KIM MYUNGSOO FANFICTION

[PART 2] KIM’s GHOST HOUSE

 

kim's-ghost-house-prolog

Tittle : Kim’s Ghost House

Cast :

  • Bae Suzy
  • Kim Myungsoo

Other Cast :

  • Choi Jinri
  • Son Naeun
  • Jung Krystal
  • Park Jiyeon

Genre :  horror(?), comedy(?), romance, school life

Rating :  PG-16

previous : Prolog Part 1

*****

 

Disinilah Suzy berakhir. Dengan tiga yeoja centil yang berada dibelakangnya yang terlihat sedang terkikik-kikik sambil menunjuk-nunjuk kearah Suzy.

 

Ia begitu bodoh. Bodoh karna dengan mudahnya mengiyakan saja taruhan ini.

 

FLASHBACK

 

Apa maksudnya?

 

” Kau tau kan, aku tak mungkin mengundangmu kalau tidak ingin berbuat sesuatu….” Ucap Naeun mendekat kearah Suzy. Sudah diduga..

 

” Taruhan apa maksudmu hah? Memangnya aku pernah berbuat salah pada kalian?” Ucap Suzy MASIH berusaha sabar. Sungguh, mood-nya sudah berubah 360 derajat hanya karna kehadiran mereka.

 

” Keude, kau melakukan banyak sekali salah. Tapi kami, tiga yeoja cantik ini menawarkan untuk berbaik hati padamu…” Jawab Krystal dengan memelintirkan rambutnya itu.

 

” Ck.. Yasudah cepat tak usah basa-basi, kalian mau apa kesini eoh? Menghancurkan mood-ku saja” omel Suzy dengan ketus. Sementara,  tiga yeoja centil itu hanya tersenyam-senyum tidak jelas membuat Suzy yang melihatnya sedikit berjengit ketakutan.

 

” Kan tadi sudah Naeun bilang… Ayo taruhan” ucap Jiyeon menambahkan. Suzy mengerutkan dahi berpikir. Apa yang mau dipertaruhkan? Mereka ini ada-ada saja..

 

” Mari kita bertaruh. Jika kau bisa menginap satu malam saja di sana….” Naeun menunjukkan jarinya ke kanan, Mata bulat Suzypun mengikuti arah telunjuknya. Ketika pandangannya sampai pada ‘sesuatu’ yang ditunjuk oleh Naeun, Mata-nya terbelalak kaget.

 

” M…mm..mwo??!! Neo micheosso?!!” Ucap Suzy histeris sambil menggerak-gerakkan jari telunjuk disamping kepalanya.

 

” Heyy… Chakkaman, aku belum selesai bicara, tahan teriakanmu dulu…” Lanjutnya lagi. Sementara Suzy sudah tidak dapat berpikir dengan jernih.

 

” Pokoknya, kalau kau bisa menginap disana….Aku akan memberikan nomor ponsel Choi saem hanya PADAMU” Naeun kembali melanjutkan sambil menekankan kata padamu, dan berhasil membuat Suzy bergeming di tempatnya.

 

“Otte? Kau terima atau tidak?? Aku berikan waktu 3 detik, satu…” Naeun langsung mulai menghitung sebelum Suzy dapat mencernanya dengan baik.

 

“Dua……………” Naeun menghitung lagi, kali ini dengan sedikit nada ‘menggoda’.

 

“Ti……..” Suzy -masih- belum mencerna semuanya dengan baik, namun detik berikutnya ia mengerjap-ngerjapkan matanya dengan cepat.

 

NE!! AKU TERIMA!!!” Suzy berteriak dengan cepat dan lantang dan dengan wajahnya yang terlihat mantap, membuat tiga yeoja centil itu terkejut. Namun selanjutnya, mereka terkikik kecil melihatnya. Mereka tak menyangka reaksi Suzy akan seperti ini.

 

“Kalau begitu, kajja!!” Ucap tiga yeoja itu bersemangat sambil menggiring Suzy ketempat yang akan menjadi tempat taruhan tersebut. Suzy sebenarnya masih belum sepenuhnya menyadari apa yang ia lakukan sebenarnya. Tapi toh, ia tetap mengikuti yeoja-yeoja centil itu.

 

FLASHBACK END

 

Author POV

 

Suzy menghela nafasnya ketika ia sampai di depan sebuah pagar besar yang sudah -sangat- karatan. Dibelakangnya, tentu saja mengekor tiga yeoja yang menjadi dalang dari semuanya.

 

Suzy begitu bodoh karna baru menyadari taruhan ini beberapa menit yang lalu saat ia sudah digiring tiga yeoja itu. Suzy mengurut-ngurut kepalanya sendiri. Berpikir. Bagaimana caranya kabur dari ahjumma-ahjumma centil ini?

 

“Ingat… Sekali kau menerima… Tidak ada kata kembali…” Ucap Krystal dari belakang sana. Suzy menghela nafasnya lagi. Baiklah, ia rasa ia harus menerimanya. Mau taruh dimana nanti mukanya jika kalah dari tiga yeoja centil ini?

 

“Ck, arraso… Yasudah! Kalian mau mengantar sampai mana eoh?! Tidak bolehkah aku mengambil beberapa barang-barangku dulu dirumah?! Apa kalian akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padaku?! Lalu, kalau aku lapar bagaimana?! Apa taruhan ini tidak berlebihan eoh?! Ini rumah berhantu! Apa kalian tau HAH?!!” Tanya Suzy bertubi-tubi dengan sedikit sewot dan mungkin…. Takut?

 

Untung saja ketiga yeoja ini sudah menduga bahwa akan ada sejuta pertanyaan yang keluar dari mulut Suzy. Mereka benar-benar sudah menyiapkan dengan baik rencana evil mereka ini. Mereka hanya ingin membalas Suzy karna masalah 2 hari yang lalu mengenai ‘rok pendek’ yang tidak seberapa dengan taruhan mengerikan ini.

 

“Pertanyaan pertama, kami hanya ingin mengantar sampai sini. Pertanyaan Kedua, tidak! Tentu saja tidak boleh mengambil barangmu dulu, nanti tidak seru, kau mengerti?” Ucap Jiyeon dengan memicingkan mata kucingnya itu.

 

“Pertanyaan Ketiga, ya.. Tenang saja kami akan bertanggung jawab… selama kau tidak mati..” Lanjut Krystal dengan entengnya, membuat Suzy melongo ditempatnya.

 

“Pertanyaan keempat, Kau tidak mungkin lapar. Untuk pertanyaan kelima dan keenam, tidak dan ya.” Ucap Naeun dengan singkat sambil meniup-niup kukunya yang sama sekali tidak ada manfaatnya.

 

“Oh ya, ada tambahan. Kami akan menunggumu hingga kau masuk.  Selain itu kami juga akan menjemputmu besok pagi… Bukankah kami ini sangat baik?” Krystal menambahkan.

 

“Kurasa kalian memang sudah gila.” Suzy bersuara sambil menatap rumah besar didepannya yang begitu menyeramkan.

 

“Cih, kau juga gila Bae Suzy karna menerima taruhan ini…” Ucap ketiganya sambil ber high-five ria.

 

” Yasudah sana kau cepat masuk.. Kita akan memastikan kau tak kabur, ppali..” Ketiganya kemudian mendorong Suzy masuk kedalam halaman rumah itu yang begitu luas, berantakan, gelap dan tentu saja menyeramkan. Banyak ilalang yang menghalangi jalan mereka, namun entah bagaimana, dengan mudahnya tiga yeoja centil itu melewatinya. Ah, mereka-kan sudah menyiapkan rencana ini dengan matang dan tentu saja tidak lupa mempelajari seluk beluk rumah ini.

 

KRIEET

 

Suara pintu yang sudah hampir bobrok itu menyambut mereka. Bulu kuduk Suzy langsung meremang ketika mendengarnya. Sungguh ia adalah seorang penakut. Dan sekarang ia harus berhadapan dengan rumah ini sendirian?!

 

Oh come on, this is that Kim’s Ghost House!!

 

Suzy memutar kepalanya memperthatikan seluruh isi rumah ini dengan seksama. Rumah ini begitu kotor, tetapi tidak gelap. Yah… Kalian tau kenapa kan?

 

Tanpa Suzy sadari, ketiga yeoja itu sudah hilang dari belakangnya dan saat ini mereka sedang menutup pintu utama dengan hati-hati lalu menguncinya. Mereka benar-benar sudah mempersiapkan semuanya. Lalu dengan diiringi kikik-kan puas, mereka mengunci pintu pagar rumah ini kemudian berbalik pergi untuk kembali kerumah Naeun.

 

Meski begitu, tidak ada seseorangpun dari ketiga yeoja centil itu yang menyadari bahwa mereka sedang diperhatikan oleh dua anak kecil.

 

*****

 

Suzy berbalik dan mendapati bahwa ia tinggal sendiri dengan pintu yang telah tertutup. Seketika, rasa merinding menjalar ditubuhnya. Ia menghampiri pintu itu dan berusaha membukanya. Namun nihil. Ia menggedor-gedor pintu itu dengan muka yang pucat. Ia merutuki dirinya sendiri karna telah menerima taruhan bodoh ini.

 

Baiklah, ia menyerah. Tangannya mengendur dan akhirnya terlepas dari gagang pintu itu. Ia kemudian sedikit menenangkan dirinya dan berbalik mengarahkan pandangannya kepenjuru ruangan. Matanya kemudian menangkap sebuah perapian kecil yang berada tepat didepannya, meski agak jauh dari tempatnya berdiri.

 

Ia kemudian menghela nafasnya dan berjalan kearah sana sambil menenangkan dirinya yang sudah dijalari rasa takut. Bayangkan, ia sendirian di dalam rumah yang telah dikabarkan berhantu selama 8 tahun itu.

 

Mata bulatnya melirik sebuah lilin yang menyala tidak terlalu jauh dari tempatnya. Tunggu. Memangnya tadi ada lilin yang menyala?. Ia kemudian terpaku ditempat sambil matanya yang masih menatap lurus lilin sialan itu. Lilin yang berhasil membuatnya serangan jantung.

 

Masih ditempatnya, Suzy memikirkan berbagai hal yang mungkin saja bisa menyalakan lilin itu. Mungkin itu tiga yeoja centil tadi yang ingin membantunya? Tidak mungkin.

Mungkin lilin itu sudah sedari tadi ada disana tanpa ia sadari? Tidak. Suzy sudah memperhatikan rumah ini dengan seksama dan pasti akan menyadari sedari tadi kalau ada lilin didekatnya.

 

Atau mungkin….

 

Mungkin ia sedang tidak sendiri. Maksudnya, ia memang sendiri tapi… Bagaimana jika ia ditemani sesuatu yang halus? Siapa tau ‘sesuatu’ itu yang menyalakannya dan sekarang bisa saja ‘sesuatu’ itu berdiri disampingnya.

 

Tidak!

 

Suzy segera menepis pikiran aneh itu dan berjalan mundur menjauhinya. Ayolah, ia tidak ingin berurusan dengan sesuatu yang mungkin sekarang berada didekatnya. Ia terus berjalan mundur dan matanya tetap fokus memperhatikan lilin di depannya.

 

BRAK

 

Punggung Suzy sukses menabrak sesuatu. Debu-debu langsung beterbangan kearah Suzy. Ia kemudian terbatuk kecil diakibatkan oleh debu tadi, matanya mengerjap cepat juga karna debu itu. Ia kemudian memicingkan matanya dan berbalik.

 

Sebuah almari coklat kayu besar yang sudah rapuh dan bobrok terlihat dengan jelas. Kayu-kayu yang sepertinya sudah termakan umur itu sudah amat rapuh dan sepertinya akan segera rubuh.

 

Suzy segera menjauhinya takut-takut sesuatu terjadi. Baru saja Ia berbalik, sesuatu terlintas dibenaknya. Siapa tau ada pakaian hangat didalamnya? -Yang mungkin dapat menghangatkan dirinya dari dingin malam.-

 

Baiklah. Ia memutuskan untuk melihatnya sejenak. Ia berbalik lagi dan menggapai kenop almari dengan hati-hati. Siapapun pasti akan takut jika melihat keadaan almari ini.

 

KRIEET

 

Suara pintu terbuka -yang menyeramkan- terdengar. Ia kemudian menutup matanya berusaha mengumpulkan kekuatannya. Perlahan, ia membuka matanya sedikit demi sedikit dan mengerjap-ngerjapkannya. Matanya yang menatap kebawah, perlahan naik keatas untuk melihat isi lemari itu.

 

 

Tapi… Ada sesuatu yang aneh.

 

 

Sepasang Kaki?

 

 

BRAKK

 

Suzy segera menutup lemari itu dalam hitungan kilat.

 

Mata bulatnya semakin membulat, kulit putih susu-nya berubah pucat pasi, keringat bercucuran dengan cepat hanya dalam hitungan detik.

 

Kakinya yang gemetar membawanya menjauh dari almari itu, lama kelamaan kakinya berlari dengan cepat dan menaiki tangga kelantai dua. Nafasnya tersengal-sengal akibat larinya yang kilat. Setelah merasa dirinya aman dari almari itu, ia berhenti.

 

Ia mendapati dirinya terdapat di sebuah ruangan luas, Ruangan yang sepertinya adalah ruang keluarga. Di kanan-nya terdapat sebuah lorong panjang yang berisi banyak pintu di dinding-nya. Sepertinya itu kamar.

 

Baru saja kaki Suzy melangkah ingin kesana, ia melihat sebuah pintu yang paling dekat dengannya terbuka perlahan. Suaranya sekali lagi sukse membuat bulu kuduk-nya meremang. Ia memejamkan matanya.

 

 

Ayolah Bae Suzy. Ini adalah hari rabu. Bukan hari senin dimana kau mendapat kutukan itu! Berarti ini bukanlah kesialan, melainkan kenyataan. Hadapilah!!

 

Suzy kembali membuka matanya setelah menyemangati dirinya di dalam hati. Baiklah. Ia akan menghadapi ‘apapun’ itu yang mengganggu nya.

 

Kaki kecilnya perlahan mendekat kearah pintu tadi. Meski jantungnya berdegup sangat kencang, rasa keingintahuan-nya mengalahkannya. Setelah ia tepat berada didepan pintu itu, tangannya sedikit mendorong pintu tersebut.

 

Ruangan serba hitam. Itulah yang terlihat di kamar ini. Ruangan ini tidak terlalu berantakan berbanding terbalik dengan keadaan rumah ini. Ia pun melangkah masuk kedalam sana. Rasa takutnya seketika hilang akibat dari kehangatan di ruangan ini. Ia kemudian duduk di sebuah bangku yang berada dipojokan kamar.

 

Tak terasa, ia sudah berada disana 30 menit. Sungguh, rasanya ia ingin berada disini terus. Ada suatu aura yang membuatnya nyaman sekali.

 

BRAK

 

Pintu kamar itu tertutup dengan keras.

Tidak. Bukan ini yang ia inginkan. Ia hanya ingin kehangatan disini, tidak berniat sama sekali menganggu ‘sesuatu’ yang mungkin memiliki kamar ini. Suzy langsung berdiri dari tempatnya duduk. Matanya memutar keseluruh penjuru ruangan dengan panik.

 

 

“Tidak. Aku tidak ingin mengganggumu! Tolong jangan ganggu aku!” Ucap Suzy sambil terus memutari kamar ini.

 

“Aku hanya kedinginan.. Tolong jangan ga- KYAAAA!!” Sebuah bantal melayang dengan sendirinya kearah Suzy dan berhasil membuatnya tersungkur jatuh. Suzy merutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh karna niatnya tadi untuk menghadapi ‘sesuatu’ itu. Mana buktinya? Ia malah saat ini sedang gemetaran akibat mencoba menghadapi ‘sesuatu’ itu.

 

Tubuhnya masih meringkuk dilantai. Matanya terpejam menahan tangis yang ingin keluar. Ia sudah tau bahwa ia penakut, dan ia malah menerima taruhan ini hanya karna nomor ponsel?

 

Tiba-tiba, kehangatan yang Suzy rasakan tadi hilang. Berganti dengan rasa dingin yang menjalari tubuhnya. Ia sudah terlalu takut untuk melihat kekanan dan kekiri walau hanya sekedar melihat ‘sesuatu’ yang mungkin menyebabkan rasa dingin itu.

 

“Apa yang kau lakukan disini?”

 

Suzy dapat merasakan sesuatu yang lembab dan basah menyentuh telinganya. Dan, Damn! Ia juga merasakan hembusan nafas ditengkuknya. Keduanya berhasil membuatnya merinding. Dan,

 

Bruk

 

Semuanya telah berubah hitam bagi Suzy. Entahlah, mungkin ia terlalu lelah dan takut.

 

*****

 

 

“Eunghhh” Suzy  melenguh sedikit lalu meregangkan otot-nya. Matanya masih terpejam dan entahlah, ia merasa nyaman sekali. Otaknya masih belum sepenuhnya berfungsi sehingga rasanya hanya ingin terus tidur. Kasur ini… Entahlah rasanya empuk sekali berbeda dengan kasurnya yang keras itu.

 

Ah, ia tak peduli. Yang penting ia bisa merasakan kenyamanan luar biasa ini.

 

” Heh, pergi! aku mau tidur!”

 

Aigoo… Suara apa ini menganggu saja. Batin Suzy tak peduli dan makin mengeratkan matanya.

 

” Yasudah, terserah kau saja”

 

Mwoya?. Suzy merasakan ada sesuatu yang berhembus ditengkuknya. Ia membuka matanya  dan,

 

 

“KYAAAAAA!!!!! NUGUY– Mmppphhh”

 

Aigoo.. Kau berisik sekali. Ini jam dua malam pabo!” Seorang namja membekap mulut Suzy dengan kedua tangannya dari belakang tubuhnya -menahan teriakkan Suzy yang amat kencang-.

 

“Lephhhh-pashhmmppp” Suzy berusaha melepaskan bekapan itu sambil terus meronta-ronta. Pikirannya sudah pergi jauh kemana-mana saat ini. Apa dia penculik? Penguntit? Penjahat? Ani, yang paling parah.. Mungkin ia seorang namja pervert??!!

 

Yak! aish… Kau diam maka aku lepaskan!” Ucap namja itu berusaha mendiamkan Suzy yang terus saja meronta-ronta di dalam… Pelukannya?

 

 

Ketika baru menyadari bahwa saat ini ia berada di pelukan namja pervert itu -menurutnya- Suzy malah semakin bertambah meronta dan berteriak masih di dalam bekapan tangan namja itu.

 

KRAUK(?)

 

Suzy menggigit ganas tangan namja itu.

 

“Arghh” erang namja itu kesakitan sambil menarik tangannya. Suzy tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia langsung melepaskan diri dan berlari kearah pintu kamar untuk menyelamatkan diri. Ia langsung memutar kenop pintu itu, namun nihil. Pintu itu terkunci!

 

“TOLONG!!! TOLONG AKU!!! SESEORANG MENCULIKKU!!! TOLONG!!” Teriak Suzy tidak jelas. Pasalnya ia sendiri tau bahwa tidak akan ada orang lain di sekitar rumah ini. Ia hanya berusaha mempertahankan diri dengan mengeluarkan jurus andalannya –Teriakkan maut

 

” Yakk!! Telingaku sakit mendengarnya!! Diam!” Hardik namja tadi sambil mendekat kearah Suzy. Suzy yang melihatnya langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.

 

ANDWAE!!! JANGAN MENDEKAT NAMJA PERVERT!!!” Teriak Suzy dengan keras -lagi-, membuat namja itu langsung berhenti dan mengusap-usap telinganya, ia juga tercengang akibat perkataan Suzy tadi yang seenaknya memanggilnya seperti itu.

 

Mwo? Namja perv-” belum selesai namja itu mengeluarkan protes, sebuah seringai licik mucul dibibir tipisnya. Ia kembali berjalan kearah Suzy pelan sambil terus menyeringai.

 

Suzy memberanikan diri untuk melihat namja dihadapannya. Matanya langsung membulat dan mulutnya membentuk huruf ‘o’.

 

Matanya, Matanya kembali menatap mata namja yang pernah membuatnya pingsan.

 

Tapi, bukan. Ia saat ini bukan melihat tatapan menyeramkan yang waktu itu. Melainkan,

 

Tatapan pervert??!!

 

“Ki..kim.. Myung..soo?” Suzy terbata mengejakan nama itu, ia begitu takut. Maksudnya bukan takut yang seperti waktu itu, tapi takut karna tatapan itu JAUH lebih menyeramkan dibanding sebelumnya.

 

Neo…” Suzy tercekat. Pasalnya saat ini ia hanya berjarak beberapa centi dari Myungsoo.

 

Myungsoo masih terus memasang seringaiannya dan perlahan mendekatkan wajahnya kearah Suzy. Suzy hanya bisa terpaku dengan nafas yang tercekat. Ia belum pernah sedekat ini dengan namja.

 

 Namja…. Pervert eoh?” Bisik Myungsoo tepat ditelinga Suzy.

 

Srek.

 

Kedua tangan kokoh Myungsoo mengunci badan Suzy. Sementara Suzy, entahlah ia sudah tak bisa melawannya. Seluruh badannya lemas.

 

Perlahan, wajah Myungsoo terus mendekat kearah wajah Suzy, Hingga nafas mereka saling menerpa wajah masing-masing.

 

Suzy langsung menutup kedua matanya erat.

 

Apa yang akan dilakukan namja pervert ini eoh?!

 

TBC

 

 

 

Miaan updatenya lama sekaleh-__- tugas banyak bangeettt T_T

dan mungkin buat part selanjutnya juga bakal lama updatenya *huhuhu..

makanya reader doain biar guru ga jahat-jahat amat-____-

 

{don’t forget to RCL}

82 responses

  1. eonni lanjuttt dong.. T_T lama amatt penasaran nihh *maksa #plak ..
    kami akan setia menunggu lanjutanya ^^ ayoooo Authorr fighting ^^

    November 5, 2013 at 8:33 am

  2. anggita

    hwaaaaaaaaaaaa………… seruu………. lanjuuuuuuuuuuuuuuttttttttttt……………….

    November 15, 2013 at 4:28 am

  3. Aigoo..
    Kren bgd critanya…
    Lnjutin + jgn lma2 Ya Thor…
    Kpan Yg ke 3 nya thor?

    December 6, 2013 at 4:17 am

  4. leny

    thorrr Lnjuttt donkk…
    pansran bangettt niiiii….!!!

    December 24, 2013 at 8:54 am

  5. dina

    annyeong author…saya reader baru disini, ijin baca ya, gomawo

    February 15, 2014 at 10:27 am

  6. kim yumi

    ini gk dilanjut ya?
    sayang bgt pdhl critany BAGUS BGT

    March 13, 2014 at 4:16 pm

  7. natalia061200

    Kerennnnnnb!!
    Next””””

    May 5, 2014 at 12:05 pm

  8. naya

    eonni lanjut . . . tp darimana datangnya myungsoo itu aaaaah penasaran btw barapaa hari sekali ff nya di posting biar q sabar menunggu heheheeee . . .

    October 19, 2014 at 2:18 pm

  9. L

    please part 3 pensaran bnget thor

    November 12, 2014 at 3:26 pm

  10. Maria

    Zukaaaaaaaaaa
    tpi gua nunggu nunggu part 3nya lama banget

    January 16, 2015 at 3:08 pm

  11. Next plese

    January 18, 2015 at 9:21 am

  12. Next please

    January 18, 2015 at 9:22 am

  13. Kim mamyu

    Myung bagian keluarga kim’s itu kan? Tp selama ini kenapa rumah itu seperti tdak berpenghuni? Pdahal myung ada di rmh itu tepatnya ada dikamarnya dg suzy….
    Omo omo apa yg akan myungsoo lakukan?
    Lanjtan part 3 nya mana thor? Penasaran nih

    January 22, 2015 at 2:56 am

  14. Seruu banggeeeet tapi nggak ada kelanjutannya yah? Hmm sayang banget

    March 11, 2015 at 8:50 am

  15. ephiie

    omoo myung kokk di situu diya hantuu kah??
    tapii masa kesakitann . penasarann

    December 6, 2015 at 9:10 am

  16. Jujur aja baca ff ini bikin mrinding. . Apa yang dilakuin myung mau kiss suzy.kah atau cuma mau ngerjain suzy? Dan kenapa myung bisa di situ eoh?
    Next thor

    July 11, 2016 at 12:00 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s