoo, uri Suzy sekarang sudah dewasa” Ucap Seungho mengacak-acak pelan rambut Suzy.

“ya, rambutku berantakan. Waeyo? Kau sudah percayakan aku bisa memasak” Suzy menyingkirkan tangan Seungho dari rambutnya dan memperbaiki rambutnya itu.

“ne ne” Sengho hanya mengangguk, dan melanjutkan makannya.

Myungsoo sedari tadi hanya memperhatikan pertengkaran dua orang itu, tidak disangka seulas senyum terukir di wajahnya melihat tingkah Suzy.

“Suzy-ah, aku ingin bertanya” Ucap naeun, sekarang mereka berempat sedang berada di ruang tengah.

“waeyo?” Balas Suzy.

“kau kembali ke Korea, bukankah untuk mencari seseorang?” Tanya Naeun.

“seseorang? Nugu?” Seungho bingung mendegar ucapan Naeun, begitu juga dengan Suzy yang hanya menautkan kedua alisnya pertanda tidka mengerti dengan ucapannya.

“oppa, aku tidak bicara denganmu. Kau lupa Suzy-ah? Waktu terakhir kali aku ke Amerika. Kau memberitahuku akan ke Korea untuk mencarinya” Jelas Naeun.

“Suzy-ah, kau tidak ingin pulang ke Korea?” Naeun yang sedang membereskan barangnya bertanya ke Suzy.

 

“aku sangat ingin Naeun-ah, keunde pekerjaanku di sini masih banyak” Balas Suzy.

 

“hmm, padahal aku ingin mengajakmu pulang bersama kali ini. Tapi kau tidak bisa yah”

 

“ne, aku sebenarnya dari dulu ingin pulang. Tapi tidak pernah kesampaian”

 

“kau ingin sekali? Kau rindu eommamu eoh?”

 

“ne. Aniyo…sebenarnya aku ingin mencari seseorang”

 

“seseorang? Nugu?”

 

“geu namja”

 

“geu namja? Aahhh, cinta pertamamu yang kau ceritakan itu?”

 

“hmm, mungkin dia sudah kembali ke Korea saat ini. Dan aku ingin sekali mencarinya”

 

“jinjja? Aku akan membantumu Suzy-ah, kau berikan aku fotonya”

 

“aku tidak memiliki fotonya”

 

“aissh, geure. Bagaimana kau beritahu aku ciri-cirinya saja. Akan lebih muda mencarinya kalau aku tau ciri-cirinya”

 

“dia, manis…sangat manis saat tersenyum. Aku sangat menyukai senyumnya itu. Tapi di satu waktu dia juga bisa menjadi cool saat tidak tersenyum. Kulitnya yang berbeda dari orang korea biasanya membuatnya terlihat berbeda, dan aku menyukainya”

 

“hmm..baiklah. aku hanya akan mencari namja yang memiliki senyum manis dan berkulit gelap”

 

“hmmm, ne”

 

“sulit….tapi aku akan usahakan untukmu”

 

“gomawo Naeun-ah. Kau yang terbaik”

 

“ne, tentu saja aku yang terbaik. Keke. Tapi kalau kau sudah berada di Korea kau harus menemuiku. Arasso”

 

“ne arasso!”

“sekarang kau mengingatnya kan?” Sahut Naeun, Suzy hanya mengangguk lemas. Dia tidak percaya bahwa Naeun masih mengingat percakapan mereka waktu itu.

“ini sudah lebih dua bulan kau di Korea. Apa kau sudah menemukan jejaknya?”

“eobso” Sahut Suzy.

“ya ya…kalian membicarakan apa sih? Namja? Nugu?” Seungho yang sudah tidak tahan dengan rasa penasarannya tiba-tiba memekik ke arah Naeun.

“aissh, oppa pelankan suaramu, ini sudah malam” Ucap Naeun menutup telinganya.

“arra, cepat beritahu aku nugu?” Balas Seungho cepat.

“cinta pertama Suzy. Dia selalu menceritakan tentang namja itu kepadaku. Suzy sangat ingin bertemu dengannya. Benarkan?” Ucap Naeun menyikut lengan Suzy yang sedari tadi hanya diam.

DEG~

Seungho yang mendengar itu menegang seketika. Ditatapnya Suzy dengan tatapan lirih, Suzy menyadari ditatap oleh Seungho hanya menundukkan kepalanya. Myungsoo tidak kalah kagetnya mendengar itu, entah kenapa rasanya tidak enak mendengar kata cinta pertama Suzy. Apa artinya dia bukan yang pertama bagi Suzy? Ah, tentu saja.

“geu namja?” Ucap Seungho dengan suara tercekat.

“oppa, kau mengenalnya?” Tanya Naeun.

“Suzy-ah…kau..”

Sekarang sudah menunjukkan pukul 8 malam. Myungsoo mengantarkan Naeun pulang ke rumahnya. Sebenarnya itu adalah tugas Seungho yang membawa Naeun ke rumah Myungsoo, tapi dia menolak mati-matian karena ingin berbicara dengan Suzy.

Suzy dan Seungho sedang menikmati angin malam di balkon apartemen milik Myungsoo. Angin yang berhembus membuat anak-anak rambut Suzy berterbangan ke belakang, sama halnya dengan milik Suengho walaupun miliknya tak sepanjang Suzy.

“Suzy-ah, yang dikatakan Naeun…apa itu benar?” Seungho membuka pembicaraan terlebih dahulu.

“oppa..” Waeire? Tidak biasanya Suzy memanggil Seungho dengan sebutan oppa, itu berlaku hanya saat Suzy sedang senang dan saat sedang sedih. Melihat keadaan ini ia tidak yakin kalau Suzy sedang senang.

“Suzy-ah, kau tidak mau menceritakannya kepadaku? Namja itu…kau masih memikirkannya?”

“oppa, aku sangat bodoh, iya kan” Ucap Suzy sambil tersenyum kecut.

“neo…ya Bae Suzy, apa yang kau pikirkan eoh? Kau sudah memiliki Myungsoo, kenapa kau masih memikirkan namja itu?” Pekik Seungho.

“aniyo oppa. Saat itu..hanya saat aku berada di Amerika, aku memikirkannya..setiap hari, bahkan setiap waktu dikepalaku hanya ada dirinya. Aku bodoh? Yah aku memang bodoh oppa. Keunde aku tidak bisa menghilangkan perasaan itu. Kau tau bertahun-tahun aku mencobanya tetap saja tidak bisa. Tetap saja dia muncul dikepalaku”

“ne…kau memang bodoh…sangat bodoh. Kau sudah tau namja itu tidak mencintaimu, tapi kau malah menyimpan perasaanmu selama bertahun-tahun dan berharap dia akan membalasnya. Cih, jangnananiya…kau sudah tau namja itu sangat terobsesi dengannya”

“oppa….” Pekik Suzy, melihat namjanya sedang menunggunya di tempat parkiran. Seperti biasa mereka akan pulang bersama layaknya pasangan kekasih lainnya.

 

“eoh Suzy-ah, kau sudah pulang? Soojung?” Namja itu menyahut melihat Suzy berada di depannya.

 

“dia ada pelajaran tambahan oppa” Suzy sudah terbiasa dengan pertanyaan namjanya itu.

 

Setiap pulang saat ia menghampiri namja itu sendiri, pertanyaan itulah yang akan keluar pertama kalinya dari mulut namja itu. Kenapa? Jangan tanya Suzy kenapa, karena dia juga tidak mengetahui alasannya. Mungkin karena Soojung sahabatnya jadi namjanya hanya bersikap baik kepada sahabatnya itu.

 

“kau tidak mau menunggunya?”

 

“dia selesai jam 5 sore oppa, aku ingin pulang cepat”

 

“geure. Arasso. Naiklah aku akan mengantarmu pulang”

 

Sebuah mobil sedan hitam bertengger manis di depan pagar rumah yang berwarna hitam.

 

“oppa, gomawo”

 

“hmm, istirahatlah”

 

“ne, hati-hati. Annyeong” Suzy melambaikan tangannya ke arah mobil yang di bawa oleh namjanya itu, setelah menghilang dari pandangannya, Suzy kemudian masuk ke dalam rumahnya.

 

“Sekarang waktunya menjemputmu tuan putri” Gumam namja itu.

 

“Soojung-ah…aku meminjam catatanmu ne, tadi aku tidak mencatat bagian terakhirnya” Teman sekelas Soojung, Hera menahan Soojung yang baru saja ingin keluar kelas.

 

“ah, ne. Igeo…tapi besok kau harus mengembalikannya, aku ingin memakainya” Ucap Soojung menyodorkan bukunya.

 

“ne, arasso…gomawo” Hera kemudian mengambil buku Soojung dan melesat keluar dari kelas.

 

“annyeong, tuan putri…” Seorang namja muncul tiba-tiba dihadapan Soojung yang hendak keluar dari kelas.

 

“eoh, kapjagi….eoh? neo…”

 

“waeyo gongjungmin? Kau tidak usah kaget seperti itu. Bukankah sudah biasa pangeranmu ini menjemputmu?” Ucap namja itu melempar senyumnya kepada Soojung. Namun Soojung hanya menatapnya muak.

 

“Kim Jongin-ssi…maaf, aku sedang tidak ingin ikut terlibat di hayalanmu itu. Jadi minggirlah, aku ingin pulang”

 

“waeyo? Ini bukan hayalanku gongjungnim, ini adalah kenyataan yang ada. Kau adalah tuan putriku dan aku adalah pangeranmu”

 

“cih, psycho…”

 

“tuan putri….kau jangan meninggalkanku”

 

“huh, kalau saja Suzy tidak benar-benar menyukai psycho sepertimu. Aku sudah membongkar semua kebusukanmu” Gumam Soojung, dia kemudian berjalan cepat keluar dari sekolahnya, agar tidak pulang bersama dengan orang gila itu.

 

Ya, sudah beberapa hari ini namja itu yang di panggil Jongin tadi selalu menawarkan untuk pulang bersama, entah bersama Suzy ataupun sendiri. Entah alasannya apa, dia juga tidak mengerti. Namja itu sekarang sedang berstatus sebagai namjachingu sahabatnya, tapi dia selalu saja mengganggu Soojung saat sedang senidri, Psycho, hanya satu kata itu yang bisa mendefinisikan jenis makhluk apa namja itu.

___

 

“lepaskan…Kim Jongin!” Pekik Soojung kepada Jongin yang menarik pergelangan tangannya agar dia bisa mengikutinya.

 

“kau mau membawaku ke mana. Ya! Lepaskan” Pekik Soojung lagi, namun Jongin hanya diam tak berniat membalas pertanyaan Soojung.

 

Saat sampai di taman belakang, Jongin melepaskan tangan Soojung, dia kemudian tersenyum ke arah Soojung.

 

“wae?” Tanya Soojung.

 

“kau tau, kau tambah cantik saat sedang marah Soojung-ah” Ucap Jongin mengusap pelan pipi Soojung.

 

“michinom…jangan sentuh aku!” Pekik Soojung, dia menhempaskan tangan Jongin yang menyentuh pipinya. Dia hendak pergi namun Jongin menahannya, Jongin kemudian mengunci badan Soojung. Soojung sedari tadi meronta ingin dilepaskan namun tidak bisa. Tangan Jongin terlalu kuat untuk dia lawan, Soojung berusaha tenang dan berbicara baik-baik kepada Jongin.

 

“Kim Jongin..apa maumu sebenarnya” Tanya Soojung to the point.

 

“na? Aku mau kau Soojung-ah” Ucap Jongin.

 

“kau gila….apa kau tidak tau aku siapa? Aku sahabat yeojachingumu, apa yang sebenarnya kau lakukan eoh?”

 

“yeojachingu? Heh, kau bercanda. Kau tidak tau Soojung-ah? Kenapa aku langsung menerima Bae Suzy yang menyatakan perasaannya padaku dengan tiba-tiba?”

 

“neo…nappeun! gila!”

 

“geure, aku nappeun Soojung-ah, aku gila, dan seorang nappeun inilah yang tergila-gila kepadamu” Ucap Jongin, dia kemudian memajukan badannya agar jarak diantara mereka kemudian menghilang, tau apa yang akan dilakukan Jongin, Soojung meronta berusaha untuk melepaskan dirinya. Namun terlambat, Jongin sudah mengunci kedua tangannya dan bibirnya. Jongin melumat bibir manis Soojung. Soojung hanya meronta dengan perlakuan Jongin kepadanya.

 

“Nappeun!” Pekik Soojung saat Jongin melepaskan ciumannya.

 

PLAAKK~

 

Tangan Soojung yang terlepas dari genggaman Jongin tiba-tiba melayang dan mendarat mulus di pipi kiri Jongin. Jongin hanya tersenyum melihatnya.

 

“Soojung-ah, kau menyentuhku? kau sangat cantik”

 

“michinom…..” Pekik Soojung, dengan sekuat tenaga dia mendorong Jongin sampai terjungkal kebelakang, dan dia kemudian berlari meninggalkan taman itu.

 

Tanpa mereka sadari dari sudut lain sepasang mata bulat berwarna coklat yang indah menyaksikan kejadian yang menyakitkan itu. Dia tidak habis pikir ternyata namjachingunya itu hanya memepermainkan dirinya. Yah, pemilik manik mata indah itu adalah Bae Suzy, melihat Soojung meninggalkan tempat itu dia kemudian berlari entah ke mana.

 

“Suzy…Suzy…Suzy” Teriak Soojung memanggil Suzy, sekarang keadaannya sangat berantakan, airmatanya yang berlomba-lomba keluar dari matanya itu tidak dia pedulikan, tatapan aneh dari teman-temannya juga dia tidak pedulikan, yang dia pedulikan hanya satu, sahabatnya Suzy. Dia telah mencari Suzy ke manapun namun tidak menemukannya.

 

“Jiyeon-ah, kau melihat Suzy” Soojung yang sampai di kelasnya dengan tergesa-gesa segera menghampiri Jiyeon.

 

“Soojung-ah, kau kenapa?” Jiyeon memekik kaget melihat keadaan sahabatnya ayang berantakan ini.

 

“Suzy…di mana Bae Suzy!” Pekik Soojung tidak memeperdulikan pertanyaan Jiyeon. Seisi kelas menatap ke arah Soojung heran. Ini baru pertama kalinya mereka mendengar suara Soojung sekeras itu, sama halnya dengan Jiyeon, selama kenal dengannya dia baru kali ini melihat Soojung seperti ini.

 

“aku tidak tau, tadi dia mengatakan ingin mencarimu” Jawab Jiyeon segera.

 

“mencariku? Eodi?”

 

“taman belakang”

 

“solma….haaiiissshhh,aku bisa gila” Pekik Soojung kemudian berlari meninggalkan kelas, Jiyeon hanya heran dengan keadaan Soojung dan mengikuti Soojung.

 

“yaa Jung Soojung ada apa sebenarnya” Ucap Jiyeon ikut berlari disamping Soojung, Soojung kemudian menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.

 

“MWO??” Pekik Jiyeon kaget. Mereka berdua berhenti sebentar di depan tangga.

 

“ya! Jangan keras-keras begitu” Ucap Soojung.

 

“kau serius? Kim Jongin?”

 

“ne, maka dari itu aku harus mencari Suzy dan mengatakan semuanya. Dia mungkin melihat kejadian tadi dan mungkin saja dia salah paham”

 

“arasso, kita memang harus mencarinya, tapi ke mana?”

 

“tempat yang biasa Suzy datangi saat sedang suntuk selain taman belakang di mana?”

 

“atap!” Pekik kedua yeoja tersebut. Mereka melirik satu sama lain seolah memberi aba-aba, sedetik kemudian mereka melesat menaiki anak tangga itu yang menhubungkan lantai satu ke atas atap. Setelah puluhan anak tanggaa yang Soojung dan Jiyeon naiki, akhirnya mereka sampai di anak tangga terakhir.

 

CKLEK~

 

Jiyeon membuka pintu atap, di sana jauh dihadapan mereka terlihat seorang yeoja yang sedang duduk sendirian, menekuk lututnya dan menenggelamkan kepalanya di lututnya, tanpa aba-aba, Soojung berlari ke arah yeoja itu.

 

“Suzy-ah” Lirih Soojung, Suzy mendongakkan kepalanya melihat Soojung berada di depannya.

 

“Soo…Soojung-ah” Isakan Suzy terhenti, kemudian tangisnya pecah legi merasakan pelukan Soojung.

 

“mianhae, mianhae, mianhae” Ucap Soojung.

 

“aku tau, meminta maaf sebanyak apapun kau tidak akan pernah memaafkanku. Tapi sungguh, apa yang kau liat tadi itu tidak seperti apa yang kau pikirkan” Lanjut Soojung.

 

“Suzy-ah, percayalah pada Soojung, Dia sangat menyayangimu, ani aku…kita berdua sangat menyayangimu jadi tidak mungkin salah satu dari kami akan melakukan hal seperti itu kepadamu” Tambah Jiyeon yang sekarang sudah duduk disamping Suzy sambil mengusap-usap bahu Suzy yang bergetar.

 

“aku tau kau sangat menyukainya, dia cinta pertamamu bukan? Apa kau berpikir aku tega melakukannya? Setelah selama ini kau mengenalku..apa kau masih berpikir seperti itu?” Lanjut Soojung lagi, Suzy hanya mendengar perkataan kedua sahabatnya itu.

 

“aniyo…apa yang aku pikirkan itu sama dengan apa yang aku lihat Soojung-ah” Setelah puas menangis, Suzy melepas pelukan Soojung dan membuka suaranya.

 

“anyio…kau salah paham, itu tid….”

 

“aku tidak salah paham. Jongin oppa selama ini menyukaimu, ya hanya kau. Dan aku yang tiba-tiba datang menyatakan perasaanku kepadanya, dia tidak menolaknya karena berpikir dengan memacariku dia bisa dekat denganmu. Itu kan?” Sergah Suzy cepat sebelum Soojung melanjutkan perkataannya, Soojung hanya mengangguk lemah, matanya kini telah berkaca-kaca menatap wajah Suzy. Dia sangat merasa bersalah kepada sahabatnya ini.

 

“ulljima…aku tidak salah paham denganmu Soojung-ah, aku tau kau. Kau tidak menyukai Jongin oppa, matcchi…sampai sekarang kau masih menyukai Minho oppa walaupun dia sudah tenang di sana, iya kan?” Ucap Suzy, menhapus bulir-bulir bening di mata Soojung yang telah jatuh.

 

“Su..Suzy-ah” Lirih Soojung.

 

“arra, kau tidak mungkin menyakitiku seperti itu, iya kan?” Ucap Suzy.

 

Soojung langsung saja mengahambur kepelukan Suzy, Jiyeon juga ikut memeluk Suzy.

 

“ya ya..kalian mau membunuhku?” Pekik Suzy.

 

“haha, mian” Ucap Soojung dan Jiyeon bersamaan kemudian kembali mengeratkan pelukannya.

 

“jugullae!!!”

“Suzy…Suzy-ah…Kau mendengarku?” Ucap Seungho, membuyarkan lamunan Suzy.

“eoh..ne” Ucap Suzy.

“arra, saat itu aku berpikir mungkin suatu saat dia akan sadar bahwa aku selalu mencintainya. Aku berharap dia menyadarinya dan kembali padaku” Lanjut Suzy.

“saat itu, Kau masih mengharapkannya? Saat ini bagaimana, Apa kau masih mengharapkannya? Saat kau sudah bersama Myungsoo”

“saat ini? Molla… Oppa…kau tau apa yang dikatakan Naeun itu benar, tujuanku datang ke Korea adalah untuk mencarinya. Tapi, satu jam setelah aku sampai di sini aku sudah resmi menjadi istri orang lain, lucu bukan?”

“Suzy…”

“ne, saat itu aku masih mengharapkannya. Bahkan sangat mengharapkannya. Tapi setelah bertemu dengan Myungsoo oppa, seakan-akan harapan itu mulai menghilang perlahan. Otakku yang dulunya hanya di isi oleh namja itu, sekarang perlahan berkurang dan digantikan oleh Myungsoo oppa”

“kau menyukai Myungsoo?”

“menyukai? Heh, apa aku layak untuk menyukainya? Disaat sahabatku juga menyukainya”

“tapi dia suamimu Suzy-ah, kau yang lebih layak menyukainya dibanding orang lain”

“suami? Aniyo oppa, itu hanya status. Kalaupun aku menyukainya, itu tidak boleh iyakan. Layak ataupun tidak aku tetap tidak boleh menyukainya”

“waeyo? Kau berhak menyukainya tidak ada yang bisa melarangmu Suzy-ah”

“karena Naeun adalah sahabatku, dan dia yang pertama menyukai Myungsoo oppa. Aku tidak ingin mengambil apa yang sahabatku telah miliki. Aku tidak sejahat itu oppa”

“walaupun kau sakit?”

“apa ada hal yang lebih menyakitkan yang belum pernah aku rasakan?”

“Suzy…”

“gwenchana oppa…ah, sudah malam kau pulanglah”

“jinjja? Kau tidak apa-apa?”

“ne”

Seungho dan Suzy beranjak dari tempat mereka, kalau dihitung sudah sekitar satu jam mereka bercerita. Kehadiran Myungsoo dari balik pintu balkon membuat mereka terlonjak kaget.

“kau sudah mau pulang?” Tanya Myungsoo.

“eoh, kapjagi….ya, kau seperti hantu saja muncul tiba-tiba” Dumel Seungho.

“eoh, dia sudah mau pulang oppa. Aku lelah habis mengantar Naeun? Kau istirahatlah” Ucap Suzy kepada Myungsoo, Suzy kemudian mengantar Seungho ke depan pintu.

“Suz-ah, mianhae. Aku tidak tau perasaanmu itu. Paboya Myungsoo!” Lirih Myungsoo melihat punggung Suzy, ya, dia tadi tanpa sengaja mendengarkan percakapan antara Seungho dan Suzy, dan itu membuat dirinya merasa bersalah.

“oppa hati-hati ne” ucap Suzy.

“eoh…kau istirahatlah. Jangan memikirkan yang berat-berat, nanti kau sakit” Ucap Seungho mengelus lembut rambut Suzy.

“eoh, ok sir!” Pekik Suzy.

“heh…dasar. aku pulang dulu”

Suzy kemudian menutup pintunya, dia melihat Myungsoo sedang duduk di atas sofa dengan wajah yang sulit diartikan.

“oppa..kau belum tidur?” Tanya Suzy menghampiri Myungsoo.

“eoh..ani, kau?” Jawab Myungsoo.

“aku akan tidur”

“hmm”

“oppa, wae? Kau ada masalah? Naeun?”

“eoh, aniyo. Gwenchana”

“geure? Oppa kau cepatlah tidur, jangan begadang ne” Ucap Suzy, sebelum berjalan menuju kamar dan tertidur pulas.

“ottokaji Suzy-ah?” Lirih Myungsoo.

___

“Suzy-ah, Soojung-ah, kalian bersiap-siaplah. Sebentar lagi kita akan berangkat” Sahut manager Suzy kepada Suzy dan Soojung yang sedang asik bersenda gurau diruangan mereka.

“arasso, oppa” Balas Suzy, setelah managernya itu meninggalkan ruangan mereka Suzy dan Soojung kemudian mengambil tas mereka dan segera turun ke lobi.

“ya, namja itu akan berangkat bersama kita juga?” Sungut Soojung sebal.

“molla” Balas Suzy.

“Suzy-ah, kau naik mobil yang ini ne bersama dengan Soojung. Aku dan managernya akan ikut bersama Jongin dan managernya” Ucap manager Suzy menunjuk salah satu mobil van putih yang sedang diparkir di depan gedung agensi kita.

“ne” Jawab Suzy.

“huh, aku pikir kita akan semobil dengan namja itu. Memikirkannya saja membuatku bergidik” Ucap Soojung bergidik ngeri membayangkan apa yang akan Jongin lakukan jika mereka berada di mobil yang sama.

“ya Soojung-ah, geumanhae. Apa kau tak bosan membencinya terus eoh?” Sahut Suzy.

“Bae Suzy, jeongshin charyeo…dia itu Jongin, Kim Jongin. Kau tidak tau seberapa menyebalkannya namja itu eoh?”

“arra, tapi tidak bisakah kau melupakannya? Itu masa lalu Soojung-ah”

“wae? Kau masih menyukainya? Apa kau bodoh Suzy-ah?”

“aniyo. Bukan itu maksudku, hanya saja itu kejadian masa lalu, tidak usah kau ingat-ingat lagi, nanti kau stress sendiri Soojung-ah”

“bagimu mungkin itu sudah jadi masa lalu Suzy-ah, tapi bagiku…dia selalu membayang-bayangi diriku, kemanapun aku pergi. Apa kau tidak merasa terganggu jika ada orang yang selalu mengikutimu seperti itu? Kau bisa dengan mudah mengatakan untuk melupakannya karena kau tidak berada diposisiku Suzy-ah”

“mianhae, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya berusaha membuatmu lebih rileks Soojung-ah, aku tau memang sangat menyusahkan. Tapi..”

“aniyo..kau tidak tau. Dan kau tidak perlu minta maaf, seharusnya aku yang minta maaf”

“Soojung-ah, geuman. Sudah berkali-kali aku mengatakan berhenti meminta maaf, kalau kau masih melakukannya aku akan benar-benar marah padamu”

“heh, arasso. Kita tidak usah membahas tentang namja psycho itu”

“hmm…arra, kita sekarang harus bersenang-senang Soojung-ah, karena pekerjaan kita kali ini akan menyenangkan”

“maja”

“eoh…” Gumam Suzy pelan menatap gedung dihadapannya ini, yah mereka telah sampai di tempat tujuan mereka.

“waeyo? Kau tau tempat ini?” Tanya Soojung.

“ini..”

___

“oppa, habiskan makananmu ne” Ucap Jiyeon menyodorkan makanan yang di bawanya untuk kekasihnya itu.

“hmmm” Seungho hanya bergumam ria.

“oppa, kau tau? Soojung kembali” Ucap Jiyeon riang.

“uhuk!uhuk!” Seungho tersedak makanannya mendengar perkataan Jiyeon, lalu dengan sigap Jiyeon memberi Seungho air minum.

“apa yang kau katakan?” Tanya Seungho.

“Soojung…dia kembali” Jawab Soojung.

“mwo? Soojung? Uri Soojungie? Jinjja?” Mata Seungho seketika membulat mendengar jawaban Jiyeon.

“eoh, beberapa hari yang lalu kami makan siang bersama. Ada Suzy juga”

“heiissh, kalian pergi bersama tanpa mengajakku eoh? Aku juga ingin bertemu dengannya”

“pabo, waktu itu aku sudah menghubungimu tapi kau saja yang terlalu sibuk sampai-sampai kau tidka mengangkat telefonmu”

“jinjja? Eonje?”

“molla”

“arasso, mian mian. Tapi lain kali kalau kalian makan bersama lagi, kau harus memberitahuku itu”

“ne arasso oppa. Palli meogo”

Setelah makan siangnya habis Seungho dan Jiyeon berjalan keluar dari kantin kantor , Seungho berencana akan mengantar Jiyeon untuk kembali ke butiknya sebelum meetingnya hari ini bersama Myungsoo dan kliennya itu berlangsung.

“oppa kau mau mengantarku?” Tanya Jiyeon berjalan bergandengan dengan Seungho.

“hmm”

“arasso, palli” Pekik Jiyeon, namun jalannya terhenti sejenak saat merasakan Seungho berhenti di belakangnya.

“oppa waeyo?” Tanya Jiyeon menoleh ke arah Seungho, dia melihat Seingho menatap diam pemandangan di depannya. Sedetik kemudian Jiyeon mengikuti arah pandangan Seungho.

“omo! Suzy-ah, Soojung-ah!” Pekik Jiyeon melihat kedua sahabatnya itu baru saja berjalan melewatinya. Merasa namanya dipanggil, Suzy dan Soojung menoleh ke sumber suara dan menemukan Jiyeon yang tersenyum lebar di sana dan Seungho yang berdiri mematung.

“Seungho oppa!” Pekik Soojung, dia kemudian berlari menghambur ke pelukan sahabatnya itu.

“oppa. Bogoshipeo” Ucap Soojung, namun Seungho masih saja diam menatap tak percaya yeoja dihadapannya itu.

PLETAKK~

Satu jitakan halus mendarat di dahi Soojung, Soojung hanya meringis kesakitan mengusap-usap dahinya, kemudian dia tertawa melihat wajah Seungho.

“oppa, na anbogoshipo?” Tanya Soojung.

“geure, anbogoshipo. Bagaimana bisa aku merindukan orang sepertimu eoh? Kau bahkan tak pernah memberi kami kabar” Jawab Seungho ketus, Jiyeon yang melihat tingkah kekasihnya itu hanya terkekeh geli. Sudah sejak dulu Soojung dan Seungho seperti itu, tidak pernah satu pikiran, namun Seungho sangat menyayangi Soojung sama halnya Suzy, seperti dongsaengnya sendiri.

“oppa, mian. Aku sibuk” Ucap Soojung bergelayut manja di lengan Seungho. Melihat itu Jiyeon hanya memandang dengan wajah geli, bukannya wajah yang marah. Yah, daridulu bahkan sampai sekarang tak ada yang berubah. Diantar mereka bertiga Soojunglah yang paling manja, walaupun dia tidak menunjukkan di depan orang lain, dan Seungho yang paling memanjakannya dan itu sudha menjadi kebiasaan mereka selama belasan tahun, jadi jangan heran kalau Jiyeon yang biasa saja melihat adegan itu.

“sibuk, ck….” Seungho hanya berdecak sebal.

“ya Soojung-ah, berhentilah memanjakan dirimu dengan Seungho oppa, kau tak liat wajah Jiyeon yang mengerikan itu?” Sahut Suzy yang datang menghampiri mereka.

“waeyo? Seungho oppa saja tidak marah” Balas Soojung.

“heiissh, biarkan saja Suzy-ah, anak itu memang selalunya begitu. Aku hanya merasa geli melihatnya” Ucap Jiyeon malas.

“yak Park Jiyeon!” Pekik Soojung mempoutkan bibirnya. Seketika tawa Suzy Jiyeon meledak melihat wajah Soojung yang lucu itu, Seungho kemudian mengikuti mereka tertawa. Namun tawanya perlahan memudar seiring melihat seorang namja tinggi memasuki lobi gedung itu. Rahangnya seketika mengeras menatapa namja yang selama ini merusak hidup sahabat-sahabatnya.

“Kim Jongin” Ucap Seungho penuh amarah.

TBC

Advertisements

7 responses

  1. Lanjut author..

    October 29, 2013 at 10:25 pm

  2. dhea

    Lanjuuuut thootrr.. Haduuh bikin penasaraaan aja.. Haha next part ditunggu thor 😀

    October 30, 2013 at 5:52 am

  3. Deborah sally

    OMG kai sifatnya seperti itu? Apa dia masih menyukai krystal? Lalu bagaimana dengan suzy?

    Lanjut thor

    October 30, 2013 at 4:24 pm

  4. kai?
    sebenarnya gimana sih?
    greget bikin penasaran

    November 8, 2013 at 11:58 am

  5. my sooji

    Wah kai napeun,, keren thor. Ane lanjut baca dulu ye,:)

    February 2, 2014 at 4:36 am

  6. wahh cinta pertama suzy balik lagi. hehe
    semoga bisa bikin myungsoo cemburu

    April 16, 2014 at 1:02 am

  7. toem2

    yah daebak….
    wlpun agk telat nemuin ne Wp tp puas bsa bca ne cerita…lanjut!! author daebak 🙂

    July 26, 2014 at 11:23 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s