KIM MYUNGSOO FANFICTION

[CHAPTERED] A WEIRDOS BOY CHAP 4

awbbb

Author : Meongnamji  [@chanerds]| Length : Chaptered [TEASER] [CHAP 1] [CHAP 2] [CHAP 3] | Genre : School life romance, fiction, fantasy | Main Cast : Kim Myungsoo INFINITE, Lee Jieun [IU] | Minor Cast : Sungyeol, Sunggyu and the rest of INFINITE members, others. | Poster : GDesign (Meongnamji)

A/N : sebelumnya aku mau ngucapin MAKASIH BANYAAAAK buat yang masih setia nunggu ff yang hampir lumutan dan jamuran ini TT maaf update kali ini juga lama banget T_T dan setelah ini juga bakal lebih lama/? Soalnya banyak uts dan acara sekolah *malah curhat* okedeh moga part ini memuaskaaaaaaaaan hope you like it and enjoy reading! <#

P A R T 4

“Jieun, kau marah padaku?” Jieun mencoba mengabaikan Jei dan focus saja pada buku yang dibacanya.

“Jieun, kau sakit? Kau kenapa? kau ada masalah? Jieun?” Jei terus menerus meneror Jieun dengan berbagai pertanyaan itu, dan akhirnya menganggu Jieun juga.

“aku tak apa-apa Jei!”seru Jieun – setengah membentak. Jieun mendesah berat ketika melihat ekspresi kaget dan seram Jei, pasti tadi ia sangat menyebalkan.

“maaf, maaf. Aku.. yeah, aku memang sedang punya masalah. Maafkan aku.”

“gwaenchana Jieun-a. kalau kau punya masalah, ceritakan saja padaku….”

Ah Jei memang orang yang sangat cocok jadi sahabat untuk orang sepertinya yang sangat temperamen dan sensitif.

Tapi………… menceritakan hal kemarin bukanlah suatu cerita yang cocok untuk diceritakan pada Jei. Kemarin saja ia menertawakannya dan mengabaikannya, apalagi kalau sekarang? Kalau ia menceritakan bahwa Kim Myungsoo adalah manusia aneh berdarah dingin yang tak bisa mati bahkan jika ia mengiris urat nadinya sendiri?

Jieun bergidik jadinya mengingat kejadian kemarin. Ia pikir ia beruntung masih hidup, tapi ia tak berpikir ia sangat beruntung karena apa? Karena si Kim Myungsoo itu melepaskannya dengan syarat menjadikannya budak! Dan ia harus apa? Memilih mati daripada dijadikan budak? Tentu saja ia tak ingin mati saat ini – apalagi ditangan orang aneh dan kejam sepertinya.

Dan beginilah nasibnya sekarang. Dihantui rasa cemas oleh wajah dingin itu dan juga tugasnya yang tak kalah aneh. Ia disuruh mencari buku tua yang ada di sekolah ini, tapi entah dimana persisnya? Dan ditambah, buku itu tidak ada di perpustakaan? ini gila.

Begitu pikiran untuk mengabaikan saja tugas konyol itu terlintas, maka bayangan darah segar yang mengalir dari nadi Myungsoo terbayang kembali. Bagaimana kalau selanjutnya darahnyalah yang akan mengalir karena mengabaikan tugas itu?!?!?

Jieun menyesal – seharusnya ia memang menganggap kejadian Myungsoo loncat itu sebagai hal gila. Kalau saja ia dengar Jei………………mungkin takkan seperti ini jadinya.

“RRRRRRRRRRRRRRRRRNGGGGGGGGGGGGGG~!!!!!!!!!!!!!!!!”

Bel sekolah yang nyaring menghentakkan Jieun dari lamunannya.

“Bel itu mengagetkanku saja…”keluh Jieun.

“Jieun, ayo ke kantin! Jangan ke perpustakaan lagi! Kau harus mengisi perutmu. Lihat, kau pucat sekali…….. ayo cepat ke kantin!”

Jieun ingin sekali menolak ajakan Jei. Ia ingin menyendiri – tapi mengingat-ngingat lagi kalau ia sedang sendirian Kim Myungsoo bisa kapan saja mendatanginya dan mungkin melakukan sesuatu padanya ―

Ya. Jieun harus tetap berada di kerumunan agar selamat. Si aneh itu takkan mungkin menyakitinya kalau di depan banyak orang, karena itu otomatis akan membuka kedoknya sendiri!

“oke, kaja. Aku memang lapar sekali…….”

**

Jieun sepertinya harus membiasakan diri dengan kerumunan dan suara gaduh ini mulai sekarang. Ya, demi keselamatannya juga. Ia mendesah berat melihat kerumunan yang membuatnya pusing ini.

Jieun memandang ke sekeliling. Murid-murid berhamburan, mengobrol, bermain, tertawa, semua bunyinya jadi satu dan itu membuat Jieun sangat terganggu. Andai saja.. andai saja ia tidak mengenal…

Kim myungsoo! Jieun terlonjak kaget ketika menemukan sosok itu diantara kerumunan murid. Ia duduk bersama temannya yang biasa, dan Jieun buru-buru membalikkan badannya, sangat khawatir dirinya terlihat oleh Myungsoo.

“Jieun, kau mau pesan apa?”tanya Jei, tapi Jieun tak menjawab dan malah menyembunyikan wajahnya di punggungnya.

“eh, Jieun? kau kenapa? mau pesan apa, eoh?”

“pesankan apa saja, cepat. Aku mau makan di kelas saja.”

“eh kenapa??”

“ayo cepat pesankan saja!!”

“kau kenapa sih???”tanya Jei heran.

“cepat pesank―”

“HEY LEE JIEUN!”

Jieun merasakan seluruh tubuhnya bergidik. Celaka!

**

“jadi…. Kau memang benar-benar menunjukkan padanya?”tanya Sungyeol, masih saja tak percaya.

“sudah kubilang kemarin kan? Aku menunjukkan padanya. Aku memotong urat nadiku sendiri supaya ia tutup mulut. Lagipula, kenapa hyung itu harus marah-marah segala sih?! Sampai harus mengumpulkan semuanya – sampai bilang pada hyungnim! aku kan sudah membereskan masalahnya, kenapa ia membesar-besarkan?!”Myungsoo dengan kesal terus menerus bicara.

“yah, belum tentu masalahnya selesai sampai sini kan? Lagipula, orang biasa yang tau kedok kita itu sangat beresiko. Kita sudah merahasiakan ini bertahun-tahun dan untuk yang kedua kalinya, kau juga yang membocorkannya.”Sungyeol mengingatkan dengan hati-hati. Untunglah Myungsoo tidak terlalu peduli dengan kata ‘bertahun-tahun lalu’ dan ia hanya mendesah berat.

“jadi, siapa dia?”tanya Sungyeol lagi, sambil mengaduk serealnya.”bagaimana ia saat melihatmu? Apa ia pingsan?”

“tidak. gadis itu keras kepala dan menyebalkan. Tapi keliahatannya dia memang sangat takut padaku, soalnya dia berkeringat dan wajahnya jadi pucat setelah melihatku melakukannya. Bahkan aku harus menahannya agar tak jatuh.”

“wkwk. Jadi kau benar-benar berniat menjadikannya budakmu?”

“tentu saja.”jawab Myungsoo datar.”ia sudah berani mengorek informasi tentangku. Aku bilang kan, aku harus bertanggung jawab. Jadi ia harus selalu berada dibawah kendaliku.”

Sungyeol lagi-lagi Cuma tertawa mendengarnya. Lama kelamaan, Myungsoo bisa melemparinya dengan sepatunya. Ia selalu saja tertawa ketika moodnya sedang buruk – dan malah membuat moodnya makin buruk saja!

Myungsoo mendesah berat, moodnya masih belum kembali sejak dimarahi habis-habisan kemarin oleh hyungdeulnya. Dan ia harus mendengarkannya dengan patuh selama 3 jam lebih. Bahkan kakinya masih sakit sampai sekarang.

Myungsoo mengaduk-aduk serealnya dengan bosan. Nafsu makannya sama sekali tak ada. Ia bosan – sungguh sangat bosan ―

Myungsoo tiba-tiba menyeringai. Dan ide itu tiba-tiba saja terlintas di kepalanya. Oke dia adalah budaknya. Jadi dalam hal apapun, ia harus menurut!

“hyung, mau lihat sesuatu yang menarik?”tanya Myungsoo tersenyum.

“eh?”tanya Sungyeol bingung. Myungsoo tersenyum dan memanggil sebuah nama dengan sangat keras – “HOY LEE JIEUN!”

Jieun tak tahu harus melakukan apa ketika mendengar suara yang begitu mengerikan itu. Apa yang akan dilakukannya sekarang?! Lari? Myungsoo pasti akan bisa mengejarnya dalam hitungan detik – meski entah bagaimana caranya.

“LEE JIEUN!”panggilnya lagi, dan Jieun semakin panik. Sementara Jei yang ada di sampingnya bengong.”J… Jieun… apa aku tak salah lihat? K… Kim Myungsoo.. Kim Myungsoo memanggilmu…”

“L-E-E J-I-E-U-N! CEPAT BERBALIK DAN KEMARI SEKARANG JUGA!”

Jieun tetap tak mau berbalik. Ia harap akan ada Lee Jieun lain yang menghampiri Myungsoo, bukan dirinya.

“eish gadis itu tuli atau apasih…” Myungsoo bergumam kesal. Myungsoo mengambil kaleng kopi kosong milik Sungyeol dan melemparnya dengan akurat tepat ke kepala Jieun.

“auch!”jieun berteriak kesakitan. Karena lemparan Kim Myungsoo dan juga teriakannya yang melengking, ia dan Myungsoo jadi pusat perhatian. Semua orang di kantin mendadak diam dan hening dan memerhatikan mereka berdua.

“ya, kau. Kemarilah!”seru Myungsoo. Jieun sudah ketahuan, mau tak mau ia berbalik demi keselamatan jiwanya, dan menatap tajam Myungsoo. Ia menatapnya dengan tatapan paling benci dan murka darinya.

“tidakkah kau punya sopan santun sedikit?!”bentak Jieun kesal. Rasa takutnya hilang – karena ia percaya Kim Myungsoo takkan melakukan apapun padanya di depan orang banyak.

“melempar kaleng kosong ke kepala seseorang. Apa kau orang yang berpendidikan, eoh?!?!?!??!”

“ouh, dia marah. Hahaha.”Myungsoo tertawa. Jieun menahan dirinya untuk tidak meledak.

“ya kau, memangnya siapa yang membolehkanmu membentakku?”tanya Myungsoo santai. Jieun bersumpah ingin melemparkan apapun pada wajahnya yang menyebalkan itu.

“kau kan budakku. Jadi menurutlah pada majikanmu. Sekarang, kemari!”

Seisi murid semuanya memperhatikan mereka dan berbisik-bisik. Siapa Lee Jieun? apa yang dia maksud dengan budak? Punya hubungan apa mereka? Sejak kapan mereka bertemu? Semuanya berdesas-desus seru.

Jieun mencoba keras untuk mengabaikan lirikan-lirikan tak menyenangkan padanya.

“sekarang waktu istirahatku. Aku juga punya waktu untuk diriku sendiri!”

“tapi sekarang majikanmu sedang membutuhkanmu, jadi, kemari.”ucap Myungsoo dengan nada tegas. Wajahnya yang menyebalkan tadi berubah menjadi menyeramkan dan itu membuat Jieun – mau tak mau – melangkahkan kakinya mendekat meskipun ia sangat tak ingin.

“apa yang kau inginkan?!”bisik Jieun tajam, melotot pada Myungsoo.

“ah tidak, kakiku hanya kesakitan gegara kau kemarin. Jadi kemari dan pijatlah!”

“a…apa??!”pekik Jieun.

“ya, kau budakku. Kenapa harus sekaget itu? Aku hanya menyuruhmu memijat kakiku. Cepat! Sebelum waktu istirahat habis… kau tidak ingin melewatkan pelajaran yang kau sayangi kan?”

Kepalan tangan Jieun semakin mengerat. Ia tak mau – ia tak sudi, apalagi di hadapan banyak orang seperti ini. kalau saja…. Kalau saja Ia tidak ikut campur……

“cepat. Kau tahu resikonya kalau menolak, kan?”bisik Myungsoo dingin.

Jieun bergidik. Dengan sangat berat hati, ia duduk di bangku yang sama dengan Myungsoo.

“cepat kemarikan kakimu.”ucap Jieun rendah tanpa sama sekali ingin menatapnya.

“hoho, bagus. Tapi sudah kubilang kan, kakiku sakit? Coba kau angkat kakiku!”

“Kim Myungsoo – yang benar saja!”seru Jieun memelototinya.

“kakiku sakit, arasseo?”ucap Myungsoo acuh tak acuh.

Jieun menghela nafas berat dan dengan sengaja ia menarik kaki Myungsoo kasar.

Melihat itu seisi kantin menyurakinya. “WHOOOOOO~~~~~~”

Lee Jieun benci bunyi gemuruh menyebalkan itu. Ia membencinya lebih dari apapun.

“cepat, Lee Jieun.”ucap Myungsoo santai.“bukakan sepatunya~ dan cepat pijitlaaah~”

Jieun menggigit bibirnya dan mencoba menulikan dirinya sendiri dari semua surakan itu. Ia melepas sepatu Myungsoo dan melemparkannya tak peduli kemana, dan ketika ia melepas sepatu itu, suara surakan itu semakin terdengar jelas dan bahkan hinaan dan makian terdengar.

Lee Jieun tak bisa tahan dengan semua ini. ia menatap Myungsoo benci.

“apa?”tanya Myungsoo datar. Jieun sudah tak bisa menahan rasa kesal, ia dengan pikiran yang tak peduli lagi apapun, melepas kaos kaki Myungsoo dengan paksa – dan cukup puas ketika Myungsoo berjengit ketika kakinya yang sakit diperlakukan kasar seperti itu.

“ya, yang benar saja!”serunya marah.

Jieun menatapnya lebih marah, dan menyingkirkan kaki Myungsoo dengan kasar lalu bangkit.

“Dengar Kim Myungsoo, aku tak mau memijat kakimu sampai kapanpun!”pekik Jieun sangar, dan melemparkan kaos kaki itu tepat ke wajah Myungsoo.

Dan entah kenapa Jieun malah menyeringai puas ketika Myungsoo menatapnya sangat murka dan bukannya malah bergidik takut.

**

“SIALAN! APA-APAAN TADI?!”bentak Myungsoo, ia terus saja marah-marah dan uring-uringan. Sedangkan Sungyeol, tawanya malah lebih nyaring.

“aku baru lihat wajahmu semerah itu!”seru Sungyeol. “hiburan tadi benar-benar hebat. meski aku kasian pada gadis Jieun itu, wajahnya juga sangat merah. Tapi keberaniannya patut diacungi jempol. Bwahahhaha, bagaimana rasa kaos kakimu Myungsoo-ya???”

“BERISIK!”bentak Myungsoo sangar. Myungsoo dengan kesal melempar segala barang yang ada di hadapannya. “aku harus memberinya pelajaran. Harus, harus!”

“kau mau apa? Gadis itu tampaknya tak takut padamu.”

“oh, tentu saja dia takut padaku. Kau lihat tadi? Dia hampir memijat kakiku. Cuma ya, entah kenapa pikirannya jadi gila. Pokoknya aku harus memberinya pelajaran!”

“kau mau apa? Membunuhnya? Kita bukan pembunuh Myungsoo-ya, apalagi hanya karena lelucon gagal yang kau rencanakan sendiri.”

“kau gila, Hyung? Tentu saja aku takkan membunuhnya! Membunuhnya sama sekali tak ada gunanya dan tak asik! Aku harus membuatnya menderita!”

“ckck. Sudahlah, berhenti main-main dan suruh saja ia mencari buku itu!”Sungyeol mengingatkan.

“tidak-tidak. aku harus memberinya pelajaran terlebih dahulu atau hidupku selamanya takkan tenang.”

“sudahlah… ia tak takut padamu~ menyerah saja!”

“takut? Ia takut padaku! Bahkan ia kira aku pembunuh! … tunggu, pembunuh…” dan Myungsoo tiba-tiba menyeringai.

“hyung, kali ini kau harus membantuku. Ayolah, setelah ini, aku akan menyuruhnya mencari buku itu! Aku akan mengancamnya setiap hari! Kali ini bantu aku!”

“ckck. Dasar gila. Kau mau balas dendam apa eoh? Dan jangan terlalu sering mengancamnya dengan menatapnya sangar seperti itu Myungsoo-ya. Dia bisa-bisa salah persepsi tentang ‘kaum’ kita.”

“haha. Justru itulah idenya hyung. Aku akan membawanya ke markas dan seolah membawanya ke sarang pembunuh…………….

**

Jieun merasa takut bahkan untuk keluar kelas. Ia tidak ingin pelajaran cepat berlalu tapi kelas ekskul nya yang terakhir telah berakhir. Ia membereskan barangnya dengan berat hati. Semoga… semoga saja Myungsoo melupakan kejadian tadi dan pulang ke rumahnya.

Jieun dengan takut-takut berjalan keluar kelas. Ia menghela nafas lega ketika mendapati lorong sekolah yang kosong. Cepat-cepat ia berjalan keluar.

“kau pikir bisa lari dariku ya?” Jieun terjatuh mendengar suara dingin Myungsoo yang tiba-tiba itu. Ia berbalik dan bulu kuduknya merinding ketika mendapati Myungsoo sedang bersandar ke tembok dengan tangannya yang dilipat. Sikap congkak, dingin, dan menyebalkannya bercampur jadi satu.

Jieun tak bisa lari bahkan bergerak ketika Myungsoo berjalan mendekatinya. “m.. mau apa kau?”tanya Jieun, menyembunyikan rasa takutnya sebisa mungkin.

“tidak. aku hanya ingin memperkenalkan budak baru pada hyungdeul. Jadi, ayo ikut denganku.”

“ap… apa?! Hyung?!”tanya Jieun kaget.

“maksudmu… maksudmu.. Hyung yang… sepertimu?”tanya Jieun pucat.

“sepertiku? Haha. Tentu saja sepertiku. Kau gila? Mereka kan hyungku.

Jieun terdiam. Hyung? Myungsoo sendiri saja sudah cukup membuat hidupnya tak tenang. Dan apa?! Sekarang si aneh ini akan membawanya menemui si aneh-aneh lainnya? Yang bahkan Jieun tak tahu – apakah hyungnya itu lebih menyeramkan darinya atau tidak.

“ayo cepat! Aku tak suka jika hyungku marah…. Ia biasanya melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan… jadi sebaiknya, kau bergegas.”

Jieun meneguk ludahnya pahit. Ia akan datang ke rumah dimana sekelompok orang aneh – menyeramkan dan menyebalkan sama seperti Myungsoo tinggal. Dan ia tak tahu apa tujuan sebenarnya ia diundang kesana.

Dan Jieun yang sekarang membeku merasa jiwanya seperti akan melayang kapan saja ketika Myungsoo menarik tangannya dan menyeretnya pergi.

**

Yeaaah part 4 is finished ^^ gimanaa?pasti banyak typo nya TT soalnya ini bener-bener ga dibaca dua kali dan langsung di post/?

Hope you like it ya! Dan jgn lupa RCL + kritiknyaaaaa<3333

p.s
and btw aku post hari ini adalah karena hari ini my first wordpress account firs anniversary  (one year) yeaaay *claps for myself wkwk* *ignore this one*
Advertisements

30 responses

  1. Sinta Jung

    Annyeong Thor…. aku reader baru nih….
    Mian ya baru komen, aku baca 4 part sekaligus hehehe….
    Satu kata buat author… DAEBAK
    feelnya dapet bgt ya… Biarpun adegan MyungU yg romancenya masih belum kliatan… Bahasa yg author pake juga enak dibaca, jadinya kerasa ngga garing…
    Next part ditunggu ne, jgan lama2 ya hhehehe~

    October 1, 2013 at 7:01 pm

    • SLR~!! hoho gpp udah mau baca juga aku udh bersyukur banget thanks ya<3
      huahah, thankyou< thanks ya ❤

      January 13, 2014 at 12:12 pm

  2. uwaah!! penasaran sama kelanjutannya.
    si myungsoo nya itu sbenernya apa sih? bukan manusia ya?
    myungsoonya juga jail banget sama ji eun.
    bener-bener bagus, ditunggu next part nya ya thor, ^^ keep writing

    October 2, 2013 at 7:58 am

    • next part nya udah aku post mian lama banget TT
      iya dia manusia tapi luar biasa//apa
      thanks a lot yaaaaaaaa ❤

      January 13, 2014 at 12:14 pm

  3. annyeong~ ^^
    aku mau promote nih…
    buat penulis fanfiction lover, blog kita masih mencari beberapa author freelance…
    ini linknya untuk tau lebih lanjut >> http://saykoreanfanfiction.wordpress.com/how-to-be-a-authorsend-your-ff/
    Gomawo~ ^^

    October 3, 2013 at 10:38 am

  4. adeta

    lanjut thorrr
    author jahatttt bgttt 😥

    October 3, 2013 at 10:56 am

    • ini jahat apanya? 😥
      maaf kelanjutannya lama banget T_________________T
      udah ko part 5 nya udah dilanjut, maaf ya T_T

      January 13, 2014 at 12:20 pm

  5. Reyna93

    Gomawo thor udah d lnjuti.wlwpun bnar bgt mpek jamuran nunggu’in’a..hehe
    tpi part slnjut’a bkal lbih lma ea?brpa minggu.bulan.tw tahun thor?
    Lama bgt ea.aq setia mnunggu deh.al’a bgs bgt FF’a.pa ge cast’a myungU.I like it.

    October 5, 2013 at 1:48 pm

    • emang udah jamuran ini ff saking lama banget update nya maaf banget yaT_T
      part 5 nya udah dipost kok, maaf lama banget makasih banget lagi udh mau setia haha keep support myungu ❤

      January 13, 2014 at 12:22 pm

  6. wkwkwkkw
    bikin merinding.
    seru banget,
    myungsoo usil banget nih ngerjain jieun.
    cckkckkccc

    October 7, 2013 at 1:48 am

    • wkwk iya makasih banget ya udah mau baca ❤

      January 13, 2014 at 12:25 pm

  7. Kim Hachan

    duh thor, kasih read more dong, jadi langsung baca pas buka main site hahahah

    October 12, 2013 at 6:03 am

    • maaf aku suka lupa kasih read more maaf maaf maaf T_T

      January 13, 2014 at 12:23 pm

      • Kim Hachan

        Ehehehe nope, gapapa

        January 13, 2014 at 3:53 pm

  8. qieqie

    y ampunn lagi nyari ff nya iu, ehh nyasar kesini.
    ehhh taunya ketemu lanjutannya weirdos boy, ini lanjutannya lma banget ya?? yg part 5 jgn lama2 donk. ya ya ya??
    myungsoo itu sbnernya makhluk apa ya?? vampir kah? werewolf kah??
    d part ini msih blum terungkap ><
    jadi g sabarrrr

    October 15, 2013 at 2:43 pm

    • iya lama banget apalagi part 5 nya ngheheh-________________- tp part 5 udah di post kok! haha nanti di part 6 bakal dijelasin semuanyaa tunggu aja ya wkwk //disuruh nunggu lagi wk mian TT

      January 13, 2014 at 12:27 pm

  9. part 4 agak ngeri menurutku,myungsoonya sadis bgt-__
    Huaaa cepat thor lanjut part 5 -_-

    October 21, 2013 at 12:47 pm

    • wkkwk, thanks ya udah mau baca btw part 5 nya udah aku post 🙂

      January 13, 2014 at 12:29 pm

  10. lily

    Wah tbc ya….. Lanjut donk thor.. Jgn lama2 ya next partnya

    November 5, 2013 at 5:07 am

    • lama banget sebenernya lanjutan nya tapi part 5 udah aku post kok thanks ya :’)

      January 13, 2014 at 12:30 pm

  11. thorr,lama bangett lanjutannya o.o)/ aaa

    November 12, 2013 at 2:21 pm

    • emang aduh maaf banget T______T tapi part 5 udah aku post ya^_^

      January 13, 2014 at 12:32 pm

  12. W93IU

    akhirnya di lanjut jg hehe
    baru tau aq
    #kudet

    jgn lama2 next part.nya ya thor
    Hwaiting^^

    November 29, 2013 at 10:55 pm

  13. Annyeong Thor…. aku reader baru nih….
    Mian ya baru komen, aku baca 4 part sekaligus hehehe….
    Satu kata buat author… DAEBAK

    feelnya dapet bgt ya…

    Next part ditunggu ne, jgan lama2 ya hhehehe~

    January 1, 2014 at 5:38 am

  14. lily

    jadi tambah takut aja nih jieun… hehehe dasar myungsoo ngak ada kerjaan… lama2 jadi cinta nih kyknya… lanjut thor

    January 16, 2014 at 9:10 am

  15. bagus bgt ❤

    March 17, 2014 at 7:48 am

  16. Pingback: [CHAPTERED] A WEIRDOS BOY CHAP 7 | Kimmy World

  17. Pingback: [CHAPTERED] A WEIRDOS BOY CHAP 8 | Kimmy World

  18. Jihyunshin

    Ckckck….. Mau buat malu mlah malu sendiri……

    June 21, 2014 at 2:38 am

  19. Pingback: [CHAPTERED] A WEIRDOS BOY CHAP 9 | Kimmy World

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s