KIM MYUNGSOO FANFICTION

My Stranger Nampyeon part 5

Image

My Stranger Nampyeon

Author : elship

Main Cast :

Kim MyungSoo (L)

Bae Suzy

Other Cast : Find yourself

Genre : romance, mariedlife

Rating : PG-17

Type : Chaptered

Disclaimer : Tokoh utama dan tokoh lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Namun untuk semua cerita, karakter, setting, alur, adalah milik author sepenuhnya.

___

_5_

Saat akan memasuki lift, langkah Suzy terhenti akibat tepukan pelan seseorang dibelakangnya.

“Suzy?” Pekik orang yang menepuk bahu Suzy itu saat Suzy menoleh ke arahnya.

“eoh, neo…”

“Suzy……” Seorang yeoja yang menepuk pundak Suzy tadi langsung loncat dan memeluk Suzy dengan erat.

“Naeun-ah…” Ucap Suzy kaget melihat yeoja yang memeluknya ini dengan tiba-tiba.

“kau sudah pulang? Kenapa kau tak bilang-bilang eoh” Ucap Naeun setelah melepaskan pelukannya dengan wajah cemberut.

“aigoo, wajahmu kenapa cemberut begitu. Mian aku tidak tau cara menghubungimu jadi aku tidak memberi kabar” Ucap Suzy sambil tersenyum manis.

“ah, matta. Aku tidak memberikanmu nomor teleponku di Korea, hehe mian berarti aku yang salah” Naeun menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.

“ne ne, kau jangan cemberut lagi. Eoh, kau bekerja di sini?” Tanya Suzy.

“ne, aku model perusahaan ini, dan mereka selalu mengirimku entah ke mana untuk menjadi salah satu perwakilan dari perusahaan kami untuk menghadiri ataupun berkerja dengan brand-brand internasional,heh” Gerutu Naeun dilengkapi helaan berat di akhir kalimatnya.

“aigoo, kau pasti lelah. Iyakan? Kau harus semangat ne” Ucap Suzy menguatkan.

“aku memang lelah, tapi karena setiap bekerja aku selalu mengingatmu, aku selalu bertanya kapan akan bertemu denganmu lagi, atau kapan aku ke Amerika lagi, dengan memikirkan bertemu denganmu saja aku selalu semangat. Jadi jangan khawatir, lagipula disini ada oppaku yang selalu menyemangatiku” Jelas Naeun panjang lebar, Suzy hanya tersenyum melihatnya. Sahabatnya yang satu ini memang kalau bertemu dengannya selalu cerewet seperti ini, tapi Suzy suka dengan Naeun yang begini.

“aku tersanjung sekali Naeun-ah, gomawo. Kau punya oppa? Setauku kau anak tunggal” Ucap Suzy dengan wajah bingung.

“aniyo, maksudku itu namjachinguku” Ucap Naeun.

“namjachingu? Ah, namja yang kau ceritakan itu? Namja yang dingin dan sama sekali tak tertarik dengan wanita sampai kau mendekatinya dan bisa mengambil hatinya itu?” Ucap Suzy denganapenjelasan yang lengkap membuat Naeun kaget.

“uwaahh, kau masih mengingatnya? Ne benar namja itu. Setiap hari dia selalu menyemangatiku, jadi kau tidak usah khawatir apa aku akan lelah atau tidak”

“baguslah kalau begitu”

“oh ya, ada apa kau ke sini? Hoksi….kau yang akan jadi model iklan kami?” Tanya Naeun dengan mata yang membesar.

“eoh? Iklan? Aniyo aku ke sini un…..” Belum sempat Suzy melanjutkan kalimatnya, Naeun memekik memanggil seseorang yang berada di belakang Suzy.

“eoh, oppa! Ke sinilah” Panggil Naeun saat melihat Myungsoo melintas di belakang Suzy.

“wae?” Tanya Myungsoo seraya berjalan mendekati Suzy dan Naeun.

“oppa, kenalkan ini sahabatku di Amerika yang aku ceritakan itu, Bae Suzy” Ucap Naeun menarik Myungsoo agar berdiri disampingnya dan menggandeng mesra lengannya.

“eoh” Myungsoo dan Suzy bersamaan membulatkan mata mereka sampai hampir keluar saat mereka menatap satu sama lain.

“ah, anyyeong” Ucap Suzy seramah mungkin sambil membungkukkan badannya, Myungsoo hanya membalas membungkukkan badan tanpa menyapa balik.

“eoh, kalian saling mengenal?” Tanya Naeun heran.

“hmmmm” Myungsoo hanya bergumam, dia tidak tau mau menjawab apa. Sementara Suzy terlihat santai dengan pertanyaan Naeun itu.

“ne Naeun-ah, Myungsoo oppa itu anak dari sahabat orang tuaku, jadi kami sering bertemu” Ucap Suzy.

“jinjja?” Tanya Naeun ke Myungsoo untuk memastikan.

Sejenak Myungsoo melirik ke arah Suzy dan Suzy memberinya tanda untuk menjawab iya “ah, ne…ne…dia adalah anak dari sahabat appa dan ommaku” Jawab Myungsoo sambil tersenyum kaku.

“jinjja? uwaahh daebaak, aku senang sekali ternyata sahabatku mengenal namjachinguku. Jadi nantinya kita akan sering bersama” Ucap Naeun girang.

Suzy dan Myungsoo hanya membekap rapat mulut mereka tak berniat untuk menjawab. Raut wajah Suzy yang tadinya biasa-biasa saja berubah menjadi sedih saat mendengar ucapan Naeun, entah mengapa itu bisa terjadi. Bahkan Suzypun tidak mengerti dengan dirinya.

“ah, oppa apa Suzy yang akan jadi model iklan kita?” Tanya Naeun, mengingat tujuan kedatangan Suzy ke sini belum ia tau.

“ani” Jawab Myungsoo singkat.

“terus kenapa Suzy ke sini kalau bukan untuk masalah pekerjaan?” Gumam Naeun bingung.

“aniyo, aku ke sini untuk mengantarkan ini kepada Myungsoo oppa” Jawab Suzy seraya menyodorkan kotak makanan yang sedari tadi ia pegang.

“makanan?” Tanya Myungsoo.

“ne, omoni, ah ani ommamu memintaku untuk mengantarkannya” Jawab Suzy.

“jinjja? ini buatan ommanya Myungsoo oppa? pasti sangat enak iyakan oppa” Ucap Naeun, Myungsoo hanya mengangguk dan dia mengambil kotak makanan itu dari tangan Suzy.

“oppa, aku mau makan siang denganmu. Aku juga ingin merasakan masakan ommamu ne” Lanjut Naeun sambil bergelayut manja di lengan Myungsoo.

Entah ada angin apa mata Suzy serasa perih melihat pemandangan di depannya, jantungnya serasa di sengant listrik ribuan volt, sakit itulah yang ia rasakan sekarang ini.

“hmm, Suzy-ah kau ikut juga ne” Ucap Myungsoo.

“ne ne, aku masih ingin melepas rindu denganmu” Sambung Naeun.

“ah, ani aku masih ada pekerjaan setelah ini, jadi aku kembali ke kantor saja” Ucap Suzy.

“keunde, kau belum makan siang kan?” Tanya Myungsoo.

“aku bisa makan dikantor nanti, lagipula kantorku dekat dari sini jadi Cuma beberapa menit saja akan sampai” Jawab Suzy, sebenarnya setelah ini dia sudah tidak memiliki kerjaan apapun, namun dia lebih memilih meninggalkan tempat itu dengan berbohong kepada Myungsoo daripada harus melihat pemandangan yang ia rasa membuat hatinya sakit.

“yah, ikutlah dengan kami ne. Kan telat beberapa menit saja tidak apa-apa” Ucap Naeun membujuk Suzy.

“aniyo, aku harus pergi. Aku pergi dulu ne” Ucap Suzy lalu berlalu pergi keluar dari kantor Myungsoo.

“ada apa? Dia kelihatan aneh” Batin Myungsoo.

“oppa! Wae? Kajja, lainkali kita harus makan siang dengan Suzy ne” Ucap Naeun membuyarkan lamunan Myungsoo.

“ne” Myungsoo mengangguk kemudian merekan berdua berjalan menuju ke ruangan Myungsoo untuk makan siang.

Suzy pov

Aku kenapa merasakan perasaan aneh seperti ini? Ini namanya apa?

“ah appo!” kenapa perutku rasanya sakit sekali? Apa karena aku belum makan? Sakit sekali.

Drrttt drrt~

Aku mengambil handphoneku yang bergetar, dan melihat nama pemanggilnya.

“eoh Jiyeon” Pekikku, lalu langsung mengangkat telepon dari Jiyeon.

“yeoboseyo Jiyeon-ah” Sapaku.

“eoh Suzy-ah eodi?”

“aku baru mau pulang dari kantor Myungsoo oppa, wae?”

“kau tidak kembali ke kantormu? Ada yang ingin aku sampaikan”

“ani Jiyeon-ah, aku langsung pulang, aku tidak enak badan. Memangnya apa yang mau kau katakan?”

“aigoo, kau pasti kelelahan. Ya sudah kau pulang saja dan istirahat yang cukup. Besok saja aku mengatakannya. Hati-hati menyetirnya Suzy-ah”

 

“ne, gomawo Jiyeon-ah. Keuno…” Aku kemudian memutuskan sambungan teleponku dan mulai menyalakan mesin mobil.

Arrgghhh, kenapa makin perih? Apa maagku kambuh? Ani, sakit ini bukan sakit yang kurasakan saat maagku kambuh, rasanya aneh, perutku serasa dicabik-cabik. Sakit sekali. Aku harus segera sampai di rumah jangan sampai aku pingsan.

Author pov

Dengan susah payah terlihat Suzy masuk ke dalam lift apartemennya, dia memijat halus perutnya agar sakitnya bisa reda. Saat sampai di dalam apartemennya dia langsung ke kotak obat dan mengambil obat sakit perut terus meminumnya.

___

“oppa, kau kenal Suzy sudah lama yah?” Tanya Naeun.

“ah, ne” Jawab Myungsoo singkat.

“jinjja? kau taukan dia yang selama ini membantuku saat aku di Amerika, aku sangat senang bertemu dengannya lagi di sini” Ucap Naeun sambil tersenyum ceria.

“hmmm” Gumam Myungsoo.

“ah, oppa. Sebentar kita makan malam di apartemenku ne. Aku akan memasakkanmu”

“kau bisa memasak? Eyyy oppa tidak percaya”

“jinjja…aku sudah belajar memasak dari omma, jadi untuk masakanku yang pertama aku akan memberikannya padamu”

“hmm, oppa lembur hari ini Naeun-ah, lain kali saja ne”

“huh, ne” Ucap Naeun dengan wajah kecewa.

___

Myungsoo masuk ke dalam apartemennya dengan harapan masakan istrinya itu menyambutnya dengan ceria, namun hasilnya nihil. Meja makan mereka yang ada di dapur bersih tak ada satupun piring ataupun makanan yang tersaji di atasnya. Myungsoo sudah sengaja tidak makan malam karena ingin makan makanan Suzy, namun harapannya itu hanya sia-sia.

Dengan perasaan kecewa dia kemudian masuk ke dalam kamarnya, dan dia mendapatkan Suzy yang terbaring di sana.

“eoh, dia tidur di sini?” Gumam Myungsoo, Myungsoo kemudian berjalan mendekati ranjang.

“errggghhh” Myungsoo mendengar erangan Suzy yang sedang kesakitan. Myungsoo kaget melihat wajah Suzy yang pucat pasi dan keringat di sekujur tubuhnya, dan lagi tangan Suzy terlihat sedang meremas perutnya yang kesakitan.

“Suzy, Suzy-ah. Wae? Appo?” Ucap Myungsoo panik melihat kondisi Suzy.

“appo” Suzy meringis kesakitan.

“kita ke rumah sakit ne” Ucap Myungsoo.

“aniyo….” Lirih Suzy.

“wae? Kau kesakitan begitu, kita ke rumah sakit saja” Myungsoo makin panik, karena Suzy tidak ingin di bawa ke rumah sakit.

“aniyo, aku tidak mau ke rumah sakit” Jawab Suzy dengan susah payah.

“lalu apa yang harus aku lakukan? Sakitmu tidak akan hilang”

“gwenchana oppa, dibiarkan sebentar saja akan hilang sakitnya”

“keunde…”

“gwenchana”

Setelah 10 menit Myungsoo masih belum beranjak dari tempatnya, dia masih menunggu Suzy, namun dia melihat Suzy memejamkan matanya.

“Suzy-ah, Suzy…” Pekik Myungsoo mengguncang-guncang badan Suzy.

“ah, appo oppa” Teriak Suzy, terdengar dari teriakannya saat ini sepertinya sakit yang diperutnya itu sudah hilang.

“mian. Soalnya aku panik melihatmu memejamkan mata” Ucap Myungsoo.

Suzy membuka matanya perlahan dan tersenyum geli “haha, aku hanya mengistirahatkan mataku. Kau terlalu panik oppa, aku tidak apa-apa” Jawab Suzy, kemudian dia beranjak duduk dia atas tempat tidur.

“ah, oppa…kau sudah makan malam?” Tanya Suzy, Myungsoo hanya menggelengkan kepalanya seraya mememegang perutnya yang kosong itu.

“mianhae oppa, aku tidak memasakkan makanan untukmu, aku…”

“gwenchana, aku akan memesan makanan delivery”

“memangnya tengah malam begini masih ada?”

“tentu saja, kau pasti belum makan jugakan? Aku akan memesannya untukmu juga”

“ne, gomawo oppa”

Setelah menunggu 20 menit pesanan makanan Myungsoo akhirnya datang juga, tanpa aba-aba dia langsung membukanya yang menyantap makanan itu dengan lahap.

“oppa, sepertinya kau lapar sekali ya?” Tanya Suzy melihat makan Myungsoo yang sangat lahap.

“hmm” Myungsoo menganggukkan kepalanya dan bergumam pelan.

“aigoo, makan yang banyak oppa”

“Suzy-ah” Sahut Myungsoo.

“wae oppa?”

“kenapa kau bisa sakit? Apa maagmu kambuh?”

“ani, aku juga tidak tau oppa, tiba-tiba saja sakitnya datang”

“jinjja, besok kita harus ke rumah sakit untuk memeriksanya ne”

“aniyo, palingan ini hanya sakit biasa, tidak perlu ke rumah sakit segala”

“jinjjayo? Gwenchana?”

“ne, palli habiskan makananmu oppa, kau akan bekerja besok pagi jadi kau harus tidur cepat”

“ne, arasso”

___

“oppa, bangunlah palli” Terik Suzy di kuping Myungsoo yang sedang tertidur pulas, namun tidak ada tanda-tanda dari Myungsoo akan bangun dari tidurnya itu.

“oppa!!! Jeom palli….” Lanjut Suzy, sekarang dengan nada yang lebih tinggi dan dengan gerakan tambahan, menjambak rambut Myungsoo.

“aisshhh, appo!” Pekik Myungsoo.

“siapa suruh kau tidur terus, ini sudah jam berapa oppa. Kau harus ke kantor” Omel Suzy.

“sebentar lagi Suzy-ah, aku masih mengantuk” Gumam Myungsoo menarik kembali selimutnya dan menutupi badannya.

“aisshh…oppaa!!!! kalau kau tidk mau bangun aku ak..”

Ting tong teng~

Perkataan Suzy terputus saat mendengar suara bela apartemen mereka, dia kemudian berjalan keluar dari kamar dan menggerutu ria, siapa yang datang bertamu sepagi ini.

Tanpa melihat siapa datang dari cctv, Suzy langsung ke pintu dan membuka pintunya “nu….omo!” Suzy menutup mulutnya dengan kedua tangannya, saat ini dia sangat terkejut melihat yeoja yang ada dihadapannya saat ini, begitu juga sebaliknya, ani malah yeoja dihadapannya ini terlihat lebih terkejut dengan sosok Suzy.

“Na…Naeun-ah” Lirih Suzy.

“Suzy? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Naeun bingung, dia benar-benar tidak ada petunjuk mengapa Suzy bisa berada di apartemen Myungsoo.

“ak…aku…aku….” Jawab Suzy terbata-bata.

“kau? Kau kenapa Suzy-ah?” Tanya Naeun dengan santai.

“ani…ah, omma Myungsoo oppa menyuruhku untuk ke sini untuk memasakkan sarapan untuknya, yah sarapan” Jawab Suzy dengan tersenyum kaku.

“ah, geure? aku merindukan masakanmu Suzy-ah, aku ikut sarapan juga yah” Ucap Naeun girang, Suzy hanya menganggukkan kepalanya pelan dan mempersilahkan Naeun untuk masuk.

“mianhae Naeun-ah..” Lirih Suzy.

“eoh, wae?” Tanya Naeun “ah ani” Jawab Suzy secepat kilat “jinjja? sepertinya tadi aku mendengar sesuatu. Oh ya, Myungsoo oppa di mana?”

“dia masih tidur, aku sudah membangunkannya daritadi tapi dia susah sekali bangun”

“jinjja? ah, apa kau tidak tau jurus yang paling ampuh agar dia bisa bangun hanya dengan satu detik?”

“ani…apa itu?” Tanya Suzy dengan semangat. Ini bisa dijadikannya senjata kalau nanti Myungsoo tidak mau bangun lagi.

“kiss” Ucap Naeun dengan mata berbinar-binar, Suzy malah melototkan matanya. Dia tidak pernah memikirkan hal seperti itu. Apa jadinya kalau setiap hari dia harus mencium Myungsoo hanya untuk membangunkannya? Aigoo, memikirkan hal seperti itu saja membuat wajah Suzy panas, apalagi melakukannya. Dia tidak yakin.

“kiss? Hah, jinjja……kau itu terlaluu agresif Naeun-ah hahahaha” Ucap Suzy sambil tertawa.

“ya! Kau yang mengajarkanku dulu waktu di Amerika” Pekik Naeun.

“ah jinjja? aku tidak merasa pernah mengajarkanmu” Tanya Suzy sambil mengusap-usap dagunya seolah sedang berpikir.

“aisshhhh……aku akan membangunkan Myungsoo oppa” Naeun berdecak kesal kemudian masuk ke dalam kamar Myungsoo, Suzypun mengekor di belakang Naeun.

“oppa! Bangunlah” Pekik Naeun sambil menarik selimut yang dipakai oleh Myungsoo.

“aigoo, sudah berapa kali aku katakan sebentar lagi Suzy-ah” Gumam Myungsoo dengan mata tertutup.

Naeun tersenyum nakal, sedetik kemudian dia menundukkan badannya agar sejajar dengan Myungsoo.

CHU~

Naeun mengecup singkat bibir Myungsoo dan itu berhasil membuat Myungsoo terlonjak kaget dan langsung meloncat dari tempat tidurnya.

“apa aku bilang, ini cara yang ampuh. Iyakan Suzy?” Decak Naeun kagum dengan keberhasilannya membangunkan Myungsoo.

“ah, ne ne” Suzy hanya mengangguk pelan, melihat kejadian yang barusan di depan matanya membuat hatinya terasa tertancap pisau yang sangat tajam, entah mengapa ia merasa seperti itu.

“ah, Suzy…EOOOOOHHHH Naeun!” Myungsoo yang baru saja sadar seratus persen dari tidurnya memekik keras melihat Naeun berada dalam kamarnya.

“oppa, kau seperti melihat hantu saja, hahhaha” Ucap Naeun girang.

“ah, oppa Cuma kaget saja sepagi ini kau sudah berada di sini” Ucap Myungsoo menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Suzy juga berada di sini sepagi ini, bahkan lebih dulu dariku, dan kau tidak kaget sedikitpun. Huh” Ucap Naeun kesal.

“ah ani itu…”

“aku akan menyiapkan sarapannya dulu, kau segeralah mandi oppa”  Sahut Suzy memotong perkataan Myungsoo, Myungsoo hanya menatap punggung Suzy yang meninggalkan kamarnya dengan tatapan sendu.

“oppa! Palli mandi sana” Pekik Naeun, dia kemudian mendorong Myungsoo untuk masuk ke dalam kamar mandi.

___

“uwaahhh, aku sudah lama tidak makan masakanmu yang ini Suzy-ah” Ucap Naeun melahap sup tahu pedas yang di masak oleh Suzy.

“masitta” Lanjut Naeun dengan mulut yang penuh makanan.

“heissh, kau telanlah makananmu itu dulu baru berbicara” Dumel Myungsoo.

“hehe, mian”

Melihat kedekatan antara Myungsoo dan Naeun membuat Suzy sedikit risih, ia tau kalau dia tidak berhak merasakan hal ini, bagaimanapun juga Naeun adalah yeojachingu Myungsoo, sedangkan dia…yah dia memang istri Myungsoo, tetapi itu tak lebih hanya sebuah status yang memerangkapkan mereka khususnya dia dalam situasi yang seharusnya tidak terjadi ini.

Melihat Naeun yang notabennya adalah temannya bahkan sahabatnya tersenyum manis di depan Myungsoo membuat hati Suzy merasakan sakit, bukan sakit karena Naeun dekat dengan Myungsoo, tapi sakit karena memikirkan bagaimana keadaan Naeun nanti saat tau keadaan yang sesungguhnya. Dia seakan merasakan kepedihan yang akan Naeun rasakan nanti. Dia sudah menyayangi Naeun layaknya Jiyeon dan Seungho sahabatnya sejak kecil, dan dia tidak mau merebut sesuatu yang telah Naeun miliki sejak awal.

“melihat mereka bahagia saat bersama seperti ini, aku berpikir mungkin aku hanya penghalang bagi mereka” Batin Suzy menatap miris kedua orang dihadapannya lagi.

Seketika Suzy menyudahi makannya dan membereskan piringnya “kau sudah selesai? Ya! Makananmu belum habis” Cegat Myungsoo saat Suzy hendak berdiri membawa piringnya ke bak cuci piring.

“aku sudah kenyang oppa, lagipula pagi ini aku ada janji dengan Jiyeon dan aku tidak mau terlambat” Jelas Suzy, tanpa menunggu balasan dari Myungsoo, Suzy langsung melesat ke bak cuci piring dan membersihkan piring makannya.

“Naeun-ah mian aku harus pergi sekarang, kau berangkat ke kantor dengan Myungsoo oppa kan” Ucap Suzy tanpa sedikitpun melirik Myungsoo yang ada dihadapannya.

“ah, ne. Tidak apa-apa Suzy-ah, pergilah nanti kau telat. Hati-hati di jalan” Sahut Naeun.

“Suzy-ah, kau tidak mau ku antar?” Tanya Myungsoo yang sukses menghentikan langkah Suzy. Sejenak Suzy diam menunduk, lalu dia mengangkat kepalanya dan menggeleng kuat tanpa menoleh sedikitpun lalu berlau begitu saja.

“mianhae” Lirih Myungsoo melihat kepergian Suzy dengan suara yang sangat amat lemah, sehingga serangga yang berada di dekatnya pun tak mendengar lirihannya itu.

___

“mian oppa, aku tak bisa melihat wajahmu yang terlihat bahagia itu bersama Naeun, aku mungkin egois karena tak suka melihatmu bahagia bersama orang yang kau cintai. Tapi setidaknya hanya itu yang bisa aku lakukan, haya merasakannya di dalam tanpa mengeluarkannya. Dan aku rasa itu tidak akan membuatmu risih, iya kan oppa?” Lirih Suzy.

Suzy kemudian berjalan menuju parkiran dan membuka pintu mobilnya, dia duduk di depan setir dengan wajah yang menerawang.

“aku harus ke mana?” Gumam Suzy, yah dia memang ada janji dengna Jiyeon hari ini, tapi tidakasekarang melainkan saat makan siang nanti. Makanya Suzy bingung mau ke mana. Kalau ke kantor, dia terlalu kepagian palingan hanya akan ada office boy di sana yang lagi membersihkan kantornya dan lagi dia pasti akan bosan kalau sendirian ke sana. Setelah beberapa menit berpikir Suzy kemudian menjalankan mobilnya, entah dia akan ke mana yang jelas dia harus menyalakan mesin mobilnya itu dulu dan keluar dari tempat itu.

“arrggghhhh, appo” Erang Suzy saat sedang di tengah perjalanannya menuju kantornya, setelah sekitar 2 jam berkeliling dengan mobilnya akhirnya iapun memutuskan untuk segera ke kantor.

“wae? Apa kambuh lagi?” Lirih Suzy memegang perutnya. Dia langsung menepikan mobilnya, takut kalau nanti dia tidak bisa mengendalikan setir mobilnya dengan keadaannya yang seperti ini.

“arrgghhh, arggghhh, ommaaaa!” Pekik Suzy dengan suara yang diusahakan sekecil mungkin, agar orang-orang yang lewat tidak terganggu dengan teriakannya.

Setelah sepuluh menit ia memegang perutnya serta meringis kesakitan, tiba-tiba perutnya kembali seperti biasa, tidak sakit lagi. Aneh, yah memang aneh, setau Suzy dia tidak punya riwayat sakit perut yang tiba-tiba, kecuali maag. Tapi ini bukan maag, sudah berapa kali ia pastikan kalau sakitnya ini sangat berbeda saat maagnya kambuh. Apa itu? Suzy terlihat tidak terlalu mau ambil pusing dengan itu, toh sekarang dia sudah baikan. Dia kemudian memutar kunci mobilnya dan memulai menyalakan mesin mobilnya itu. Sedetik kemudian dia menancapkan gasnya menuju kantornya.

“Suzy-ah, kau sudah sampai” Manager Suzy yang baru saja akan masuk ke dalam ruang direktur mereka melihat Suzy yang baru masuk ke dalam gedung.

“eoh, oppa ne. Waeyo?” Tanya Suzy.

“kau masuklah bersamaku, ada yang ingin dia katakan tentang jobmu selanjutnya”

“ah ne..baiklah” Kemudian Suzy dan menagernya itupun langaung masuk ke dalam ruang direktur mereka.

“eoh Suzy-ah, kau sudah datang. Rencananya aku hanya ingin berbicara dengna managermu ini, tapi karena kau sudah datang lebih baik sekalian kau mendengarnya juga” Ucap Lee sajangnim.

“ah ne, silahkan bicara sajangnim” Ucap Suzy sopan.

“baiklah, kau pasti sudah tau kalau aku akan membicarakan tentang jobmu selanjutnya?” Suzy hanya mengangguk mendengar pertanyaan Lee sajangnim, tak berniat membuka suara Suzy hanya diam menunggu kelanjutannya.

“kali ini tidak hanya melakukan sebuah pemotretan untuk majalah saja..” Dahi Suzy yang tadinya renggang sekarang bertautan, dengan memasang wajah yang bingung kepada direkturnya itu. Namun dia masih enggan membalas omongan Lee sajangnim, karena dia tau bahwa bosnya itu masih ingin melanjutkan perkataannya lagi.

“kau akan menjadi bintang CF suatu produk terbaru” Seketika mata Suzy membult mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan oleh direkturnya itu.

“jeongmalyo? Anda sedang tidak bercandakan?” Ucap Suzy tidak percaya dengan perkataan bosnya.

“tentu saja tidak Suzy-ah, kau maukan menerima pekerjaan ini” Jawab Lee sajangnim dengan tegas dan meyakinkan.

“tentu saja sajangnim. Aku tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan emas ini” Balas Suzy dengan suara yang lantang.

“baiklah, dua hari ke depan perwakilan dari perusahaan produk CF yang akan kau bintangi itu akan datang ke sini dan bertemu denganmu”

“ne, sajangnim”

“oh ya, mulai besok akan ada dua model yang akan pindah ke sini, mereka baru datang dari agensi kita yang di Jepang. Dan mereka adalah partnermu dalam project kali ini”

“ah, geure? lebih baik memang kalau aku punya teman di sini” Ucap Suzy dengan senyumnya.

“baiklah sajangnim, aku permisi dulu” Pamit Suzy sambil membungkukkan badannya kepada bosnya itu dan dibalas dengan anggukan pasti dengan Lee Sajangnim.

___

“Jiyeon-ah” Pekik Suzy saat mendengar suara Jiyeon dari seberang teleponnya.

“ah, wae?”

 

“aku mendapat pekerjaan baru”

apa itu? Pemotretan di majalah mana lagi?”

 

“ani, kali ini bukan hanya sekedar pemotretan Jiyeon-ah…..tapi aku akan menjadi membintangi sebuah CF produk terbaru”

“jinjja?jinjja?jinjja? uwaaahhh, daebak…baru dua bulan lebih kau di sini kau sudah mendapatkan tawaran sebagus itu”

 

“geure….siapa dulu dong, Bae Suzy…hahhaah”

“Suzy” Seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Suzy, membuat Suzy menghentikan tawanya dan menatap heran orang di hadapannya itu.

“eoh…ya, Jiyeon-ah…aku tutup dulu yah, kita bertemu sebentar” Ucap Suzy mengakhiri teleponnya.

“oppa” Gumam Suzy.

“annyeong…..bagaimana kabarmu?” Sapa namja yang berada dihadapan Suzy itu dengan senyumnya yang manis.

“baik, oppa?” Jawab Suzy singkat.

“baik juga Suzy-ah”

“apa yang oppa lakukan di sini?”

“apa aku tidak boleh mampir? Ah, pasti Myungsoo yang melarangmu menemuiku” Ucap namja itu dengan tersenyum kecut.

“ani, keunyang….kapjagi….kau tidak memberitahuku kalau kau mau ke sini jadi aku hanya terkejut saja”

“hahaha, gwenchana Suzy-ah, aku hanya bercanda. Jangan terlalu serius begitu”

“Hyunwoo oppa” Pekik Suzy.

“mian, mian. Aku ke sini karena mengantarkan dongsaengku. Hari ini dia pindah ke sini dari agensinya yang di Jepang” Jelas namja itu yang tak lain adalah Hyunwoo.

“jadi model itu dongsaengmu? Wah, daebak”

“waeyo?”

“di pekerjaanku selanjutnya aku sepertinya akan bekerja bersama dia”

“ahh, jinjja? Baguslah kalau begitu. Aku jadi bisa sering-sering bertemu denganmu” Jawab Hyunwoo dengan kerlingan matanya ke Suzy.

“aigoo oppa….kau masih saja menggodaku, kau tak takut dengan bogeman Myungsoo oppa eoh” Ucap Suzy bergidik ngeri membayangkan wajah lebam-lebam Hyunwoo saat itu.

“haha….aku hanya bercanda Suzy-ah, kau jangan memberitahu Myungsoo yah…bisa-bisa aku akan berakhir dipemakaman saat ini juga” Kata Hyunwoo ketakutan.

“keke, aku tidak sejahat itu oppa. Mana mungkin aku melaporkanmu, kitakan chingu”

“ne chingu”

“hahahha”

“geurom, aku balik dulu yah. Dongsaengku pasti sudah menunggu”

“ah keure arasso. Sampai bertemu lagi oppa”

“ne ne”

Hyunwoo melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Suzy, sejak keluar senyumnya tak pernah pudar. Dia sangat senang karena Suzy masih mau menganggapnya sebagai teman, dia akan berusaha untuk menjadi teman yang baik untuk Suzy.

“ya hyung! Kau darimana eoh” Seorang namja bertubuh tinggi berkulit putih, dan memiliki paras menawan itu membuyarkan lamunan Hyunwoo.

“aishh, anak ini. Sudah berapa kali ku bilang jangan berbicara banmal kepadaku” Pekik Hyunwoo lalu menjitak kepala dongsaengnya itu.

“mian. Hyung sih, meninggalkan aku sendiri”

“kau kayak anak kecil saja, baru ditinggal sebentar sudah merajuk begitu”

“akukan baru pindah kesini jadi belum tau apa-apa. Memangnya kau ke mana sih?”

“baru juga 7 tahun meninggalkan korea kau sudah lupa dengan negaramu ini, cih. Aku tadi dari mengunjungi chingu”

“heh, 7 tahun itu lama hyung. Chingu? Kau memiliki chingu di sini?”

“tentu saja, dan dia adalah seorang model terkenal”

“jinjja? Eyyyy aku tidak percaya, memangnya siapa?”

“Bae Suzy, model internasional yang terkenal dengan kemurnian dan kepolosannya”

“Ba..Bae Suzy?”

“eoh, wae kau mengenalnya? Ah matta, siapa namja yang tidak mengenalnya, iya kan?”

“ani, hanya saja namanya sama dengan nama seseorang. Tapi aku rasa bukan, hehe”

“geure? Terserahlah. Ayo kita pulang”

“ne”

___

“Jiyeon-ah mian aku telat” Suzy yang tengah ngos-ngosan akibat berlari itu segera meminta maaf kepada sahabatny itu.

“huh, kau memang selalu begitu Suzy-ah” Seorang yeoja yang duduk di hadapan Jiyeon membalas permintaan maaf Suzy.

“nug….ya…Soojung? Jung Soojung?” Pekik Suzy dengan wajah yang luar biasa terkejut.

“ne..choneun Jung Soojung imnida…lama tak berjumpa Suzy-ah” Yeoja yang bernama Soojung itu berdiri dan merentangkan tangannya.

“yak…….bogosipho!” Pekik Suzy lalu berlari kecil -walaupun jaraknya dekat- menuju Soojung dan memeluknya erat.

“nado……uhuk, yak! Kau mau membunuhku eoh” Ucap Soojung.

“hehe mian. Kapan kau kembali ke Korea?”

“kemarin”

“kemarin? Dan kau tidak memberitahuku?” Pekik Suzy kesal.

“Suzy-ah, bukankah kemarin aku menelponmu dan mengatakan kalau aku ingin mengatakan sesuatu? Sesuatu itu ini…Soojung kembali” Jiyeon yang sedari tadi hanya diam menonton kedua sahabatnya itu saling melepas rindu mengangkat bicaranya.

“ah, jinjja? Mianhae. Aku tidak tau, hehe” Ucap Suzy tanpa rasa bersalah.

“sudahlah, pokoknya sekarang kita sudah bertemu. Iya kan?” Kata Soojung.

“ne,oh ya, kenapa kau kembali ke Korea Soojung-ah?” Tanya Suzy.

“aku dipindahkan dari agensiku yang di Jepang”

“jinjja? Memangnya kerjaanmu apa?”

“aishh, Bae Suzy, kau seorang model international yang terkenal di mana-mana, tetapi kau bahkan tidak mengetahui siapa model-model saat ini yang tengah booming” Celoteh Jiyeon yang mendengar pertanyaan Suzy.

“wae? Apa aku harus mengetahuinya? Apa penting” Jawab Suzy dengan polosnya.

“yak! Tentu saja. Dengan begitu kau bisa mengetahui bahwa sahabatmu yang satu ini tengah menjadi hot topic di dunia permodelan” Sekarang giliran Soojung yang meluapkan emosinya kepada Suzy akibat pertanyaannya.

“mm? Kau seorang model Soojung-ah?” Tanya Suzy lagi, tanpa menyadari ekspresi kedua sahabatnya itu sudah berubah menjadi marah.

“Bae Suzy!!” Pekik Jiyeon dan Soojung bersamaan.

“ah, mian mian. Aku bertul-betul tidak tau. Kalian jangan marah begitu dong, ne ne” Ucap Suzy sambil menunjukkan puppyeyesnya.

“huh, dasar” Jiyeon hanya mendengus, sementara Suzy malah memamerkan senyumnya.

“Suzy-ah, mulai besok aku akan masuk ke agensimu” Ucap Soojung di sela-sela makan mereka.

“jinjja? Jadi kau orangnya?” Ucap Suzy kaget.

“ah ne, keunde Suzy-ah…” Perkataan Soojung terputus;

“wae? Oh ya, ada satu lagikan model yang bersamamu?” Ucap Suzy.

“ne, itu…” Lagi-lagi Suzy memotong perkataan Soojung.

“namja atau yeoja? Yang aku tau sih dia adalah donsaengnya chinguku” Tanya Suzy dengan antusias.

“ya Bae Suzy, biarkan Soojung menyelesaikan perkataannya dulu” Pekik Jiyeon yang sedang menyimak perkataan Soojung namun terus-menerus di potong oleh Suzy.

“ah, mian mian. Lanjutkanlah Soojung-ah, aku hanya antusias hehe”

“ne, dia namjaa. Keunde Suzy-ah…”  Soojung menghentikan sejenak ucapannya, seakan ragu dengan apa yang akan dia katakan.

“namja itu….”

“namja itu? Nugu? Teman modelmu?” Tanya Suzy.

“ani…namja yang mengikutiku Suzy-ah” Lirih Soojung pelan.

Suzy mengernyitkan dahinya, dan ttiba-tiba raut wajahnya berubah “aaaa, geu namja…gwenchana Soojung-ah, kau jangan membahasnya lagi. Lagipula bukan kau yang salah” Ucap Suzy.

“bukan itu yang mau kau bilang, dia…”

Drrrttt drrttt drrrt~

Getaran handphone Suzy di atas meja menghentikan ucapan Soojung, dan segera Suzy melihat pemanggilnya tanpa menunggu lagi dai a=langsung mengangkatnya.

“yebeoseyo oppa”

“…”

“ne, aku sedang makan bersama Jiyeon, dan sahabatku yang lain”

“…”

“ne, kau hubungi saja aku sebentar”

“…”

“arasso. Keuno” Suzy mematikan handphonenya dan meletakkan kembali ke atas meja, dia hendak meminta Soojung melanjutkan ucapannya tadi namun dia langsung diserbu pertanyaan dari Jiyeon.

“nugu?nugu? Myungsoo?”

“ne” Jawab Suzy sambil mengangguk”

“jinjja? Wah, kalian makin mesra saja yah” Ucap Jiyeon menggoda Suzy.

“aniyo” Tolak Suzy.

“Myungsoo? Nugu?” Tanya Soojung heran.

“Myungsoo…dia itu…” Jiyeon akhirnya menceritakan semua yang terjadi dengan Suzy, dan hal itu sukses membuat Soojung menganga sempurna dengan mata yang hampir meloncat keluar.

“DAEBAAAK!! Jinjja? Wahh, Suzy-ah…..kau…” Pekik Soojung.

“ya..biasa saja responnya Soojung-ah” Ucap Suzy menutup telinganya yang sakit akibat pekikan Soojung tepat di depannya.

“hehe, aku hanya tidak menyangka orang tuamu sekejam itu”

“mereka memang seperti itu Soojung-ah, aku bahkan bersyukur tidak menjadi anak mereka” Ucap Jiyeon, kemudian mereka berdua terkekeh pelan.

“ah, matta…Jiyeon-ah kau tau kan model yang aku temui saat di Amerika?” Sahut Suzy.

“ah, model yang dari korea itu? Yang tinggal bersamamu?” Jawab Jiyeon.

“ne ne, kau tau? Aku sudah bertemu dengannya” Ucap Suzy antusias.

“jinjja? Kapan? Akhirnya kau bertemu dengannya, bukankah selama berada di sini kau ingin bertemu dengannya?”

“ne, majayo…dan yang lebih mengejutkan lagi dia adalah yeojachingu Myungsoo oppa”

“MWO?? Yeoja chingunya Myungsoo oppa?” Pekik Jiyeon kaget, Soojung yang mendengarkan hanya memasang wajah bingungnya. Pasalnya yang dia tau itu Myungsoo adalah suami Suzy.

“ne, mengejutkan bukan? Ternyata selama ini yeoja Myungsoo oppa adalah temanku”

Ucap Suzy lirih.

“wae? Bukannya Myungsoo itu suamimu Suzy? Yeojachingu maksudnya?” Soojung makin bingung dengan status Myungsoo.

“ani, Soojung-ah, mereka memang suami istri tapi hanya sebuah status..selama ini….” Lagi-lagi Jiyeon mengambil tugas untuk menjelaskan semua permasalahan Suzy secara jelas kepada Soojung.

“yak! Pabo…dia itu suamimu, entah suka atau tidak dia tetap suamimu, dan kau berhak untuk memutuskan pacarnya itu” Stelah mendengar penjelasan Jiyeon yang lengkap, Soojung kemudian memekik ke arah Suzy.

“arra Soojung-ah, keunde aku bukan siapa-siapa. Aku hanya istri yang dinikahi secara paksa oleh Myungsoo oppa, sementara Naeun, dia adalah yeojachingunya selama 2tahun ini. Jadi yang lebih berhak itu Naeun bukan aku” Jelas Suzy.

“ya…..maldo andwe…michosseo? Suzy-ah, apa kau tidak mempunyai perasaan kepada suamimu itu?” Pekik Soojung lagi.

“perasaan? Huh, kalaupun ada, aku tetap tidak berhakkan?”

“ya, Soojung-ah, hentikanlah..biarkan saja, sudah beribu kali aku menasehatinya tapi dia tetap seperti ini. Dia memang keras kepala” Jiyeon yang sudah capek mendengan omelan Soojung langsung menhentikannya.

“geure…terserah kau sajalah. Ini hidupmu” Ketus Soojung.

“mianhe, Sojung-ah”

“arasso”

___

TBC

Advertisements

9 responses

  1. Ayo donkk suzy, ngaku aja sm myung klo kamu suka! Myung jg sadar lh klo km sebenarny syg sm suzy!!hehehe
    Lanjut …..

    October 29, 2013 at 1:09 am

  2. NisaKim

    Solmaa, Neun dan Suzy?? Sahabat??
    Aooks, geli aku bacanya(sama si naeun) 😀
    Arrgh, thor kpan ini moment MyungZy ny, aissh 😦

    October 29, 2013 at 12:01 pm

  3. Deborah sally

    Kapan myungsoo akan memutuskan naeun?

    October 30, 2013 at 3:45 pm

  4. pada belom ngakuin perasaannye ye?
    aduh myung o.O

    November 8, 2013 at 11:51 am

  5. my sooji

    Myungsoo tuh sebenarnya suka ma siapa sih?? Wah makin rumit aja ,, lanjut baca dulu thor!

    February 2, 2014 at 4:19 am

  6. ceritanya makin bagus ,
    wahh ternyata omo~~ gimana kalo naeun tau ??

    April 15, 2014 at 11:59 pm

  7. gaemi2

    omo…mkin rumit sja haha
    myungsoo bngung y

    August 6, 2014 at 9:24 am

  8. keyshilla

    thor mau password yg part 3 dong

    November 23, 2014 at 1:43 pm

  9. zaeliza

    model namjanya apa ada hubungan ma suzy di masa lalu ya…. suzy agak jaga jarak dr myungsoo

    October 8, 2015 at 12:38 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s